{"id":14986,"date":"2024-06-12T20:49:18","date_gmt":"2024-06-12T12:49:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=14986"},"modified":"2024-06-12T20:49:18","modified_gmt":"2024-06-12T12:49:18","slug":"memahami-pola-komunikasi-guru-dan-siswa-smpn-41-surabaya-di-era-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/memahami-pola-komunikasi-guru-dan-siswa-smpn-41-surabaya-di-era-sekarang\/14986\/","title":{"rendered":"Memahami Pola Komunikasi Guru dan Siswa SMPN 41 Surabaya Di Era Sekarang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6d9564a7-723c-4e99-a481-4cf89cb8f4af.jpeg\" alt=\"\" width=\"449\" height=\"597\" class=\"aligncenter size-full wp-image-14987\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6d9564a7-723c-4e99-a481-4cf89cb8f4af.jpeg 449w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6d9564a7-723c-4e99-a481-4cf89cb8f4af-226x300.jpeg 226w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6d9564a7-723c-4e99-a481-4cf89cb8f4af-150x199.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6d9564a7-723c-4e99-a481-4cf89cb8f4af-300x399.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pada kesempatan kali ini, saya Mochamad Eka Pujianto mahasiswa semester 6 yang aktif berkuliah pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan program MBKM Kampus Mengajar di salah satu SMP yang berada di Surabaya Utara, yaitu SMP Negeri 41 Surabaya, dan membagikan pengalaman serta experience selama 4 bulan berada di SMP Negeri 41 Surabaya bertemu dengan banyak siswa-siswi dengan keragaman karakter mereka masing-masing. Melalui kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Mandiri) Kampus Mengajar, di harapkan memberikan impact yang bermanfaat berupa ilmu terapan yang tidak ada di kampus untuk kemudian bisa berguna di masa depan nantinya. <\/p>\n<p>Pada kali kegiatan MBKM Kampus Mengajar di SMP Negeri 41 Surabaya mempunyai tujuan yaitu, sebagai jembatan antara 2 dunia pendidikan yang bertolak belakang, yaitu dunia perkuliahan dan dunia sekolah. Penulis sangat senang dengan mengikuti kembali program MBKM dengan Konversi KKN di SMP Negeri 41 Surabaya ini, karena dapat mendapatkan pengalaman baru sebagai seorang guru yang setiap harinya berinteraksi dengan siswa kelas 7,8, dan 9.<\/p>\n<p>Gaya komunikasi merupakan gaya yang digunakan komunikator dalam menyampaikan pesan. Setiap komunikator mempunyai gaya komunikasi dan ciri khas berbeda-beda. Perbedaan ini dapat dilihat dari segi budaya, pendidikan, lingkungan keluarga, pengalaman dan lain sebagainya. <\/p>\n<p>Memahami komunikasi antara mahasiswa dengan guru dan siswa di sekolah memainkan peran penting dalam proses pembelajaran dan perkembangan individu, karena dengan berinteraksi dengan guru dan siswa di sekolah dapat melatih diri kita untuk bersosialisasi dengan banyak orang, terutama dengan siswa SMP yang masih beranjak dewasa dari bangku SD, serta dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekolah baik di dalam maupun diluar, sebagaimana prinsip siswa SMP Negeri 41 Surabaya dalam mempertimbangkan waktu, teknis, dan totalitas mereka dalam menerapkan kedisiplinan mereka di sekolah untuk melakukan aktivitas pembelajaran setiap hari senin sampai jum\u2019at, dan mereka juga ikut andil dalam kegiatan belajar di sekolah yang melibatkan guru dan insan yang terkait. <\/p>\n<p>Dalam konteks mahasiswa dan guru di sekolah, hal ini dapat diterapkan untuk memahami dan mengoptimalkan interaksi yang mencakup pertukaran informasi baik verbal maupun non-verbal seperti penugasan mingguan yang terkadang ada saat guru sedang membutuhkan bantuan mahasiswa, dan berbagai macam hal lainnya.<\/p>\n<p>\u00a0Selain itu, guru juga perlu memahami situasi serta perasaan siswa dengan membangun pendekatan secara personal yang kuat dan positif, dengan begitu siswa akan mudah menerima kenyataan dan mereka merasa dihargai yang pada gilirannya meningkatkan kepatuhan pada aturan sekolah dan kepada semua staff di sekolah. <\/p>\n<p>Sehingga kebiasaan ini akan menimbulkan kekonsistensinan yang signifikan dalam memahami satu sama lain di dalam kelas antara guru dan siswa untuk meningkatkan partisipasi siswa agar alur belajar mereka tetap produktif, sehingga siswa dapat memperbaiki kesalahan mereka dengan cepat sebagai bentuk tanggung jawab Bersama dan terus mengevaluasi diri sampai mereka benar-benar berkembang, dan mendongkrak prestasi akademik yang lebih baik lagi. <\/p>\n<p>Maka dari itu dibutuhkan pendekatan yang tepat dan efektif musti diterapkan untuk bisa menunjukkan rasa hormat dan sopan kepada seluruh staff yang ada di sekolah, dan selalu menggunakan bahasa yang formal dalam percakapan langsung maupun lewat WhatsApp.<\/p>\n<p>Pola komunikasi efektif yang baik menjadi pondasi utama dalam bidang Pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali di SMP Negeri 41 Suarabaya. Konteks komunikasi efektif merujuk pada seorang guru yang harus mampu berkomunikasi dengan baik, jelas dan tegas sesuai dengan suasana kelas maupun sifat siswa itu sendiri. <\/p>\n<p>Sebab rata-rata dari mereka masih anak-anak yang baru lulus dari bangku sekolah dasar (SD) yang kemudian beranjak melanjutkan ke bangku SMP yang dimana peraturan, tanggung jawab dan lingkungan pasti sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Maka dari itu perlu adanya keterbukaan (Openness) untuk menciptakan suasana yang nyaman untuk siswa mampu memberikan feedback yang konstruktif dan dapat mendisiplinkan siswa. Hal ini dapat menunjukkan empati terhadap kebutuhan dan perasaan siswa dalam membangun ikatan emosioanl dan rasa saling hormat kepada guru sebagai orang yang lebih tua dari mereka, sehingga mereka akan cenderung sopan dan lebih menghormati kepada guru di kelas.<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Pada kesempatan kali ini, saya Mochamad Eka Pujianto mahasiswa semester 6 yang aktif berkuliah pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan program MBKM Kampus Mengajar di salah satu SMP yang berada di Surabaya Utara, yaitu SMP Negeri 41 Surabaya, dan membagikan pengalaman serta experience selama 4 bulan berada di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-14986","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14986\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}