{"id":16730,"date":"2024-08-28T18:00:22","date_gmt":"2024-08-28T10:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=16730"},"modified":"2024-08-28T18:00:22","modified_gmt":"2024-08-28T10:00:22","slug":"mahasiswa-umm-melakukan-sosialisasi-speechdelay-di-desa-tulungrejo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-umm-melakukan-sosialisasi-speechdelay-di-desa-tulungrejo\/16730\/","title":{"rendered":"Mahasiswa UMM Melakukan Sosialisasi Speechdelay di Desa Tulungrejo"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-16732\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e.jpg\" alt=\"\" width=\"1066\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e.jpg 1066w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e-200x300.jpg 200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e-682x1024.jpg 682w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e-768x1153.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e-1023x1536.jpg 1023w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.56_1a91d41e-750x1126.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1066px) 100vw, 1066px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 63 gelombang 5 melakukan sosialisasi mengenai Speech Delay di beberapa posyandu balita yang ada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Senin (5\/8\/2024).<\/p>\n<p>Program Kerja (Proker) ini dipilih oleh Mahasiswa PMM 63 gelombang 5 Universitas Muhammadiyah Malang karena Speech Delay merupakan hal yang penting untuk di waspadai khususnya bagi para orang tua yang memiliki balita. Mahasiswa PMM 63 gelombang 5 melakukan sosialisasi secara langsung kepada peserta posyandu balita di Dusun Junggo dan Dusun Gondang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Mahasiswa PMM 63 gelombang 5 juga membagikan brosur sebagai media sosialisasi kepada para orang tua yang mengikuti posyandu balita, Senin (7\/8\/2024).<\/p>\n<p>Speech Delay itu apa sih? Speech Delay merupakan kondisi dimana seorang anak mengalami keterlambatan dalam berbicara dibanding anak seumurannya. Kondisi Speech Delay dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor yaitu:<\/p>\n<p>1. Faktor Biologis, hal ini dapat terjadi apabila anak memiliki gangguan di bagian pendengarannya, kelainan pada bagian mulut ataupun masalah pada neurologis (kelainan pada bagian syaraf)<br \/>\n2. Faktor Lingkungan, kurangnya stimulasi secara verbal atau penggunaan gadget tanpa pengawasan secara berlebihan<br \/>\n3. Faktor Psikologis, kurangnya rasa kepercayaan diri seorang anak, trauma atau bahkan kecemasan<br \/>\nTanda-tanda Speech Delay yang dapat dikenali berdasarkan usia anak, yaitu:<br \/>\n1. Usia 12 bulan, anak tidak mengucapkan 1 kata sederhana atau anak tidak mengoceh seperti anak seusianya<br \/>\n2. Usia 18 bulan, anak belum dapat mengucapkan setidaknya 10 kata<br \/>\n3. Usia 24 bulan, anak belum dapat membuat kalimat sederhana dari 2 kata<br \/>\n4. Usia 36 bulan, kata atau kalimat anak tidak dapat dipahami oleh orang dari luar keluarga<\/p>\n<p>Kasus Speech Delay yang sering ditemui adalah kurangnya stimulasi atau pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget pada anak, anak sering dibiarkan menonton video online sendirian tanpa stimulasi dari orang tua sehingga anak memiliki dunianya sendiri dan kesulitan dalam bersosialisasi secara langsung. Oleh karena itu, stimulasi dan pendampingan oleh orang tua sangatlah penting untuk perkembangan seorang anak baik dari fisik ataupun psikisnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-16731\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910.jpg\" alt=\"\" width=\"1066\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910.jpg 1066w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910-200x300.jpg 200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910-682x1024.jpg 682w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910-768x1153.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910-1023x1536.jpg 1023w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gambar-WhatsApp-2024-08-28-pukul-12.54.58_ca464910-750x1126.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1066px) 100vw, 1066px\" \/><\/p>\n<p>\u201cPengguanaan gadget tidak bisa dihindari karena ini sudah zamannya serba digital jadi tugas orang tua adalah mendampingi serta mengawasi anak dan tetap memberikan stimulasi menggunakan gadget. Bisa saja saat anak menonton video online sambil orang tua mengobrol dengan anak mengenai video yang sedang di tonton, itu juga sebuah stimulasi\u201d ungkap Vira Anisa Nur Aini Mahasiswa PMM 63 gelombang 5.<\/p>\n<p>Petugas posyandu balita Dusun Junggo dan Dusun Gondang menyambut hangat dan sangat mendukung kegiatan ini untuk mengurangi angka Speech Delay yang terjadi pada balita, setiap perkembangan anak harus didorong oleh orang tua-nya. Oleh karena itu, orang tua harus mengerti mengenai stimulasi yang sesuai dengan usia anak. Posyandu selalu memantau dan mencatat perkembangan anak, tentunya hal ini dapat mendeteksi apabila seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangannya.<\/p>\n<p>Dilihat dari pasrtisipasi masyarakat Mahasiswa PMM 63 gelombang 5 UMM sangat meyakini bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dan membantu para orang tua untuk dapat memberikan stimulasi-stimulasi yang dapat membantu perkembangan seorang anak.<\/p>\n<p>Mahasiswa PMM kelompok 63 gelombang 5 UMM mengajak kepada seluruh orang tua untuk mendampingi anak dalam penggunaan gadget serta membantu perkembangan anak dengan cara rajin menstimulasi anak, karena dengan peran orang tua kita dapat menciptakan anak yang cerdas dan berbakat dikemudian hari dan dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 63 gelombang 5 melakukan sosialisasi mengenai Speech Delay di beberapa posyandu balita yang ada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Senin (5\/8\/2024). Program Kerja (Proker) ini dipilih oleh Mahasiswa PMM 63 gelombang 5 Universitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-16730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}