{"id":13913,"date":"2024-04-30T20:09:08","date_gmt":"2024-04-30T12:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13913"},"modified":"2024-04-30T20:09:08","modified_gmt":"2024-04-30T12:09:08","slug":"memahami-manajemen-penghimpunan-dana-di-bank-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/memahami-manajemen-penghimpunan-dana-di-bank-syariah\/13913\/","title":{"rendered":"Memahami Manajemen Penghimpunan Dana di Bank Syariah"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-40.jpg\" alt=\"\" width=\"254\" height=\"362\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13914\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-40.jpg 254w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-40-210x300.jpg 210w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-40-150x214.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 254px) 100vw, 254px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Manajemen Penghimpunan dana di bank syariah merupakan upaya untuk mengerahkan posisi dana yang berada di bank tersebut, mencapai keuntungan optimum, penyediaan kas yang memadai, sebagai penyimpanan cadangan, dan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat. <\/p>\n<p>Salah satu akad yang terdapat di bank syariah adalah akad wadi\u2019ah yad dhamanah. Akad wadi\u2019ah yad dhamanah mengacu pada tanggung jawab pihak yang dititipkan atas keutuhan harta titipan sehingga pihak tersebut boleh memanfaatkan harta titipan tersebut. Bank syariah harus dapat mengatur pembayaran kembali dana simpanan wadi\u2019ah dengan prinsip wadi\u2019ah yad dhamanah. Pengelolaan dana yang baik akan membantu bank syariah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. <\/p>\n<p>Manajemen dana pada bank syariah juga penting dilakukan agar hubungan baik bank syariah dan nasabah dapat berjalan dengan lancar. Masalah-masalah pokok dalam manajemen dana bank syariah diantaranya adalah berapa besar dana yang diperoleh bank syariah dan dalam bentuk apa, bagaimana dana tersebut dialokasikan sehingga bisa memberikan keuntungan optimal bagi bank syariah, berapa besarnya dividen yang harus dibayarkan, dan berapa laba yang harus ditahan untuk pertumbuhan bank syariah. Penghimpunan dana di bank syariah berbeda dengan yang terdapat di perbankan konvensional. <\/p>\n<p>Jika di perbankan konvensional hanya dikenal tiga jenis yakni Giro, Tabungan, dan Deposito, maka di bank syariah produk perhimpunan dana terbagi menjadi dua yaitu produk simpanan dan produk investasi. Perbedaan keduanya terletak pada motif dasar nasabah. Produk dana simpanan dibuat untuk nasabah dengan motif sebagai simpanan saja, tanpa memiliki niat untuk memperoleh return (hasil investasi) tertentu. Dalam hal tersebut akad yang digunakan adalah akad wadi\u2019ah atau titipan. <\/p>\n<p>Sedangkan produk dana investasi ditujukan bagi nasabah untuk melakukan kegiatan dengan mengharapkan return tertentu. Dalam hal tersebut akad yang digunakan adalah akad mudharabah yang mengacu pada bagi hasil karena nasabah mengharapkan return (hasil investasi)  tertentu.  Dari pemaparan tersebut  apakah netizen ada yang tertarik untuk mencoba menabung dan melakukan investasi di bank syariah ? <\/p>\n<p>Dibuat oleh: <strong>Muhammad Auliya Adli<br \/>\nMahasiswa Institut Agama Islam Tazkia semester enam jurusan Manajemen Bisnis Syariah <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Manajemen Penghimpunan dana di bank syariah merupakan upaya untuk mengerahkan posisi dana yang berada di bank tersebut, mencapai keuntungan optimum, penyediaan kas yang memadai, sebagai penyimpanan cadangan, dan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat. Salah satu akad yang terdapat di bank syariah adalah akad wadi\u2019ah yad dhamanah. Akad wadi\u2019ah yad dhamanah mengacu pada tanggung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-13913","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13913"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13913\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}