{"id":14003,"date":"2024-05-07T05:58:41","date_gmt":"2024-05-06T21:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=14003"},"modified":"2024-05-07T05:58:41","modified_gmt":"2024-05-06T21:58:41","slug":"vendor-managed-inventory-vmi-sebagai-penerapan-sistem-manajemen-rantai-pasok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/vendor-managed-inventory-vmi-sebagai-penerapan-sistem-manajemen-rantai-pasok\/14003\/","title":{"rendered":"Vendor-Managed Inventory (VMI) sebagai Penerapan Sistem Manajemen Rantai Pasok"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_14004\" aria-describedby=\"caption-attachment-14004\" style=\"width: 581px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-6.png\" alt=\"\" width=\"581\" height=\"387\" class=\"size-full wp-image-14004\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-6.png 581w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-6-300x200.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-6-150x100.png 150w\" sizes=\"(max-width: 581px) 100vw, 581px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14004\" class=\"wp-caption-text\">Supply Chain Management (Sumber : whyframestudio Istock)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>\nSupply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok merupakan upaya pemasok untuk mengembangkan dan menerapkan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin (Bangun et al., 2023). SCM  mencakup berbagai jenis elemen seperti pemasok, produsen, distributor, pedagang, dan konsumen, yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan, mengolah, mengemas, mendistribusikan, dan akhirnya mengkonsumsi produk atau layanan (Adi Djoko Guritno &#038; Harsasi., 2019). Kesimpulannya, manajemen rantai pasok meliputi berbagai tahap, dan proses yang saling terkait dalam mengantarkan produk atau layanan dari produsen hingga konsumen akhir. Setiap proses dan tahapan yang dilalui tentunya harus memiliki strategi yang baik, salah satunya dalam hal pemasok (supplier). Seorang pemasok harus memiliki strategi agar barang yang diproduksinya dapat terdistribusi dan tidak adanya lonjakan permintaan akibat kurangnya penawaran. Salah satu strategi yang digunakan pemasok ialah vendor-managed inventory (VMI). VMI merupakan strategi manajemen persediaan dimana pemasok mengambil tanggung jawab penuh untuk memantau dan mengelola tingkat persediaan pelanggan (Owusu Kwateng et al., 2022), yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya persediaan, dan memastikan ketersediaan produk yang tepat waktu<br \/>\nPeran VMI dalam Manajemen Rantai Pasok<\/p>\n<p>Jumlah permintaan (demand) yang tidak menentu dalam suatu pasar, membuat pemasok (supplier) sulit dalam menentukan jumlah produksi. Vendor-managed inventory hadir sebagai solusi untuk sebuah masalah tersebut. Berbeda dengan model bisnis biasa, dimana pembeli\/ pelanggan bertanggung jawab untuk menentukan volume persediaan dan melakukan pemesanan kapanpun diperlukan. Namun, dalam sistem yang dikelola VMI ini, tanggung jawab itu dialihkan dari pembeli\/pelanggan ke pemasok, dimana pemasok juga diberikan dalam akses untuk melihat data jumlah persediaan barang pelanggan, dimana prinsip ini  memungkinkan pemasok untuk mengelola persediaan secara lebih efisien. VMI memiliki peranan penting dalam keberlangsungan jumlah produksi yang stabil dan dapat membantu mengurangi ketidaksesuaian antara permintaan pelanggan dan jumlah produksi.<\/p>\n<p><strong>Tahapan Proses VMI<\/strong><br \/>\nA. Vendor akan mengirimkan kontrak perjanjian yang memuat keputusan mengenai kepemilikan, jadwal\/waktu barang akan dikirim, persyaratan kredit, tanggung jawab pemesanan dan ukuran performansi seperti tingkat layanan atau persediaan, apabila diperlukan nantinya, dan ditandatangani oleh kedua pihak yaitu pembeli dan supplier (Sitompul et al., 2015).<\/p>\n<p>B. Pembeli harus transparan dalam jumlah ketersediaan barang yang dimilikinya dengan memberikan akses kepada vendor dalam melihat jumlah ketersediaan barang\/produk yang dimiliki.<\/p>\n<p>C. Selanjutnya, vendor akan mengawasi jumlah ketersediaan barang mereka, dan tren penjualan di tempat pembeli dan melakukan perhitungan kapan barang\/produk akan dilakukan pengisiian ulang berdasarkan permintaan dan waktu pemesanan<\/p>\n<p>D. Vendor akan melakukan pemeriksaan ulang dan melaksanakan pengisiian ulang produk.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan Sistem VMI<\/strong><br \/>\nVendor-managed inventors memiliki beberapa keuntungan, baik bagi pemasok maupun pembeli, yaitu:<\/p>\n<p>a. Bagi Pemasok (supplier)<\/p>\n<p>1. Pengurangan Biaya Penyimpanan<br \/>\nDengan adanya sistem VMI, vendor tidak perlu memikirkan biaya tambahan dalam penyimpanan, sehingga dapat melakukan penghematan biaya.<\/p>\n<p>2. Peningkatan Frekuensi Penjualan<br \/>\nDengan VMI, peningkatan frekuensi penjualan pasti akan terjadi, mengingat para vendor sudah menguasai pasar dan mengetahui jumlah permintaan dengan baik. <\/p>\n<p>3. Meningkatnya jumlah koneksi<br \/>\nDengan adanya hubungan timbal balik antara vendor dan pembeli, memungkinkan vendor memiliki koneksi yang lebih besar lagi dengan pembeli lainnya, sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi.<\/p>\n<p>b. Bagi Pembeli <\/p>\n<p>1. Pengurangan Biaya Pembelian<br \/>\nDengan adanya kerjasama dengan vendor, pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar, dan dapat menghemat biaya.<\/p>\n<p>2. Tingkat Ketersediaan Barang yang rendah<br \/>\nDengan vendor yang selalu mengirimkan barang sesuai jumlah ketersediaan barang, meminimalisir barang tersebut kadaluarsa.<\/p>\n<p>3. Tidak Perlu Safety Stock<br \/>\nPembeli tidak perlu khawatir akan kekurangan jumlah ketersediaan barang yang dimiliki, dan tidak perlu melakukan penyetokan barang, karena telah memiliki vendor yang selalu mengirimkan barang.\u2003<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\n<em>Adi Djoko Guritno, I., &#038; Harsasi, M. (2019). Pengantar Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management).<br \/>\nBangun, R., Ahrisa Putri, D., Abidin, Z., Dara Lufika, R., Sekarningtyas, H., Purwanda, E., Sofyan, H., Nurmala Sari, P., Arfawi Kurdhi, N., Faza, I., Djati Satmoko, N., Ganda Sukmaya, S., Agung Dermawan, A., &#038; Akmarul Putera, D. (2023). MANAJEMEN RANTAI PASOK. www.freepik.com<br \/>\nOwusu Kwateng, K., Fokuoh, B., &#038; Tetteh, F. K. (2022). The relationship between vendor managed inventory and operational performance. Modern Supply Chain Research and Applications, 4(3), 202\u2013222. https:\/\/doi.org\/10.1108\/mscra-03-2022-0009<br \/>\nSaputra, D. (2021). Vendor Managed Inventory (VMI): Definisi, Cara, Keuntungan, dan Risiko &#8211; SCM Guide. [online] scmguide.com. Available at: https:\/\/scmguide.com\/id\/apa-itu-vendor-managed-inventory-dan-manfaat-untuk-anda\/.<br \/>\nSitompul, C., Teknologi Industri, F., &#038; Teknik Industri, J. (2015). Perancangan Model VMI (Vendor Managed Inventory) dengan Satu Pemasok dan Banyak Retailer yang Meminimasi Ongkos Total Rantai Pasok.<\/em><\/p>\n<p>Penulis: <strong>Ben Yamin Deaz Parhusip (Teknik Industri, FTMM, Universitas Airlangga)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok merupakan upaya pemasok untuk mengembangkan dan menerapkan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin (Bangun et al., 2023). SCM mencakup berbagai jenis elemen seperti pemasok, produsen, distributor, pedagang, dan konsumen, yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan, mengolah, mengemas, mendistribusikan, dan akhirnya mengkonsumsi produk atau layanan (Adi Djoko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-14003","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14003\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}