{"id":1639,"date":"2023-07-06T12:27:25","date_gmt":"2023-07-06T04:27:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1639"},"modified":"2023-07-06T12:27:25","modified_gmt":"2023-07-06T04:27:25","slug":"penyuluhan-website-oeppak-dongeng-untuk-meningkatkan-minat-membaca-anak-usia-5-10-tahun-di-rt-34-kelurahan-sepinggan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penyuluhan-website-oeppak-dongeng-untuk-meningkatkan-minat-membaca-anak-usia-5-10-tahun-di-rt-34-kelurahan-sepinggan\/1639\/","title":{"rendered":"Penyuluhan Website Oeppak Dongeng Untuk Meningkatkan Minat Membaca Anak Usia 5 \u2013 10 Tahun Di Rt.34 Kelurahan Sepinggan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Menurut data BPS pada tahun 2021 tingkat melek huruf di Indonesia menyentuh angka 98,44 persen. Berdasarkan survei terhadap 80 negara, Indonesia berada pada posisi ke-75 dalam minat baca. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa persentase anak yang suka membaca hanya 0,01%. Artinya, hanya 1 dari 1000 anak di Indonesia yang suka membaca (Indriyani, 2022). <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/dongeng.webp\" alt=\"\" width=\"446\" height=\"227\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1641\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/dongeng.webp 446w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/dongeng-300x153.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/dongeng-150x76.webp 150w\" sizes=\"(max-width: 446px) 100vw, 446px\" \/><\/p>\n<p>Website oeppak dongeng dibangun untuk menjadi solusi digital dari masalah rendahnya minat baca anak, pada website ini terdapat pilihan cerita dongeng bergambar dan terdapat juga fitur audio sehingga membaca dongeng terasa interaktif dan menyenangkan maka dari itu diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak. Website Oeppak Dongeng dibuat oleh kelompok front-end engineering education 7 di capstone project program studi independen merdeka belajar kampus merdeka di generasi gigih 2.0 by YABB &#038; GoTo. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/goto.webp\" alt=\"\" width=\"478\" height=\"269\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1642\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/goto.webp 478w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/goto-300x169.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/goto-150x84.webp 150w\" sizes=\"(max-width: 478px) 100vw, 478px\" \/><\/p>\n<p>Penyuluhan website oeppak dongeng ini dilakasanakan di RT. 34 Kelurahan Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimatan 2 Timur. Target sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak berusia 5-10 tahun. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk dapat meningkatkan minat membaca anak-anak usia 5 \u2013 10 tahun di RT.34 Kelurahan Sepinggan. Melalui menyuluhan ini diharapkan anak-anak dapat gemar membaca agar kedepannya tidak hanya cerita cerita dongeng tetapi dapat gemar membaca buku yang penuh dengan ilmu pengetahuan. <\/p>\n<p><strong>Website penyuluhan<\/strong>: <a href=\"https:\/\/oeppakdongeng.vercel.app\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/oeppakdongeng.vercel.app<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Menurut data BPS pada tahun 2021 tingkat melek huruf di Indonesia menyentuh angka 98,44 persen. Berdasarkan survei terhadap 80 negara, Indonesia berada pada posisi ke-75 dalam minat baca. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa persentase anak yang suka membaca hanya 0,01%. Artinya, hanya 1 dari 1000 anak di Indonesia yang suka membaca (Indriyani, 2022). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}