{"id":15837,"date":"2024-07-02T20:17:40","date_gmt":"2024-07-02T12:17:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15837"},"modified":"2024-07-02T20:17:40","modified_gmt":"2024-07-02T12:17:40","slug":"solusi-energi-berkelanjutan-tim-pkm-pm-universitas-muhammadiyah-malang-inovasikan-briket-dari-limbah-kulit-jeruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/solusi-energi-berkelanjutan-tim-pkm-pm-universitas-muhammadiyah-malang-inovasikan-briket-dari-limbah-kulit-jeruk\/15837\/","title":{"rendered":"Solusi Energi Berkelanjutan: Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang Inovasikan Briket dari Limbah Kulit Jeruk"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-4.jpg\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"296\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15838\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-4.jpg 529w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-4-300x168.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Gambar1-4-150x84.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 529px) 100vw, 529px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sebuah terobosan inovatif datang dari Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menciptakan briket dari limbah kulit jeruk. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2024. PKM-PM merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada bidang Pengabdian Masyarakat yang menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam menciptakan solusi bagi permasalahan lingkungan dan ekonomi pda masyarakat.<\/p>\n<p>Berawal dari observasi sederhana terhadap potensi limbah kulit jeruk yang melimpah di perkebunan Desa Tegalweru, Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang yang terdiri dari empat mahasiswa antara lain, Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabilah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Hanum Salsabila Djirimu melihat peluang besar untuk mengubah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Kulit jeruk yang selama ini hanya dibiarkan menumpuk hingga mengganggu warga sekitar ternyata memiliki kandungan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin membuat sebuah inovasi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,&#8221; ungkap Berlinda selaku ketua tim.<\/p>\n<p>Tahapan pembuatan briket dari kulit jeruk melibatkan beberapa proses, dimulai dari pengumpulan limbah kulit jeruk di perkebunan Desa Tegalweru. Dimana limbah kulit jeruk dalam jumlah yang besar, ditemukan saat musim panen saja sehingga saat bukan musim panen, volume limbah kulit jeruk menurun drastis. Limbah yang terkumpul kemudian diolah melalui proses pengeringan, penghalusan, pencampuran dengan bahan perekat alami, dan akhirnya dicetak menjadi briket.<\/p>\n<p>Aisyah menjelaskan, &#8220;Proses pengeringan kulit jeruk dilakukan untuk mengurangi kadar air sehingga lebih mudah dihancurkan. Setelah itu, kulit jeruk yang sudah kering dihaluskan dan dicampur dengan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Campuran ini kemudian dicetak menggunakan alat khusus untuk menghasilkan briket.&#8221;<\/p>\n<p>Briket dari kulit jeruk memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar konvensional. Pertama, briket ini merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik. Kedua, briket kulit jeruk memiliki nilai kalor yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan industri kecil.<\/p>\n<p>Tidak hanya memberikan solusi lingkungan, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Karang Taruna Desa Tegalweru. Melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang, anggota karang taruna diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memproduksi briket kulit jeruk secara mandiri.<br \/>\n&#8220;Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap anggota Karang Taruna dapat memiliki keterampilan baru yang dapat meningkatkan pendapatan mereka,&#8221; ungkap Hanum selaku anggota tim.<\/p>\n<p>Ketua Karang Taruna, Faizun, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang. &#8220;Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Sebelumnya limbah kulit jeruk hanya dibiarkan menumpuk hingga mengganggu warga sekitar, sekarang kami sudah dapat mengolah limbah hasil dari perkebunan jeruk menjadi briket. Proses pembuatan yang mudah dipahami membuat kami optimis dapat meneruskan kegiatan ini, terlebih briket memiliki nilai jual yang dapat membantu perekonomian,&#8221; tutur Faizun.<\/p>\n<p>Tentu saja, dalam mengimplementasikan program ini, Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kualitas dan konsistensi briket yang dihasilkan. Untuk mengatasi hal ini, Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang melakukan berbagai uji coba untuk menyempurnakan proses produksi.<\/p>\n<p>Aurel menjelaskan, &#8220;Kami melakukan beberapa kali uji coba untuk mendapatkan komposisi yang tepat antara kulit jeruk dan perekat alami. Selain itu, kami juga memastikan bahwa briket yang dihasilkan memiliki lama waktu nyala yang konsisten.&#8221;<\/p>\n<p>Melalui program ini, Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan Karang Taruna Desa Tegalweru. Mereka juga berharap agar inovasi ini dapat diadopsi oleh daerah lain yang memiliki potensi serupa.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus berkembang dan diadopsi oleh komunitas lain. Kami juga berencana untuk melakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas briket ini,&#8221; ungkap Berlinda.<\/p>\n<p>Selain itu, Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang juga berharap agar inovasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkreasi dan mencari solusi bagi permasalahan lingkungan dan sosial di sekitar mereka. &#8220;Kami ingin menunjukkan bahwa melalui kreativitas dan inovasi, kita dapat menciptakan perubahan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan,&#8221; tutup Hanum.<\/p>\n<p>Program Kreativitas Mahasiswa 2024 yang diikuti oleh Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang ini berhasil menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk menjadi briket. Program ini tidak hanya memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Karang Taruna Desa Tegalweru. Program ini menjadi bukti nyata bahwa melalui kreativitas dan inovasi, mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Sebuah terobosan inovatif datang dari Tim PKM-PM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menciptakan briket dari limbah kulit jeruk. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2024. PKM-PM merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada bidang Pengabdian Masyarakat yang menjadi ajang bagi para mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-15837","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15837"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15837\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}