{"id":16423,"date":"2024-07-16T17:18:19","date_gmt":"2024-07-16T09:18:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=16423"},"modified":"2024-07-16T17:18:19","modified_gmt":"2024-07-16T09:18:19","slug":"mahasiswa-kkn-ipb-optimalkan-potensi-umkm-di-kampung-ngesti-rahayu-dengan-sosialisasi-strategi-pemasaran-dan-manajemen-pembukuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-ipb-optimalkan-potensi-umkm-di-kampung-ngesti-rahayu-dengan-sosialisasi-strategi-pemasaran-dan-manajemen-pembukuan\/16423\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN IPB Optimalkan Potensi UMKM di Kampung Ngesti Rahayu dengan Sosialisasi Strategi Pemasaran dan Manajemen Pembukuan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50.jpg\" alt=\"\" width=\"1092\" height=\"614\" class=\"aligncenter size-full wp-image-16428\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50.jpg 1092w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-50-750x422.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1092px) 100vw, 1092px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Desa Ngesti Rahayu, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah merupakan salah satu desa yang memiliki organisasi kemasyarakatan yang aktif salah satunya yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT ini merupakan organisasi yang bergerak di sektor pertanian yang tujuan utamanya yaitu untuk hilirisasi bahan pertanian, yang nantinya diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Inilah langkah awal kolaborasi Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan KWT Desa Ngesti Rahayu, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi pemasaran di era digitalisasi.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dimulai dengan melakukan pemaparan program kerja Mahasiswa KKN-TI IPB kepada masyarakat setempat, yang kemudian mempertemukan mereka dengan masyarakat yang aktif dalam organisasi KWT. Dengan program kerja yang sudah dipaparkan, maka Mahasiswa KKN-TI IPB dengan KWT sepakat untuk menjalankan program kerja Desa Mandiri dan Inovasi Ekonomi (DEMANIK).<\/p>\n<figure id=\"attachment_16427\" aria-describedby=\"caption-attachment-16427\" style=\"width: 395px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar2-2.png\" alt=\"\" width=\"395\" height=\"224\" class=\"size-full wp-image-16427\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar2-2.png 395w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar2-2-300x170.png 300w\" sizes=\"(max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16427\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1 Penyuluhan tentang program kerja Desa Mandiri dan Inovasi Ekonomi (DEMANIK)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Strategi pemasaran yang paling mudah digunakan tetapi memiliki dampak yang besar untuk menggaet konsumen yaitu dengan membuat kemasan produk yang menarik dan memiliki sifat \u201ckekinian\u201d. Strategi tersebut memiliki dampak yang besar karena dalam proses beli-membeli hal pertama yang dilihat oleh konsumen yaitu kemasan produk, dan kemasan produk yang menarik serta unik akan meningkatkan daya beli konsumen terhadap produk tersebut. Dalam program kerja DEMANIK Tim KKN-TI Mahasiswa IPB melakukan pendampingan kepada KWT Sekar Rahayu dalam membuat kemasan yang lebih menarik yang terdiri dari produk makanan (keripik pisang, keripik singkong, keripik sukun, keripik talas) dan minuman serbuk (Jahe, Kunyit, Kencur, Temulawak). Selain itu, tim KKN-TI juga mengenalkan platform e-commerce yaitu shopee, mulai dari cara membuat akun, mengunggah produk, dan mempersiapkan pesanan. <\/p>\n<figure id=\"attachment_16426\" aria-describedby=\"caption-attachment-16426\" style=\"width: 239px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar3-1.png\" alt=\"\" width=\"239\" height=\"153\" class=\"size-full wp-image-16426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16426\" class=\"wp-caption-text\">Kemasan produk untuk makanan (keripik pisang, keripik singkong, keripik sukun, keripik talas)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_16425\" aria-describedby=\"caption-attachment-16425\" style=\"width: 238px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar4.png\" alt=\"\" width=\"238\" height=\"165\" class=\"size-full wp-image-16425\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16425\" class=\"wp-caption-text\">Kemasan produk untuk minuman  (Jahe, Kunyit, Kencur, Temulawak)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_16424\" aria-describedby=\"caption-attachment-16424\" style=\"width: 544px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar5.png\" alt=\"\" width=\"544\" height=\"247\" class=\"size-full wp-image-16424\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar5.png 544w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar5-300x136.png 300w\" sizes=\"(max-width: 544px) 100vw, 544px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16424\" class=\"wp-caption-text\">Aplikasi Buku Warung<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tak kalah penting dari strategi pemasaran, manajemen pembukuan juga merupakan salah satu hal terpenting dalam menjalankan UMKM yang digunkan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran. Pada era digitalisasi, pembukuan tidak lagi dibuat secara manual melainkan dengan menggunakan aplikasi, karena dengan menggunakan aplikasi, pembukuan dapat dibuat dalam waktu yang relatif singkat dan mengurangi kesalahan\/ error dalam pencatatan. Aplikasi yang dibawakan Tim KKN-TI IPB untuk KWT yaitu buku warung. Dalam buku warung terdiri dari pencatatan pengeluaran dan pemasukan serta berbagai fitur yang dapat mendorong efisiensi UMKM. Maka dengan diperkenalkannya buku warung ini diharapkan KWT tidak perlu khawatir tentang permasalahan pembukuan.<\/p>\n<p>Respons para anggota KWT sangat positif dan antusias dan juga percaya bahwa inisiatif ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Kurnia Seto Aji selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang turut hadir mengungkapkan bahwa \u201cProgram kerja yang dibawakan tim KKN-TI IPB sangat menarik dan cocok untuk diaplikasikan kepada ibu-ibu KWT yang memiliki produk UMKM agar perekonomian di Kampung Ngesti Rahayu dapat bertumbuh.\u201d <\/p>\n<p>Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada tantangan besar yang dihadapi, terutama dalam mengimplementasikan konsep strategi pemasaran di era digital. Motivasi dan penggunaan inovasi baru memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup, serta dukungan yang berkelanjutan dari semua pihak terkait.<\/p>\n<p>Bagi para anggota KWT, tantangan terbesar adalah untuk terus menjaga keberlanjutan digitalisasi ini. Para mahasiswa IPB berharap agar upaya mereka tidak berhenti sampai di sini dan berharap lebih banyak lagi UMKM di Desa Ngesti Rahayu yang mengadopsi teknologi serta inovasi modern untuk menjalankan pemasaran di era digitalisasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Desa Ngesti Rahayu, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah merupakan salah satu desa yang memiliki organisasi kemasyarakatan yang aktif salah satunya yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT ini merupakan organisasi yang bergerak di sektor pertanian yang tujuan utamanya yaitu untuk hilirisasi bahan pertanian, yang nantinya diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16428,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"7","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-16423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}