{"id":13939,"date":"2024-05-03T14:15:19","date_gmt":"2024-05-03T06:15:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13939"},"modified":"2024-05-03T14:15:19","modified_gmt":"2024-05-03T06:15:19","slug":"maraknya-pergaulan-bebas-yang-terjadi-di-kalangan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/maraknya-pergaulan-bebas-yang-terjadi-di-kalangan-remaja\/13939\/","title":{"rendered":"Maraknya Pergaulan Bebas Yang Terjadi Di Kalangan Remaja"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-1.png\" alt=\"\" width=\"403\" height=\"270\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13940\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-1.png 403w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-1-300x201.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Gambar1-1-150x100.png 150w\" sizes=\"(max-width: 403px) 100vw, 403px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Ayla Nasyta . H<br \/>\nFakultas Ilmu Hukum Universitas Pamulang<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Kalian tau ga sih kalau lingkungan sekitar bisa menjadi faktor utama terjadinya pergaulan bebas? Seperti lingkungan pertemanan (circle), merenggangnya hubungan antar keluarga, kontrol diri yang lemah, krisis identitas, dan banyak remaja saat ini yang mengikuti zaman (fomo).<\/p>\n<p>Biasanya dimasa remaja adalah masa mencari jati diri, masa di mana kita bingung memilih pergaulan, karena di fase ini adalah masa saat proses sifat\/sikap diri kita menuju kedewasaan. Maka dari itu kita harus bisa menentukan mana pergaulan yang positif dan negatif.<\/p>\n<p>Maraknya pergaulan negatif yang terjadi pada remaja zaman sekarang, seperti bullying, mengonsumsi obat-obatan terlarang, apalagi di era sekarang yang sudah tercemar dengan pengaruh westernisasi yang dampaknya menganggap bahwa pergaulan seks bebas, menyukai sesama jenis (LGBT), mengonsumsi minuman beralkohol merupakan hal yang wajar pada kalangan remaja.<\/p>\n<p>Kebiasaan dan pandangan hidup remaja masa kini sangat dipengaruhi oleh budaya barat dan IPTEK yang masing-masing memiliki dampak positif dan negatif. Selain itu, kehidupan remaja masa kini bisa dibilang sangat memprihatinkan karena banyak remaja yang menyalahgunakan hidupnya untuk hal-hal negatif demi mendapatkan sebuah kesenangan dan ingin di cap gaul.<\/p>\n<p>Di sisi lain, sebenarnya budaya barat ini memang tidak sepenuhnya memberikan dampak yang buruk ataupun sepenuhnya baik untuk para penduduk negara Indonesia, mereka datang secara seimbang, hanya saja budaya pendatang baru tersebut mampu mengikis secara perlahan-lahan kebudayaan lokal yang sejak dulu ada di negara ini. <\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita sebagai remaja masa kini harus tetap mempelajari dan melestarikan budaya lokal yang kita punya di tengah perkembangan zaman yang ada. Pemahaman yang baik tentang agama dan dukungan orang tua karena pengawasan orang tua untuk anak usia remaja sangatlah berperan penting.<\/p>\n<p>Kira-kira kita bisa ga sih mencegah diri dari pengaruh pergaulan bebas? Bisa banget, karena pergaulan bebas dapat diatasi dan dicegah dengan solusi-solusi penanganan dan pencegahan pergaulan bebas dengan beberapa cara, yaitu memperbaiki cara pandang, jujur pada diri sendiri, menjaga keseimbangan pola hidup, banyak beraktifitas secara positif dan belajar tentang sosialisasi pergaulan bebas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ayla Nasyta . H Fakultas Ilmu Hukum Universitas Pamulang JurnalPost.com &#8211; Kalian tau ga sih kalau lingkungan sekitar bisa menjadi faktor utama terjadinya pergaulan bebas? Seperti lingkungan pertemanan (circle), merenggangnya hubungan antar keluarga, kontrol diri yang lemah, krisis identitas, dan banyak remaja saat ini yang mengikuti zaman (fomo). Biasanya dimasa remaja adalah masa mencari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-13939","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13939\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}