{"id":15985,"date":"2024-07-04T19:50:57","date_gmt":"2024-07-04T11:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15985"},"modified":"2024-07-05T21:00:49","modified_gmt":"2024-07-05T13:00:49","slug":"analisis-penerapan-positive-reinforcement-terhadap-ketergantungan-tiktok-pada-anak-usia-sekolah-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/analisis-penerapan-positive-reinforcement-terhadap-ketergantungan-tiktok-pada-anak-usia-sekolah-dasar\/15985\/","title":{"rendered":"Analisis Penerapan Positive Reinforcement Terhadap Ketergantungan TikTok pada Anak Usia Sekolah Dasar"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: <strong>Aprilia Dwi Rahma Putri,Dina Nur Afida, Muhammad Jamaluddin<\/strong><\/p>\n<p><em>Fakultas Psikologi Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Malang 65144, Jawa Timur <\/em><a href=\"mailto:dinanurafida63@gmail.com\"><em>dinanurafida63@gmail.com<\/em><\/a><\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\n<em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak negatif media sosial TikTok kepada anak- anak. Salah satu metode atau cara untuk mengurangi dampak TikTok yaitu dengan memberikan teknik reinforcement positif. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Responden pada penelitian ini menggunakan single subject research yang artinya peneliti menggunakan sejumlah kecil peserta sebagai subjek penelitian. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen karena dianggap akurat dalam menentukan sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial TikTok membawa pengaruh negatif terhadap anak-anak sehingga teknik reinforcemen positif sangat cocok di berikan pada kasus tersebut untuk mengurangi durasi menonoton vidio TikTok.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Kata Kunci: <\/em><\/strong><em>Anak-anak , Ketergantungan Tiktok, Reinforcement Positive<\/em><\/p>\n<p><strong>Abstract<\/strong><br \/>\n<em>This study aims to determine negative impact TikTok social media on children. One method or way to reduce the impact of TikTok is by providing positive reinforcement techniques. The benefits of this research are expected to add knowledge and knowledge that is useful for writers and readers. Respondents in this study used single subject research which means that researchers used a small number of participants as research subjects. The research method uses the experimental method because it is considered accurate.. The results showed that TikTok social media has a negative influence on children so that positive reinforcements techniques are very suitable in these cases to reduce duration of watching TikTok vidio.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Keywords: <\/em><\/strong><em>Children, Tiktok Dependence, Positive Reinforcement<\/em><\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nAnak-anak adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki peran sangat signifikan dalam perkembangan masyarakat. Mereka adalah generasi yang akan menggantikan posisi orang tua dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah berkembang dengan sangat cepat dan mempengaruhi kehidupan anak- anak. Generasi masa kini terutama anak-anak yang lahir di era sekarang sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi yang ada, selain teknologi media sosial juga merupakan bagian dalam kehidupan anak-anak dimasa sekarang (Dewi, 2020). Salah satu fenomena yang sangat populer di kalangan anak-anak adalah kecanduan TikTok sebelum terjadi kecanduan akan timbul perilaku ketergantungan pada anak untuk menonton vidio yang ada pada TikTok.<\/p>\n<p>TikTok adalah aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagikan konten video singkat serta interaktif. Aplikasi ini telah menjadi sangat populer di kalangan anak-anak, aplikasi TikTok sendiri menawarkan fitur unik dan menarik yang dapat digunakan oleh para pengguna dengan mudah, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian anak-anak terutama usia sekolah dasar karena pada masa ini merupakan fase bermain, selain filter vidido-vidio yang disediakan TikTok juga menarik bagi anak-anak sehingga banyak di antaranya menjadi ketergantungan (Pratiwi, 2022). Ketergantungan TikTok dapat didefinisikan sebagai perilaku yang tidak seimbang dan tidak terkendali, dimana anak- anak menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk menggunakan aplikasi ini dan mengabaikan aktivitas lainnya.<\/p>\n<p>Ketergantungan TikTok dapat menimbulkan beberapa dampak negatif pada anak-anak. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah pengaruh terhadap kualitas hidup sehari-hari. Anak-anak yang Ketergantungan TikTok dapat menghabiskan waktu terlalu lama untuk menggunakan aplikasi ini dan mengabaikan aktivitas lainnya, seperti belajar, bermain, atau berinteraksi dengan orang lain. Dampak lainnya adalah pengaruh terhadap kesehatan mental dan fisik. Ketergantungan TikTok dapat menyebabkan anak-anak mengalami kemalasan belajar, tidak bisa mengendalikan emosi, kurang bersosialisasi dan insomnia (Jamaludin et al., 2023). Salah satu kasus berkaitan dengan ketergantungan tiktok dialami oleh seorang anak dengan inisial L yang duduk dibangku sekolah dasar (SD), berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada ibu L diketahui bahwa anaknya dapat menghabiskan waktu selama satu hari penuh bermain handphone menonton vidio TikTok, selain itu ibunya juga mengeluhkan perilaku anaknya yang menjadi sulit untuk diatur dan tidak mau mendengarkan bahkan membantah perintah yang diberikan, orang tua dari L memberikan keterangan terkait perilaku anaknya tersebut \u201c<em>Iya mbak sejak tau pakek handphone itu jadi begitu anaknya sulit, bantah terus kadang teriak-teriak bingung saya<\/em>\u201d(S, komunikasi pribadi, 12 April 2024), berdasarkan pernyataan tersebut orang tua dari L mengeluhkan perilaku anaknya yang mengalami perubahan ke arah kurang baik setelah banyak menghabiskan waktu untuk menonton vidio yang ada pada aplikasi TikTok tersebut.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi ketergantungan TikTok ada beberapa strategi dapat digunakan. Salah satu strategi yang efektif adalah menggunakan penguatan. Penguatan atau <em>Reinforcement <\/em>terbagi menjadi dua positif dan negatif, bentuk <em>Reinforcement <\/em>yang akan digunakan adalah positif. Pengertian dari <em>Positive Reinforcement <\/em>adalah pemberian penguatan menyenangkan setelah timbul perilaku yang diinginkan sehingga akan terjadi pengulangan, peningkatan maupun perilaku yang menetap, penggunaan penguatan positif berfokus kepada timbulnya perilaku yang diinginkan dapat terjadi kembali atau mengalami pengulangan karena menjadi sesuatu yang disenangi oleh individu (Husna &amp; Marlina, 2024). Dalam kasus Ketergantungan TikTok, penguatan dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku yang seimbang dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi ini. Terdapat salah satu penelitian terdahulu terkait kasus kecanduan Tiktok menunjukkan bahwa kecanduan dapat diatasi dengan menggunakan penguatan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas California, Los Angeles, menunjukkan bahwa menggunakan penguatan dapat mengurangi kecanduan TikTok pada anak-anak. Oleh karena itu didasarkan pada penelitian terdahulu tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh penguatan positif dalam mengatasi ketergantungan TikTok pada anak-anak usia sekolah dasar.<\/p>\n<p><strong>METODE PENELITIAN<\/strong><br \/>\nPenelitian yang dilakukan merupakan jenis eksperimen penggunaan penelitian ini dianggap lebih akurat dalam menentukan adanya hubungan sebab akibat, karena peneliti secara langsung dapat melakukan kontrol pada variabel bebas sebelum maupun sesudah penelitian, selain kontrol pada variabel peneliti juga dapat memberikan pengawasan atau pada kelompok eksperimen yang terlibat dalam proses penelitian. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Desa Pojok Garum Rt 1 Rw 1 Kabupaten Blitar, pada periode 29 Maret hingga 10 Juni 2024. Penilitian yang dilakukan merupakan <em>single subject research <\/em>(SRR) untuk mengetahui dan memastikan adakah pengaruh yang diberikan dari pemberian variabel bebas Positive Reinforcement terhadap perilaku ketergantungan Tiktok pada anak sekolah dasar, menurut Azdin dan Tuma (1982) SRR merupakan bentuk penelitian untuk melakukan evaluasi terhadap perlakuan yang diberikan kepada subjek dalam bentuk penilaian berulang terhadap perilaku yang ditimbulkan oleh individu pada waktu tertentu (Indra, 2021), karakterikstik dalam penelitian ini diantaranya: a) Fokus pada perilaku subjek yang diteliti, b) Menemukan adanya sebab akibat melalui manipulasi variabel bebas atau independen, c) Mempelajari adakah efek yang kuat pada suatu perilaku, untuk memastikan perubahan yang terjadi disebabkan perlakuan yang diberikan berkaitan dengan variabel bebas (Widodo et al., 2021).<\/p>\n<p>Responden terdiri dari seorang siswa kelas IV A. Proses pengumpulan data melibatkan teknik observasi langsung dengan pencatatan data berupa checklist terhadap siswa. Penelitian dilakukan menggunakan desain A-B-A-B, desain ini digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas dan terikat dengan membandingkan kondisi baseline sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau intervensi, penggunaan desain ini dapat mengetahui pengaruh intervensi yang digunakan terhadap variabel terikat, perilaku yang terbentuk berkaitan dengan variabel bebas akan dilakukan pengumpulan data kemudian dianalisa, bentuk analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi dengan berfokus kepada perubahan data pada satu kondisi tertentu atau perbandingan antara dua kondisi, berkaitan dengan baseline maupun kondisi intervensi. (Sunanto et al., 2006). Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian akan dianalisa, berhubungan dengan perilaku subjek terhadap durasi menonton vidio TikTok sebelum dan sesudah intervensi. Pada hasil akhir akan diketahui apakah intervensi berupa <em>Positive Reinforcement <\/em>memberikan pengaruh terhadap perilaku yang ditampilkan oleh subjek penelitian.<\/p>\n<p><strong>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\nPenelitian ini dilakukan selama dua minggu melalui observasi terhadap perilaku yang timbul pada subjek kemudian dilakukan pencatatan perilaku selama proses observasi, selain bentuk perilaku yang nampak fokus utama dalam penelitian berhubungan dengan durasi waktu menonton vidio TikTok berdasarkan kondisi baseline awal yang ingin dirubah atau dilakukan intervensi, penelitian dilakukan selama 14 hari dengan satu hari terakhir pada minggu kedua digunakan sebagai evaluasi.<\/p>\n<p><strong>Tabel 1.<\/strong><br \/>\n<em>Minggu pertama baseline (A1)<\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>Hari<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"6\" width=\"509\"><strong>Durasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><\/td>\n<td width=\"86\">1.<\/td>\n<td width=\"85\">2.<\/td>\n<td width=\"85\">3.<\/td>\n<td width=\"85\">4.<\/td>\n<td width=\"85\">5.<\/td>\n<td width=\"83\">6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>\u00a0<\/em><br \/>\n<strong>Tabel 2.<\/strong><br \/>\n<em>Minggu pertama intervensi (B1)<\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>Hari<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"6\" width=\"509\"><strong>Durasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><\/td>\n<td width=\"86\">1.<\/td>\n<td width=\"85\">2.<\/td>\n<td width=\"85\">3.<\/td>\n<td width=\"85\">4.<\/td>\n<td width=\"85\">5.<\/td>\n<td width=\"83\">6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Tabel 3.<\/strong><br \/>\n<em>Minggu kedua baseline (A2)<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>Hari<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"6\" width=\"509\"><strong>Durasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><\/td>\n<td width=\"86\">1.<\/td>\n<td width=\"85\">2.<\/td>\n<td width=\"85\">3.<\/td>\n<td width=\"85\">4.<\/td>\n<td width=\"85\">5.<\/td>\n<td width=\"83\">6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>\u00a0<\/em><br \/>\n<strong>Tabel 4.<\/strong><br \/>\n<em>Minggu kedua intervensi (B2)<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>Hari<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"6\" width=\"509\"><strong>Durasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><\/td>\n<td width=\"86\">1.<\/td>\n<td width=\"85\">2.<\/td>\n<td width=\"85\">3.<\/td>\n<td width=\"85\">4.<\/td>\n<td width=\"85\">5.<\/td>\n<td width=\"83\">6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"65\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"86\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">\u221a<\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<td width=\"83\"><strong>&#8211;<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Minggu Pertama<\/strong><br \/>\nObservasi yang dilakukan pada minggu pertama terbagai menjadi dua yaitu pada hari ke satu sampai dengan ketiga dilakukan pengamatan berkaitan dengan perilaku yang timbul serta durasi menonton vidio, dari hasil pengamatan didapatkan perilaku marah-marah, sulit untuk diajak berkomunikasi dan tidak mau melakukan aktivitas lain, durasi menonton dari hari kesatu sampai dengan ketiga adalah 6 jam dalam sehari, setelah didapatkan perilaku yang timbul dan durasi menonton mulai merencanakan penerapan <em>Reinforcement <\/em>yang diberikan dengan tahapan awal berupa perjanjian <em>Reinforcement <\/em>yang ingin didapatkan subjek, berdasarkan kesepakatan yang dilakukan pada hari ketiga didapatkan <em>Reinforcement <\/em>dalam bentuk hadiah berupa makanan, selain penentuan jenis <em>Reinforcement <\/em>yang diberikan pada hari ketiga juga dilakukan penetapan berupa batasan waktu yang harus dipatuhi oleh subjek sebagai syarat mendapat <em>Reinforcement <\/em>sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, pada hari ketiga ini merupakan tahapan pertama sebelum diberikan perlakuan sebagai dasar pemahaman subjek terhadap peraturan yang diberikan.<\/p>\n<p>Empat hari berikutnya mulai dilakukan perlakuan dalam bentuk reinforcement yang telah disepakati, pada hari keempat sampai dengan kelima perilaku marah-marah, menangis masih sering timbul ketika diberlakukan batasan waktu menonton TikTok, namun pada hari keenam dan ketujuh kedua perilaku tersebut sudah berkurang bahkan dihari ketujuh subjek sudah memahami sepenuhnya kesekapatan yang dibuat terkait <em>Reinforcement <\/em>berupa makanan yang diberikan. Durasi menonton setelah dilakukan pemberian <em>Reinforcement <\/em>berangsur-angsur mengalami penurunan masing-masing sebanyak satu jam dimulai dari hari keempat sampai dengan ketujuh dengan durasi akhir menonton pada hari terakhir di minggu pertama selama dua jam sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Minggu Kedua<\/strong><br \/>\nSetelah dilakukan pemberian <em>Reinforcement <\/em>secara berkala pada minggu pertama selanjutnya dilakukan pengamatan lebih lanjut pada minggu kedua untuk memastikan adanya keterkaitan antara <em>Reinforcement <\/em>yang diberikan dengan perilaku subjek. Pada minggu kedua <em>Reinforcement <\/em>tetap diberikan namun tidak secara konsisten pada hari pertama diberikan penguatan tetapi secara tidak langsung atau seketika setelah timbul perilaku, berikutnya pada hari kedua <em>Reinforcamant <\/em>sama sekali tidak diberikan sampai hari ketiga didapatkan hasil berupa tidak timbulnya perilaku-perilaku yang ada pada minggu pertama seperti menangis dan marah, durasi waktu menonton masih tetap sama seperti kesepakatan awal yaitu dua jam namun mengalami perubahan pada hari kedua dan ketiga berupa penambahan durasi masing-masing selama satu jam.<\/p>\n<p>Tiga hari terakhir diminggu kedua diberikan <em>Reinforcement <\/em>kembali secara bertahap seperti pada 3 hari awal sebelumnya di minggu pertama, tahapan dari pemberian penguatan dimulai dengan tidak langsung atau seketika setelah perilaku timbul, dan berlanjut dengan pemberian secara langsung setelah perilaku timbul, setelah dilakukan kembali <em>Reinforcement <\/em>durasi waktu menonton mulai mengalami penurunan sebanyak masing-masing 1 jam pada hari kelima dan keenam sehingga kembali pada durasi waktu kesepakatan sebelumnya.<\/p>\n<p>Setelah didapatkan data perilaku dalam bentuk tabel dilakukan perubahan kedalam bentuk grafik untuk selanjutnya dianalisis berkaitan dengan hasil observasi menggunakan A-B- A-B (Baseline-Intervensi-Baseline-Intervensi), grafik dari tabel perilaku didasarkan durasi anak menonton TikTok pada dua minggu pengamatan sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>Gambar 1<\/strong>. Frekuensi Menonton<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15986\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-3.jpg\" alt=\"\" width=\"681\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-3.jpg 681w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-3-300x174.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Capture-3-150x87.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 681px) 100vw, 681px\" \/><\/p>\n<p><strong>Analisi Dalam Kondisi<\/strong><br \/>\nHari pertama sampai dengan ketiga pada minggu pertama merupakan baseline atau A1, pada tiga hari tersebut durasi menonton TikTok selama 6 jam dalam sehari yang merupakan durasi awal sebelum diberikan intervensi berupa <em>Reinforcement<\/em>, hari keempat sampai dengan ketujuh merupakan intervensi atau B1, setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan durasi menonton sebanyak satu jam perhari mulai dari lima jam pada hari keempat sampai dengan terakhir dua jam, kondisi intervensi menunjukkan adanya pengurangan waktu dalam memonton TikTok yang dilakukan oleh subjek dipengaruhi pemberian <em>Reinforcement <\/em>berupa makanan.<\/p>\n<p>Minggu kedua hari pertama sampai dengan ketiga merupakan baseline atau A2 kondisi baseline A2 menunjukkan tidak ada perubahan durasi menonton pada satu hari pertama yaitu tetap selama dua jam namun dihari kedua dan ketiga terjadi penambahan durasi menonton selama satu jam, tiga hari berikutnya diminggu kedua adalah intervensi atau B2 pada kondisi intervensi terjadi perubahan durasi menonton yang berkurang sebanyak satu jam yang berkelanjutan hingga hari berikutnya, kondisi intervensi kembali seperti pada B1. Berdasarkan penjabaran diketahui bahwa pada baseline A1 dan A2 maupun intervensi B1 dan B2 menunjukkan perubahan kondisi yang berbeda berkaitan dengan durasi menonton Tiktok.<\/p>\n<p><strong>Analisis Antar Kondisi<\/strong><br \/>\nPada minggu pertama hari kesatu sampai dengan ketiga yang merupakan baseline atau A1 menunjukkan kondisi yang tidak mengalami perubahan berkaitan dengan durasi menonton TikTok, sedangkan pada hari keempat sampai ketujuh yang merupakan intervensi atau B1 mengalami perubahan durasi waktu menonton, antara A1 dengan B1 memiliki hubungan yang positif, sama halnya dengan A2 dan B2. Pada baseline A1 dengan baseline A2 memiliki kondisi yang sama yaitu tidak ada perubahan penurunan durasi menonton Tiktok justru terjadi penambahan pada waktu selama satu jam pada minggu ke 2 hari kedua dan ketiga . Sedangkan intervensi B1 dan B2 menunjukkan kondisi yang sama- sama mengalami perubahan setelah dilakukan <em>Reinforcement <\/em>terhadap durasi menonton TikTok pada anak usia sekolah dasar.<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN DAN SARAN<\/strong><br \/>\nDidasarkan dari pemaparan data hasil observasi diketahui bahwa pemberian <em>Positive Reinforcement <\/em>dapat mengurangi durasi menonton TikTok anak usia sekolah dasar, pada minggu pertama setelah diberikan <em>Reinforcement <\/em>terjadi penurunan durasi menonton TikTok sebanyak satu jam secara terus menerus pada masing-masing hari, satu hari terakhir pada minggu pertama durasi menonton TikTok selama dua jam sesuai dengan kesepakatan terkait batasan waktu yang dibuat, selain itu juga terdapat hubungan antara <em>Reinforcement <\/em>dengan perilaku yang timbul dengan kata lain adanya <em>Reinforcement <\/em>berupa makanan yang diberikan menjadi faktor yang melatarbelakangi terbentuknya suatu perilaku, secara garis besar <em>Reinforcement <\/em>memiliki keterkaitan atau hubungan yang positif terhadap timbulnya perilaku individu.<\/p>\n<p>Dari hasil penelitian yang telah dilakukan belum dapat diketahui secara pasti apakah setelah <em>Reinforcement <\/em>dihentikan secara total perilaku masih dapat bertahan konsisten atau berangsur-angsur mengalami perubahan, selain itu belum ditemukan adakah faktor lain baik internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi timbulnya perilaku diluar pemberian <em>Reinforcement <\/em>tersebut, saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya berhubungan dengan pengembangkan penelitian ini dapat dilakukan pengumpulan data atau penelitian berkaitan dengan dua aspek tersebut untuk melengkapi dan menyempurnakan data-data pada penelitian sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAkbar, R., Siroj, R. A., Win Afgani, M., &amp; Weriana. (2023). Experimental Reseacrch Dalam Metodologi Pendidikan. <em>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan<\/em>, <em>9 <\/em>(Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana\u00a0Pendidikan), 465\u2013474. https:\/\/jurnal.peneliti.net\/index.php\/JIWP\/article\/view\/3165<\/p>\n<p>Dewi, G. A. N. T. (2020). The Effectiveness of Play Therapy and Positive Reinforcement to Reduce Gadgets Addiction in Children. <em>Proceedings of The ICECRS<\/em>, <em>8<\/em>, 5\u20139. https:\/\/doi.org\/10.21070\/icecrs2020419<\/p>\n<p>Husna, I., &amp; Marlina, M. (2024). Efektivitas Positive Reinforcement untuk Mengurangi Perilaku Mengganggu bagi Anak Lamban Belajar. <em>Edukatif\u202f: Jurnal Ilmu Pendidikan<\/em>, <em>6<\/em>(1), 760\u2013 769. https:\/\/doi.org\/10.31004\/edukatif.v6i1.6359<\/p>\n<p>Indra, P. R. C. (2021). Single Subject Research (teori dan implementasinya: suatu pengantar). In <em>Journal of Chemical Information and Modeling <\/em>(Vol. 53, Issue 9).<\/p>\n<p>Jamaludin, U., Setiawan, S., Fadilah, N. R., Fitri, S. A. ., &amp; Oktavian, F. A. (2023). Kajian Literatur\u202f: Pengaruh Penggunaan Media Sosial Tiktok Terhadap Anak Usia Sekolah Dasar. <em>Didaktik\u202f: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri<\/em>, <em>09<\/em>(02), 5309\u20135322.<\/p>\n<p>Janna, N. M. (2020). Variabel dan skala pengukuran statistik. <em>Jurnal Pengukuran Statistik<\/em>, <em>1<\/em>(1), 1\u20138.<\/p>\n<p>Jenia, S. N, Luthpin, U., Pupun, P,. Syfa, S,. Rana,. ( 2022). Pengaruh Media Sosial \u201c TIKTOK\u201d Terhadap Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital. <em>Jurnal Kewarganegaraan ,6(1), 2116-2117<\/em><\/p>\n<p>Pratiwi, W. (2022). Penggunaan aplikasi tik tok pada anak usia 5-6 tahun di desa banjarnegara kecamatan pulosari kabupaten pandeglang. <em>Jurnal Pendidikan Anak<\/em>, <em>11<\/em>(2), 138\u2013144.<\/p>\n<p>Muhammad Zulfadli, Ahmad Hilal, Nurfadillah. (2023). Pengaruh Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Kognitif Anak Usia Dini di Kota Makassar. <em>Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences, 2(2),<\/em>180-185.<\/p>\n<p>Sunanto, J., Takeuchi, K., &amp; Nakata, H. (2006). Pengantar Penelitian Dengan Subyek Tinggal Pendidikan Dengan Subjek Tunggal. In <em>Cricet: Universitas Tsukuba<\/em>.<\/p>\n<p>Widodo, S. A., Kustantini, K., Kuncoro, K. S., &amp; Alghadari, F. (2021). Single Subject Research: Alternatif Penelitian Pendidikan Matematika di Masa New Normal. <em>Journal of Instructional Mathematics<\/em>, <em>2<\/em>(2), 78\u201389. https:\/\/doi.org\/10.37640\/jim.v2i2.1040<\/p>\n<p>(<em><strong>Vol. 9. No. 45, 13 Juli 2024. pp 78-83<\/strong><\/em>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Aprilia Dwi Rahma Putri,Dina Nur Afida, Muhammad Jamaluddin Fakultas Psikologi Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Malang 65144, Jawa Timur dinanurafida63@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak negatif media sosial TikTok kepada anak- anak. Salah satu metode atau cara untuk mengurangi dampak TikTok yaitu dengan memberikan teknik reinforcement [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184,33],"tags":[],"class_list":["post-15985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15985\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}