{"id":17081,"date":"2024-10-02T15:11:21","date_gmt":"2024-10-02T07:11:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17081"},"modified":"2024-10-02T15:11:21","modified_gmt":"2024-10-02T07:11:21","slug":"kolaborasi-budaya-dan-religi-mahasiswa-kkn-kelompok-1-saksikan-reog-di-malam-hari-berlanjut-pengajian-keesokan-harinya-di-desa-munding","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kolaborasi-budaya-dan-religi-mahasiswa-kkn-kelompok-1-saksikan-reog-di-malam-hari-berlanjut-pengajian-keesokan-harinya-di-desa-munding\/17081\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Budaya Dan Religi: Mahasiswa KKN Kelompok 1 Saksikan Reog Di Malam Hari, Berlanjut Pengajian Keesokan Harinya Di Desa Munding"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1.jpg\" alt=\"\" width=\"1430\" height=\"804\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17082\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1.jpg 1430w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1-750x422.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Gambar1-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1430px) 100vw, 1430px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa KKN Tematik MBKM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut berperan aktif dalam memeriahkan rangkaian acara Reog hingga Pengajian di Desa Munding, Kecamatan Bergas.<\/p>\n<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik MBKM yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Munding semakin mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal keberagaman dan kekayaan budaya yang berpadu dengan nilai-nilai religius. <\/p>\n<p>Mahasiswa KKN bersama warga desa turut memeriahkan pagelaran Reog timbul jaya dan krida utomo yang berlangsung meriah pada malam hari dimulai dari pukul 21.00 WIB di Dusun Cemanggal, Desa Munding. Acara ini dilanjutkan dengan pengajian di keesokan harinya, kegiatan ini memperlihatkan harmoni antara budaya dan keagamaan di Desa Munding, Kecamatan Bergas.<\/p>\n<p>Pada sabtu malam (21\/9), di halaman kosong depan rumah Bapak Bayan dipenuhi oleh warga desa yang antusias menyaksikan pagelaran reog timbul jaya dan krida utomo. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur.<\/p>\n<p>Pagelaran Reog ini merupakan acara rutinan yang diselenggarakan setiap tahun pada peringatan Maulid Nabi. Acara ini digelar oleh warga Dusun Cemanggal yang mendapat antusiasme tinggi, baik dari warga maupun mahasiswa KKN. Kesenian Reog timbul jaya dan krida utomo yang berasal dari Dusun Cemanggal Kidul dan Cemanggal Lor tampil dengan megah, membawa nuansa kebudayaan. <\/p>\n<p>Acara diawali dengan pertunjukan dari reog timbul jaya Dusun Cemanggal Kidul dengan menampilkan 2 kelompok reog, dimulai dengan penampilan tarian jatilan, dimana para penari laki-laki tampil dengan gerakan lincah sambil membawa kuda lumping. Dilanjutkan dengan penampilan sekolompok penari laki-laki remaja yang menari dengan lincah menggunakan properti berupa kuda tiruan atau jaranan. Tarian jaranan dipercaya menggambarkan kekuatan dan keberanian para prajurit berkuda, menjadi salah satu daya tarik utama.<\/p>\n<p>Pertunjukan reog dari krida utomo Dusun Cemanggal Lor menampilkan 2 kelompok reog, dimulai dari pertunjukan sekelompok penari anak-anak kecil berusia 6 \u2013 10 tahun yang beranggotakan 7 anak-anak, menampilkan tarian jatilan dengan gerakan yang energik dan terkoordinasi dengan baik. Mereka mengenakan kostum warna-warni menambah kemeriahan suasana. Acara semakin meriah ketika penari reog yang menjadi ikon utama pertunjukan  tampil dengan aksesories dan make up karakter yang tegas. Musik gamelan yang mengiringi tarian semakin menambah keindahakan dan kesakralan suasana.<\/p>\n<p>Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang berlangsung selama lebih dari 3 jam tersebut. Salah satu mahasiswa KKN, Taskiya Sindy, mengaku terkesan dengan pertunjukan reog tersebut. \u201cpertunjukan reog ini sangat memukau dan memiliki aura mistis yang kental,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Pengajian Memperingati Maulid Nabi di Dusun Cemanggal<\/strong><br \/>\nSelain itu pada keesokan harinya (22\/9), mahasiswa KKN Tematik MBKM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengikuti pengajian di Dusun Cemanggal, Desa munding. Pengajian berlangsung setelah salah dzuhur pada pukul 13.00 WIB.<\/p>\n<p>Pengajian yang dihadiri oleh puluhan warga dan mahasiswa KKN di Desa Munding terlihat khusyuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan Al-Qur\u2019an hingga acara inti yaitu ceramah yang disampaikan oleh Bapak Kyai Paryono.<\/p>\n<p>Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur\u2019an oleh Bapak Kepala Dusun Cemanggal Bapak Juwanto, dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala Desa Romdoniyatun. Dalam sambutannya Ibu kades menyampaikan kerukunan dan semangat untuk membangun desa.<\/p>\n<p>Pada acara inti Bapak Kyai Paryono menyampaikan tentang keistimewaan Maulid Nabi. Koordinator Desa KKN, Arwan Mangli, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara dimana mahasiswa dapat membaur dengan warga, \u201cMelalui kegiatan pengajian ini, saya dapat melihat jika teman-teman kkn sangat berbaur dengan warga dan dalam pengajian kami tidak hanya belajar sosial di masyarakat, tetapi juga memperkuat sisi spiritual kami selama menjalani KKN,\u201d ungkap Arwan.<\/p>\n<p>Kegiatan pengajian ini ditutup dengan doa bersama, suasana keakraban antara mahasiswa KKN dan warga desa semakin terasa. Para mahasiswa KKN berharap bisa terus mengikuti kegiatan keagamaan lainnya selama masa pengabdian mereka.<\/p>\n<p>Dengan keterlibatan mahasiswa KKN dalam acara maulid, mulai dari membantu menyiapkan konsumsi hingga ikut membersihkan lokasi pengajian setelah acara selesai. Diharapkan dapat mempererat hubungan antara generasi muda dan masyarakat desa, sekaligus memberikan contoh positif dalam pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa KKN Tematik MBKM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut berperan aktif dalam memeriahkan rangkaian acara Reog hingga Pengajian di Desa Munding, Kecamatan Bergas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik MBKM yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Munding semakin mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal keberagaman dan kekayaan budaya yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17082,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-17081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}