{"id":17616,"date":"2024-11-20T08:32:08","date_gmt":"2024-11-20T00:32:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17616"},"modified":"2024-11-20T08:32:08","modified_gmt":"2024-11-20T00:32:08","slug":"ipad-kids-dampak-internet-terhadap-perubahan-perilaku-komunikasi-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/ipad-kids-dampak-internet-terhadap-perubahan-perilaku-komunikasi-gen-z\/17616\/","title":{"rendered":"IPad Kids : Dampak Internet terhadap Perubahan Perilaku Komunikasi Gen Z"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids.webp\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"628\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17617\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids.webp 1200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids-300x157.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids-1024x536.webp 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids-768x402.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids-750x393.webp 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IPad-Kids-1140x597.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p>Oleh, <strong>Adinda Febriyanti <\/strong><br \/>\nNIM : <strong>1152300121<br \/>\nMahasiswa aktif Universitas Negeri 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><\/p>\n<p>\u201cIPad Kids\u201d adalah sebuah kata slang dari yang mengacu pada seseorang yang selalu <\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Menggunakan gadget sehingga merubah kepribadian dan gaya hidup mereka. \u201cIPad Kids\u201d ini digambarkan sebagai seseorang yang bermain game atau menonton video dengan durasi yang sangat lama. \u201cIPad Kids\u201d bisa ditemui pada banyak kalangan, terutama kalangan remaja.<\/p>\n<p>\u201cIPad Kids\u201d menjadi trend di sosial media TikTok. Tidak sedikit konten kreator yang membahas dan membuat konten tentang \u201cIPad Kids\u201d ini. Ada yang memberi tanggapan baik dan buruk, ada pula yang membuat trend ini menjadi lelucon.<\/p>\n<p>Berdasarkan observasi, remaja \u201c\u201dIPad Kids\u201d sendiri mengakui bahwa memang tidak bisa jauh dari gadget. Bahkan pada saat berkegiatan seperti makan, buang air besar. Mandi, menonton tv, dll. Terkadang, beberapa orang yang tidak termasuk \u201cIPad Kids\u201d merasa kesal, karena mereka tetap fokus pada gadget disaat sedang mengobrol atau berkumpul. <\/p>\n<p>Fenomena ini cukup penting untuk memberikan informasi kepada remaja yang kecanduan gadget. Karena hal ini dapat memberikan perubahan yang signifikan terhadap remaja. Dapat juga untuk memberi peringatan kepada orang tua agar tidak membiasakan menjadikan gadget sebagai penolong disaat anak atau remaja sedang marah atau tantrum.<\/p>\n<p>Berdasarkan peristiwa sebelumnya, riset pada tahun 2020 menyatakan bahwa 19,3% remaja mengalami kecanduan gadget. Sejumlah 2.933 remaja mengalami peningkatan durasi online hingga 11,6 jam per hari. Inilah awal mula sebutan \u201cIPad Kids\u201d muncul dan menjadi trend di era sekarang. <\/p>\n<p>Jika fenomena \u201cIPad Kids\u201d ini tidak mereda hingga diwajarkan, maka akan menjadi kebiasaan buruk untuk masa depan. Dikarenakan hal ini tidak hanya sekedar trend saja, tetapi ini adalah hal yang cukup serius.<\/p>\n<p>Meskipun ada sisi positifnya, fenomena ini harus ditanggapi dan diperhatikan dengan bijak baik oleh remaja itu sendiri ataupun oleh orang tua.<\/p>\n<p>\u201cIPad Kids\u201d tentunya akan memberikan dampak yang signifikan kepada remaja. Dampak negatif akan lebih banyak dibandingkan dampak positif.<\/p>\n<p>Dampak positif dari fenomena ini yaitu : Peningkatan bahasa, menjadi akses ke berbagai aplikasi dan konten digital yang kaya kan bahasa, dapat meningkatkan pemahaman terhadap bahasa. Keterampilan digital, penggunaan perangkat sejak dini dapat membantu untuk mengembangkan keterampilan yang penting di era sekarang, seperti kemampuan mengedit, berkomunikasi, dan mencari informasi. Dan juga pengembangan komunikasi non-verbal, mereka dapat belajar untuk mengekspresikan diri melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah dan intonasi suara.<\/p>\n<p>Namun negatifnya, menurunkan keterampilan komunikasi tatap muka: yang dimana anak anak atau remaja terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget dibanding berinteraksi dengan orang lain. Kesulitan mengelola emosi juga menjadi salah satu dampak negatif dari fenomena ini, karena komunikasi melalui gadget atau perangkat digital dapat menyulitkan mereka untuk memahami dan mengelola emosi terhadap orang lain. Dan juga kurangnya perhatian pada lingkungan sekitar, terlalu sering menggunakan gadget membuat mereka kurang memperhatikan lingkungan sekitar dan kehilangan kesempatan untuk belajar dari dunia nyata.<\/p>\n<p>Bagaimana cara menyeimbangkan 2 dampak tersebut? Yaitu dengan cara membatasi waktu penggunaan, seperti menetapkan batasan waktu yang jelas untuk penggunaan gadget, memilih konten yang sesuai, mengawasi konten sesuai umur dan minat mereka.<\/p>\n<p>Jadi bisa disimpulkan, Fenomena \u201ciPad Kids\u201d adalah cerminan dari perkembangan zaman. Penggunaan perangkat digital dapat memberikan banyak manfaat bagi anak-anak maupun remaha, namun perlu diimbangi dengan aktivitas non-digital agar perkembangan mereka secara keseluruhan menjadi optimal. Dengan bimbingan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas, kreatif, dan memiliki keterampilan komunikasi yang baik.<\/p>\n<p>Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Dosen Pengampu mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia, Drs. Widianto Ekoputro, M.A<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh, Adinda Febriyanti NIM : 1152300121 Mahasiswa aktif Universitas Negeri 17 Agustus 1945 Surabaya \u201cIPad Kids\u201d adalah sebuah kata slang dari yang mengacu pada seseorang yang selalu JurnalPost.com &#8211; Menggunakan gadget sehingga merubah kepribadian dan gaya hidup mereka. \u201cIPad Kids\u201d ini digambarkan sebagai seseorang yang bermain game atau menonton video dengan durasi yang sangat lama. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-17616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17616"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17616\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}