{"id":17369,"date":"2024-10-23T00:59:13","date_gmt":"2024-10-22T16:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17369"},"modified":"2024-10-23T00:59:13","modified_gmt":"2024-10-22T16:59:13","slug":"identifikasi-peluang-dan-ancaman-swot-desa-wisata-pujon-kidul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/identifikasi-peluang-dan-ancaman-swot-desa-wisata-pujon-kidul\/17369\/","title":{"rendered":"IDENTIFIKASI PELUANG DAN ANCAMAN SWOT DESA WISATA PUJON KIDUL"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17370\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/asasa-1.jpg\" alt=\"\" width=\"638\" height=\"423\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/asasa-1.jpg 638w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/asasa-1-300x199.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 638px) 100vw, 638px\" \/><\/p>\n<p><strong>Analisis SWOT<\/strong><br \/>\n<strong>Kekuatan (Strengths)<\/strong> :<br \/>\nDesa Wisata Pujon Kidul memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik utama, seperti pemandangan pegunungan, persawahan, dan suasana pedesaan yang asri. Fasilitas wisata yang sudah tersedia cukup memadai, termasuk kafe, taman bunga, dan aktivitas agrowisata. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola desa wisata ini juga menjadi keunggulan, karena memberikan nuansa autentik kepada pengunjung. Selain itu, desa ini juga dekat dengan kota Malang, memudahkan akses bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.<\/p>\n<p><strong>Kelemahan (Weaknesses)<\/strong> :<br \/>\nNamun, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diatasi. Kurangnya promosi digital dan pemasaran berbasis media sosial juga menjadi tantangan dalam memperluas daya jangkau wisatawan. Sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan juga masih membutuhkan pelatihan lebih lanjut terkait pengelolaan pariwisata dan pelayanan yang lebih profesional.<\/p>\n<p><strong>Peluang (Opportunities)<\/strong> :<br \/>\nDengan tren pariwisata berkelanjutan yang semakin diminati, Pujon Kidul memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan yang tertarik pada ekowisata dan agrowisata. Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan terhadap pengembangan desa wisata melalui program-program pendanaan dan pelatihan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial juga membuka peluang untuk meningkatkan promosi dan menjangkau wisatawan dari berbagai daerah.<\/p>\n<p><strong>Ancaman (Threats)<\/strong> :<br \/>\nDi sisi lain, terdapat ancaman dari destinasi wisata baru yang terus bermunculan di sekitar Malang, yang dapat meningkatkan persaingan. Faktor cuaca, seperti curah hujan yang tinggi, juga dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, terutama karena sebagian besar aktivitas wisata di Pujon Kidul berbasis alam. Selain itu, ketergantungan pada wisatawan lokal juga menjadi risiko, terutama jika ada perubahan tren atau kondisi ekonomi yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berwisata.<\/p>\n<p><strong>Matriks SWOT Pujon Kidul Malang<\/strong><\/p>\n<p>SO =<br \/>\n&#8211; Keindahan alam dan daya tarik wisata.<br \/>\n&#8211; Dukungan pemerintah untuk pengembangan desa wisata.<br \/>\n&#8211; Potensi pemasaran digital<\/p>\n<p>ST =<br \/>\n&#8211; Daya tarik alam yang dapat bersaing dengan destinasi lain.<br \/>\n&#8211; Cuaca yang mempengaruhi aktivitas wisata<\/p>\n<p>WO =<br \/>\n&#8211; Kurangnya promosi digital yang mempengaruhi jangkauan.<br \/>\n&#8211; Keterbatasan dalam pelatihan SDM.<\/p>\n<p>WT =<br \/>\n&#8211; Persaingan destinasi baru di sekitar Malang.<br \/>\n&#8211; Ketergantungan pada wisatawan lokal<\/p>\n<p>Kuadran Strategi SWOT Pujon Kidul Malang<br \/>\n1. Kuadran SO (Strategi Maksimalisasi) :<br \/>\n\u27a2 Mengoptimalkan keindahan alam dan keunggulan partisipasi masyarakat untuk menarik wisatawan yang tertarik pada ekowisata.<br \/>\n\u27a2 Memanfaatkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan promosi dan pelatihan SDM, khususnya dalam pemasaran digital.<\/p>\n<p>2. Kuadran WO (Strategi Perbaikan) :<br \/>\n\u27a2 Mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif untuk meningkatkan jangkauan dan visibilitas desa wisata.<br \/>\n\u27a2 Mengadakan program pelatihan untuk masyarakat agar lebih siap dalam mengelola pariwisata dan memberikan layanan profesional.<\/p>\n<p>3. Kuadran ST (Strategi Pertahanan) :<br \/>\n\u27a2 Mengembangkan keunikan produk wisata berbasis alam untuk membedakan Pujon Kidul dari destinasi lain.<br \/>\n\u27a2 Menerapkan strategi mitigasi cuaca, seperti pengembangan aktivitas indoor, untuk menjaga jumlah kunjungan wisatawan.<\/p>\n<p>4. Kuadran WT (Strategi Minimasi) :<br \/>\n\u27a2 Mengidentifikasi dan mengurangi ketergantungan pada wisatawan lokal dengan memperluas target pasar ke wisatawan mancanegara.<br \/>\n\u27a2 Mengembangkan rencana darurat untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan persaingan dengan destinasi baru.<\/p>\n<p>Nama Penyusun:<br \/>\n<strong>1. Rosalia Elmia<\/strong><br \/>\n<strong>2. Pandu Alkautsar<\/strong><br \/>\n<strong>3. Rachel Maryam<\/strong><br \/>\n<strong>4. Kintamara Meilanisa<\/strong><br \/>\n<strong>5. Garsione Agni Andrea<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisis SWOT Kekuatan (Strengths) : Desa Wisata Pujon Kidul memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik utama, seperti pemandangan pegunungan, persawahan, dan suasana pedesaan yang asri. Fasilitas wisata yang sudah tersedia cukup memadai, termasuk kafe, taman bunga, dan aktivitas agrowisata. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola desa wisata ini juga menjadi keunggulan, karena memberikan nuansa autentik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17370,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-17369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17369"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17369\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}