{"id":13384,"date":"2024-04-01T16:03:16","date_gmt":"2024-04-01T08:03:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13384"},"modified":"2024-04-01T16:03:16","modified_gmt":"2024-04-01T08:03:16","slug":"cuaca-panas-dan-godaan-puasa-di-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/cuaca-panas-dan-godaan-puasa-di-surabaya\/13384\/","title":{"rendered":"CUACA PANAS DAN GODAAN PUASA DI SURABAYA"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Teman-teman pasti ada yang merasa bahwa Surabaya akhir \u2013 akhir ini panas bukan main, Banyak Masyarakat yang akhirnya terkena dehidrasi Ketika beraktivitas diluar ruangan. Apalagi teman \u2013 teman tau kalo kita sedang menghadapi bulan suci Ramadhan (Bagi Masyarakat beragama muslim). Kita pasti merasakan malas yang luar biasa Ketika mau keluar rumah ataupun beraktivitas pada siang hari apalagi waktu puasa. Kenapa Surabaya panas? Jawabannya adalah karena adanya faktor perubahan iklim dan juga Tiupan angin kencang tapi tidak hujan dengan waktu yang lama. Hal ini menyebabkan Surabaya Panas dan kering, Bahkan Ketika berharap angin kencang itu sejuk \u201cOhh jelas tidak ada sejuknya, Yang ada malah panas dan membuat tenggorokan kering.\u201d Menurut Pribadi saya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13387\" aria-describedby=\"caption-attachment-13387\" style=\"width: 345px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13387\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1.png\" alt=\"\" width=\"345\" height=\"259\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1.png 345w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-300x225.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar1-150x113.png 150w\" sizes=\"(max-width: 345px) 100vw, 345px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13387\" class=\"wp-caption-text\">(Instagram Tehnya Indocin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Panas pada kota Surabaya bisa mencapai tertinggi nya pada suhu 36\uf097 Celcius, Tapi itu terjadi pada tahun 2023 dan sekarang pada Tahun 2024 Kota Surabaya masih saja panas kalau menurut saya pribadi walau memang dalam riset tidak ada menunjukkan bahwa Surabaya mencapai suhu tertinggi. Ini beberapa Suhu Surabaya pada Tahun 2022 dan saat terjadinya peristiwa \u201cEquinox\u201d. Pada masa Equinox Surabaya bisa mencapai suhu maksimal 41\uf097 pada September 2022 &#8220;Karena itu hari kulminasi utama disebut juga sebagai hari tanpa bayangan,&#8221; ucap Teguh (Warga Surabaya di ambil dari Blog cnn Indonesia).<\/p>\n<figure id=\"attachment_13386\" aria-describedby=\"caption-attachment-13386\" style=\"width: 713px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13386\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar2.png\" alt=\"\" width=\"713\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar2.png 713w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar2-300x169.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar2-150x85.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar2-696x392.png 696w\" sizes=\"(max-width: 713px) 100vw, 713px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13386\" class=\"wp-caption-text\">Kompas.com Perkiraan suhu derajat)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Tips dan Trik<\/strong><\/p>\n<p>Saya akan memberikan beberapa Tips atau Saran untuk teman \u2013 teman semua yang sedang menghadapi Panasnya kota Surabaya dan sedang menjalankan ibadah puasa. Berikut Tips nya :<br \/>\n1. Ketika Sahur minum lah air 2 Lt untuk memenuhi kebutuhan Cairan selama berpuasa<br \/>\n2. Kurangi Aktifitas diluar kantor ataupun Sekolahan pada saat Siang hari, Karena banyak godaan warung dan Es teh<br \/>\n3. Ketika diluar ruangan usahakan mencari tempat berteduh sebentar sekitar 5-10 menit untuk mengembalikan fokus dan mengisi sedikit kekuatan<br \/>\n4. Gunakan Helm, Jaket, Topi untuk mennghindari panas berlebih atau menyengat secara langsung Ketika diluar ruangan<br \/>\n5. Jangan diam di dalam mobil dengan keadaan kaca tertutup atau terbuka saat mobil dalam kondisi mati. Karena dapat menyebabkan kondisi menurun drastis dan berbahaya<\/p>\n<p>Berikut diatas adalah beberapa tips dari saya pribadi. Nah sekarang saya akan memberikan sedikit penjelasan dari beberapa sumber untuk cuaca panas.;<br \/>\n\u201cKemungkinan besar tahun 2024 akan kembali memecahkan rekor tahun 2023,\u201d ujar Kepala Pemantau Iklim Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Omar Baddour, kepada para wartawan dikutip dari laman Science Alert.<br \/>\n\u201cBumi mengeluarkan panggilan darurat,\u201d ujar Kepala PBB, Antonio Guterres dalam sebuah pesan video.<br \/>\n\u201cPolusi bahan bakar fosil menyebabkan kekacauan iklim di luar kendali,\u201d lanjut PBB.<br \/>\nSiaga Merah<br \/>\n\u201cSaya sekarang menyatakan tanda bahaya tentang keadaan iklim,\u201d terang Prof. Celeste Saulo, presiden WMO, kepada para wartawan dikutip dari laman Science Alert.<\/p>\n<p>\u201cApa yang kita saksikan pada tahun 2023, terutama dengan pemanasan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya, pencairan gletser, dan hilangnya laut es Antartika, sangat memprihatinkan,\u201d ujar Saulo.<br \/>\n(Sumber www.radarsurabaya.jawapos.com)<br \/>\nItu tadi dari sumber Radar Surabaya, Ketika saya mencari tahu ternyata BMKG menshare juga bahwa cuaca di Kota Surabaya ini akan terjadi berubah \u2013 rubah sesuai dengan kondisinya. Bisa tiba \u2013 tiba Hujan, Panas, Berawan, Hujan badai yang sulit untuk di prediksi secara konstan dan menerus. Berikut data nya :<\/p>\n<figure id=\"attachment_13385\" aria-describedby=\"caption-attachment-13385\" style=\"width: 643px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13385\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar3.png\" alt=\"\" width=\"643\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar3.png 643w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar3-300x99.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Gambar3-150x50.png 150w\" sizes=\"(max-width: 643px) 100vw, 643px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13385\" class=\"wp-caption-text\">\u201cWaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 12-18 Maret 2024,\u201d tulis akun Instagram Info BMKG Juanda, Selasa (12\/3\/2024). (diambil dari Kompas.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Nah sedikit informasi yang tercantum dari atas mungkin dapat sedikit membantu teman \u2013 teman untuk waspada terhadap apa yang lagi kita alami sekarang. Menurut pendapat saya Surabaya memang panas dan tetap panas, Tapi saya tahu apa yang akan saya lakukan Ketika Panas. Mungkin tidak dapat menangkal sepenuhnya yang terjadi karena itu adalah alam. Tapi kita dapat meminimalisir terjadinya sakit ataupun batal Puasa. Saya pun sebagai mahasiswa juga harus menyiapkan segala Kesehatan dan mental untuk menghadapi cuaca panas ekstrim ataupun Hujan ekstim, Karena Dosen selalu menilai tepat waktu dan absen baik (Tidak dapat di lawan) dan Walaupun saya puasa tapi saya masih bisa menjalani hari- hari dengan baik dan sehat. Sekian dari saya Terima kasih Wassalamualaikum Wr. Wb<\/p>\n<p>OLeh: <strong>Evan Savero Brilian Shah<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Teman-teman pasti ada yang merasa bahwa Surabaya akhir \u2013 akhir ini panas bukan main, Banyak Masyarakat yang akhirnya terkena dehidrasi Ketika beraktivitas diluar ruangan. Apalagi teman \u2013 teman tau kalo kita sedang menghadapi bulan suci Ramadhan (Bagi Masyarakat beragama muslim). Kita pasti merasakan malas yang luar biasa Ketika mau keluar rumah ataupun beraktivitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-13384","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13384\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}