{"id":15662,"date":"2024-06-27T15:23:59","date_gmt":"2024-06-27T07:23:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15662"},"modified":"2024-06-27T15:23:59","modified_gmt":"2024-06-27T07:23:59","slug":"peningkatan-kemampuan-literasi-digital-di-kalangan-remaja-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/peningkatan-kemampuan-literasi-digital-di-kalangan-remaja-di-indonesia\/15662\/","title":{"rendered":"PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN REMAJA DI INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Yosef Jefrian\u00a0Sendri\u00a0Tiwu<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pendidikan literasi digital menjadi sangat penting dalam era globalisasi saat ini, dimana para remaja adalah salah satu kelompok yang terpengaruh oleh teknologi informasi dan komunikasi. Literasi menjadi hal yang sangat relevan di era digitalisasi sekarang ini. Literasi digital mencakup kemampuan untuk secara kritis menganalisis sekaligus selektif dalam menanggapi informasi-informasi yang disebarkan melalui platform-platform media sosial. Tidak dapat diatasi bahwa perkembangan teknologi telah membawah perubahan yang signifikan didalam kehidupan manusia. Manusia dipermudah dalam menjalankan aktivitasnya setiap hari termasuk dalam mengakses informasi. Kemajuan Teknologi menuntut manusia untuk secara kritis dapat menanggapi setiap informasi yang disebarkan melalui media-media sosial. Berdasarkan data yang diakses oleh Mentri Kominfo pada 2022 yang lalu bahwasannya terdapat 800.000 situs Hoaks yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, sehingga bahwa menanggapi fenomena ini tentunya diperlukan suatu kemampuan menganalisis dan keterampilan dalam menanggapi informasi-informasi tersebut.<\/p>\n<p>Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat ini Remaja sangat dianjurkan untuk menjadi pengguna yang cakap dan memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, serta dapat dengan mudah menjadi remaja yang produktif dalam menggunakan teknologi tersebut. Karena itu remaja sangat diharapkan untuk meningkatkan kemampuan literasi digitalnya dalam menjawabi tuntutan zaman yang semakin canggih dan tak terbendung pesatnya. Remaja dalam konteks meningkatkan kemampuan literasi digital di Indonesia merujuk pada peran mereka dalam:<\/p>\n<p>\u2022\tPenggunaan Teknologi Secara Bijak: Remaja dapat mengedukasi diri dan orang lain tentang cara menggunakan teknologi digital dengan bijak, termasuk menjaga privasi, mengelola waktu secara produktif, dan menghindari risiko online seperti penipuan dan kejahatan digital.<\/p>\n<p>\u2022\tPengembangan Keterampilan Digital: Remaja dapat aktif belajar dan mengembangkan keterampilan dalam menggunakan perangkat digital, aplikasi, dan platform online untuk pendidikan, kreativitas, dan komunikasi yang efektif.<\/p>\n<p>\u2022\tPenilaian Kritis terhadap Informasi: Remaja dapat dilatih untuk mengevaluasi kebenaran dan kualitas informasi yang ditemukan online, serta mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara sumber informasi yang dapat dipercaya dan yang tidak.<\/p>\n<p>\u2022\tPartisipasi dalam Edukasi dan Pelatihan: Remaja dapat terlibat dalam kegiatan edukasi atau pelatihan literasi digital baik sebagai peserta aktif maupun fasilitator, untuk memperluas pemahaman tentang pentingnya literasi digital di kalangan teman sebaya dan masyarakat.<\/p>\n<p>\u2022\tAdvokasi untuk Perubahan: Remaja dapat menjadi suara yang mendorong perubahan kebijakan di sekolah atau lingkungan mereka untuk memasukkan literasi digital sebagai bagian penting dari kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler.<br \/>\nDengan berperan aktif dalam hal-hal tersebut, remaja di Indonesia dapat membantu membangun masyarakat yang lebih terampil dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital, serta mendukung penggunaan teknologi dengan cara yang positif, aman, dan bermanfaat bagi diri mereka dan Bangsa.<\/p>\n<p>Sebagai Kesimpulan dari tulisan ini, melihat bahwa begitu banyak potensi yang dimiliki oleh para Remaja Indonesia dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik dan maju, maka dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan meningkatkan literasi digital dengan efektif maka akan terciptanya generasi yang kritis, selektif dan berkualitas dalam menanggapi dan mengakses informasi. Dengan sikap ini dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi dengan baik dan dapat menciptakan inovasi dan kreatifitas yang tinggi. Sehingga dengan demikian perkembangan teknologi tidak hanya membawa pengaruh yang negative tetapi semaksimal mungkin berdampak pada produktivitas dan hal-hal yang positif. Selain itu juga sebagai remaja dapaat mengambil bagian dalam mencegah penyebaran hoaks yang semakin massif didalam berbagai platform-platform media sosial. Dengan demikian membantu Batasan penyebaran hoaks dalam Masyarakat.<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Yosef Jefrian\u00a0Sendri\u00a0Tiwu<\/strong><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\n<em>Amaliyah, R. dan Lutviatiani, M. 2022.Jasmerah: Platform Edukasi Sejarah Berbasis Website Sebagai Strategi Pendidikan Karakter Generasi Z Guna Mewujudkan Masyarakat Madani. Jurnal Pendidikan Sejarah 6 (1): 13-22.<br \/>\nBastian, O.R., Rahmat, H.K., Basri, A.S.H., Rajab, D.D.A. dan Nurjanah, N. 2021. Urgensi Literasi Digital dalam Menangkal Radikalisme pada Generasi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Dinamika Sosial Budaya 23 (1):<br \/>\n126-133<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Yosef Jefrian\u00a0Sendri\u00a0Tiwu JurnalPost.com &#8211; Pendidikan literasi digital menjadi sangat penting dalam era globalisasi saat ini, dimana para remaja adalah salah satu kelompok yang terpengaruh oleh teknologi informasi dan komunikasi. Literasi menjadi hal yang sangat relevan di era digitalisasi sekarang ini. Literasi digital mencakup kemampuan untuk secara kritis menganalisis sekaligus selektif dalam menanggapi informasi-informasi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-15662","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15662"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15662\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}