{"id":14866,"date":"2024-06-10T17:21:29","date_gmt":"2024-06-10T09:21:29","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=14866"},"modified":"2024-06-10T17:21:29","modified_gmt":"2024-06-10T09:21:29","slug":"peran-pekerja-sosial-dalam-mendukung-proses-pemulihan-di-panti-rehabilitasi-napza-medan-plus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/peran-pekerja-sosial-dalam-mendukung-proses-pemulihan-di-panti-rehabilitasi-napza-medan-plus\/14866\/","title":{"rendered":"Peran Pekerja Sosial dalam Mendukung Proses Pemulihan di Panti Rehabilitasi NAPZA Medan Plus"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_14867\" aria-describedby=\"caption-attachment-14867\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1200\" class=\"size-full wp-image-14867\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287.jpeg 1600w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-300x225.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-768x576.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-150x113.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-696x522.jpeg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9287-1068x801.jpeg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14867\" class=\"wp-caption-text\">Praktik kerja lapangan di Rehabilitasi NAPZA Medan Plus oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU, Brian Firman Norman Juan Hulu<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh: <strong>Brian Firman Norman Juan Hulu<\/strong> )*<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multifaset yang mempengaruhi individu, keluarga, dan komunitas secara luas. Di Indonesia, prevalensi penggunaan NAPZA terus meningkat, menyebabkan berbagai dampak negatif termasuk gangguan kesehatan fisik dan mental, disintegrasi keluarga, serta masalah sosial dan ekonomi yang signifikan (Badan Narkotika Nasional, 2021). Dalam konteks ini, pusat rehabilitasi NAPZA memainkan peran penting dalam membantu individu pulih dari kecanduan dan kembali ke masyarakat sebagai anggota yang produktif.<\/p>\n<p>Panti Rehabilitasi NAPZA Medan Plus adalah salah satu institusi yang berdedikasi untuk menyediakan layanan rehabilitasi bagi individu yang berjuang dengan kecanduan NAPZA. Proses rehabilitasi di panti ini melibatkan pendekatan holistik yang mencakup aspek medis, psikologis, dan sosial. Di antara berbagai profesi yang terlibat, pekerja sosial memiliki peran krusial dalam mendukung pemulihan klien. Pekerja sosial tidak hanya berperan dalam memberikan konseling dan dukungan emosional, tetapi juga dalam merancang dan mengimplementasikan program intervensi yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap klien.<\/p>\n<p>Peran pekerja sosial dalam rehabilitasi NAPZA meliputi beberapa fungsi utama, termasuk asesmen awal untuk memahami kondisi dan kebutuhan klien, perencanaan intervensi yang disesuaikan, serta pendampingan selama proses rehabilitasi. Pekerja sosial juga berfungsi sebagai penghubung antara klien dan berbagai sumber daya di komunitas, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja. Selain itu, mereka berperan dalam membangun jaringan dukungan sosial dengan keluarga dan komunitas, yang esensial untuk keberhasilan jangka panjang dari pemulihan klien.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nSaya Brian Firman Norman Juan Hulu (210902037) Mahasiswa Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melakukan Praktik Kerja Lapangan di Rehabilitasi NAPZA Medan Plus yang terletak di Jl. Desa Salam Tani, Kampoeng Stakoetoe kecamatan Pancur Batu Dengan tujuan Memahami dan mempelajari Bagaimana proses pemulihan pecandu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPraktik Kerja Lapangan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu, Malida Putri, S.Sos.,M.Kessos. Dosen Pengampu Mata Kuliah yaitu, Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14868\" aria-describedby=\"caption-attachment-14868\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1027\" class=\"size-full wp-image-14868\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288.jpeg 1600w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-300x193.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-1024x657.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-768x493.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-1536x986.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-150x96.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-696x447.jpeg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG_9288-1068x686.jpeg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14868\" class=\"wp-caption-text\">Seminar Edukasi di Rehabilitasi NAPZA Medan Plus oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU, Brian Firman Norman Juan Hulu<\/figcaption><\/figure>\n<p>Saya berusaha menyelesaikan permasalahan yang dimiliki Klien tersebut dengan metode Grupwork yang terdiri dari tahapan:<\/p>\n<p>1. <strong>Tahap Persiapan<\/strong><br \/>\nPada tahap persiapan, pekerja sosial mengidentifikasi kebutuhan dan masalah klien serta merencanakan intervensi yang tepat. Hasil yang diperoleh pada tahap ini meliputi:Pengumpulan Data Awal dimana Informasi dasar tentang latar belakang klien, riwayat penggunaan NAPZA, dan status kesehatan mental dan fisik. Kemudian Pembentukan Kelompok yang Tepat, Pembentukan kelompok dengan anggota yang memiliki kebutuhan dan tujuan serupa untuk memastikan dinamika kelompok yang efektif, serta Peningkatan KesiapanKlien menunjukkan peningkatan kesiapan untuk berpartisipasi dalam intervensi groupwork dan memahami tujuan serta manfaat dari proses ini.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n2. <strong>Assessment<\/strong><br \/>\nPada tahap ini, pekerja sosial melakukan penilaian mendalam terhadap kondisi dan kebutuhan klien. Hasil yang diperoleh mencakup: Identifikasi Masalah Utama: Masalah utama yang dihadapi klien diidentifikasi, seperti pemicu kecanduan, masalah keluarga, dan isu kesehatan mental.Identifikasi serta kekuatan individu dan sumber daya yang dapat mendukung proses pemulihan, seperti dukungan keluarga dan komunitas. Pengembangan profil klien lengkap yang mencakup kondisi psikologis, sosial, dan fisik, juga yang menjadi dasar perencanaan intervensi.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n3. <strong>Perencanaan Alternatif Program<\/strong><br \/>\nPada tahap ini, pekerja sosial merancang beberapa alternatif program yang sesuai dengan kebutuhan klien. Hasil yang diperoleh mencakup: Pengembangan Rencana Intervensi,rencana intervensi yang mencakup tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta metode yang akan digunakan. Partisipasi Klien dalam Perencanaan, klien terlibat aktif dalam proses perencanaan, yang meningkatkan rasa memiliki dan komitmen terhadap program. Penyusunan jadwal kegiatan kelompok yang terstruktur dan fleksibel, menyesuaikan dengan dinamika kelompok dan kebutuhan individu.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n4. <strong>Pemformulasian Rencana Aksi<\/strong><br \/>\nPada tahap ini, rencana aksi yang lebih rinci dan spesifik diformulasikan tentang kegiatan komunitas, metode yang digunakan, dan tujuan setiap sesi, serta memastikan setiap anggota memiliki kontribusi yang berarti.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n5. <strong>Pelaksanaan Program<\/strong><br \/>\nTahap ini melibatkan implementasi rencana aksi yang telah disusun. Hasil yang diperoleh mencakup: Peningkatan Keterampilan Sosial, Klien menunjukkan peningkatan dalam keterampilan sosial, seperti komunikasi efektif, kerja sama, dan pengelolaan emosi. Pembentukan ikatan sosial yang kuat di antara anggota kelompok, yang memberikan dukungan emosional dan motivasi, sehingga klien mulai menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti pengurangan penggunaan NAPZA dan peningkatan kepatuhan terhadap rencana pemulihan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n6. <strong>Evaluasi dan Hasil Perubahan<\/strong><br \/>\nPada tahap ini, pekerja sosial mengevaluasi kemajuan dan hasil dari intervensi groupwork. Hasil yang diperoleh mencakup:Penilaian Kemajuan Evaluasi terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, baik secara individu maupun kelompok. Klien memberikan umpan balik tentang pengalaman mereka dalam kelompok dan efektivitas program, dengan Klien menunjukkanpeningkatan dalam aspek psikologis, sosial, dan fisik, seperti peningkatan kesehatan mental, hubungan keluarga yang lebih baik, dan kemampuan coping yang lebih efektif.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n7. <strong>Terminasi<\/strong><br \/>\nTahap terminasi menandai akhir dari intervensi groupwork dan transisi klien ke fase selanjutnya dalam pemulihan. Hasil yang diperoleh mencakup: Pencapaian individu dan kelompok, yang meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi klien.Pengembangan rencana lanjutan untuk memastikan klien tetap pada jalur pemulihan, termasuk dukungan aftercare dan follow-up. Pada tahap akhir ini juga mengadakan Refleksi bersama tentang perjalanan Komunitas dan penutupan yang memberikan kesempatan bagi klien untuk mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang positif.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPekerja sosial memiliki peran vital dalam mendukung proses pemulihan di Panti Rehabilitasi NAPZA Medan Plus melalui berbagai pendekatan dan metode yang dirancang untuk memfasilitasi pemulihan holistik bagi para residen.<br \/>\nSalah satu metode utama yang digunakan adalah Therapeutic Community (TC), yang melibatkan para residen dalam aktivitas kelompok untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku positif. Dalam metode ini, para residen belajar untuk menghadapi masalah mereka, memahami dan menerapkan nilai-nilai positif, serta menjalankan peran dan fungsi tertentu di panti. Aktivitas sehari-hari dirancang dengan jadwal yang terstruktur, mulai dari bangun pagi, ibadah, sesi konseling, seminar, hingga kegiatan olahraga dan kebersihan .<\/p>\n<p>Pekerja sosial di Medan Plus terlibat dalam berbagai tahap intervensi yang meliputi kontak awal dan kontrak, asesmen, penyusunan program kerja, intervensi langsung, pendampingan, dan evaluasi. Durasi perawatan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan masalah penyalahgunaan zat, dengan program intensif yang bisa berlangsung hingga lebih dari enam bulan untuk kasus-kasus yang berat.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n*) <strong>Brian Firman Norman Juan Hulu \u00a0(210902037) MahasiswaKesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara<\/strong><br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Brian Firman Norman Juan Hulu )* JurnalPost.com &#8211; Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multifaset yang mempengaruhi individu, keluarga, dan komunitas secara luas. Di Indonesia, prevalensi penggunaan NAPZA terus meningkat, menyebabkan berbagai dampak negatif termasuk gangguan kesehatan fisik dan mental, disintegrasi keluarga, serta masalah sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-14866","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14866\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}