{"id":16498,"date":"2024-07-20T20:44:20","date_gmt":"2024-07-20T12:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=16498"},"modified":"2024-07-20T20:44:20","modified_gmt":"2024-07-20T12:44:20","slug":"pelatihan-peningkatan-produktivitas-dengan-supply-chain-management-dan-pendekatan-pengendalian-persediaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pelatihan-peningkatan-produktivitas-dengan-supply-chain-management-dan-pendekatan-pengendalian-persediaan\/16498\/","title":{"rendered":"Pelatihan Peningkatan Produktivitas dengan Supply Chain Management dan Pendekatan Pengendalian Persediaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Supply Chain Management (SCM) adalah pendekatan yang terstruktur dalam mengelola aliran barang dan informasi dari tahap awal produksi hingga tahap akhir distribusi kepada konsumen akhir. Ini melibatkan koordinasi antara berbagai fungsi bisnis dan mitra bisnis di dalam dan di luar perusahaan untuk mencapai efisiensi, kualitas, waktu pengiriman yang tepat, dan kepuasan pelanggan yang lebih baik. <\/p>\n<p>Rantai pasokan (supply chain) mencakup semua aktivitas yang terlibat dalam memproduksi dan menyediakan produk atau layanan, termasuk perencanaan, pengadaan bahan baku, manufaktur, penyimpanan, transportasi, dan distribusi. SCM berfokus pada integrasi dan pengelolaan efisien dari semua aspek rantai pasokan ini.<br \/>\nSupply Chain Management (SCM) dan pengendalian persediaan sangat penting dalam industri sablon untuk memastikan kelancaran operasi, meminimalkan biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Berikut adalah cara-cara bagaimana SCM dan pengendalian persediaan dapat diterapkan dalam industri sablon.<\/p>\n<figure id=\"attachment_16500\" aria-describedby=\"caption-attachment-16500\" style=\"width: 701px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-17.jpg\" alt=\"\" width=\"701\" height=\"309\" class=\"size-full wp-image-16500\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-17.jpg 701w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-17-300x132.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 701px) 100vw, 701px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16500\" class=\"wp-caption-text\">Dokumentasi stock dan persiapan pencetakan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu Program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Teknik Industri dilaksanakan pada industri sablon. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan kebutuhan ditemukan kurangnya pemahaman terkait rantai pasok dalam industri kecil yang menjadi lokasi kegiatan. Sehingga perlu digali lebih lanjut bagaimana proses aliran bahan baku hingga barang jadi pada kondisi saat ini dan menganalisis kinerja agar dapat ditemukan titik permasalahan untuk diprioritaskan dalam perbaikan. Hal tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan konsep rantai pasok dan  meningkatkan kemampuan analisis untuk merencanakan strategi rantai pasok pada industri tersebut.<br \/>\nSCM di industri sablon meliputi:<\/p>\n<p>1. Memilih Pemasok:<br \/>\n\u2022\tPilih vendor yang dapat menawarkan bahan baku premium (seperti bahan kimia, tekstil, dan tinta) dengan biaya yang wajar.<br \/>\n\u2022\tEvaluasi kinerja pemasok secara berkala menggunakan kriteria termasuk kualitas, biaya, dan pengiriman tepat waktu. <\/p>\n<p>2. Manajemen Hubungan dengan Pemasok:<br \/>\n\u2022\tBangun ikatan yang kuat dengan pemasok untuk mendapatkan penawaran eksklusif, penghematan dalam jumlah besar, dan jaminan pasokan.<br \/>\n\u2022\tKontrak harus transparan dan tidak ambigu untuk mencegah perselisihan di masa depan.<\/p>\n<p>3. Pengiriman dan logistik:<br \/>\n\u2022\tPangkas biaya dan waktu pengiriman dengan menyederhanakan rute pengiriman.<br \/>\n\u2022\tLacak pengiriman barang jadi dan bahan mentah menggunakan teknologi pelacakan. <\/p>\n<p>4. Manajemen Produksi:<br \/>\n\u2022\tUntuk menjamin ketersediaan bahan baku saat dibutuhkan, integrasikan proses produksi dengan sistem manajemen rantai pasokan.<br \/>\n\u2022\tStrategi lean manufacturing dapat membantu Anda mengurangi pemborosan dan meningkatkan output.<\/p>\n<p>Dalam ilmu manufaktur, pengendalian persediaan adalah proses manajemen yang bertujuan untuk memantau, mengelola, dan mengontrol jumlah dan jenis barang atau bahan mentah yang tersedia dalam suatu perusahaan pada setiap tahapan produksi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya persediaan sambil memastikan ketersediaan bahan yang tepat pada waktu yang tepat untuk menjaga kelancaran proses produksi.<\/p>\n<p>Pengendalian persediaan di industri sablon meliputi:<br \/>\n1. Klasifikasi Persediaan:<br \/>\n\u2022\tUrutkan inventaris menggunakan teknik seperti analisis ABC menurut tingkat permintaan, biaya, dan kekritisan.<br \/>\n\u2022\tMengatur secara ketat barang-barang yang banyak diminati dan bernilai tinggi (kategori A).<\/p>\n<p>2. Menghitung Tingkat Persediaan:<br \/>\n\u2022\tTetapkan tingkat stok minimum dan maksimum untuk setiap jenis barang jadi dan bahan mentah.<br \/>\n\u2022\tUntuk menemukan kuantitas pesanan ideal yang mengurangi biaya persediaan secara keseluruhan, terapkan model EOQ (Economic Order Quantity).<\/p>\n<p>3. Pemantauan dan Pengawasan Persediaan:<br \/>\n\u2022\tGunakan solusi inventaris berbasis teknologi untuk melacak inventaris secara real-time, seperti RFID atau barcode.<br \/>\n\u2022\tLakukan audit inventaris rutin untuk memverifikasi keakuratan data dan menemukan kemungkinan masalah seperti kerusakan atau kehilangan. <\/p>\n<p>4. Pengelolaan Stok Buffer:<br \/>\n\u2022\tMempertahankan cadangan stok untuk bersiap menghadapi perubahan permintaan dan gangguan pasokan.<br \/>\n\u2022\tUntuk mencegah kebocoran limbah, perhatikan umur simpan baik barang jadi maupun bahan mentah.<\/p>\n<p>5. Rotasi Stok:<br \/>\n\u2022\tPastikan bahan baku yang sudah tua digunakan terlebih dahulu dengan menggunakan strategi FIFO (First-In, First-Out), terutama untuk barang-barang yang umur simpannya pendek.<br \/>\n\u2022\tUntuk mengaktifkan rotasi yang benar, pastikan stok baru ditempatkan di belakang stok lama.<br \/>\nKegiatan pelatihan memiliki tiga tahap, yaitu:<br \/>\n\u2022\tTahap Persiapan<br \/>\n\u2022\tTahap Pelaksanaan<br \/>\n\u2022\tTahap Pemantauan<\/p>\n<p>Tahap persiapan melibatkan pembuatan rencana kerja dan program pelatihan, serta modul manajemen yang mencakup konseling dan bimbingan. Prasarana offline disiapkan untuk penyuluhan dan pelatihan. Koordinasi lapangan bertujuan untuk edukasi tentang pengendalian persediaan. Tahap observasi dan penilaian melibatkan pemantauan ketat dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana. Evaluasi mencakup kriteria keberhasilan dan membantu mitra dalam menerapkan pengendalian persediaan secara konsisten.<\/p>\n<figure id=\"attachment_16499\" aria-describedby=\"caption-attachment-16499\" style=\"width: 702px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/adada.jpg\" alt=\"\" width=\"702\" height=\"237\" class=\"size-full wp-image-16499\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/adada.jpg 702w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/adada-300x101.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16499\" class=\"wp-caption-text\">Dokumentasi kegiatan mencetak dengan screen<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dari pelatihan yang telah diadakan memberikan pengetahuan kepada peserta berupa manfaat dari implementasi SCM dan Pengendalian Persediaan secara garis besar sebagai berikut:<br \/>\n\u2022\tEfisiensi Biaya:Mengurangi biaya pembelian, penyimpanan, dan pengiriman melalui pengelolaan yang lebih baik.<br \/>\n\u2022\tKetepatan Waktu:Memastikan bahan baku tersedia saat dibutuhkan, mengurangi waktu henti produksi.<br \/>\n\u2022\tKualitas Produk:Meningkatkan konsistensi kualitas dengan memastikan bahan baku yang digunakan selalu segar dan sesuai spesifikasi.<br \/>\n\u2022\tKepuasan Pelanggan:Meningkatkan kemampuan memenuhi pesanan pelanggan dengan tepat waktu dan sesuai permintaan.<\/p>\n<p>Kemampuan peserta dalam pelatihan memberikan gagasan untuk mengintegrasikan SCM dan pengendalian persediaan yang efektif, industri sablon dapat mencapai operasi yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar, sehingga mampu bersaing secara lebih efektif. #UMBPeduliNegeri<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Supply Chain Management (SCM) adalah pendekatan yang terstruktur dalam mengelola aliran barang dan informasi dari tahap awal produksi hingga tahap akhir distribusi kepada konsumen akhir. Ini melibatkan koordinasi antara berbagai fungsi bisnis dan mitra bisnis di dalam dan di luar perusahaan untuk mencapai efisiensi, kualitas, waktu pengiriman yang tepat, dan kepuasan pelanggan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"7","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-16498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16498"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16498\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}