{"id":15998,"date":"2024-07-05T00:39:20","date_gmt":"2024-07-04T16:39:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15998"},"modified":"2024-07-05T00:44:08","modified_gmt":"2024-07-04T16:44:08","slug":"peran-pemimpin-dalam-manajemen-sumber-daya-manusia-strategik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/peran-pemimpin-dalam-manajemen-sumber-daya-manusia-strategik\/15998\/","title":{"rendered":"Peran Pemimpin dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9972\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe.jpeg 1200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-225x300.jpeg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-150x200.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-300x400.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-696x928.jpeg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-1068x1424.jpeg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>Michael Gunawan<\/strong><br \/>\n<strong>(Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Sosial Sains Universitas Pembangunan Panca Budi Medan)<\/strong><\/p>\n<p>a. <strong>Latar Belakang<\/strong><br \/>\nIstilah manajemen sumber daya manusia (MSDM) terdiri dari kata manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen berarti mengarahkan dan mendorong karyawan untuk bekerja sebagai mitra dalam mencapai kesuksesan perusahaan saat ini dan masa depan. Selain itu, pengertian manajemen sumber daya manusia adalah personel dan manajer sumber daya manusia mengelola hubungan dan peran sumber daya manusia (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu, sehingga dapat dikelola secara efektif dan dimaksimalkan untuk mencapai tujuan \u00a0perusahaan.<\/p>\n<p>Tidak ada organisasi yang dapat dipisahkan dari manajemen sumber daya manusia strategis (MSDM) karena dapat menjadi inovasi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang diinginkan. Untuk bertahan dalam persaingan saat ini, sangat penting bagi pemilik bisnis untuk berpikir secara strategis. MSDM strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang memungkinkan kesesuaian antara perusahaan dan lingkungannya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Perumusan strategi melibatkan perencanaan, pengambilan keputusan, dan pembuatan rencana strategis khusus untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>\n<p>Untuk mencapai semua itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai sifat kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan masih menjadi topik manajemen yang sangat menarik untuk dibahas saat ini. Media massa, baik elektronik maupun cetak, kerap memuat opini dan diskusi mengenai kepemimpinan. Peran kepemimpinan begitu strategis dan penting dalam mencapai misi, visi, dan tujuan suatu organisasi sehingga menjadi salah satu hal yang memotivasi masyarakat untuk selalu mendalami lebih dalam kompleksitas kepemimpinan. Kepemimpinan tentu saja memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk dengan cekatan membimbing organisasinya ke arah strategis baru. Suatu bentuk kepemimpinan yang dianggap mampu menyeimbangkan pemikiran paradigma baru dan refleksi seiring meningkatnya globalisasi. Kepemimpinan digambarkan sebagai suatu gaya manajemen yang mampu memberikan motivasi atau motivasi kepada para pegawainya agar mereka tumbuh melampaui harapan sebelumnya dan berkinerja pada tingkat yang tinggi.<\/p>\n<p>b. <strong>Pembahasan<br \/>\nMSDM Strategik<\/strong><br \/>\nMSDM Strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang memungkinkan kesesuaian antara perusahaan dan lingkungannya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Perumusan strategi melibatkan perencanaan, pengambilan keputusan, dan pembuatan rencana strategis khusus untuk mencapai tujuan organisasi. Rencana manajemen sumber daya manusia yang strategis harus memperhatikan beberapa langkah kunci untuk mendorong organisasi yang berkualitas: pernyataan misi yang baik sebagai tujuan \u00a0mendasar dan unik untuk \u00a0membedakannya dari organisasi lain yang ada; MSDM strategik juga memerlukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman \u00a0organisasi.<\/p>\n<p>MSDM strategik memiliki dampak strategi organisasi pada sistem sumber daya manusia secara keseluruhan dalam suatu organisasi dengan \u00a0menerjemahkan tujuan organisasi ke dalam sistem MSDM tertentu. Keberhasilan MSDM sangat ditentukan oleh dukungan yang jelas terhadap misi dan strategi organisasi. Pemahaman sumber daya manusia dalam persaingan global sangatlah penting saat ini. Organisasi dan manajer yang baik perlu mengetahui secara pasti bagaimana meningkatkan kinerja. Meskipun banyak organisasi mengembangkan dan menerapkan MSDM strategik, perusahaan jarang mengevaluasi dan memantau kinerja karyawan.<\/p>\n<p>MSDM strategik mempunyai peranan yang strategis sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja SDM sehingga memerlukan perhatian dan dukungan dari seluruh sumber daya SDM suatu organisasi. MSDM strategik mengacu pada pengelolaan \u00a0suatu organisasi dengan menghubungkan hubungan industrial dan kebijakan serta melaksanakan rekrutmen, pelatihan, pengembangan, manajemen kinerja, kompensasi, dan hubungan karyawan untuk mencapai tujuan strategis dan meningkatkan kinerja organisasi sumber. Untuk mencapai semua itu \u00a0diperlukan kepemimpinan yang tepat. Dalam hal ini peran pemimpin sangat penting karena peran kepemimpinan \u00a0sangat strategis dan penting dalam mencapai misi, visi, dan tujuan organisasi. Inilah salah satu motivasi yang mendorong manusia untuk terus mempelajari kompleksitas kepemimpinan.<\/p>\n<p>Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan<br \/>\nSecara etimologis, \u201cpemimpin\u201d dan \u201ckepemimpinan\u201d berasal dari kata mimpin, dan ditambahkan imbuhan (konjungsi) sehingga menjadi \u201cpemimpin\u201d dan \u201ckepemimpinan\u201d. Dalam kepemimpinan terdapat dua hubungan antar manusia: yang satu pengaruh (dari pemimpin) dan yang satu lagi ketaatan dan ketaatan bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Pemimpin dan kepemimpinan \u00a0bersifat universal. Artinya, mereka selalu hadir dan selalu dibutuhkan dalam semua upaya manusia pada tingkat terkecil atau paling intim, di semua organisasi, mulai dari keluarga hingga desa, kota, negara bagian, dan pemerintahan baik dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional, kapan saja, di mana saja.<\/p>\n<p>Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kepemimpinan, di sisi lain, adalah \u00a0proses membimbing, mempengaruhi, dan melibatkan\/menggerakkan orang lain atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan individu atau kelompok dalam situasi tertentu. Definisi kepemimpinan ini mempunyai cakupan yang luas. Artinya dapat terjadi di luar organisasi atau perusahaan, tanpa dibatasi oleh aturan, birokrasi, atau tata krama organisasi, artinya seseorang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan.<\/p>\n<p><strong>Kriteria dan Ketrampilan yang Harus DimilikiPemimpin<\/strong><br \/>\nSetidaknya ada beberapa kriteria seorang pemimpin untuk benar-benar disebut pemimpin, yaitu jumlah pengikut, serta kekuasaan dan kemampuan. Adapun penjelasannya sebagai berikut:<\/p>\n<p>a. <strong>Keberadaan pengikut<\/strong><br \/>\nKeberadaan pengikut merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Seseorang tidak dianggap sebagai pemimpin kecuali ia \u00a0memiliki \u00a0pengikut (karyawan\/karyawan\/karyawan\/anggota\/anak \/bawahan). Sebab, kehadiran pengikut merupakan bukti adanya proses kepemimpinan \u00a0dalam \u00a0organisasi.<\/p>\n<p>b. <strong>Mempunyai kekuasaan<\/strong><br \/>\nDisini kekuasaan berarti kekuatan, wewenang, hukum, memberi manajer kekuasaan untuk mempengaruhi dan membuat bawahan melakukan sesuatu. Secara umum, seorang pemimpin bisa memiliki bawahan yang mengikutinya karena ia mempunyai kekuatan untuk membuat bawahan tersebut menghormatinya. Pemimpin dapat menggunakan berbagai bentuk otoritas untuk mempengaruhi perilaku \u00a0anggota organisasinya. Dari berbagai teori \u00a0kekuasaan, setidaknya dapat dirumuskan enam bentuk kekuasaan kepemimpinan dalam organisasi. yaitu, (1) Kekuasaan koersif yaitu kekuasaan berdasarkan \u00a0rasa \u00a0takut; (2) Kekuasaan yang sah yaitu kekuasaan berdasarkan persepsi \u00a0bawahan bahwa pemimpin berhak menggunakan pengaruh dan wewenang yang dimilikinya; (3) Kekuatan kompetensi, kekuatan ini berasal dari keahlian atau pengetahuan yang dimiliki oleh \u00a0pemimpin. (4) Otoritas penghargaan yaitu wewenang yang didasarkan pada persepsi bawahan bahwa pemimpin \u00a0mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memberi penghargaan kepada bawahan; (5) Referensi kekuasaan yaitu kekuasaan yang berasal dari ciri pribadi pemimpin. (6) Kekuasaan informasi yaitu kekuasaan yang timbul dari akses seorang pemimpin terhadap informasi yang dianggap bernilai besar oleh pengikutnya.<br \/>\nc. Memiliki Kompetensi Kompetensi berarti kekuasaan, keterampilan, kekuatan dan kemampuan, atau kemampuan teknis dan sosial yang dianggap di luar kemampuan anggota \u00a0biasa. Pemimpin harus mampu memimpin bawahannya dan memberi contoh. Seorang pemimpin tidak hanya mampu memimpin rakyat, tetapi juga \u00a0memiliki kompetensi keagamaan (ilmu yang luas). Pemimpin juga diharapkan menyampaikan apa yang diucapkannya sehingga bawahannya dapat dengan sukarela ikut serta dalam tugas yang dipercayakan kepadanya. Untuk itu, di satu sisi perlu adanya keteladanan yang baik dari atasan, dan di sisi lain juga diperlukan komitmen dari bawahan. Pemimpin dan \u00a0anggotanya harus berkomitmen untuk \u00a0melaksanakan semua keputusan yang secara kolektif diakui sebagai tindakan tepat yang perlu diambil secara kolektif dalam organisasi. Dalam hal ini, kualitas \u00a0seseorang digolongkan ke dalam tingkatan tertentu tergantung pada prestasi kerjanya.<\/p>\n<p>Ada 3 keterampilan yang mutlak harus dimiliki oleh pemimpin yaitu teknis, manusiawi, dan konseptual. Keterampilan teknis meliputi keterampilan meng-aplikasikan pengetahuan khusus atau keahlian spesialisasi. Keterampilan manusiawi dapat dipahami sebagai keterampilan bekerjasama, memahami dan memotivasi orang lain, baik perorangan maupun kelompok banyak orang secara teknis cakap, tetapi secara antarpribadi tidak kompeten. Keterampilan konseptual artinya para pemimpin harus mempunyai keterampilan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang rumit. Misalnya pengambilan keputusan menuntut para pemimpin untuk menentukan letak masalah, mengidentifikasi alternatif yang dapat mengoreksi masalah itu, mengoreksi, dan memilih alternatif yang terbaik.<\/p>\n<p><strong>Fungsi Pemimpin dan Kepemimpinan<\/strong><br \/>\nSesungguhnya semua orang mempunyai potensi menjadi pemimpin, yang berbeda hanya derajat bakatnya saja, namun demikian potensi itu harus dikembangkan. Oleh karenanya, lembaga-lembaga yang mendidik seorang menjadi pemimpin yang baik dan efektif sangat dibutuhkan keberadaannya. Kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan diraih. Dalam upaya mewujudkan ke-pemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar organisasi. Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial karena harus diwujudkan dalam interaksi antara individu di dalam situasi sosial suatu kelompok atau organisasi.<\/p>\n<p>Kepemimpinan seorang pemimpin umumnya berupaya mencerminkan karakteristik dan tujuan kelompok. Fungsi kepemimpinan adalah memandu, menuntun, memimpin, membangun, memberi, atau membangunkan motivasi-motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan-jaringan komunikasi yang baik, dan membawa para pengikutnya ke sasaran yang ingin dituju, sesuai dengan ketentuan waktu dan perencanaan. Tugas pemimpin juga mencakup penetapan insentif \u00a0untuk mendorong peningkatan kinerja. Insentif materil dapat berupa uang, surat berharga, jaminan sosial, bonus, kondisi kerja yang baik, jaminan pensiun, perumahan yang nyaman, dan sebagainya. Hal ini juga dapat berbentuk insentif sosial, seperti: promosi jabatan, status sosial yang tinggi, martabat pribadi, kehormatan sosial, serta rasa hormat.<\/p>\n<p>Fungsi-fungsi kepemimpinan yang hakiki yaitu:<br \/>\n1. Pemimpin selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan<br \/>\n2. Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak luar organisasi<br \/>\n3. Pimpinan selaku komunikator yang efektif<br \/>\n4. Mediator yang handal, khusus dalam hubungan kedalam, terutama mengenai situasi konflik<br \/>\n5. Pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral<\/p>\n<p>c. <strong>Kesimpulan dan saran<br \/>\nKesimpulan<\/strong><br \/>\nMSDM strategik mempunyai peranan yang strategis sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja SDM sehingga memerlukan perhatian dan dukungan dari seluruh sumber daya SDM suatu organisasi. MSDM strategik mengacu pada pengelolaan \u00a0suatu organisasi dengan menghubungkan hubungan industrial dan kebijakan serta melaksanakan rekrutmen, pelatihan, pengembangan, manajemen kinerja, kompensasi, dan hubungan karyawan untuk mencapai tujuan strategis dan meningkatkan kinerja organisasi sumber. Untuk mencapai semua itu diperlukan kepemimpinan yang tepat. Ada 3 keterampilan yang mutlak harus dimiliki oleh pemimpin yaitu teknis, manusiawi, dan konseptual. Pemimpin memiliki fungsi untuk memandu, menuntun, memimpin, membangun, memberi, atau membangunkan motivasi-motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan-jaringan komunikasi yang baik, dan membawa para pengikutnya ke sasaran yang ingin dituju, sesuai dengan ketentuan waktu dan perencanaan.<\/p>\n<p><strong>Saran<\/strong><br \/>\nSetiap institusi diharapkan dapat memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin organisasi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat memberikan motivasi kerja kepada karyawan\/bawahan dalam melaksanakan pekerjaan dengan baik dan produktif dalam usaha mencapai tujuan organisasi.<\/p>\n<p>d. <strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/inobis.org\/ojs \/index.php\/jurnal-inobis\/article\/view\/142\/118<\/p>\n<p>https:\/\/ejournal. undiksha.ac.id\/index.php\/JMI\/article\/view\/38420\/19085<\/p>\n<p>http:\/\/repository. uir.ac.id\/10991\/1\/buku%20msdm%20stratejik%20%28PDF%29.pdf<\/p>\n<p>http:\/\/repository.unima.ac.id\/bitstream\/123456789\/660\/1\/KEPEMIMPINAN%20DALAM%20MANAJEMEN%20SUMBER%20DAYA%20MANUSIA.pdf<\/p>\n<p>https:\/\/repository .uinmataram.ac.id\/290\/4\/Text.pdf<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Michael Gunawan (Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Sosial Sains Universitas Pembangunan Panca Budi Medan) a. Latar Belakang Istilah manajemen sumber daya manusia (MSDM) terdiri dari kata manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen berarti mengarahkan dan mendorong karyawan untuk bekerja sebagai mitra dalam mencapai kesuksesan perusahaan saat ini dan masa depan. Selain itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-15998","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15998"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15998\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}