{"id":13994,"date":"2024-05-06T14:42:54","date_gmt":"2024-05-06T06:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13994"},"modified":"2024-05-06T14:42:54","modified_gmt":"2024-05-06T06:42:54","slug":"penerapan-industri-4-0-pada-industri-makanan-sebagai-upaya-meningkatkan-daya-saing-produk-di-pasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penerapan-industri-4-0-pada-industri-makanan-sebagai-upaya-meningkatkan-daya-saing-produk-di-pasaran\/13994\/","title":{"rendered":"Penerapan industri 4.0 pada industri makanan sebagai upaya meningkatkan daya saing produk di pasaran"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Saat ini, banyak produk makanan dalam berbagai kategori tersedia di pasaran. Konsumen merasakan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Produsen menyediakan berbagai produk makanan. Produk tersebut tersedia dalam berbagai kemasan yang dirancang sesuai kebutuhan konsumen agar nilai produk bertambah, dapat bersaing di pasar, dan menarik konsumen. <\/p>\n<p>Produsen harus menjamin kelangsungan bisnis perusahaan dan mengoptimalkan keuntungan. Daya saing produk di pasaran merupakan hal mutlak yang harus diberikan oleh produsen ke produk yang mereka jual. Kemampuan bersaing ini bukan hanya produk dalam negeri melainkan juga produk luar negeri yang diimpor ke Indonesia.<br \/>\nDaya saing produk merupakan tantangan dalam menyikapi perubahan-perubahan pada faktor internal dan eksternal. Kemampuan beradaptasi ini merupakan hal terpenting dalam menjaga konsistensi biaya produksi dan mutu produk. Data dan informasi harus akurat, dapat dipercaya, dan tepat waktu agar dampak perubahan tersebut tidak memberikan dampak buruk bagi perusahaan.<\/p>\n<p>Keunggulan dalam menyediakan dan menganalisis data informasi merupakan hal yang penting di era digitalisasi, termasuk keterhubungan data informasi dari berbagai bagian suatu organisasi perusahaan. Perusahaan harus bertransformasi agar bisa memiliki daya saing yang tinggi.<\/p>\n<p><strong>Definisi Industri 4.0 <\/strong><br \/>\nWang dkk (2016)<\/p>\n<p>\u201cIndustri 4.0 memanfaatkan sepenuhnya \u201cemerging technologies\u201d dan pengembangan mesin\/peralatan yang mempunyai respon cepat untuk mengatasi tantangan global dalam rangka meningkatkan daya saing industri. Konsep utama industri 4.0 adalah memanfaatkan teknologi informasi canggih dan menggunakan layanan IOT. Produksi dapat berjalan lebih cepat dan lancar serta downtime minimal melalui integrasi teknik pengetahuan. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang lebih baik, sistem produksi lebih efisien, lebih mudah untuk mempertahankan dan mencapai penghematan biaya\u201d<\/p>\n<p>Industri 4.0 merupakan transformasi era industri sebelumnya: industri 1.0, industri 2.0, dan industri 3.0. Secara umum, industri 4.0 melibatkan integrasi teknologi, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan otomatisasi proses untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Elemen-elemen kunci tersebut memungkinkan perubahan fundamental dalam menjalankan bisnis perusahaan. <\/p>\n<p>Bisnis perusahaan yang dimaksud adalah bisnis berkelanjutan yang mendapatkan beberapa keuntungan dari penerapan industri 4.0, seperti meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, meningkatkan akurasi, meningkatkan pemberdayaan karyawan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Melihat keuntungan-keuntungan tersebut, pemerintah Republik Indonesia meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0 pada tanggal 4 April 2018 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.<br \/>\nPenerapan industri 4.0 di suatu perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor penggerak, seperti:<\/p>\n<p>1.   Manajemen dan Organisasi<br \/>\n2.   Orang dan Budaya<br \/>\n3. Produk dan layanan<br \/>\n4.   Teknologi<br \/>\n5.   Operasi pabrik<\/p>\n<p>Dengan dukungan kelima faktor, suatu perusahaan dapat mengimplementasikan Industri 4.0 dengan membuat roadmap. Hal ini dibutuhkan karena industri 4.0 di suatu perusahaan tidak bisa mempertimbangkan biaya dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam satu waktu. Roadmap ditetapkan dengan tahap, sebagai berikut:<\/p>\n<p>1.   Mengevaluasi kesiapan perusahaan terhadap transformasi industri<br \/>\n2.   Mengidentifikasi kebutuhan teknologi dan SDM dan menentukan urgensi serta dampak terhadap perusahaan<br \/>\n3.  Membuat strategi implementasi yang mencakup rencana tindakan, sumber daya yang dibutuhkan, serta mengidentifikasi potensi hambatan dan solusinya<br \/>\n4. Melakukan pelatihan terhadap SDM, seperti transformasi Industri 4.0, AI, dan pengelolaan big data.<br \/>\n5. Mengimplementasi teknologi dengan memilih penyedia teknologi yang sesuai dan terintegrasi dengan sistem yang ada.<br \/>\n6.   Mengevaluasi dan mengumpulkan masukan dari seluruh organisasi<\/p>\n<p>Implementasi pada Industri Makanan<br \/>\nSecara umum, implementasi Industri 4.0 sama untuk semua jenis industri. Pada industri makanan, terdapat beberapa teknologi yang lazim digunakan oleh Research and Development (RnD), Quality Assurance (QA), dan Operation. Semua teknologi informasi ini terintegrasi dan terhubung satu sama lain sehingga menciptakan keselarasan sistem operasi produksi. Dengan sistem operasi produksi yang produktif dan efisien, perusahaan mampu memproduksi produk yang bernilai tambah tinggi bagi konsumen, berdaya saing tinggi di pasaran dan menjamin keberlangsungan bisnisnya.<\/p>\n<p>Penulis: H<strong>usna Abelita Shafira (Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Universitas Airlangga)<\/strong><\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nImplementing Smart Factory of Industrie 4.0: An Outlook &#8211; Shiyong Wang, Jiafu Wan, Di Li, Chunhua Zhang, 2016 (sagepub.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Saat ini, banyak produk makanan dalam berbagai kategori tersedia di pasaran. Konsumen merasakan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Produsen menyediakan berbagai produk makanan. Produk tersebut tersedia dalam berbagai kemasan yang dirancang sesuai kebutuhan konsumen agar nilai produk bertambah, dapat bersaing di pasar, dan menarik konsumen. Produsen harus menjamin kelangsungan bisnis perusahaan dan mengoptimalkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-13994","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13994\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}