{"id":15025,"date":"2024-06-12T22:13:33","date_gmt":"2024-06-12T14:13:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=15025"},"modified":"2024-06-12T22:13:33","modified_gmt":"2024-06-12T14:13:33","slug":"menjadikan-tanaman-toga-bernilai-ekonomi-tinggi-melalui-goldenblend-tonic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menjadikan-tanaman-toga-bernilai-ekonomi-tinggi-melalui-goldenblend-tonic\/15025\/","title":{"rendered":"Menjadikan Tanaman Toga Bernilai Ekonomi Tinggi melalui GoldenBlend Tonic"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sidoarjo, JurnalPost.com<\/strong>, 6 Juni 2024 \u2013 Tanaman Obat Keluarga (Toga) adalah tanaman yang ditanam dan selama ini digunakan oleh keluarga sebagai sumber obat-obatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit atau menjaga kesehatan. Toga sering ditanam di pekarangan rumah atau di kebun kecil, dan merupakan bagian dari upaya pemanfaatan tanaman herbal secara mandiri. Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menanam Toga adalah KWT Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, diharapkan dengan adanya penyuluhan produk inovasi minuman herbal \u201cGoldenBlend Tonic\u201d yang diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dapat meningkatkan produktivitas, dan keberlanjutan lingkungan melalui obat-obatan yang menggunakan hasil tani warga secara langsung.<\/p>\n<p>&#8220;Tanaman toga sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah dengan baik. Salah satu produk Inovasi yang dapat dikembangkan adalah Minuman herbal GoldenBlend Tonic, minuman ini mengandung 100% bahan organik tanpa campuran bahan kimia dan pemanis buatan yang tentu saja lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang\u201d jelas Nasywa, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur dalam menjelaskan khasiat dari tanaman Toga.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-45.jpg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"271\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15027\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-45.jpg 492w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-45-300x165.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar1-45-150x83.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/><\/p>\n<p>GoldenBlend Tonic merupakan minuman herbal yang dibuat dari rempah segar seperti jahe, kunyit, lengkuas, sereh, jeruk nipis dan madu. Kombinasi bahan alami ini dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses penyembuhan berbagai penyakit. Harga bahan baku yang tergolong cukup murah, namun apabila diolah dan dikemas dengan baik akan mendapatkan nilai jual yang cukup tinggi. Selain bahan baku yang murah, bahan baku tersebut juga dapat ditemukan dengan mudah melalui hasil pertanian KWT Desa Gelam sehari-hari, sehingga dapat digunakan oleh warga dengan mudah. <\/p>\n<p>\u201cProses pembuatan yang mudah, bahan-bahan dan peralatannya mudah ditemukan disekitar. Pertama, bersihkan dan kupas seluruh rempah, lalu blender jahe, kunyit, lengkuas dan sereh dengan tambahan sedikit air. Kedua, siapkan air mendidih sebanyak 500 mL dan masukkan rempah yang sudah diblend lalu didihkan 5 &#8211; 10 menit agar rempah tidak langu. Ketiga, dinginkan dan saring. Keempat, beri perasan jeruk nipis dan madu. Minuman herbal GoldenBlend Tonic siap disajikan. Minuman ini dapat bertahan 2 hari di suhu ruang, dan 5 hari didalam kulkas\u201d jelas Tiara, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur ketika menjelasakan cara pembuatan GoldenBlend Tonic kepada Wanita Tani Desa Gelam. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-25.jpg\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"281\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15026\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-25.jpg 502w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-25-300x168.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Gambar2-25-150x84.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><\/p>\n<p>Ibu Sri, salah satu anggota KWT mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini  \u201cPenyuluhan seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu disini, kami jadi lebih mengetahui apa saja yang bisa kami buat dari tanaman Toga yang kami tanam. Dengan khasiat yang luar biasa, produk ini bisa menjadi produk unggulan dari kwt kami.\u201d Mayoritas Wanita Tani yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan produk GoldenBlend Tonic pun berharap kedepannya dapat dilakukan kegiatan serupa, agar peluang perekonomian dapat dicapai secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Proses pembuatan GoldenBlend Tonic dilakukan secara higienis dan terkontrol. Mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pemotongan, perebusan, hingga pengemasan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi langkah kreatif bagi kelompok wanita tani mengolah tanaman Toga tidak lagi sekedar untuk konsumsi keluarga, tetapi bernilai ekonomi tinggi, serta dapat meningkatkan perekonomian kelompok dan keluarga.  Khasiat yang tersedia di dalam GoldenBlend Tonic mampu menjadi penawaran tersendiri bagi setiap masyarakat yang ingin memperoleh kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi produk ini terjamin keamanannya karena diolah secara mandiri.<\/p>\n<p><strong>Kelompok 21 (Studi Independen MSIB \u2013 MBKM 2024)<\/p>\n<p>1.\tNadia Ayu Winanda\t\t&#8211; 21024010083<br \/>\n2.\tNasywa Aulia Wijaya \t&#8211; 21021010089<br \/>\n3.\tTiara Damayanti \t\t&#8211; 21024010123<br \/>\n4.\tSephia Maharani \t\t&#8211; 21024010133<\/p>\n<p>Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur<\/strong> (https:\/\/www.upnjatim.ac.id).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo, JurnalPost.com, 6 Juni 2024 \u2013 Tanaman Obat Keluarga (Toga) adalah tanaman yang ditanam dan selama ini digunakan oleh keluarga sebagai sumber obat-obatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit atau menjaga kesehatan. Toga sering ditanam di pekarangan rumah atau di kebun kecil, dan merupakan bagian dari upaya pemanfaatan tanaman herbal secara mandiri. Salah satu Kelompok Wanita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-15025","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15025\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}