{"id":15300,"date":"2024-06-16T19:30:44","date_gmt":"2024-06-16T11:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15300"},"modified":"2024-06-16T19:32:22","modified_gmt":"2024-06-16T11:32:22","slug":"musibah-yang-menjadi-berkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/musibah-yang-menjadi-berkah\/15300\/","title":{"rendered":"MUSIBAH YANG MENJADI BERKAH"},"content":{"rendered":"<p>By : <strong>Fahnita Maharani<\/strong><\/p>\n<p>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0671\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0671\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p>Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan<br \/>\nPernahkah mendengar secuil ayat al-quran diatas?<\/p>\n<p><strong>Musibah<\/strong><br \/>\nTidak asing bukan ketika kamu mendengar sebuah kata \u201cMusibah\u201d. Musibah yang kamu artikan adalah sebuah kesulitan begitu rumit. Hei, perlahan dirubah yuk mindset kamu tentang \u201ckesulitan\u201d.<\/p>\n<p>Wajar bagi setiap manusia mendapat musibah\/kesulitan, karena musibah tersebut yang bisa merubah tindakan dan pikiran individu kedepannya. Seperti potongan 2 ayat diatas adalah pengingat untuk kita dari Allah. Dua kali Allah ulangi bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, jadi kamu sebagai manusia masih ingin untuk menyerah? <\/p>\n<p>Tidakkah kamu yakin dengan takdir Allah bahwa kesulitan tersebut bisa kamu jadikan sebagai jalan agar lebih dekat pada yang Kuasa.<\/p>\n<p>*<strong>Tarik nafas <\/strong><br \/>\nSudahkah kamu tertampar dengan kalimat diatas? Kalimat diatas adalah tamparan bagi saya dari kajian saat mengalami kegagalan dan naasnya tertimpa musibah juga. <\/p>\n<p>2023 adalah tahun yang sangat berat. Saat hendak ujian SMA, saya menemani ayah terbaring di ruang ICU, mendengar ramai suara mesin detak jantung, melihat sebelah ayah yang sulit untuk bernafas, dan melihat keadaan ayah sendiri yang tidak bisa respon untuk berinteraksi dengan alat bantu nafas yang menutupi seluruh wajah tampannya. Yang bisa dilakukan adalah hanya membisikkan takbir ke telinganya. Namun, Allah lebih sayang ayah dengan mengambil jiwanya tepat adzan ashar dikumandangkan.<\/p>\n<p>Hancur sehancur hancurnya diri ini saat cinta laki pertamanya sudah tiada, tangis yang begitu sakit melihat ayah di tutupi kain putih. Tak bisa lagi aku merasakan bulatan suapan nasi darinya, tak bisa lagi aku rasakan berpetualang bersamanya. <\/p>\n<p>2 Bulan setelah duka, saya yang hendak berangkat untuk bimbingan belajar persiapan sebelum memasuki tes kedinasan tertimpa musibah tertabrak mobil pik-up dengan retak kaki sebelah kanan. Alhasil dokter memutuskan untuk istirahat minimal 1 tahun untuk pulih. Duar pikiran ini tak bisa lagi untuk optimis, melihat keadaan diri sendiri yang tidak bisa jalan sempurna. Ya Allah ujian apalagi untukku, kenapa jalanku untuk membahagiakan orang tua dipersulit. <\/p>\n<p>Seiring waktu pemulihan, saya mendapat informasi bahwa ada pengobatan tradisional patah kaki tanpa operasi. Segeralah memberitahu mama untuk berangkat kesana dan setelah berobat aku diperbolehkan untuk jalan pelan pelan. Dengan sangat senang akhirnya saya bisa berjalan seperti selayaknya meskipun tidak secepat biasanya.<\/p>\n<p><strong>Kisah Nabi Ayyub dengan Penyakit Kulit Bertahun-tahun<\/strong><br \/>\nPernahkah kamu mendengar kisah dari seorang Nabi yang sangat sabar meskipun mendapat ujian dari Allah yang bertubi-tubi? Nabi Ayyub a.s Jawabannya. Nabi Ayyub AS adalah sosok nabi dikenal sabar dalam menghadapi setiap musibah yang mendatanginya. Nabi yang dikenal dengan sangat kaya raya, memiliki istri dan anak anak yang baik dan shaleh. Namun, Allah mengambil semua seluruh nikmatnya yang dimiliki pada saat itu. Banyak musibah yang menimpa Nabi Ayyub, mulai dari anaknya yang meninggal dunia, kekayaan hartanya yang habis dan tidak bersisa sama sekali serta beliau mengalami penyakit kulit selama 18 tahun yang sulit disembuhkan.<\/p>\n<p>Ujian berupa penyakit kulit yang menimpa Nabi Ayyub AS berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuatnya semakin lama dikucilkan oleh masyarakat hingga diusir dari kampung halamannya. Bahkan beliau dibuang di tempat sampah milik bani Israil hingga tubuhnya dikerumuni lalat dan berbagai macam serangga lainnya. Kala itu, tak ada seorang pun yang merasa kasihan kepada Nabi Ayyub AS, kecuali istrinya sendiri yang selalu memuliakan dan mengurus segala kebutuhannya. <\/p>\n<p>Ketika tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerimanya bekerja, istri Nabi Ayyub AS lantas menjual salah satu dari dua kepang rambutnya kepada putri seorang pejabat dan ditukarkan dengan makanan yang sangat banyak. Saat Nabi Ayyub AS mengetahui kepala istrinya yang sudah tidak berambut, beliau berdoa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an surah Al-Anbiya ayat 83. <\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0628\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u0649 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u0649\u064e \u0671\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0670\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p>Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: &#8220;(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang<\/p>\n<p>Referensi : <em>https:\/\/tafsirweb.com\/5595-surat-al-anbiya-ayat-83.html<\/em><br \/>\nPada saat itu, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ayyub AS agar menghentakkan kakinya ke tanah hingga terpancarlah air yang dapat digunakannya untuk mandi dan meminumnya. Setelah Nabi Ayyub AS mandi dan minum dengan air tersebut, seketika penyakit kulit yang menimpanya sembuh, badannya sehat kembali, dan wajahnya pun tampak lebih segar dan berseri. Tak hanya itu, Nabi Ayyub AS juga kembali dianugerahi dengan harta kekayaan seperti sedia kala, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Ia pun hidup bahagia bersama istrinya dan senantiasa bersyukur kepada Allah.<\/p>\n<p><strong>Musibah yang ternyata Berkah<\/strong><br \/>\nAllah mengerti jalan yang terbaik untukku, meski belum ada kesempatan diterima di kedinasan, aku diterima di Top 10 PTN Indonesia dan mendapat beberapa prestasi. Dari kejadian yang telah dialami saya mengerti bahwa yang terburuk menurut kita bukan berarti itu terburuk menurut Allah, bisa jadi Allah sedang mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Karena pada dasarnya Allah memberikan kesulitan untuk umatnya agar senantiasa dekat dengannya. Bisa jadi takdir yang tertulis adalah hasil dari doa dan ikhtiar kita. <\/p>\n<p>Untuk saat ini dan seterusnya Q.S. Al Insyirah:5-6 saya jadikah sebagai pedoman dalam hidup, seperti arti dari ayat tersebut kita selayaknya manusia tidak akan lepas dari sebuah musibah. Dan dengan menjadikan ayat tersebut sebagai pedoman untuk pandangan atau sikap husnudzon kepada Allah saat mendapatkan musibah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By : Fahnita Maharani \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0671\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627 Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0671\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627 Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan Pernahkah mendengar secuil ayat al-quran diatas? Musibah Tidak asing bukan ketika kamu mendengar sebuah kata \u201cMusibah\u201d. Musibah yang kamu artikan adalah sebuah kesulitan begitu rumit. Hei, perlahan dirubah yuk mindset [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-15300","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15300\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}