{"id":1533,"date":"2023-07-05T01:09:29","date_gmt":"2023-07-04T17:09:29","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1533"},"modified":"2023-07-05T01:09:29","modified_gmt":"2023-07-04T17:09:29","slug":"klausul-matahari-terbenam-usmca-apa-artinya-bagi-amerika-serikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/klausul-matahari-terbenam-usmca-apa-artinya-bagi-amerika-serikat\/1533\/","title":{"rendered":"Klausul Matahari Terbenam USMCA: Apa Artinya Bagi Amerika Serikat?"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Alycia Margie<\/strong>, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Seperti yang kita tahu, NAFTA atau Perjanjian Perdagangan AS-Meksiko-Kanada telah berubah menjadi USMCA atau biasa disebut juga sebagai New NAFTA. Dilansir dari CNBC Indonesia perjanjian NAFTA yang menurut Presiden AS yaitu Donald Trump merugikan Amerika Serikat berhasil diubah menjadi USMCA dan telah ditandatangani oleh AS-Meksiko-Kanada ada 30 November 2018 lalu yang berisi penambahan kebijakan baru dan juga penggantian beberapa kebijakan yang Sebagian besar dilakukan oleh Amerika Serikat (CNBC Indonesia, 2019). Trump pada awalnya menginginkan renegosiasi NAFTA dan mengancam akan menarik diri apabila Kanada dan Meksiko tidak menyetujuinya. Hal ini lantaran menurut Trump semenjak perjanjian NAFTA berlaku, Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan dengan negara-negara mitra NAFTA khususnya Meksiko.keputusan Amerika Serikat untuk merenegosiasi NAFTA ini dikatakan dapat menghentikan defisit perdagangan dan penurunan tingkat pekerjaan di berbagai negara Amerika Serikat yang telah terjadi selama beberapa tahun.<\/p>\n<p>Beberapa kebijakan baru yang menonjol dari USMCA antara lain seperti peningkatan sektor manufaktur, penguatan undang-undang buruh, pemberian akses kepada para petani susu ke dalam pasar susu Kanada, perlindungan hak cipta, peningkatan nilai total pajak dan bea, serta penambahan klausul matahari terbenam atau \u2018<em>Sunset Clause<\/em>\u2019 yang bisa dibilang menimbulkan berbagai perdebatan karena isi kebijakannya (Saputra, 2022). Sebagai gambaran, isi dari klausul matahari terbenam pada dasarnya merupakan sebuah kesepakatan yang berisi perpanjangan periode anggota USMCA. Dalam NAFTA tidak ada hal semacam kadaluwarsa atau periode perjanjian sementara dalam USMCA ditambahkan klausul matahari terbenam yang menyatakan bahwasanya kesepakatan perdagangan tersebut hanya bisa berlanjut apabila ketiga negara yaitu AS-Kanada-Meksiko setuju untuk melanjutkannya dan apabila ada yang tidak setuju, maka kesepakatan perdagangan tersebut akan berakhir secara otomatis dalam 16 tahun (Gantz, 2020). Tetapi tidak langsung berakhir di situ saja, dalam kesepakatannya AS-Kanada-Meksiko setiap enam tahun akan melakukan peninjauan untuk menilai kinerja dan perjanjian yang dilakukannya.<\/p>\n<p>Dalam pasal 34.6 USMCA terkait \u2018<em>withdrawal<\/em>\u2019 atau penarikan tertulis bahwa \u201c<em>A Party may withdraw from this Agreement by providing written notice of withdrawal to the other Parties. A withdrawal shall take effect six months after a Party provides written notice to the other Parties. If a Party withdraws, this Agreement shall remain in force for the remaining Parties<\/em>\u201d (USTR Government). Yang berarti suatu pihak dapat menarik diri dari perjanjian USMCA dengan cara memberikan pemberitahuan tertulis terkait pengunduran dirinya ke pihak lainnya. Misalnya Amerika Serikat ingin menarik diri dari USMCA maka Amerika Serikat bisa memberitahu Kanada maupun Meksiko, setelah penarikan diri terealisasikan maka perjanjian USMCA ini sudah tidak sah lagi karena salah satu dari ketiga negara tidak terikat perjanjian tersebut.<\/p>\n<p>Lalu apa artinya klausul ini bagi Amerika Serikat dan kenapa Amerika Serikat bersikeras untuk mencantumkan klausul ini ke dalam kebijakan USMCA? Bagi Amerika Serikat dengan adanya klausul ini, diharapkan ketiga negara yang terikat di dalamnya bisa menyetujui perjanjian perdagangan baru tersebut yang menurut Jewish Policy Center USMCA ini setelah direnegosiasi ulang dianggap sebagai pendorong pertumbuhan Amerika Serikat sebesar 0,3 persen per tahun (Schott, 2021). Apabila perjanjian tersebut disetujui maka keuntungan dan pertumbuhan yang akan didapatkan oleh Amerika Serikat dari perjanjian tersebut bisa dibilang cukup besar. Tetapi, klausul matahari terbenam ini sendiri bisa dibilang merupakan penghambat bagi pertumbuhan Amerika Serikat karena bila dalam jangka waktu peninjauan 6 tahun tersebut dari ketiga negara ada yang tidak sepakat, maka perjanjian perdagangan USMCA akan berhenti sampai disitu saja dan tidak berlanjut atau bila dihitung sejak masa penandatanganannya maka peninjauan pertama akan berakhir di akhir 2024 mendatang.<\/p>\n<p>Sebenarnya masih kurang jelas alasan dibalik dicantumkannya klausul matahari terbenam ini, karena klausul tersebut bisa dibilang lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya, selain itu Kanada dan Meksiko sebenarnya menentang adanya klausul ini di dalam USMCA dan bila ketiga negara setuju pun mereka harus terikat dalam perjanjian tersebut selama 16 tahun lamanya dan tidak boleh mengakhirinya secara tiba-tiba.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong>:<br \/>\nCNBC Indonesia. (2019). Perjanjian Pengganti NAFTA Resmi Diteken.<br \/>\nGantz, D. A. (2020). Important New Features in the USMCA.<br \/>\nSaputra, A. W. (2022). <em>ALASAN AMERIKA SERIKAT MENGUBAH NORTH AMERICA FREE TRADE ASGREEMENT (NAFTA) MENJADI UNITED STATE-MEXICO-CANADA AGREEMENT (USMCA) SEBAGAI PERJANJIAN BARU DI MASA PEMERINTAHAN DONALD TRUMP<\/em> (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).<br \/>\nSchott, J.J. (2021). Five Flaws in the USMCA. Jewish Policy Center.<br \/>\nUSTR Government. Office of the United States Trade Representative. USMCA Chapter 34 Final Provisions. Article 34.6.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alycia Margie, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. JurnalPost.com &#8211; Seperti yang kita tahu, NAFTA atau Perjanjian Perdagangan AS-Meksiko-Kanada telah berubah menjadi USMCA atau biasa disebut juga sebagai New NAFTA. Dilansir dari CNBC Indonesia perjanjian NAFTA yang menurut Presiden AS yaitu Donald Trump merugikan Amerika Serikat berhasil diubah menjadi USMCA dan telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1534,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1533"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1533\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}