{"id":14094,"date":"2024-05-08T12:05:22","date_gmt":"2024-05-08T04:05:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=14094"},"modified":"2024-05-08T12:05:22","modified_gmt":"2024-05-08T04:05:22","slug":"tarif-tol-serpong-cinere-naik-perekonomian-indonesia-terguncang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tarif-tol-serpong-cinere-naik-perekonomian-indonesia-terguncang\/14094\/","title":{"rendered":"Tarif Tol Serpong-Cinere Naik, Perekonomian Indonesia Terguncang?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Serpong-Cinere.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" class=\"aligncenter size-full wp-image-14095\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Serpong-Cinere.webp 700w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Serpong-Cinere-300x225.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Serpong-Cinere-150x113.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Serpong-Cinere-696x522.webp 696w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Jelang bulan Ramadhan, sejumlah jalan tol yang terbangun di era Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan tarif, termasuk jalan Tol Serpong Cinere. Kenaikan tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR, Nomor: 254\/KPTS\/M\/2024 pada tanggal 02 Februari 2024 Tentang Penyesuaian Tarif Tol Jalan Tol Serpong-Cinere. Penyesuaian tarif tersebut telah berlaku sejak Rabu (21\/2\/2024) pukul 00.00 WIB. Kenaikan tarif terjauh yang semula (Gol I) Rp 17.500 menjadi Rp 18.500 hingga yang termahal (Gol V) menjadi Rp 37.000 per 21 Maret 2024. Pemberlakuan tarif ini berlaku bagi setiap golongan kendaraan dan ruas tol yang dilaluinya. Sebagai tambahan informasi, sistem transaksi yang digunakan adalah sistem transaksi tertutup, yaitu tarif yang dikenakan akan proporsional berdasarkan jarak yang di tempuh, sesuai dengan keputusan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.<\/p>\n<p>Jalan Tol sepanjang 10,14 KM ini melewati wilayah Kota Tangerang Selatan yang mana merupakan wilayah yang didominasi oleh sektor jasa, industri, dan tempat tinggal, sehingga dengan adanya Jalan Tol Serpong-Cinere menjadi salah satu alternatif pilihan untuk angkutan industri. Selain itu manfaat bagi pengguna jalan yang menuju Bandara Soekarno-Hatta diberikan kepastian waktu karena melalui jalan tol Serpong-Cinere jarak yang ditempuh menjadi lebih singkat dan lebih menghemat biaya operasional kendaraan.<\/p>\n<p>Akan tetapi dengan adanya kabar terkait kenaikan tarif tol ini, tentu akan menciptakan banyak pemikiran tentang dampak yang akan terjadi terhadap perekonomian Indonesia dan secara langsung juga berdampak bagi pengguna jalan tol tersebut. Walaupun jika dilihat kenaikan tarif ini bersifat proporsional, namun beban biaya tambahan akan di rasakan bagi pengguna jalan tol tersebut, sehingga lebih memperhitungkan kenaikan tarif tol dalam anggaran perjalanannya. Terutama hal itu nanti akan dirasakan bagi pengguna jalan yang lebih sering menggunakan jalur jalan tol ini, misalnya untuk kendaraan golongan IV dan V.<\/p>\n<p>Dari masa di resmikannya penyesuaian tarif tol hingga saat ini memiliki dampak khususnya pada sektor perekonomian, baik secara lokal maupun nasional. Secara lokal sendiri akan berpengaruh pada pengguna jalan tol tersebut terutama pada mobilisasi penduduk di wilayah sekitar yang semula lebih memilih alternatif lain maupun transportasi lain yang lebih murah. Hal ini dapat memperburuk kondisi kepadatan lalu lintas dan waktu tempuh menjadi lebih lama dari yang semestinya. Dikarenakan mudahnya konektivitas tol Serpong-Cinere yang menghubungkan dibeberapa daerah kawasan JABODETABEK, dapat membantu mengatasi kepadatan lalu lintas, maka dengan adanya pemberlakuan kenaikan tarif tol ini kedepannya berkemungkinan kecil akan menghambat kemajuan tol Serpong-Cinere. Sebab masyarakat akan cenderung memilih mengeluarkan biaya untuk mengakses jalan tol ini daripada harus tertunda pekerjaannya akibat kepadatan lalu lintas. Sehingga kendala perekonomian dari sektor industri maupun bisnis tidak akan terkendala lalu lintas lagi. Sedangkan jika dilihat secara nasional adanya tarif tol akan memberikan dampak pada angka daya beli masyarakat yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi negara jika daya beli masyarakat semakin meningkat. Dengan begitu, penyesuaian tarif tol ini tentu akan menambah jumlah pendapatan nasional, sehingga harapan masyarakat pada pemerintah serta pengelola jalan tol ini untuk dapat memperhatikan kebijakan penyesuaian tarif tol, dalam meningkatkan kualitas pengembangan infrastruktur jalan tol agar mobilitas masyarakat dan kenyamanannya dapat terjangkau dengan mudah serta mendapatkan tarif yang seimbang.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, kenaikan tarif tol Serpong-Cinere juga memiliki dampak serius terhadap mobilitas masyarakat dan ketersediaan insfrastruktur.  Penurunan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, disebabkan karena masyarakat enggan menggunakan jalan tol sebagai sarana transportasi. Akibatnya, aksesibilitas ke tempat-tempat penting seperti pusat bisnis dan pusat perbelanjaan menjadi terbatas. Selain itu bagi pengguna jalan tol yang tidak dapat membayar tarif yang lebih tinggi mungkin juga akan mengurangi penggunaan jalan tol atau menggantinya dengan jalan arteri atau jalan bebas hambatan. Dengan masyarakat yang beralih ke jalur alternatif untuk menghindari tarif tol yang mahal, dapat menyebabkan kemacetan yang lebih parah karena  kondisi lalu lintas yang semakin padat. Hal ini sangat mengganggu produktivitas masyarakat karena waktu yang terbuang lebih banyak dalam perjalanan dan mobilitas sehari-hari masyarakat pun menjadi terhambat. Kenaikan tarif tol Serpong-Cinere juga berdampak pada ketersediaan infrastruktur yang ada di sekitar jalan tol tersebut. Dampak yang mungkin terjadi adalah sebab peningkatan permintaan penggunaan jalan alternatif yang dapat mengakibatkan kemacetan dan penurunan kualitas jalan. Selain itu, kenaikan tarif tol juga dapat mempengaruhi penggunaan angkutan umum dan sepeda sebagai alternatif modal transportasi. Kemudian infrastruktur lain seperti fasilitas parkir dan terminal juga dapat terkena imbas dengan meningkatnya jumlah pengguna tol.<\/p>\n<p>Dengan peningkatan tarif tol Serpong-Cinere, perhatian akan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia semakin meningkat. Mobilitas masyarakat dan distribusi barang merupakan dua aspek penting yang kemungkinan akan terpengaruh. Sehingga perlu adanya evaluasi mendalam tentang bagaimana kebijakan ini memengaruhi dua aspek tersebut. Diharapkan kepada pihak terkait untuk dapat mempertimbangkan solusi tepat yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kesimpulannya, peningkatan tarif tol ini memang menjadi perhatian serius yang membutuhkan perencanaan dan implementasi kebijakan yang bijaksana demi kepentingan bersama. <\/p>\n<p>Penulis: <strong>Ulia Indriyani, Niken Diyah Ayu Febriyanti, Nimas Hasnatu Pramesti, Grace Natalia Marpaung<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Jelang bulan Ramadhan, sejumlah jalan tol yang terbangun di era Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan tarif, termasuk jalan Tol Serpong Cinere. Kenaikan tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR, Nomor: 254\/KPTS\/M\/2024 pada tanggal 02 Februari 2024 Tentang Penyesuaian Tarif Tol Jalan Tol Serpong-Cinere. Penyesuaian tarif tersebut telah berlaku sejak Rabu (21\/2\/2024) pukul 00.00 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-14094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14094"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14094\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}