{"id":15631,"date":"2024-06-27T05:27:45","date_gmt":"2024-06-26T21:27:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15631"},"modified":"2024-06-27T05:27:45","modified_gmt":"2024-06-26T21:27:45","slug":"penerapan-strategi-komunikasi-pemasaran-business-to-business-to-consumer-b2b2c-dalam-penjualan-produk-gerakan-sejuta-siswa-digital-gessit-pt-maleo-edukasi-teknologi-educourse-id","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penerapan-strategi-komunikasi-pemasaran-business-to-business-to-consumer-b2b2c-dalam-penjualan-produk-gerakan-sejuta-siswa-digital-gessit-pt-maleo-edukasi-teknologi-educourse-id\/15631\/","title":{"rendered":"PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS TO CONSUMER (B2B2C) DALAM PENJUALAN PRODUK GERAKAN SEJUTA SISWA DIGITAL (GESSIT) PT. MALEO EDUKASI TEKNOLOGI (EDUCOURSE.ID)"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/PENERAPAN-STRATEGI-KOMUNIKASI-PEMASARAN-BUSINESS-TO-BUSINESS-TO-CONSUMER-.pdf\">DOWNLOAD FILE<\/a><\/p>\n<p>Tri Agusnia Wati \u00b9, Maharani Ikaningtyas \u00b2<br \/>\nUniversitas Pembangunan Nasional \u201cVeteran\u201d Jawa Timur<\/p>\n<p>Email: 21042010165@student.upnjatim.ac.id \u00b9, maharani.adbis@upnjatim.ac.id \u00b2<\/p>\n<p><strong>ABSTRAK<\/strong><br \/>\nKegiatan komunikasi penting untuk dilakukan perusahaan agar dapat mempengaruhi tingkat penjualan serta kesadaran masyarakat akan produk yang ditawarkan. Semakin baik kegiatan komunikasi dalam promosi yang dilakukan, maka semakin meningkatnya minat beli konsumen akan produk tersebut. Dengan strategi komunikasi yang dilakukan melalui penerapan strategi Business to Business to Consumer (B2B2C) pada PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id), membantu dalam meningkatkan penjualan produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id) dalam memperkenalkan serta meningkatkan penjualan produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan penjualan produk minumannya Educourse.id menggunakan strategi Business to Business to Consumer (B2B2C) dalam memperkenalkan serta meningkatkan penjualan produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT). Untuk membangun suatu image yang baik Educourse.id melakukan suatu kegiatan melalui komunikasi pemasaran seperti mengadakan sebuah acara sosialisasi IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) secara gratis guna mendampingi sekolah dalam pelaksanaan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), memberikan trial coding day secara gratis kepada para siswa di berbagai sekolah Kota Semarang dan juga menawarkan profit sharing dengan pihak sekolah.<\/p>\n<p>Kata Kunci: Strategi Pemasaran, B2B2C, Penjualan produk.<\/p>\n<p><strong>ABSTRACT<\/strong><br \/>\n<em>Communication activities are important for companies to carry out in order to influence sales levels and public awareness of the products offered. The better the communication activities in promotions carried out, the more consumer buying interest in the product will increase. With the communication strategy carried out through the implementation of the Business to Business to Consumer (B2B2C) strategy at PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id), it helps in increasing sales of the Million Digital Students Movement (GESSIT) products. The aim of this research is to determine the marketing communication strategy carried out by PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id) in introducing and increasing sales of the Million Digital Students Movement (GESSIT) products. The research results show that in its beverage product sales activities, Educourse.id uses a Business to Business to Consumer (B2B2C) strategy in introducing and increasing sales of the Million Digital Students Movement (GESSIT) products. To build a good image, Educourse.id carries out activities through marketing communications such as holding a free IKM (Independent Curriculum Implementation) socialization event to assist schools in implementing P5 (Pancasila Student Profile Strengthening Project), providing free trial coding days to students. students in various Semarang City schools and also offers profit sharing with the school<\/em>.<\/p>\n<p>Keyword: <em>Marketing Strategy, B2B2C, Product sales<\/em>.<\/p>\n<p><strong>1. PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p>Dalam bisnis arahnya semakin kompetitif, perusahaan harus lebih imajinatif dan memanfaatkan keuntungan yang dapat diakses oleh klien dan mitra. Salah satunya adalah gagasan partisipasi Business to Business to Consumer (B2B2C). Business to business to Consumer atau B2B2C adalah transaksi yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya (Umar, 2016).<br \/>\nJenis partisipasi ini dapat membuat pembelian lebih mahir dan lebih mudah, terutama untuk rekan kerja. Konsep Business to Business to Consumer (B2B2C) adalah sebuah konsep di mana bisnis bermitra satu sama lain untuk menjangkau basis konsumen yang lebih luas atau menyediakan layanan khusus yang tidak ekonomis jika disediakan sendirian. Contoh utama adalah kolaborasi antara supermarket dan platform belanja bahan makanan dan pengiriman online. Dengan mengintegrasikan layanan ini, supermarket dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat akan kenyamanan belanja online dan pengiriman ke rumah serta meningkatkan volume penjualan. Di sisi lain, layanan distribusi mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber pendapatan, termasuk komisi penjualan, biaya pengiriman, biaya berlangganan, dan pendapatan iklan. Detail model pendapatan bisa sangat bervariasi, mencerminkan keragaman dan fleksibilitas yang melekat dalam lingkungan B2B2C. B2B2C adalah singkatan dari business to business to consumer dan merupakan model bisnis di mana dua perusahaan menyediakan barang atau jasa yang saling melengkapi untuk menjangkau konsumen akhir yang sama. Kemitraan bisnis ini sering kali terjalin antara bisnis yang menciptakan produk atau layanan dan bisnis yang menangani transaksi pelanggan mulai dari layanan pelanggan hingga pemesanan, pemenuhan, dan pengiriman. Bisnis yang memberikan pengalaman B2B2C penuh adalah perantara antara produsen dan pelanggan. Posisi ini membantu merek menjangkau lebih banyak pelanggan secara efisien, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan meningkatkan pendapatan kedua perusahaan. Model B2B2C juga menciptakan peluang bisnis baru bagi bisnis perantara dan pertumbuhan merek bagi kedua belah pihak. Educourse.id merupakan anak perusahaan PT Maleo Edukasi Teknologi yang dibentuk pada 1 Juni 2020 yang memiliki visi menjadi platform pendidikan terbaik dalam memberikan pembelajaran berbasis STEAM untuk mempersiapkan keterampilan masa depan yang relevan dengan industri 4.0 di Indonesia. Educourse.id adalah platform pendidikan untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menyediakan kursus berdasarkan kurikulum Internasional STEM untuk Siswa K-12 dengan teknologi terkini yaitu AI (Artificial Intelligence) &amp; AR (Augmented Reality) yang sudah diterapkan di situs web dan aplikasi kami untuk memberikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan keterampilan abad 21. Educourse.id juga merupakan platform yang menyediakan ratusan kursus menggunakan pendekatan blended learning STEAM dengan AI (Artificial Intelligence) &amp; AR (Augmented Reality) untuk pengalaman belajar yang lebih baik. Educourse.id juga merupakan sebuah perusahaan yang mengimplementasikan strategi komunikasi pemasaran Business to Business to Consumer (B2B2C) dalam pemasaran produknya. Dalam hal ini produk yang dimiliki oleh Educourse.id yaitu bernama GESSIT (Gerakan Sejuta Siswa Digital). Produk ini merupakan produk yang memberikan pelatihan coding dan robotic kepada para siswa mulai dari jenjang SD, SMP dan juga SMA. Pembelajaran ini nantinya yaitu diimplementasikan dalam bentuk intrakurikuler maupun juga ekstrakurikuler. Mempertimbangkan dari beberapa penelitian terkait dengan promosi Business to Business to Consumer (B2B2C), jelas bahwa konsistensi adalah konsekuensi dari pemenuhan finansial rekan-rekan dari volume, keunggulan khusus, dan keterbatasan. Kepuasan jelas akan sesuai dengan pembeli, yang menunjukkan bahwa koneksi yang ditarik bekerja dengan rekan-rekan untuk pemenuhan dengan kinerja organisasi. Dari penggambaran pendahuluan, maka memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul \u201cPenerapan Strategi Komunikasi Pemasaran Business to Business to Consumer (B2B2C) dalam Penjualan Produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT) PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id)\u201d.<\/p>\n<p><strong>2. METODE PENELITIAN<\/strong><br \/>\n<strong>Jenis Penelitian<\/strong><br \/>\nBerdasarkan tujuannya, jenis penelitian yang akan digunakan adalah Deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif\/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam kaitannya dengan penelitian ini mengetahui strategi bersaing dengan para kompetitor di persaingan merebut pasar (Sugiyono, 2004:49).<\/p>\n<p><strong>Tempat dan Waktu Penelitian<\/strong><br \/>\nDalam metode kualitatif ini selain jenis penelitian terdapat tempat dan waktu penelitian yaitu: Penelitian ini dilakukan di PT. Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id) Branch Semarang. Periode waktu penelitian dimulai dari bulan Februari sampai dengan Juli tahun 2024.<\/p>\n<p><strong>Metode Pengumpulan Data<\/strong><br \/>\nTeknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :<br \/>\n1. Penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan data yang diperoleh dari tulisan-tulisan ilmiah yang ada, buku-buku literatur lain yang diperlukan sebagai landasan teoritis dalam penelitian ini.<\/p>\n<p>2. Penelitian lapangan (field work research), yaitu penelitian langsung yang dilakukan pada perusahaan yang bersangkutan di mana ada yang diambil sebagian besar diperoleh dengan teknik pengumpulan data atau wawancara.<\/p>\n<p><strong>Metode Analisis<\/strong><br \/>\nMetode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Karena data yang diambil merupakan hasil dari penelitian secara natural<\/p>\n<p>dimana penulis berpartisipasi secara langsung dalam penelitian di lapangan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan antara teori-teori yang telah ada dengan data-data yang didapat dari studi kasus. Analisis ini penulis mengalami secara langsung dan melakukan pemahaman akan kondisi-kondisi yang ada dalam perusahaan, kemudian lakukan analisis perbedaan perbedaan yang terjadi, dan menentukan apakah perbedaan-perbedaan itu menyangkut hal-hal yang mendasar, dari analisis ini dapat disimpulkan tentang penerapan strategi komunikasi pemasaran business to business to consumer pada PT Maleo Edukasi Teknologi terhadap penjualan produknya serta memberikan saran-saran yang tepat mengenai penerapan program pemasaran dalam menghadapi pesaing.<\/p>\n<p><strong>Keabsahan Data<\/strong><br \/>\nAlwasilah dalam Bachri (2010: 54) menjelaskan bahwa \u201ctantangan bagi segala jenis penelitian pada akhirnya adalah terwujudnya produksi ilmu pengetahuan yang valid, sahih, benar dan beretika\u201d.<br \/>\nKebenaran atau validitas harus dirasakan merupakan tuntutan yang terdiri dari menurut Alwasilah dalam Bachri (2010 : 54) yakni :<\/p>\n<p>1. Deskriptif<br \/>\n2. Interpretasi<br \/>\n3. Teori dalam penelitian kualitatif<\/p>\n<p><strong>3. LANDASAN TEORI<\/strong><br \/>\n<strong>Strategi Pemasaran<\/strong><br \/>\nStrategi merupakan hal yang penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang efektif serta efisien, selain itu perusahaan dituntut bisa mengatasi dan menghadapi setiap masalah atau hambatan yang datang dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan. Menurut Tjiptono (2006: 3) istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Strategi dapat diartikan suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi pemasaran merupakan mindset pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran, di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penentuan posisi, bauran pemasaran, dan budget pemasaran (Kotler dalam Liswati, 2018 : 162). Strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dengan harapan agar unit bisnis dapat mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 2001: 76).<\/p>\n<p>Segmentasi pasar adalah proses untuk membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana tiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan melalui strategi bauran pemasarannya. Dalam setiap segmen terdiri dari individu dengan kebutuhan dan keinginan yang sama, dan mempunyai respon yang sama terhadap usaha pemasaran yang ditawarkan. Dasar segmentasi pasar meliputi segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku (Fatihudin dan Firmansyah, 2019 : 71). Strategi pemasaran yaitu serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan, acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah (Assauri, 2013).<\/p>\n<p>Business to Business to Consumer (B2B2C)<br \/>\nKomunikasi pemasaran B2B2C<br \/>\n(Business-to-Business-to-Consumer) merupakan jenis komunikasi pemasaran yang ditujukan untuk pelanggan bisnis, bukan untuk konsumen akhir. Dalam konteks ini, pelanggan PT Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id) bukan hanya individu atau konsumen akhir, tetapi perusahaan atau organisasi lain yang membeli produk atau jasa untuk digunakan dalam operasi bisnis mereka sendiri. Tujuan komunikasi pemasaran B2B2C (Business to Business to Consumer) adalah untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dan sangat penting dalam membantu perusahaan meningkatkan penjualan serta membangun hubungan jangka panjang antara kedua bisnis.<br \/>\nBusiness to Business to Consumer (B2B2C) dalam transaksi B2B2C, perusahaan menyediakan barang atau jasa kepada perusahaan lain yang memiliki customer sendiri. Dalam kata lain pemasaran Business to Business to Consumer (B2B2C) disini dapat diartikan perusahaan<\/p>\n<p>bermitra dengan pihak kedua untuk melakukan kerjasama bisnis. Dalam hal ini Pihak PT. Maleo Edukasi Teknologi tidak secara langsung memasarkan produknya kepada konsumen akhir, namun Educpurse.id melakukan pemasaran produknya melalui perantara pihak kedua yang dalam hal ini merupakan sekolah di Kota Semarang dan sekitarnya. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran Business to Business to Consumer (B2B2C), maka pihak perusahaan maupun juga sekolah sama-sama mendapatkan keuntungan.<\/p>\n<p><strong>Komunikasi Pemasaran<\/strong><br \/>\nKomunikasi adalah pengalihan informasi dari satu orang ke orang lain. Komunikasi merupakan cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain baik berupa ide, fakta, pikiran, serta nilai-nilai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari pengertian beberapa ahli mengenai pengertian komunikasi sebagai berikut : Menurut Malau (2018:269), \u201ckomunikasi merupakan pemindahan informasi dari satu pihak kepada pihak lain. Di dalam organisasi seorang pemasar menggunakan proses komunikasi sehubungan dengan produk dan jasa.\u201d<br \/>\nKegiatan usaha apapun tidak terlepas dari kebutuhan komunikasi antara dua pihak atau lebih dalam menyampaikan informasi yang diinginkan guna mencapai tujuan perusahaan yaitu meningkatkan pembelian. Dengan demikian pihak yang melakukan komunikasi perlu mengetahui maksud dan tujuan yang ingin dicapai agar pada saat melakukan komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan komunikasi pemasaran adalah proses manajemen, yang terjadi antara perusahaan dengan berbagai macam publiknya. Berikut adalah beberapa definisi komunikasi pemasaran dari beberapa ahli :<\/p>\n<p>Menurut Morissan (2015:9) \u201ckomunikasi pemasaran terpadu merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen.\u201d<br \/>\nMenurut Tjiptono dan Diana (2016:278), \u201cKomunikasi pemasaran merupakan salah satu faktor kesuksesan strategi dan program pemasaran.\u201d<br \/>\nMenurut Malau (2018:269), \u201cKomunikasi pemasaran adalah proses bagaimana menginformasikan bisnis dan penawaran produk dan jasa terhadap konsumen yang dituju.\u201d<\/p>\n<p><strong>Penjualan Produk<\/strong><br \/>\nUmumnya suatu usaha dapat dinyatakan berhasil apabila usaha tersebut memiliki kemampuan dalam menghasilkan suatu laba. Suatu usaha dapat mengembangkan usahanya dengan laba yang dihasilkan, seperti meningkatkan jumlah aktiva dan modal juga memperluas bidang usahanya. Bentuk penjualan akan diandalkan suatu usaha agar dapat mencapai tujuan tersebut. Dengan tingginya tingkat penjualan maka akan berpengaruh besar terhadap laba yang didapat. Menurut Mulyadi(2010:18) Penjualan merupakan kegiatan yang terdiri dari kegiatan penjualan baik dalam bentuk barang maupun jasa secara tunai maupun kredit. Sumber hidup dari suatu usaha adalah penjualan, karena dari suatu penjualan akan didapatkan suatu keuntungan atau laba. Dengan memikat konsumen dan mengetahui daya tarik konsumen agar menghasilkan pemahaman produk apa yang diinginkan oleh konsumen yang ada.<br \/>\nMenurut Abdullah dan Tantri (2016:5) Penjualan merupakan bagian dari pemasaran, dan penjualan memiliki peran penting dalam promosi.<\/p>\n<p>Menurut Dharmmesta dalam Sahaja (2014) Penjualan merupakan proses yang mana terdapat kegiatan pertukaran barang ataupun jasa antara kedua belah pihak.<br \/>\nBerdasarkan pendapat teori menurut ahli diatas maka ditarik kesimpulan bahwa penjualan adalah bagian dari keseluruhan sistem pemasaran yang dimana terjadinya proses pertukaran antara penjual dan pembeli, yang bentuk kegiatannya dalam bentuk barang.<\/p>\n<p><strong>4. PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\n<strong>Hasil dan Pembahasan Wawancara Dengan Informan I dan II:<\/strong><\/p>\n<p>Tentang PT. Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id)<br \/>\nEducourse.id merupakan anak perusahaan PT Maleo Edukasi Teknologi yang dibentuk pada 1 Juni 2020 yang memiliki visi menjadi platform pendidikan terbaik dalam memberikan pembelajaran berbasis STEAM untuk mempersiapkan keterampilan masa depan yang relevan dengan industri 4.0 di Indonesia. Educourse.id adalah platform pendidikan untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menyediakan kursus berdasarkan kurikulum Internasional STEM untuk Siswa K-12 dengan teknologi terkini yaitu AI (Artificial Intelligence) &amp; AR (Augmented Reality) yang sudah diterapkan di situs web dan aplikasi kami untuk memberikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan keterampilan abad 21. Educourse.id juga merupakan platform yang menyediakan ratusan kursus menggunakan pendekatan blended learning STEAM dengan AI (Artificial Intelligence) &amp; AR (Augmented Reality) untuk pengalaman belajar yang lebih baik. Saat ini Educourse.id memiliki 1 kantor pusat yang terletak Kota Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Letnan Soetopo, Ruko Golden Madrid 2 Blok F No 19, BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310. Selain itu Educours.id juga telah memiliki cabang di 7 kota yang tersebar di Indonesia diantaranya yaitu Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Makassar dan Pekanbaru.<\/p>\n<figure id=\"attachment_15632\" aria-describedby=\"caption-attachment-15632\" style=\"width: 229px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15632\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-107.jpg\" alt=\"\" width=\"229\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-107.jpg 229w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-107-150x85.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 229px) 100vw, 229px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15632\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Tentang Produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT)<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n<p>Gerakan Sejuta Siswa Digital atau biasa disebut \u201cGESSIT\u201d merupakan pelatihan berbasis inovasi dan kreativitas digital yang ditujukan kepada anak-anak Indonesia, disampaikan dalam format yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu (pembelajaran berbasis masalah dan proyek), yang tumpang tindih dengan gerakan lainnya. metode. Metode STEM (sains, teknologi, teknik, matematika). Pembelajaran ini tidak hanya menjadikan anak-anak menjadi programmer, tetapi juga melatih dan membekali mereka dengan keterampilan digital untuk memecahkan permasalahan dunia nyata di era Industri 4.0: kemampuan berpikir logis, kreatif, dan adaptif teknologi akan membantu Anda. Program Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT) memiliki tujuan untuk mendukung sekolah dalam mewujudkan lima bidang literasi digital, termasuk aspek keamanan dan ketahanan digital, keterlibatan pemerintah digital, kecerdasan emosional digital, kreativitas dan inovasi digital untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dengan menggunakan metodologi terbaru Ini termasuk STEM. Program ini mencakup pendidikan dasar. Sekolah, SMP, SMA.<\/p>\n<p><strong>Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran B2B2C pada Produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT)<\/strong><br \/>\nTerciptanya peningkatan penjualan produk Gerakan Sejuta Siswa Digital (GESSIT), tentunya tidak terlepas dari pengimplementasian strategi komunikasi pemasaran yang tepat. Berikut ini bentuk implementasi strategi komunikasi pemasaran Business to Business to Consumer yang dilakukan oleh PT. Maleo Edukasi Teknologi (Educourse.id) Branch Semarang:<\/p>\n<p><strong>1. Membuat Acara Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_15633\" aria-describedby=\"caption-attachment-15633\" style=\"width: 204px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15633\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-62.jpg\" alt=\"\" width=\"204\" height=\"154\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-62.jpg 204w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-62-150x113.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 204px) 100vw, 204px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15633\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Pelaksanaan Acara Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMPN 5 Semarang.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Acara Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) merupakan sebuah bentuk strategi pemasaran yang dilakukan Educourse.id dalam menggait pelanggan dengan cara yang efektif dan efisien. Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) adalah sebuah kegiatan yang diadakan untuk membantu dan mendampingi sekolah dalam pelaksanaan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) terutama dalam tema yang berbau teknologi digital.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan dengan skema seperti seminar untuk para guru atau tenaga pendidik. Acara ini dilaksanakan di SMPN 5 Semarang dan dihadiri oleh seluruh perwakilan sekolah SD dan SMP di Kota Semarang. Tujuan dari adanya pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini adalah untuk mengumpulkan para pemangku kebijakan di sekolah yang dalam hal ini yaitu Kepala Sekolah. Dengan begitu pihak Educorse.id dapat memperoleh informasi mengenai sekolah di Kota Semarang dengan menyebarkan form pertanyaan kepada peserta seminar. Dengan metode ini, perusahaan (Educourse.id) mendapatkan informasi mengenai sekolah SD dan SMP di Kota Semarang yang nantinya dapat diolah dan menjadi database bagi perusahaan. Bentuk implementasi strategi komunikasi pemasaran dengan mengadakan acara ini secara tidak langsung perusahaan dapat memangkas biaya operasional untuk melakukan promosi. Selain itu, hubungan komunikasi dengan calon pelanggan juga akan terjalin dengan baik.<\/p>\n<p><strong>2. Memberikan Trial Gratis Demo Day Coding dan Robotic<\/strong><br \/>\nTrial Demo Day merupakan sebuah acara yang ditawarkan oleh Educourse.id kepada pihak sekolah berupa pemberian pengenalan pembelajaran coding maupun robotic dasar kepada para siswa secara gratis selama 1 hari. Dengan memberikan trial demo day coding dan robotic secara gratis kepada sekolah dan siswa, maka perusahaan secara tidak langsung dapat memberikan kesan yang baik kepada pihak sekolah karena telah memberikan fasilitas pembelajaran gratis selama 1 hari. Bentuk implementasi strategi komunikasi pemasaran ini tentunya memudahkan pihak<br \/>\nEducourse.id dalam penawaran produk kepada sekolah dan juga siswa melalui presentasi produk pasca acara trial.<\/p>\n<p>3. <strong>Menawarkan Profit Sharing<\/strong><br \/>\nProfit sharing merupakan sebuah metode bagi hasil antara pihak perusahaan dengan mitra usaha. Dalam metode pemberian profit sharing ini berarti pihak perusahaan memberikan keuntungannya sebesar berapa persen dengan mitra usaha. Besarnya prosentase bagi hasil ini ditentukan berdasarkan perjanjian kesepakatan yang telah dilakukan di awal. Dalam hal ini PT. Maleo Edukasi Teknologi selalu menawarkan profit sharing dengan pihak kedua (sekolah) di Kota Semarang yang ingin melakukan kerjasama dengan pihak Educourse.id. Pada penawaran ini pihak Marketing Communication and Sales Educourse.id menawarkan profit sharing sebesar 10% kepada sekolah. Dengan melakukan strategi profit sharing dengan sekolah ini, pihak perusahaan dan mitra dapat menjalin hubungan yang baik dalam berbisnis. Mitra juga tentunya akan semakin loyal dengan perusahaan karena mendapatkan keuntungan dari sistem profit sharing yang ditawarkan oleh perusahaan. Impactnya adalah kerjasama antara perusahaan dan mitra berjalan dengan baik dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Strategi Komunikasi Pemasaran Business to Business to Consumer Terhadap Penjualan Produk Gerakan Sejuta Siswa Digital Branch Semarang: Kelebihan penerapan strategi komunikasi pemasaran terhadap penjualan produk branch Semarang:<\/p>\n<p>1. Dapat menarik lebih banyak konsumen karena memberikan penawaran yang menarik kepada konsumen bahkan secara gratis.<br \/>\n2. Mendapatkan database pelanggan secara mudah dan efisien waktu.<br \/>\n3. Branding Educourse.id terutamanya di Kota Semarang dapat naik dengan memanfaatkan strategi komunikasi pemasaran model B2B2C.<br \/>\n4. Menghemat waktu dan biaya promosi.<\/p>\n<p>Kekurangan penerapan strategi komunikasi pemasaran terhadap penjualan produk branch Semarang:<br \/>\n1. Mengurangi revenue pendapatan branch karena adanya pembagian profit sharing dengan pihak mitra.<br \/>\n2. Efisiensi SDM kurang karena harus membagi jadwal trial dengan pembuatan modul.<\/p>\n<p><strong>5. KESIMPULAN DAN SARAN<\/strong><br \/>\n<strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nBerdasarkan hasil dari analisis dan perancangan sistem yang dibangun, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:<br \/>\n1. Perusahaan dapat melakukan branding kepada mitra business dan konsumen dengan efektif dan efisien.<br \/>\n2. Mendapatkan pelanggan baru melalui sistem penawaran pendampingan sekolah dalam P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).<br \/>\n3. Melalui penerapan strategi komunikasi marketing B2B2C (Business to Business to Consumer), maka Educourse.id branch Semarang dapat memangkas biaya untuk pemasaran.<br \/>\n4. Melalui penerapan strategi komunikasi marketing B2B2C (Business to Business to Consumer), divisi Marketing Communication and Sales lebih efisien dalam bekerja.<\/p>\n<p><strong>Saran<\/strong><br \/>\nAdapun saran yang dapat diberikan antara lain:<br \/>\n1. Lebih dapat memahami lagi apa yang konsumen butuhkan kedepannya terlebih lagi dalam penerapan<br \/>\nimplementasi kurikulum merdeka.<br \/>\n2. Memberikan penawaran yang lebih menarik lagi kepada pihak mitra maupun konsumen agar mereka semakin tertarik untuk melakukan pembelian produk.<br \/>\n3. Lebih memaksimalkan lagi penggunaan media sosial sebagai sarana branding dan menggaet pelanggan baru.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAngela, N. D., &amp; Wijaya, L. S. (2023, Oktober). Marketing Public Relations Sebagai Business Representative<br \/>\nDalam Meningkatkan Penjualan Dengan Metode B2B. Jurnal Pustaka Komunikasi, Volume 7(No 1). https:\/\/doi.org\/10.32509\/pusta kom.v7i1.2691<br \/>\nArianie, G. P., &amp; Puspitasari, N. B. (2017, September). Perencanaan Manajemen Proyek Dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Sumber Daya Perusahaan (Studi Kasus: Qiscus Pte Ltd). Jurnal Teknik Industri, Volume 12(No 03).<\/p>\n<p>Erdian, F. S., Barkah, C. S., &amp; Achmawati, N. J. (2023, September). Peran Strategi Komunikasi Pemasaran Business to Business (B2B) dalam Meningkatkan Penjualan Online (Studi Kasus pada Bisnis Firsthand Seller). Jurnal Lentera Bisnis, Volume 12(Nomor 3). 10.34127\/jrlab.v12i3.843<br \/>\nManap, A. (2022, November). E-Commerce dan Inovasi Pemasaran Terhadap Minat Beli Konsumen Studi Kasus pada PT Ramayana Lestari Sentosa TBK. Jurnal Ekonomina, Volume 1, Nomor<br \/>\n3. 2963-1181<br \/>\nMonigir, R. (2016, Desember). Penerapan Strategi Pemasaran Untuk Mencapai Keunggulan Bersaing (Studi Kasus pada Multimart Ranotana Manado). Jurnal EMBA, Vol.4 No.4, Hal. 932- 940. 2303-1174<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DOWNLOAD FILE Tri Agusnia Wati \u00b9, Maharani Ikaningtyas \u00b2 Universitas Pembangunan Nasional \u201cVeteran\u201d Jawa Timur Email: 21042010165@student.upnjatim.ac.id \u00b9, maharani.adbis@upnjatim.ac.id \u00b2 ABSTRAK Kegiatan komunikasi penting untuk dilakukan perusahaan agar dapat mempengaruhi tingkat penjualan serta kesadaran masyarakat akan produk yang ditawarkan. Semakin baik kegiatan komunikasi dalam promosi yang dilakukan, maka semakin meningkatnya minat beli konsumen akan produk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184,33],"tags":[],"class_list":["post-15631","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15631\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}