{"id":14075,"date":"2024-05-08T09:01:09","date_gmt":"2024-05-08T01:01:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=14075"},"modified":"2024-05-08T09:05:39","modified_gmt":"2024-05-08T01:05:39","slug":"big-data-untuk-peningkatan-efisiensi-dan-kinerja-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/big-data-untuk-peningkatan-efisiensi-dan-kinerja-bisnis\/14075\/","title":{"rendered":"Big Data untuk Peningkatan Efisiensi dan Kinerja Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Capture-3.jpg\" alt=\"\" width=\"631\" height=\"390\" class=\"aligncenter size-full wp-image-14076\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Capture-3.jpg 631w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Capture-3-300x185.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Capture-3-150x93.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 631px) 100vw, 631px\" \/><\/p>\n<p>Oleh  : <strong>Mentari Faiza Kantikinasih<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Latar belakang masyarakat mengikuti arus teknologi digital salah satunya adalah efisiensi bisnis. Hal itu membawa kita dalam transformasi besar untuk terus berinovasi dan berefisiensi. Dalam mencapai peningkatan efisiensi bisnis dibutuhkan kemampuan dalam menganalisis. Analisis data sendiri merupakan proses pengolahan data untuk memecahkan suatu masalah dan menemukan informasi dengan mengelompokkan data berdasarkan karakteristik, pembersihan data, transformasi data, hingga pembuatan model data itu sendiri. Perkembangan dunia bisnis yang semakin digital, kemampuan dalam pengambilan keputusan yang menjadi faktor penting dalam analisis data. Teknik dalam analisis data juga dibagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data seperti data pelanggan, data operasional, data pasar, dan data lain yang menuntut analisis berpengaruh pada intuisi data kita. Dalam menganalisis data, seorang pebisnis dapat mengetahui pola data penjualannya dengan nyata dan terstruktur, serta menghindari kerugian.<\/p>\n<p>Dalam meningkatkan efisiensi bisnis, kita bisa menerapkan big data, dalam beberapa contohnya digunakan untuk menganalisis pelanggan seperti pengumpulan data. Tentu saja yang komprehensif agar dapat mengetahui preferensi pelanggan dan menyesuaikan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dalam pemasaran tertarget dapat mengumpulkan data dari media sosial, iklan, atau website nanti hasilnya meningkatkan  efektivitas pemasaran yang dilakukan. Dalam optimisasi produksi big data dapat mengetahui kelemahan proses produksi, mengidentifikasi kerusakan dalam alat yang digunakan serta memberikan jadwal produksi. Dalam prediksi penjualan data dikumpulkan berdasarkan harga, promosi, kemudian pada saat pengiriman barang juga di cek kondisi cuaca. Saat analisis resiko, big data dapat mengetahui risiko yang mungkin terjadi dan mengukur seberapa  bahayanya terhadap bisnis agar cepat mencegah. Menurut saya sendiri, bisnis memang sangat berkaitan erat dengan data, dimana perkembangan era industry 4.0 sangat menunjang berjalannya suatu bisnis. Bayangkan, suatu bisnis berjalan hanya dengan mengandalkan perasaan. Contohnya  saat menganalisis pelanggan, kita hanya bisa mengira-ngira kebutuhan atau peminatan pelanggan. Kita tidak memiliki data yang terstruktur dan nyata untuk bisa menganalisa kapan barang-barang tersebut di perlukan pelanggan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Mentari Faiza Kantikinasih JurnalPost.com &#8211; Latar belakang masyarakat mengikuti arus teknologi digital salah satunya adalah efisiensi bisnis. Hal itu membawa kita dalam transformasi besar untuk terus berinovasi dan berefisiensi. Dalam mencapai peningkatan efisiensi bisnis dibutuhkan kemampuan dalam menganalisis. Analisis data sendiri merupakan proses pengolahan data untuk memecahkan suatu masalah dan menemukan informasi dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-14075","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14075"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14075\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}