{"id":17402,"date":"2024-10-29T07:25:00","date_gmt":"2024-10-28T23:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17402"},"modified":"2024-10-29T07:25:00","modified_gmt":"2024-10-28T23:25:00","slug":"agroedutourism-desa-kebun-kecamatan-kamal-kabupaten-bangkalan-bumdes-sumber-barokah-jembatan-antara-pertanian-wisata-dan-edukasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/agroedutourism-desa-kebun-kecamatan-kamal-kabupaten-bangkalan-bumdes-sumber-barokah-jembatan-antara-pertanian-wisata-dan-edukasi\/17402\/","title":{"rendered":"AGROEDUTOURISM DESA KEBUN, KECAMATAN KAMAL, KABUPATEN BANGKALAN: \u201cBUMDES SUMBER BAROKAH JEMBATAN ANTARA PERTANIAN, WISATA DAN EDUKASI\u201d"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar2-2.jpg\" alt=\"\" width=\"809\" height=\"539\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17404\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar2-2.jpg 809w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar2-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar2-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar2-2-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 809px) 100vw, 809px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Agroedutourism adalah konsep wisata dengan fokus utama pada edukasi pertanian, yang mana didalamnya mencakup perikanan, peternakan, kehutannya dan tentunya pertanian. Pengembangan agroedutourism di Bangkalan masih sangat terbatas apabila dibandingkan dengan potensi yang dimiliki wilayah ini. BUMDes Sumber Barokah sebagai inisiator agroedutourism di Bangkalan berdasarkan Peraturan Desa No. 1 Tahun 2022 bergerak pada dua bidang utama yaitu edukasi pertanian, seperti pelatihan budidaya, pemanfaatan limbah pertanian, dan sekolah alam, serta agrowisata petik buah melon. \u201cAgroedutourism BUMDes Sumber Barokah merupakan salah satu destinasi agrowisata di kabupaten Bangkalan dan satu-satunya agrowisata dengan fasilitas yang cukup lengkap dan beragam di pulau Madura\u201d tambah Dr. Ir. H. Ahmad Arsyadmunir, M.Si.<\/p>\n<p>Pengembangan agroedutourism menghadapi beberapa tantangan diantaranya manajemen dan keberlanjutan. Menurut Ali Wafa, S.P., M.Si., \u201ctantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan agroedutourism BUMDes Sumber Barokah antara lain keberlanjutan produksi tanaman, tata kelola agroedutourism, tidak tersediannya paket kunjungan wisata, dan tidak adanya analisis bisnis sehingga agroedutourism milik BUMDes Sumber Barokah belum mempu memberikan kontribusi yang nyata, khususnya pada aspek ekonomi\u201d.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar3.jpg\" alt=\"\" width=\"818\" height=\"545\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17403\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar3.jpg 818w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar3-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar3-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar3-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><\/p>\n<p>\u201cFocus Group Discussion diperlukan untuk mendiskusikan solusi bagi tantangan yang dihadapi agroedutourism BUMDes Sumber Barokah dalam pengembangannya. Kegiatan FGD yang dilaksanakan hari ini (20\/09\/2024) meliputi penyusunan model bisnis, tata kelola, serta peningkatan keterampilan pengelola BUMDes, yang mana diharapkan solusi yang diberikan daat berkelanjutan,\u201d tutur Ir. Achmad Djunaedy, M.P. <\/p>\n<p>Kegiatan FGD dilaksanakan di pendopo Desa Kebun dan diikuti oleh pengurus BUMDes serta masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya. Selain FGD, dilakukan juga kegiatan menanam bersama sebagai langkah awal dan simbolisasi realisasi program. Agroedutourism BUMDes Sumber Barokah memiliki peluang besar untuk senantiasa mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang akan berdampak positif bagi masyarakat disekitarnya. Program ini merupakan bentuk hibah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) 2024. Ir. Achmad Djunaedy, M.P. selaku ketua program menambahkan \u201cPada akhirnya diharapkan program ini dapat meningkatkan vertical value bagi agroedutourism BUMDes Sumber Barokah sehingga mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi komunal. Kami menyampaikan terima kasih kepada DRTPM RISTEKDIKTI atas hibah pendanaan yang telah diberikan\u201d<\/p>\n<p>Penulis: <strong>Achmad Djunaedy<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Agroedutourism adalah konsep wisata dengan fokus utama pada edukasi pertanian, yang mana didalamnya mencakup perikanan, peternakan, kehutannya dan tentunya pertanian. Pengembangan agroedutourism di Bangkalan masih sangat terbatas apabila dibandingkan dengan potensi yang dimiliki wilayah ini. BUMDes Sumber Barokah sebagai inisiator agroedutourism di Bangkalan berdasarkan Peraturan Desa No. 1 Tahun 2022 bergerak pada dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17404,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-17402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}