{"id":13641,"date":"2024-04-15T20:03:37","date_gmt":"2024-04-15T12:03:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13641"},"modified":"2026-05-18T01:08:37","modified_gmt":"2026-05-17T17:08:37","slug":"penggambaran-iblis-dari-the-lesser-key-of-solomon-dalam-game-rpg-genshin-impact","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penggambaran-iblis-dari-the-lesser-key-of-solomon-dalam-game-rpg-genshin-impact\/13641\/","title":{"rendered":"Penggambaran Iblis dari \u2018The Lesser Key of Solomon\u2019 dalam Game RPG Genshin Impact"},"content":{"rendered":"<p>Nama: <strong>M. Avario Degno Iswandi<\/strong><br \/>\nDepartemen: <strong>Ilmu Komunikasi<\/strong><br \/>\nNIM:<strong> 2310862032<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; \u2018The Lesser Key of Solomon\u2019 atau yang dikenal juga dengan \u2018Lemegeton Clavicula Salomonis\u2019 merupakan sebuah grimoire atau yang dikenal dengan buku sihir yang ditulis secara anonim pada abad ke-17 yang berdasarkan pada mitologi Judaism. Grimoire ini sendiri berisikan sejumlah nama, perintah, larangan, tugas-tugas, segel dan sifat-sifat dari iblis-iblis yang dibawah kendali raja Solomon. The Lesser Key of Solomon sendiri dibagi menjadi lima bagian yakni \u2018Ars Goetia\u2019, \u2018Ars Theurgia\u2019, \u2018Ars Paulina\u2019, \u2018Ars Almadel\u2019, dan \u2018Ars Notoria\u2019.<\/p>\n<p>Dijelaskan bahwa pada saat raja Solomon berdoa kepada Yehuwa meminta kebijaksanaan, Yehuwa tidak hanya memberikan raja Solomon sebuah kebijaksanaan namun ia memberikan kekuatan dan kekuasaan atas makhluk tak kasar mata, dengan kekuatan ini pula raja Solomon menaklukkan bangsa-bangsa. Disebutkan pula bahwa Yehuwa memberikan raja Solomon sebuah cincin yang mengendalikan makhluk fana, makhluk ghaib dan ruh. Dengan cincin ini pula raja Solomon menaklukkan raja-raja iblis sampai ada orang yang cukup bodoh untuk memanggil iblis. Raja Solomon menaklukkan 72 iblis yang nama, tugas segel serta sifatnya diabadikan di dalam Ars Goetia.<\/p>\n<p>Di era modern ini, Ars Goetia sering dijadikan sebagai referensi untuk berabagai macam media popular, salah satunya adalah game RPG Genshin Impact. Di dalam dunia Genshin Impact yakni Teyvat, terdapat 7 dewa yang menguasai sebuah negara yang disebut dengan Archon. Nama dari ketujuh Archon ini diambil dari Ars Goetia, Adapun beberapa nama dewa selain ketujuh Archon ini yang Namanya juga diambil dari Ars Goetia. Namun adakah pencerminan atau representasi dari raja iblis tersebut di dalam nama dewa-dewa di game RPG Genshin Impact? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai topik representasi Ars Goetia dalam game RPG Genshin Impact. Berikut adalah nama-nama iblis yang terdapat di Genshin Impact:<\/p>\n<p>1. <strong>Paimon<\/strong><br \/>\nPaimon adalah tokoh dalam Genshin Impact. Dia adalah NPC (Non Play-able Character) yang menemani pemain sepanjang petualangan mereka di Teyvat sebagai pemandu. Pemain akan bertemu dengan paimon dengen memancingnya keluar dari laut di awal permainan, setelah itu dia mengatakan bahwa dia akan tenggelam jika tidak diselamatkan oleh pemain. Paimon adalah maskot dari Genshin Impact.<\/p>\n<p>Paimon sendiri memiliki tubuh yang mungil yang membuatnya terlihat seperti peri. Paimon berambut putih tebal yang dipotong tepat di atas bahunya, bermata ungu gelap dengan warna kulit yang terang. Dia mengenakan jumper putih lengan panjang dan jubah biru malam yang berhiaskan bintang-bintang, serta stoking putih dengan sepatu bot putih. Bordir dan bentuk-bentuk berwarna emas mawar melekat pada jumper, sepatu bot, dan lengan bajunya. Paimon juga mengenakan jepit rambut berwarna hitam dan sebuah tiara berwarna merah muda yang melayang di atas kepalanya.<\/p>\n<p>Namun, berbeda dengan Paimon yang ada di Genshin Impact. Paimon di dalam Ars Goetia menyandang gelar seorang raja. Dulunya Paimon merupakan salah satu anggota dari tatanan kekuasaan malaikat dan salah satu malaikat yang jatuh bersama Lucifer. Paimon di dalam Ars Goetia digambarkan sebagai seorang pria tampan yang mengenakan mahkota sembari menunggang seekor unta yang selalu diiringi dengan iringan music seperti terompet dan alat musik lainnya. Paimon mengajarkan berbagai jenis ilmu pengetahuan seperti filosofi, ilmu pengetahuan alam, kesenian dan rahasia-rahasia alam lainnya, bahkan urusan-urusan duniawi yang membuatnya sebagai salah satu iblis yang paling cerdas dan berpengetahuan luas.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13642\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5.jpg\" alt=\"\" width=\"843\" height=\"403\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5.jpg 843w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5-300x143.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5-768x367.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5-150x72.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Capture-5-696x333.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 843px) 100vw, 843px\" \/><\/p>\n<p>2. <strong>Barbatos<\/strong><br \/>\nBarbatos di dalam Genshin Impact memiliki nama panggilan Venti. Barbatos atau Venti sendiri merupakan dewa elemen angin\/anemo yang memiliki julukan \u2018God of Freedom\u2019 dan ia menjabat sebagai Archon elemen angin. Ia merupakan ruh elemental angin yang tak berwujud diantara hembusan angin. Barbatos kemudian berteman dengan seorang penyair tak bernama yang memiliki andil besar dalam pemberontakan-pembebasan Mondstadt kuno dari genggaman Decarabian, sang dewa badai. Ketika pemberontakan tersebut berlangsung, sang penyair tak Bernama gugur dalam pemberontakan tersebut. Agar sang penyair tak terlupakan, Barbatos mengambil wujud temannya tersebut dan tertidur selama beberapa milenium. Barbatos akan terbangun Ketika rakyat Mondstadt sedang dalam krisis dan ia dikenal sebagai dewa yang peduli terhadap rakyatnya, riang, tanpa beban dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Barbatos yang menggunakan nama Venti juga dikenal sebagai penyair professional dan juga seorang pemabuk.<\/p>\n<p>Barbatos memiliki rambut hitam yang ujungnya berwarna biru muda dan dikepang, Barbatos juga bermata hijau tosca. Ia mengenakan baju berwarna putih dengan korset berwarna coklat yang dimana tubuhnya juga dibalut dengan jubah hijau tosca. Barbatos juga mengenakan celana pendek berwarna hijau tosca serta stocking berwarna putih yang dikombinasikan dengan Sepatu pantofel berwarna coklat sehingga menghasilkan sebuah karakter yang terkesan periang dan santai.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Barbatos di dalam Genshin Impact, Barbatos di dalam Ars Goetia berpangkat Adipati yang menguasai 30 legiun iblis. Barbatos akan muncul Ketika bulan dalam fase \u2018Sagittarius\u2019 (22 November \u2013 21 Desember). Ia dikatakan dapat memberikan pengetahuan linguistic akan makhluk lain seperti gonggongan anjing, kicauan burung, ringkihan kuda dan lain-lainnya. Ia juga mampu menemukan benda-benda yang disembunyikan dengan sihir. Dahulu, Barbatos merupakan bagian dari tatanan malaikat Kebajikan sebelum akhirnya diusir. Barbatos juga dapat melihat masa lalu dan menerawang masa depan serta memperbaiki hubungan diantara dua orang.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13643\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq.jpg\" alt=\"\" width=\"889\" height=\"407\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq.jpg 889w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq-300x137.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq-768x352.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq-150x69.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/qwqwq-696x319.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 889px) 100vw, 889px\" \/><\/p>\n<p>3. <strong>Decarabian\/Decarabia<\/strong><br \/>\nDecarabian yang memiliki julukunan dewa badai merupakan seorang dewa penguasa Mondstadt kuno yang juga bagian dari \u2018The King of Ice and Frost\u2019 bersama dengan musuhnya, Andrius. Decarabian membangun kota Mondstadt kuno secara sistemik dan sesempurna mungkin untuk menjaga rakyatnya dari dinginnya Andrius, salah satu caranya adalah dengan mengaktifkan sebuah penghalang yang terbuat dari angin badai abadi yang bahkan seribu tahun setelah kematian Decarabian, penghalang tersebut masih berdiri tegak. Perseteruan antara Andrius dengan Decarabian berlangsung sangat lama dikarenakan Andrius tidak mampu menghancurkan penghalang yang dibuat oleh Decarabian. Decarabian mencintai rakyatnya, namun akibat cinta nya ini pula rakyatnya merasa terkekang. Akhirnya, beberapa orang memutuskan untuk memberontak melawan Decarabian, diantaranya ada sang penyair tak Bernama. Decarabian berhasil dibunuh dan akhirnya Barbatos pun naik menjadi dewa angin.<\/p>\n<p>Di dalam cerita Genshin Impact, tidak dijelaskan bagaimana penampilan Decarabian, namun menurut versi Ars Goetia, Decarabia berbentuk Bintang pentagram atau sang pemanggil dapat meminta Decarabia berubah menjadi seorang pria. Dikatakan bahwa Decarabia memiliki pengetahuan akan segala jenis tanaman dan batu permata. Tidak hanya itu, ia juga dapat berubah menjadi segala jenis burung dan menirukan suara mereka.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13644\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/asasasadas.jpg\" alt=\"\" width=\"464\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/asasasadas.jpg 464w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/asasasadas-300x279.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/asasasadas-150x139.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 464px) 100vw, 464px\" \/><\/p>\n<p>4. <strong>Morax<\/strong><br \/>\nMorax sang \u2018dewa kontrak\u2019 atau yang dikenal dengan nama Rex Lapis merupakan dewa yang paling tua diantara ketujuh dewa lainnya. Ia menjabat sebagai Archon elemen tanah\/geo. Jejak pertama nya yang terekam mengacu sejauh 6000 tahun sebelum alur cerita utama dimulai. Ia muncul di daerah yang sekarang dikenal dengan Liyue dan kehadirannya membentuk sebuah jurang raksasa. Morax memiliki banyak julukan diantaranya \u2018God of Contract\u2019, \u2018Lord of Geo\/Rock\u2019, \u2018God of Wealth\u2019 dan masih banyak lainnya. Kehadiran morax menenangkan dentuman ombak, menurunkan tingginya ombak dan ia meninggikan sebuah dataran yang nantinya dikenal dengan nama gunung Tianheng. Dibantu dengan Guizhong sang dewa debu dan dewa lainnya, Morax membuat sebuah Asosiasi yang disebut \u2018Guilli Assembly\u2019.<\/p>\n<p>Sekitar 3300 tahun setelah munculnya Morax, \u2018Guilli Assembly\u2019 pun hancur setelah tewasnya Guizhong di Tengah perang Archon (Archon War). Kemudian Morax memindahkan anggota Guilli Assembly ke arah Selatan akibat banjir bandang yang kemudian anggota Guilli Assembly tersebut menamai daerah tersebut \u2018Pelabuhan Liyue\u2019. Morax dikenal sebagai dewa yang teramat tegas, menjunjung tinggi sebuah kontrak, murah hati, bijaksana, sangat berpengetahuan dan tak bisa menutup mata di hadapan ketidak adilan.<\/p>\n<p>Morax memiliki wujud asli layaknya Naga Asia dengan perpaduan antara warna coklat dan keemasan. Sementara wujud manusia dari Morax atau yang dikenal dengan nama Zhongli merupakan seorang pria tinggi dan tampan, berambut coklat yang ujungnya keemasan, rambutnya Panjang dikuncir yang panjangnya melebihi pinggang, berkulit putih dengan sebuah coat yang didominasi dengan warna coklat dan keemasan serta sarung-tangan hitam dan celana coklat. Tak lupa pula dengan salah satu fitur nya yang sangat khas yakni matanya yang berwarna coklat-keemasan dan pupilnya yang seperti seekor kadal.<\/p>\n<p>Jika kita merujuk pada bab Ars Goetia dalam buku The Lesser Key of Solomon, dikatakan bahwa Morax merupakan iblis berpangkat Comte (Earl) yang berwujud seekor lembu besar berwajah pria. Morax sangat ahli dalam bidang Astronomi dan liberal science. Ia dikatakan juga sangat ramah dengan rekannya, terkenal akan kebijaksanaannya dan kepintarannya, ia juga memerintah 30 legiun iblis.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13645\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui.jpg\" alt=\"\" width=\"837\" height=\"357\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui.jpg 837w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui-300x128.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui-768x328.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui-150x64.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/iuiuiui-696x297.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 837px) 100vw, 837px\" \/><\/p>\n<p>5. <strong>Marchosias<\/strong><br \/>\nMarchosias dulunya dikenal sebagai \u2018God of Stove\u2019 atau dewa kompor. Marchosias merupakan salah satu dari sekian banyaknya dewa yang bekerja sama dengan Morax dalam pembentukan asosisasi Guilli Assembly. Sejauh ini, tidak diketahui apakah Marchosias memiliki wujud manusia atau tidak, tetapi kita dapat mengetahui bahwa Marchosias berwujud sebuah beruang kecil nan lucu. Walaupun sekarang Marchosias ber ukuran kecil, dulunya ia sangat besar sebelum ia mengorbankan seluruh kekuatannya demi melindungi anggota asosiasi Guilli Assembly dari monster. Akibatnya, Marchosias mengecil dan ia pun tertidur di sebuah gunung selama ratusan tahun sebelum akhirnya ditemukan oleh salah satu karakter di Genshin, yakni Xiangling. Sekarang Marchosias dikenal dengan nama Guoba dan ia adalah asisten sekaligus temannya Xiangling.<\/p>\n<p>Sementara menurut Ars Goetia, Marchosias adalah iblis berpangkat Marki (Marquis) berwujud serigala, berkepala elang dan ber ekor seperti ular. Ia juga memiliki sayap layaknya seekor Gryphon, makhluk legendaris berkepala dan bersayap elang serta berbuntut singa. Marchosias juga mampu melontarkan api dari mulutnya dan ia dikenal dengan kehebatan bertarungnya. Ia mengomandoi 30 legiun iblis. Ia juga masih berharap akan naik ke surga lagi setelah dikeluarkan dari tatanan kekuasaan malaikat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/6.jpg\" alt=\"\" width=\"732\" height=\"383\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13646\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/6.jpg 732w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/6-300x157.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/6-150x78.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/6-696x364.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 732px) 100vw, 732px\" \/><\/p>\n<p>6. <strong>Baal<\/strong><br \/>\nDi masa lampau, turunlah dua dewa kembar yakni Ei dan Makoto ke tanah Inazuma yang terdiri atas beberapa pulau seperti Narukami, Kannazuka, Yashioiri, Watatsumi, Tsurumi dan Enkanomiya. Ei memiliki kemampuan bertempur yang tak tertandingi, sementara Makoto lebih cocok untuk menjadi seorang pemimpin. Akhirnya, yang menjadi Archon electro adalah Makoto, sementara Ei berperan sebagai seorang Kagemusha atau body double untuk Makoto. Ketika ada pertempuran maka yang turun adalah Ei sehingga public image Makoto tetap terjaga sebagai \u2018God of Eternity\u2019 atau dewa keabadian. \u2018God of Eternity\u2019 atau dewa keabadian.<\/p>\n<p>Sang dewa kembar juga memiliki beberapa teman seperti Sasayuri sang jendral tempur dari ras tengu, Mikoshi Chiyo sang oni, Kitsune Saiguu yang memiliki julukan \u2018Kitsune Goddess\u2019 dan Yae Miko yang sekarang menjabat sebagai G\u016bji, istilah Jepang untuk kepala pendeta kuil Shinto, untuk kuil Narukami. Suatu Ketika, Orobashi \u2018The God of Serpent\u2019 menyerang pulau Tsurumi. Ei, Sasayuri serta pasukannya pun berangkat untuk menghentikan Orobashi. Sayangnya, Sasayuri tewas dalam pertempuran melawan Orobashi, memperoleh Kemurkaan Ei. dengan demikian, Ei menggunakan Mussou no Isshin, pedang yang ditempa dengan kekuatan Ilahi milik makoto dan dengan Musou no Hitotachi, Gerakan pedang yang diciptakan oleh dirinya sendiri, Ei tidak hanya membelah Orobashi, ia juga membelah pulau Tsurumi menjadi 2.<\/p>\n<p>500 tahun sebelum alur cerita utama dimulai, terjadi lah sebuah peristiwa yang memporak-porandakan seisi teyvat, yakni The Cataclysm dimana monster dari dimensi kegelapan, The Abyss, membanjiri teyvat. Semua Archon berangkat menuju Khaenriah, asal muasal seluruh monster dari The Abyss yang hadir di teyvat, untuk menghentikan bencana ini. Makoto pun berangkat ke Khaenriah dan Ei menetap di Inazuma untuk menjaga keamanan Inazuma dari serangan monster The Abyss. Naasnya, Ketika Ei berhasil menghabisi semua monster dari The Abyss dan menyusul Makoto ke Khaenriah, Makoto sudah tewas di tangan para monster dan perlahan Ei kehilangan semua temannya satu persatu dan hanya menyisakan Yae Miko.<\/p>\n<p>Karena besarnya rasa sayang kepada rakyatnya dan keteguhan hatinya untuk menjaga keabadian, Ia mengorbankan tubuh fisiknya dan memindahkan jiwanya ke dalam Musou no Hitotachi. Di dalamnya ia menciptakan Plane of Euthymia, sebuah sub-ruangan ciptaan Ei, dan sebelum ia mentrasnfer jiwa nya ia menciptakan sebuah boneka yang tidak akan termakan usia dan tidak memiliki emosi yang berfungsi untuk menjalankan perintah Ei, yakni \u2018menjaga keabadian\u2019 Bernama Raiden Shogun.<\/p>\n<p>Raiden Shogun yang tidak memiliki emosi ini hanya menjalankan perintah Ei untuk menjaga keabadian ini mengakibatkan lahirnya beberapa keputusan yang patut dipertanyakan seperti dekrit pemburuan \u2018vision\u2019; sebuah alat dan bukti bahwa seseorang mendapatkan berkah dari seorang Archon dan dengan vision pula seseorang dapat mengendalikan element tertentu. Lalu adapula dekrit Sakoku, penutupan akses masuk dan keluar Inazuma. Menurut kalkulasi si boneka, vision membawa perubahan kepada individunya sementara orang asing membawa perubahan secara keseluruhan, maka ia pun melarang kedua hal tersebut karna dianggap \u2018mengancam keabadian\u2019. Namun kita, sang tokoh utama, berhasil mengubah pandangan Ei bahwa \u2018keabadian\u2019 yang selalu ia percayai bukan hanya sekadar keabadian dalam artian harfiah, namun bisa dalam bentuk kebudayaan, tradisi bahkan aspirasi rakyatnya bisa dikategorikan sebagai keabadian.<\/p>\n<p>Baal yang Namanya tercantum di dalam Ars Goetia berpangkat seorang raja. Baal juga dipercaya memiliki beberapa nama seperti \u2018Beelzebul\u2019, \u2018Beelzebub\u2019 dan \u2018Bael\u2019. Baal juga dikenal dengan nama \u2018The Lord of the Flies\u2019 atau \u2018The Lords of the Heavens\u2019. Menurut kepercayaan bani israil, Beelzebub atau Baal merupakan saingan tuhan Yehuwa di zamannya nabi Elijah dan sering diasosiasikan dengan Iblis. Ia mengendalikan 66 legiun iblis. Baal terkadang muncul layaknya seekor kucing, seekor katak atau seorang manusia, dan bahkan ia bisa menjadi ketiganya di waktu yang bersamaan. Baal juga memberikan kekuatan tembus pandang kepada orang yang berhasil memanggilnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.jpg\" alt=\"\" width=\"782\" height=\"328\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13647\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.jpg 782w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7-300x126.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7-768x322.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7-150x63.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7-696x292.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 782px) 100vw, 782px\" \/><\/p>\n<p>7. <strong>Orobas<\/strong><br \/>\nSebelum perang Archon berakhir, hiduplah seorang dewa yang berbentuk ular bernama Orobashi no Mikoto atau yang dikenal sebagai \u201cThe God of Serpent\u201d. Tubuhnya dibalut dengan cabang tanaman giok dan karang yang mengandung kekuatannya. Tidak diketahui asal usulnya darimana, namun yang pasti ia menghindari perang Archon tersebut dan menemukan sebuah perdaban di kedalaman laut yang bernama \u201cByakuyakoku\u201d.<\/p>\n<p>Byakuyakoku sendiri Ketika itu sedang berada dalam ancaman dari \u201cThe Dragonheir of The Depths\u201d. Kemudian Orobashi menyelamatkan rakyat Byakuyakoku dari ancaman tersebut dan ia kemudian menjadi dewa yang disembah oleh rakyat Byakuyakoku. Orobashi kemudian mengubah nama Byakuyakoku menjadi \u2018Enkanomiya\u2019, membawa rakyatnya ke permukaan dan memberikan mereka tempat tinggal dari karang-karang yang berada di tubuhnya. Tempat ini pula yang kemudian dikenal dengan pulau Watatsumi.<\/p>\n<p>Tanah pulau Watatsumi terkontaminasi, rakyatnya memohon kepada Orobashi untuk diberikan tanah baru agar dapat bercocok tanam. Orobashi kemudian melihat potensi tanah di timur pulau Watatsumi yakni pulau Yashiori. Namun kala itu pemerintahan Archon Electro sudah mendominasi pulau tersebut sehingga Orobashi pun ragu untuk menyerang pulau tersebut. Namun dengan kondisi pulau Watatsumi yang semakin buruk, akhirnya Orobashi beserta pasukannya pun menyerang pulau Yashiori. Perang ini berujung dengan kekalahan telak pulau Watatsumi diakibatkan oleh terbunuhnya Orobashi dan Jendral terhebat pulau Watatsumi, Tozeno oleh Ei. Dengan terbunuhnya dua tokoh penting masyarakat Watatsumi, pasukan mulai kehilangan moral nya dan akhirnya memutuskan untuk mundur dan menerika kekalahan.<\/p>\n<p>Ratusan tahun berlalu, masyarakat pulau Watatsumi menerima caci maki atas dewa nya, Orobashi, yang dicap sebagai dewa jahat dan tidak berperasaan yang membunuh orang-orang pulau Tsurumi, akhirnya tidak tahan lagi dengan caci makian tersebut memutuskan untuk memulai pemberontakan terhadap individu yang sama dengan individu yang membunuh Orobashi, yakni Ei sang Archon Electro.<\/p>\n<p>Nama Orobashi terinspirasi dari nama iblis Orobas, pangeran iblis yang memiliki pengetahuan akan masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang. Orobas juga dapat memberikan martabat, kekuasaan, dan segala jawaban atas pertanyaan terkait kebenaran dunia pada seseorang. Orobas juga mengomandoi 20 legiun iblis. Ia akan muncul dalam bentuk seekor kuda, namun ia juga dapat berubah wujud menjadi seorang pria.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8.jpg\" alt=\"\" width=\"791\" height=\"340\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13648\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8.jpg 791w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8-300x129.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8-768x330.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8-150x64.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/8-696x299.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 791px) 100vw, 791px\" \/><\/p>\n<p>8. <strong>Buer<\/strong><br \/>\nBuer di dalam Genshin Impact dikenal dengan nama Nahida, Archon Dendro yang menjabat sebagai dewa daerah Sumeru. Nahida juga dikenal dengan nama \u2018God of Wisdom\u2019 dikarenakan pengetahuannya yang teramat luas. Dulunya, Sumeru dikuasai oleh 3 dewa, Yakni King Deshret, Amon; Goddess of Flower, Nabu Malikata dan archon dendro sebelumnya sang God of Wisdom, Rukkhadevata. Amon sebagai dewa dan penguasa yang bijaksana, sempat ditawari oleh \u2018surga\u2019 untuk menjadi salah satu archon dan menjadi penguasa mutlak Sumeru, namun ia menolak dan lebih memilih untuk memerintah sumeru bersama dua teman baiknya.<\/p>\n<p>Amon yang pada akhirnya mulai mencurigai \u2018surga\u2019 memiliki ide untuk membebaskan Sumeru dari peraturan \u2018surga\u2019 dengan memanfaatkan pengetahuan terlarang. Ia pun dibantu oleh Nabu Malikata, namun Ketika \u2018surga\u2019 mengetahui rencana amon, \u2018surga\u2019 pun menjatuhi mereka dengan hukuman surgawi dengan menjatuhkan sebuah paku raksasa yang dijuluki \u2018The Divine Nail\u2019 yang mengubah setengah Sumeru menjadi gurun yang tak layak huni untuk mencegah merebaknya monster dari The Abyss. Tragedi ini tidak hanya berakhir dengan kematian Nabu Malikata, namun Rukkhadevata, yang merupakan personifikasi dari pohon Irminsul, tempat segala kejadian di teyvat direkam bahkan bergeraknya sebutir pasir, menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahan pergerakan monster dari The Abyss yang mengakibatkan pohon Irminsul terkontaminasi. Tidak hanya itu, Rukkhadevata juga gugur dalam tragedi ini. Untungnya sebelum Rukkhadevata mati, ia berhasil membuat kloningan dirinya yang terbuat dari ranting pohon Irminsul dan menurunkan semua pengetahuannya kepada kloningannya yang dinamai Nahida.<\/p>\n<p>Nahida yang kala itu sedang dalam kondisi lemah diselamatkan oleh The Six Great Sage. Ketika masyarakat Sumeru tahu bahwa dewa yang mereka cintai, Rukkhadevata sudah tewas dan posisinya digantikan oleh dewa yang tidak diketahui asal muasalnya, tentunya mereka tidak terima dan tidak menyukai Nahida sebagai Archon Dendro yang baru. The Six Great Sage kemudian mengurung Nahida di dalam Sanctuary of Surasthana selama 500 tahun dan kekuatannya diserap tanpa henti untuk penelitian bagi para peneliti di kota Sumeru. Tidak hanya itu, Nahida atau yang memiliki julukan Lesser Lord Kusanali selalu dibanding-bandingkan dengan Greater Lord Rukkhadevata yang membuat dirinya yakin bahwa semua masyarakat Sumeru membenci dirinya.<\/p>\n<p>Walaupun ia dibenci oleh seluruh masyarakatnya, ia tetap mencintai mereka. Nahida tetap melindungi mereka dan ia berharap suatu hari ia bisa berbicara dengan rakyatnya tanpa mendapatkan tatapan kebencian dari mereka. Kemudian kita sang tokoh utama datang untuk menyelamatkan Sumeru dan Nahida sendiri. Kita memasuki kesadaran Nahida dan berdiri di hadapan pohon Irminsul. Disana kita mengetahui bagaimana Rukkhadevata mengorbankan dirinya untuk Sumeru dan Teyvat dengan menahan serangan The Abyss akibat pengetahuan terlarang yang digunakan oleh Amon terhadap pohon Irminsul. Akhirnya Rukkhadevata pun memutuskan untuk \u2018menghapus\u2019 dirinya bersamaan dengan dengan pengetahuan terlarang di seluruh Teyvat, namun ia mematahkan sebuah ranting dari pohon Irminsul dan menurunkan seluruh pengetahuannya kepada Nahida. Disinilah titik dimana seluruh makhluk yang berasal dari Teyvat melupakan eksistensi Rukkhadevata. Sekarang, mereka hanya mengingat bahwa Dendro Archon hanya ada 1 yakni Nahida.<\/p>\n<p>Nahida berpenampilan layaknya seorang anak kecil, berambut putih dan hijau muda. Ia juga mengenakan ornamen rambut yang berbentuk layaknya sebuah daun. Matanya seperti sebuah zamrud, berwarna hijau dengan dress yang dominan berwarna putih-hijau. Namun, Buer di dalam Ars Goetia memiliki penampilan yang mengerikan. Menurut Ars Goetia, Buer berbentuk sebuah Bintang dengan kepala singa. Buer memiliki pengetahuan akan filosofi, ilmu logika, dan pengetahuan akan segala jenis tanaman. Buer juga dapat mengobati berbagai macam penyakit. Buer memerintah 50 legiun iblis.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99.jpg\" alt=\"\" width=\"842\" height=\"388\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13649\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99.jpg 842w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99-300x138.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99-768x354.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99-150x69.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/99-696x321.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><\/p>\n<p>9. <strong>Amon<\/strong><br \/>\nDahulu Ketika Perang Archon belum dimulai, hiduplah 3 dewa yang memerintah seluruh Sumeru, yakni King Deshret, Amon; Goddess of Flower, Nabu Malikata; dan God of Wisdom, Greater lord Rukhhadevata. Ketiga dewa hidup dengan damai bahkan mereka bertiga bersahabat. Amon kemudian mendapatkan perhatian dari \u2018surga\u2019, ia ditawari untuk menjadi seorang Archon dan menjadi penguasa Tunggal Sumeru. Namun, ia menolak dan lebih memilih untuk membagi kekuasaannya dengan kedua sahabatnya tersebut. Setelah sekian lama Amon berkuasa, ia pun mulai meragukan \u2018surga\u2019 dan berusaha untuk membebaskan Sumeru dari \u2018surga\u2019. Ia pun mulai menghasut temannya, Nabu Malikata untuk ikut dalam rencana nya. Nabu Malikata awalnya menolak dan memberikan peringatan kepada Amon bahwa mereka yang menentang \u2018surga\u2019 akan dijatuhi hukuman surgawi. Namun dengan kegigihannya, Amon pun berhasil menyeret Nabu Malikata untuk ikut dalam membebaskan Sumeru.<\/p>\n<p>Nabu Malikata kemudian menjelaskan tentang asal muasal Teyvat, Phanes sang pencipta Teyvat yang dibantu dengan 4 bayangannya. Akibatnya, hukuman surgawi yang berupa \u2018The Divine Nail\u2019 dijatuhkan dan beberapa bagian Sumeru terkena badai pasir yang teramat dahsyat dan Nabu Malikata pun tewas. Orang-orang yang selamat dari badai pasir tersebut pun terpecah belah, membuat koloni dan peradaban serta berperang satu sama lain. Dipenuhi dengan kesedihan, Amon pun berencana untuk membuat kuburan yang layak untuk Nabu Malikata. Ia mulai mengumpulkan 1001 Jinn di dalam sebuah botol perak yang kemudian dengan 1001 Jinn itu pula ia membangun sebuah Oasis nan indah yang terletak di Bawah \u2018The Divine Nail\u2019 yang dinamai dengan \u2018The Eternal Oasis\u2019.<\/p>\n<p>Ratusan tahun berlalu, Amon yang berhasil mendirikan 3 kota dan menjadi dewa pun kehilangan akalnya akibat pengetahuan terlarang. Ia melepaskan pengetahuan terlarang tersebut ke teyvat yang mengakibatkan munculnya penyakit Eleazar yang tak dapat disembuhkan. Akhirnya Amon pun memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk tidak memperburuk keadaan. Rukkhadevata yang menyaksikan itu semua berhasil menyelamatkan Sumeru, namun ia gagal menyelamatkan temannya sendiri.<\/p>\n<p>Dari sini kita dapat mengetahui bahwa Amon adalah dewa yang berkeinginan keras, bijak dan juga dihormati oleh rakyatnya. Amon di dalam Ars Goetia berpangkat Marki, ia memiliki wujud layaknya seekor serigala yang berekor ular dan dapat menyemburkan api dari mulutnya. Amon memiliki pengetahuan tentang yang lampau dan apa yang akan datang. Ia juga memerintah 40 legiun Iblis.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10.jpg\" alt=\"\" width=\"810\" height=\"333\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13650\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10.jpg 810w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10-300x123.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10-768x316.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10-150x62.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/10-696x286.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><\/p>\n<p>10. <strong>Focalors<\/strong><br \/>\nFocalors \u2018God of Justice\u2019 adalah Archon Hydro, dewa yang memerintah Fontaine. Hydro Archon sebelumnya, Egeria, menciptakan makhluk-makhluk yang bernama Oceanid. Sebelum Egeria mati, ia memberikan kekuatannya kepada Oceanid pertama, Focalors, yang diikuti dengan pesan untuk \u2018menghancurkan tahta Archon Hydro\u2019. Focalors, yang sedari dahulu memperhatikan manusia dan interaksi mereka, merasa bahwa dirinya juga ingin bergaul dengan manusia, ia juga ingin hidup layaknya manusia biasa. Namun, ia memiliki kewajiban untuk \u2018menghancurkan tahta Archon Hydro\u2019 yang diberikan oleh Egeria, sang Hydro Archon sebelumnya.<\/p>\n<p>Focalors pun membagi kekuatannya menjadi dua, kekuatan \u2018dewa\u2019nya kedalam sebuah mesin yang bernama \u2018oratrice mecanique d&#8217;analyse cardinale\u2019, dan Furina yang menjadi \u2018boneka\u2019 atau body-double dari Focalors. \u2018oratrice mecanique d&#8217;analyse cardinale\u2019 atau yang disingkat menjadi Oratrice yang berfungsi sebagai hakim mutlak di Fontaine Oratrice juga mengkonversikan kepercayaan rakyat Fontaine menjadi Indemnitium, sebuah energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Fontaine. Furina sendiri tidak memiliki kekuatan apapun selain keabadian karena ia merupakan bagian dari Archon Hydro. Ia tidak memiliki kekuatan bertempur dan lainnya, namun yang patut dikagumi dari Furina adalah bagaimana ia dapat memakai sebuah \u2018topeng\u2019 yang menutupi diri nya yang asli selama 500 tahun demi mengelabui \u2018surga\u2019 dan menghancurkan tahta Archon Hydro dan ia sama sekali tak pernah goyah akan tugas yang diberikannya itu.<\/p>\n<p>Focalors yang berada di dalam Oratrice sendiri memiliki wujud layaknya seorang gadis cantik berambut putih dengan campuran biru muda yang panjangnya se lutut nya. Matanya yang warnya berbeda, yakni biru tua dan biru muda disertai dengan ahoge menambahkan kesan \u2018lucu\u2019 akan dirinya. Ia mengenakan gaun biru tua yang bergradasi menjadi warna putih di bawahnya memberikan tambahan kesan elegan dan indah. Sementara Focalors di dalam Ars Goetia adalah iblis berpangkat Adipati yang memerintah 30 legiun iblis. Ia berwujud seorang pria yang memiliki sayap seekor Gryphon. Ia memiliki kemampuan untuk membunuh orang, menenggelamkan mereka, dan menenggelamkan kapan perang. Ia memiliki kendali atas angin dan air. Dikatakan bahwa 1000 tahun setelah ia diusir dari surga, ia masih berharap agar dapat Kembali ke surga.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/9898989789.jpg\" alt=\"\" width=\"715\" height=\"424\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13651\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/9898989789.jpg 715w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/9898989789-300x178.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/9898989789-150x89.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/9898989789-696x413.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 715px) 100vw, 715px\" \/><\/p>\n<p>Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa walau Genshin Impact menggunakan nama iblis, bukan berarti mereka mempromosikan atau mengagung-agungkan iblis tersebut, mereka hanya menggunakan nama iblis tersebut sebagai inspirasi. Ini merupakan praktik yang sering kita temui di berbagai macam media. Beberapa contoh karya yang mengandung nama-nama iblis dalam Ars Goetia adalah \u2018Revenge of The Iron-Blooded Sword\u2019, \u2018Welcome to Demon School! Iruma-kun\u2019, \u2018I, the Demon Lord, Took a Slave Elf as My Wife, but How Do I Love Her?\u2019, dan masih banyak lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama: M. Avario Degno Iswandi Departemen: Ilmu Komunikasi NIM: 2310862032 JurnalPost.com &#8211; \u2018The Lesser Key of Solomon\u2019 atau yang dikenal juga dengan \u2018Lemegeton Clavicula Salomonis\u2019 merupakan sebuah grimoire atau yang dikenal dengan buku sihir yang ditulis secara anonim pada abad ke-17 yang berdasarkan pada mitologi Judaism. Grimoire ini sendiri berisikan sejumlah nama, perintah, larangan, tugas-tugas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184,182],"tags":[],"class_list":["post-13641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-essay"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}