{"id":16006,"date":"2024-07-05T18:25:14","date_gmt":"2024-07-05T10:25:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=16006"},"modified":"2024-07-05T18:25:14","modified_gmt":"2024-07-05T10:25:14","slug":"stretegi-manajemen-perubahan-perusahaan-di-era-transformasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/stretegi-manajemen-perubahan-perusahaan-di-era-transformasi-digital\/16006\/","title":{"rendered":"STRETEGI MANAJEMEN PERUBAHAN PERUSAHAAN DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-16007\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-25.jpg\" alt=\"\" width=\"249\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-25.jpg 249w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-25-222x300.jpg 222w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-25-150x202.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 249px) 100vw, 249px\" \/><\/p>\n<p>Oleh:<br \/>\n<strong>NAMA : DEDE HERARDI SETIAWAN<\/strong><br \/>\n<strong>NPM : 2315300006<\/strong><br \/>\n<strong>MATA KULIAH : MSDM STRATEGIK<\/strong><br \/>\n<strong>KELAS : MM I A<\/strong><\/p>\n<p><strong>PASCA SARJANA MAGISTER MANEJEMEN<\/strong><br \/>\n<strong>UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI<\/strong><br \/>\n<strong>2024<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. LATAR BELAKANG<\/strong><br \/>\nManajemen merupakan perlakuan guna menggerakan sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia guna mencapai tujuan Bersama (Arifin, 2017).Manajemen perubahan merupakan aplikasi dari pengetahuan, kemampuan, alat, serta Teknik dalam menggabungkan perubahan menjadi sebuah strategi. Dunia bisnis di era tranformasi digital seperti saat ini memerlukan perubahan dalam segala sektor guna mengikuti perkembangan pada bidang teknologi. Di era ini,teknologi memiliki peranan yang sangat penting dalam memudahkan akses perusahaan yang dapat diakses setiap orang yang dalam kasus ini adalah persaingan dunia industry global yang memungkinkan terjadi perubahan karena dampak dari keterbukaan akses informasi. Sehingga Perusahaan memerlukan strategi dalam melakukan manajemen perubahan digital untuk bisa tetap bertahan dalam persaingan.<\/p>\n<p>Perkembangan teknologi digital menjadi pemicu perubahan bisnis Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memicu revolusi peradaban dunia, khususnya industri sebagai penggerak perekonomian. Dalam Sejarah perkembangan industri, setidaknya telah terjadi empat revolusi yang dipicu oleh ditemukannya dan meluasnya penggunaan teknologi tertentu (Schwab, 2017; Schwab &amp; Davis, 2018). Pada tahun 1784, sebagai awal dari Era Industri atau Revolusi Industri 1.0 (IR 1.0),teknologi mesin uap menjadi sumber energi mekanik. Akibatnya, tenaga manusia dan hewan tidak lagi menjadi sumber energi utama bagi industri. Revolusi kedua ditandai dengan penemuan dan penggunaan teknologi elektronik. Dipercepat lagi dengan pandemi COVID-19. Di satu sisi telah menciptakan krisis di segala aspek kehidupan, namun di sisi lainCOVID-19 telah memaksa semua lapisan Masyarakat global untuk menggunakan teknologi digital dalam kehidupan mereka. Awalnya kegiatan ini dilakukan secara terdesentralisasi, dengan satu kegiatan memiliki tempatnya sendiri. Bekerja di kantor, sekolah atau universitas, pasar, ibadah dirumah. Untuk COVID-19, telah diterapkan social distancing atau pembatasan aktivitas sosial diluar rumah.<\/p>\n<p>Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan bagaimana manajemen perubahan sebuah perusahaan dalam usahanya untuk menjaga eksistensi di era transformasi digital. Selain itu, artikel ini juga menjelaskan mengenai strategi apa saja yang mampu yang menjadi dasar manajemen dalam melakukan perubahan di era transformasi digital. Menurut Arifin (2017) ada enam jenis strategi manajemen perubahan yang meliputi:<\/p>\n<p>1. Political strategy : Pemahaman mengenai struktur kekuasaan yang terdapat dalam system sosial.<br \/>\n2. Economic Strategy: Pemahaman dalam memegang posisi pengaturan sumber ekonomi, yaitu memegang posisi kunci dalam proses perubahan berencana.<br \/>\n3. Academic Strategy : Pemahaman bahwa setiap manusia itu rasional, yaitu setiap orang sebenarnya akan bisa menerima perubahan, manakala kepadanya disodorkan data yg dapat diterima oleh akal sehat (Rasio).<br \/>\n4. Enginering Strategy : Pemahaman bahwa setiap perubahan menyangkut setiap manusia.<br \/>\n5. Military Strategy : Pemahaman bahwa perubahan dapat dilakukan dengan kekerasan\/ paksaan.<br \/>\n6. Confrontation Strategy : Pemahaman jika suatu Tindakan bisa menimbulkan kemarahan seseorang, maka orang tersebut akan berubah.<br \/>\n7. Applied behavioral science model : Pemahaman terhadap Ilmu perilaku.<br \/>\n8. Followship Strategy : Pemahaman bahwa perubahan itu dapat dilakukan itu dapat dilakukan dengan mengembangkan prinsip kepengikutan.<\/p>\n<p><strong>Tahapan Dalam Manajemen Perubahan<\/strong><br \/>\nMenurut Arifin, (2017), hampir semua perubahan terjadi melalui tahap-tahap. Demikian juga dalam manajemen perubahan. Tahap &#8211; tahap manajemen perubahan ada empat, yaitu:<\/p>\n<p>a. Tahap identifikasi perubahan. Pada tahap ini diharapkan seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan \/terjadi. Dalam tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan.<\/p>\n<p>b. Tahap perencanaan perubahan. Pada tahap ini harus dianalisis mengenai diagnostic situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor pendukung sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik.<\/p>\n<p>c. Tahap implementasi perubahan. Pada tahap ini terjadi proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu perubahan sedangterjadi kemungkinan timbul masalah. Untuk itu perlu dilakukan monitoring perubahan.<\/p>\n<p>d. Tahap evaluasi dan umpan balik. Pada tahap ini dilakukan evaluasidan memerlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan evaluasi data tersebut. Hasil evaluasi ini dapat diumpan balik kepada tahap pertama sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan berikutnya.<\/p>\n<p><strong>B. PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\nPerubahan dapat terjadi karena sebuah perencanaan maupun perubahan terjadi tanpa sebuah perencanaan (Arifin, 2017). Biasanya perubahan yang dilakukan secara sengaja atau yang direncanakan terlebih dahulu itu dilakukan atas kemauan dari individu-individu yang terlibat dalam organisasi tersebut yang dalamhal ini perusahaan. Individu atau sistem yang mengusahakan terjadinya perubahan dalam suatu organisasi atau Perusahaan biasanya melakukan perubahan dengan harapan untuk mencapai tujuan dengan maksimal dan lebih baik. Perubahan yang direncanakan juga dapat terjadi karena faktor lingkungan sehingga perusahaan harus menyesuaikan atau beradaptasi dengan perubahan dari lingkungan.Pada dasarnya,menurut Arifin (2017) ada dua faktoryangmenjadi penyebab perubahan terjadi dalam organisasi yaitu faktor internal dan factor eksternal.<\/p>\n<p><strong>1.Faktor internal<\/strong><br \/>\nMerupakan faktor yang berasal dari dalam organisasi perusahaan itu sendiri.Faktor ini muncul karenaadanya kebutuhan terhadap perubahan dalam Perusahaan yang biasanya terjadi Ketika Perusahaan berada dalam posisi sulit dan hanya memiliki pilihan untuk berubah atau berhenti. Yang termasuk dengan faktor internal yaitu:<br \/>\na.Perubahan system administrasi<br \/>\nb.Perubahan struktur dan ukuran dari organisasi<br \/>\nc.Perubahan teknologi<\/p>\n<p><strong>2.Faktor eksternal<\/strong><br \/>\nMerupakan faktor yang berasal dari luar organisasi perusahaan. Faktor ini biasanya berasal dari perubahan lingkungan diluar Perusahaan yang mempengaruh kegiatan-kegiatan yang terjadi dalam perusahaan. Yang termasuk dengan factor eksternal yaitu:<br \/>\na.Terjadinya perang<br \/>\nb.Terjadinya perubahan lingkungan alam atau bencana alam<br \/>\nc.Adanya pengaruh dari kebudayaan masyarakat<\/p>\n<p>Perubahan yang terjadi dalam perusahaan biasanya dilakukan untuk melindungi Perusahaan agar tetap berdiri dan berjalan. Manajemen perubahan bagi perusahaan perlu dilakukan agar perusahaan tetap berdiri terutama di era teknologi digital saat ini. Sebelumnya, karyawan-karyawan Perusahaan mendapatkan gaji rutinnya secara konvensional dengan memberiuang tunai pada setiap karyawan oleh bagian keuangan perusahaan. Kini, pemberian gaji dapat dilakukan tanpa harus mengumpulkan karyawan di perusahaan dan bisa dilakukan dimana saja kapan saja dengan hanya menggunakan smartphone atau smart device.<\/p>\n<p><strong>C. KESIMPULAN<\/strong><br \/>\nMelakukan perubahan menjadi hal biasa dalam sebuah orgaisai guna meningkatkan organisasi kearah yang lebih baik. Perubahan dalam suatu organisasi terjadi karena adanya tujuan bersama yang ingin dirubah seiring dengan perkembangan digital yang kian mengalami peningkatan dalam kurun waktu yang singkat. Di era persaingan industri seperti sekarang teknologi, menjadi faktor penting bagi organisasi untuk melakukan perubahan. Hal mendasar yang perlu dilakukan oleh organisasi dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif adalah dengan melakukan perubahan baik di sektor Sumber Daya Manusia.<\/p>\n<p>Organisasi mengalami perubahan untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Perubahan yang dialami disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung terjadinya perubahan. Perubahan dilakukan untuk menghasilkan inovasi baru yang sejalan dan mendukung efektifitas Perusahaan kearah yang lebih modern sesuai dengan perkembangan di era digital, agar transformasi digital yang dilakukan secara dengan perencanaan dan implementasi strategi dan menghasilkan perusahaan yang lebih siap menghadapi perubahan.<\/p>\n<p><strong>D. DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nArifin, M. (2017). Strategi Manajemen Perubahan dalam Meningkatkan Disiplin di PerguruanTinggi. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3 (1).<br \/>\nYusuf, M. (2019). Strategi Manajemen Perubahan Pola Pikir SDM Guna Menghadapi Persaingan Era Industri 4.0 Pada Industri Manufaktur. Seminar Nasional Dan the 6th Call for Syariah Paper (SANCALL) 2019.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: NAMA : DEDE HERARDI SETIAWAN NPM : 2315300006 MATA KULIAH : MSDM STRATEGIK KELAS : MM I A PASCA SARJANA MAGISTER MANEJEMEN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI 2024 A. LATAR BELAKANG Manajemen merupakan perlakuan guna menggerakan sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia guna mencapai tujuan Bersama (Arifin, 2017).Manajemen perubahan merupakan aplikasi dari pengetahuan, kemampuan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184,33],"tags":[],"class_list":["post-16006","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16006\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}