{"id":13970,"date":"2024-05-04T02:29:11","date_gmt":"2024-05-03T18:29:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13970"},"modified":"2024-05-04T02:29:11","modified_gmt":"2024-05-03T18:29:11","slug":"penerapan-ergonomi-untuk-meningkatkan-kesehatan-dan-keselamatan-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penerapan-ergonomi-untuk-meningkatkan-kesehatan-dan-keselamatan-kerja\/13970\/","title":{"rendered":"Penerapan Ergonomi untuk Meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_13971\" aria-describedby=\"caption-attachment-13971\" style=\"width: 843px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5.png\" alt=\"\" width=\"843\" height=\"541\" class=\"size-full wp-image-13971\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5.png 843w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5-300x193.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5-768x493.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5-150x96.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-5-696x447.png 696w\" sizes=\"(max-width: 843px) 100vw, 843px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13971\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi oleh riset guru.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Di era modern, tuntutan pekerjaan yang tinggi dan jam kerja yang panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan pekerja. postur kerja yang buruk dan desain tempat kerja yang tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama untuk gangguan muskuloskeletal (MSD) pada pekerja (Sazonov et al. 2017). Oleh karena itu, penerapan ergonomi di tempat kerja menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif.<\/p>\n<p>Ergonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungannya, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan efektivitas sistem kerja. Penerapan prinsip-prinsip ergonomi dalam desain tempat kerja, peralatan, dan proses kerja dapat membantu mengurangi risiko cedera, meningkatkan kenyamanan pekerja, dan meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p><strong>Dampak Penerapan Ergonomi<\/strong><br \/>\nPenerapan ergonomi di tempat kerja merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan K3. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan hal yang esensial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. K3 didefinisikan sebagai upaya untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja dari bahaya kerja. Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyatakan bahwa setiap pekerja berhak atas tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari bahaya kerja. Pengusaha wajib menyediakan tempat kerja yang memenuhi standar K3 dan melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap pelaksanaan K3 di tempat kerja.<\/p>\n<p>Ergonomi ialah suatu ilmu yang sistematis, yang menggunakan data-data mengenai sifat, keterbatasan dan kemampuan manusia dalam merancang suatu sistem kerja, agar manusia dapat bekerja dalam sistem tersebut secara optimal, dalam arti baik, aman, nyaman, tepat, sederhana dan memberikan kepuasan. Dalam melaksanakan sebuah kegiatan tersebut, tentunya kita ingin agar semuanya dilakukan dengan baik, cepat, aman, sehat, ringan, mudah, hasil yang maksimal dan memberikan kepuasan (Yudianto et al. 2021). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ergonomi erat kaitannya dengan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan dalam bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Sasaran dari Ergonomi<\/strong><br \/>\nErgonomi, ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan elemen-elemen di lingkungannya, khususnya dalam kaitannya dengan pekerjaan, memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang ideal. Penerapan ergonomi secara efektif memiliki beberapa sasaran utama yang berfokus pada peningkatan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas pekerja.<\/p>\n<p>Sasaran utama ergonomi adalah mencegah cedera dan penyakit akibat kerja yang dapat ditimbulkan oleh postur tubuh yang buruk, gerakan berulang, dan beban kerja berlebihan. Hal ini dapat dicapai dengan merancang tempat kerja yang ergonomis, seperti ketinggian kursi yang sesuai, posisi layar komputer yang tepat, dan pencahayaan yang memadai. Ergonomi juga membantu menurunkan tingkat stres dan kelelahan kerja. Dengan menyediakan waktu istirahat yang cukup dan melatih pekerja tentang teknik relaksasi, ergonomi dapat membantu menjaga kesehatan mental pekerja dan meningkatkan motivasi mereka.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Dwinova Rizki Maulana (Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga<\/strong>)<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nRiyan, M., Sukapto, P., &#038; Yogasara, T. (2023). Perbaikan Sistem Kerja untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Produktivitas Melalui Pendekatan Ergonomi Partisipatif (Studi Kasus Di PT. Eka Karya Sinergi Bandung). Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 12(2), 237\u2013250. https:\/\/doi.org\/10.26593\/jrsi.v12i2.6784.237-250<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Di era modern, tuntutan pekerjaan yang tinggi dan jam kerja yang panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan pekerja. postur kerja yang buruk dan desain tempat kerja yang tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama untuk gangguan muskuloskeletal (MSD) pada pekerja (Sazonov et al. 2017). Oleh karena itu, penerapan ergonomi di tempat kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-13970","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13970\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}