{"id":13283,"date":"2024-03-29T16:36:41","date_gmt":"2024-03-29T08:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13283"},"modified":"2024-03-29T16:36:41","modified_gmt":"2024-03-29T08:36:41","slug":"nuzul-al-quran-makna-histori-dan-cara-memuliakan-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/nuzul-al-quran-makna-histori-dan-cara-memuliakan-al-quran\/13283\/","title":{"rendered":"Nuzul Al-Qur\u2019an; Makna, Histori dan Cara Memuliakan Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/al-quran-hikmah-7.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13284\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/al-quran-hikmah-7.jpeg 700w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/al-quran-hikmah-7-300x169.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/al-quran-hikmah-7-150x84.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/al-quran-hikmah-7-696x392.jpeg 696w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>OLeh: <strong>Fikriansyah<\/strong><br \/>\n<strong>Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tanggamus<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Selain <em>syahr al-mubarak<\/em> dan <em>syahr al-shiyam, <\/em>Ramadhan juga disebut sebagai <em>syahr al-Qur\u2019an<\/em>. sebutan ini diberikan kepada bulan Ramadhan berkenaan dengan ayat Alquran yang menyebutkan <em>Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di alamnya diturunkan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).<\/em>\u00a0 Al-Baqarah\u00a0 [2]:185. berdasar ayat ini kemudian umat muslim banyak melakukan berbagai kegiatan sebagai ekspresi kebahagiaan turunnya Alquran yang diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Umat muslim -khususnya di Indonesia- melakukan beragai rangkaian kegiatana seperti pengajian, khatm al-Qur\u2019an, perlombaan dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><strong><em>Nuzul al-Qur\u2019an<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Kata Nuzul al-Qur\u2019an secara mendasar berasal dari bahasa Arab yaitu <em>al-Nuzul &#8211;<\/em>turun<em>&#8211; <\/em>dan al-Qur\u2019an -Kitab suci umat Islam-. Dalam studi Alquran, terdapat beberapa beragam penjelasan terkait Nuzul al-Qur\u2019an. Salah satunya yang memberikan penjelasan adalah Al-Qattan, ia menukil ayat lain selain Al-Baqarah\u00a0 [2]:185, yaitu \u201c<em>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur\u2019an) pada Lailatulqadar<\/em>\u201d QS. Al-Qadr [97]:1. serta firman Allah \u201c<em>Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.<\/em>\u201d QS. Ad-Dukhan [44]: 3.<\/p>\n<p>Al-Qattan melanjutkan bahwa para ulama terbagi atas dua pendapat. <em>pertama, <\/em>mereka yang berpendapat maksud dari ayat di atas adalah Al-Qur\u2019an diturunkan oleh Allah sekaligus ke <em>Bait al-Izzah <\/em>di langit dunia, lalu kemudian menurunkannya secara berangsur selama 23 tahun sesuai peristiwa yang dialami Rasulullah. <em>kedua, <\/em>mereka yang berpendapat bahwa turunnya Al-Qur\u2019an dimulai pada malam lailatul qadar kemudian turun berangsur sesuai dengan peristiwa Rasulullah. Dengan keterangan di atas, menjadi jelas bahwa Al-Qur\u2019an pertama kali diturunkan di malam yang mulia pada bulan ramadhan.<\/p>\n<p><strong>17 Ramadhan<\/strong><\/p>\n<p>salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada umat nabi Muhammad adalah Lailatul Qadar -malam yang lebih baik dari 1000 bulan-. Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372-1449 M) menjelaskan tentang waktu malam lailatul Qadar. dalam Fathul Bari, ia menyebutkan ada 45 pendapat soal ketetapan waktu malam Lailatul Qadar. Namun, menurutnya, dari 45 pendapat itu, yang paling unggul (rajih) adalah pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan. diantara pendapat yang lain mengatakan Lailatul Qadar dapat ditemukan di awal ramadhan. yang lain mengatakan Lailatul Qadar dapat ditemukan di sepanjang Ramadhan. Ini menandakan bahwa malam Lailatul Qadar hampir tidak dapat ditentukan waktu kedatangannya.<\/p>\n<p>berhubungan dengan Nuzul Al-Qur\u2019an, Syekh M Ali As-Shabuni bercerita bahwa Al-Qur\u2019an pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadhan saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun (sekitar 608-609 M) hal ini didasarkan pada riwayat tentang pertama kali hadirnya jibril di hadapan Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu pertama yaitu QS. Al-Alaq 1-5. Inilah yang kemudian hingga saat ini menjadi dasar diperingatinya Nuzulul Qur\u2019an pada tanggal 17 Ramadhan.<\/p>\n<p><strong>Kemuliaan Alquran<\/strong><\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an sebagai kitab suci umat Islam, diturunkan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya -Zabur, Taurat, Injil- menjadi pedoman utama bagi manusia menjalankan kehidupan di dunia. Al-Qur\u2019an diturunkan sebagai kitab yang dijaga oleh Allah swt. kemurnian dan keasliannya hingga akhir kehidupan. Al-Qur\u2019an berkata \u201c<em>Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur&#8217;an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya\u201d <\/em>QS. Al Jijr [15]:9. selain itu, kita dapat menemukan beberapa kemuliaan Al-Qur\u2019an sebagai berikut: <em>pertama, <\/em>sebagai Pedoman, petunjuk, dan rahmat bagi manusia. Digambarkan di dalam QS. Al-J\u0101\u1e61iyah [45]:20 \u201c<em>Ini (Al-Qur\u2019an) adalah pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang meyakini(-nya)<\/em>\u201d. <em>kedua, <\/em>Menjadi obat bagi manusia. dituliskan di dalam QS. Al-Isr\u0101&#8217; [17]:82 \u201cKami turunkan dari Al-Qur\u2019an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur\u2019an itu) hanya akan menambah kerugian\u201d. <em>ketiga<\/em>, Solusi masalah masyarakat, dijelaskan di dalam QS. An-Nahl [16]:64 \u201c<em>Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur\u2019an) ini kepadamu (Nabi Muhammad), kecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman<\/em>\u201d.<\/p>\n<p><strong>Memuliakan Al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<p>sebagai pedoman bagi manusia, tentu penting diketahui bagaimana seharusnya manusia memperlakukan Al-Qur\u2019an dengan baik. setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memuliakan Al-Qur\u2019an. <em>pertama<\/em>, Tilawah; tilawah berarti \u201cmembaca\u201d, membaca Al-Qur\u2019an merupakan perbuatan mulia yang dinilai ibadah oleh Allah swt. hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Tirmidzi menjelaskan bahwa B<em>arang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf<\/em>.\u201d dalam membaca Alquran tentu harus dilakukan dengan <em>Tartil <\/em>dan sesuai dengan kaidah hukum bacaan Alquran,<\/p>\n<p>Kedua, <em>Tahfidz; <\/em>berarti menghafal. setelah memiliki kemampuan untuk membaca Al-Qur\u2019an dengan baik, langkah selanjutnya adalah menghafal setiap ayat di dalam Al-Qur\u2019an. Al-Qur\u2019an akan memberikan syafaat bagi para penghafalnya di akhirat kelak. <em>ketiga, <\/em>Tafsir; menerangan. melakukan penafsiran Al-Qur\u2019an tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. ini dilakukan oleh mereka yang memiliki kompetensi yang paripurna untuk dapat memberikan penafsiran seperti para imam terdahulu (Ath-Thabari, Ibn Katsir, Qurtubi, dll). sebagai awam kita dapat mengambil, mempelajari kembali penafsiran dari para mufasir. Tiga jenis interaksi manusia dengan Al-Qur\u2019an ini setidaknya yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri dengan pedoman hidupnya agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.<\/p>\n<p><strong>Adab terhadap Al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<p>Imam Nawawi di dalam At-Tibyan, merumuskan beberapa hal yang harus diketahui manusia untuk beradab kepada Al-Qur\u2019an sebagai wahyu yang diturunkan kepada manusia. Beberapa adab tersebut adalah sebagai berikut: <em>pertama, <\/em>belajar dengan bimbingan dari guru. <em>kedua, <\/em>meniatkan bacaan\/hafalan Al-Qur\u2019an ikhlas untuk beribadah kepada Allah swt. <em>ketiga, <\/em>membaca Al-Qur\u2019an dalam keadaan suci. <em>keempat,<\/em> membaca Al-Qur\u2019an di tempat yang suci dan pantas.<em> kelima, <\/em>menghadap kiblat dan berpakaian sopan. <em>keenam, <\/em>bersiwak. <em>ketujuh, <\/em>membaca Al-Qur\u2019an dengan tartil. <em>kedepan, <\/em>Merenungkan makna Al-Qur\u2019an, <em>kesembilan, <\/em>membaca dengan khusyuk. <em>kesepuluh,<\/em> memperindah bacaan. <em>kesebelas, <\/em>tidak menyelah bacaan dengan perkataan lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OLeh: Fikriansyah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tanggamus JurnalPost.com &#8211; Selain syahr al-mubarak dan syahr al-shiyam, Ramadhan juga disebut sebagai syahr al-Qur\u2019an. sebutan ini diberikan kepada bulan Ramadhan berkenaan dengan ayat Alquran yang menyebutkan Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di alamnya diturunkan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13283","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13283\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}