{"id":13786,"date":"2024-04-24T17:35:37","date_gmt":"2024-04-24T09:35:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13786"},"modified":"2024-04-24T17:35:37","modified_gmt":"2024-04-24T09:35:37","slug":"pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap-kinerja-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap-kinerja-organisasi\/13786\/","title":{"rendered":"PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13787\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12.png\" alt=\"\" width=\"758\" height=\"1071\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12.png 758w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12-212x300.png 212w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12-725x1024.png 725w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12-150x212.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12-300x424.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-12-696x983.png 696w\" sizes=\"(max-width: 758px) 100vw, 758px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Manusia merupakan makhluk individu dan juga makhluk sosial. Oleh karena itu dalam kehidupannya manusia selalu hidup berkelompok. Kehidupan kelompok inilah yang kemudian manusia memerlukan adanya seorang pemimpin yang dapat mengarahkan, memimpin, menggerakkan agar dapaat mencapai tujuan bersama. Kartono (2010) \u201ckepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah dicanangkan\u201d. Kualitas dari pemimpin dianggap sebagai faktor terpenting dalam keberhasilan atau kegagalan, demikian juga keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi atau instantis biasanya dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin.Pimpinan berkewajiban memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk membina, menggerahkan, menggerakkan semua potensi pegawai dilingkungannya agar terwujud volume dan beban kerja yang terarah pada tujuan.<\/p>\n<p>Kinerja pada umumnya diartikan sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Mangkunegera (2014) mengemukan bahwa: \u201ckinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kualitas yang dicapai oleh seorang Pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tangung jawab yangdiberikan kepadanya\u201d. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya untuk mencapai target kerja. Pegawai dapat bekerja dengan baik bila memiliki kinerja yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kerja yang baik.Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan instansi atau organisasi dalam mencapai tujuannya. Untuk itu kinerja dari pegawai dapat mempengaruhi kinerja instansi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Menurut Suwarno dalam bukunya Memahami Ilmu Sosial (2013:60) menjelaskan bahwa Kepemimpinan sangat berhubungan dengan suatu proses pengaruh sosial secara sengaja dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain untuk mengelola kegiatan atau aktivitas serta hubungan di dalam sebuah organisasi atau kelompok dalam rangka mencapai tujuan orgnisasi. Kepemimpinan adalah sebuah proses memberi pengarahan yang berarti agar inspirasi tergugah dan potensi bawahan dapat tumbuh dan berkembang.<\/p>\n<p>Menurut Sudarwan Danim secara lebih rinci menjelaskan sebagai berikut : Aktivitas kepemimpinan tercermin dari bentuk memberi perintah, membimbing, dan mempengaruhi kelompok kerja atau orang lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.<\/p>\n<p>1. Memimpin adalah mengambil inisiatif dalam rangka situasi sosial untuk membuat prakarsa baru, menentukan prosedur, merancang perbuatan dan segenap kreativitas lain, dan karena iitu pulalah tujuan organisasi akan tercapai.<br \/>\n2. Pimpinan selalu berada pada situasi sosial sebab kepemimpinan pada hakekatnya adalah hubungan antara individu dengan kelompok tertentu.<br \/>\n3. Pimpinnan tidak memisahkan dengan kelompoknya, bekerja untuk kelompoknya bukan untuk kelompok lain (2008: 205).<\/p>\n<p>Setiawan dan Muhith (2013) ada beberapa faktor yang mempunyai relevansi atau pengaruh positif terhadap proses kepemimpinan dalam organisasi, yaitu: (1)<\/p>\n<p>1. Kepribadian (personality)<br \/>\n2. Harapan dan perilaku atasan<br \/>\n3. Karakteristik, harapan, dan perilaku bawahan<br \/>\n4. Kebutuhan tugas<br \/>\n5. Iklim dan kebijakan organisasi. Siagian (2012).<\/p>\n<p>Indikator-indikator kepemimpinan sebagai berikut:<br \/>\n1. Iklim saling mempercayai<br \/>\n2. Penghargaan terhadap ide bawahan<br \/>\n3. Memperhitungkan perasaan para bawahan<br \/>\n4. Perhatian pada kenyamanan kerja bagi para bawahan<br \/>\n5. Perhatian pada kesejahteraan bawahan<br \/>\n6. Pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan proposional<br \/>\n7. Memperhitungkan faktor kepuasan kerja para bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dipercayakan padanya<\/p>\n<p>Seberapa besar pengaruh karakter dan kepribadian pimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai sangat tergantung pada seberapa besar pula pimpinan bisa bertindak dan berperilaku yang dapat memotivasi pegawai untuk selalu meningkatkan kinerja. Perilaku dan tindakan sosial tersebut adalah , nilai-nilai, norma, etika, kebebasan, pemberian kepercayaan, pengawasan, siap menerima kritik, saran yang bersifat membangun, tegas dan menghormati kreativitas, inovasi dan motivasi. Kepemimpinan yang tidak punya program kerja, kontrol, pengawasan, sangsi, pemberian motivasi , pembagian kerja yang tidak jelas cukup sulit dapt meningkatkan kinerja, sebab hal yang demikian terlalu longgar sehingga pegawai bekerja seenaknya sekedar rutinitas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Manusia merupakan makhluk individu dan juga makhluk sosial. Oleh karena itu dalam kehidupannya manusia selalu hidup berkelompok. Kehidupan kelompok inilah yang kemudian manusia memerlukan adanya seorang pemimpin yang dapat mengarahkan, memimpin, menggerakkan agar dapaat mencapai tujuan bersama. Kartono (2010) \u201ckepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-13786","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13786\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}