{"id":13132,"date":"2024-03-21T14:42:04","date_gmt":"2024-03-21T06:42:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13132"},"modified":"2024-03-21T14:42:04","modified_gmt":"2024-03-21T06:42:04","slug":"berjalan-seimbang-antara-karir-dan-pendidikan-seorang-make-up-artist","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/berjalan-seimbang-antara-karir-dan-pendidikan-seorang-make-up-artist\/13132\/","title":{"rendered":"Berjalan Seimbang antara Karir dan Pendidikan Seorang Make Up  Artist"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-11.png\" alt=\"\" width=\"171\" height=\"163\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13133\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-11.png 171w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-11-150x143.png 150w\" sizes=\"(max-width: 171px) 100vw, 171px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>Syabita Salma Nugrani (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah  Vokasi, IPB University) <\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Hawa Mustika Galvanizahra merupakan nama lengkap seorang gadis berusia 21 tahun yang lahir  12 Mei 2002 lalu dan tumbuh besar di suatu kota yang berada di Jawa Tengah, yaitu Kota Solo.  Hawa merupakan nama panggilannya. Saat ini dirinya merupakan seorang mahasiswa aktif  Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Manajemen Industri. Selain menjadi seorang  mahasiswi, ia memiliki profesi ahli sebagai seorang Make Up Artist atau biasa dikenal dengan  singkatan MUA. Sejalan dengan profesinya saat ini, sejak kecil ia memang sudah memiliki  ketertarikan dan juga hobi terhadap dunia kecantikkan. Meskipun masih berstatus sebagai  mahasiswi, ia mempunyai kisah yang cukup inspiratif dari profesinya yang sebagai seorang  Make Up Artist. <\/p>\n<p>Memiliki hobi dengan dunia kecantikkan sedari kecil, ia pun mulai mengembangkan hobinya  tersebut ketika ia beranjak dewasa saat ini. Setelah lulus SMA, ia tidak memutuskan untuk  langsung mengambil Pendidikan selanjutnya, yaitu kuliah. Ia memutuskan untuk gap year selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dibangku  kuliah. Selama gap year, ia mencoba mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya tersebut.  Karena memiliki ketertarikan, minat, serta kecintaannya pada kecantikkan, saat itu terlintas di  pikirannya bahwa ia ingin mengikuti private class make up. Setelah mengikuti private class tersebut, ia lalu mulai mengembangkan skill bermake-up nya secara autodidak. <\/p>\n<p>Seiring berjalannya waktu dan mulai berkembangnya skill make up yang ia punya, ia pun  memantapkan dirinya untuk mulai mencari klien pertamanya dan merintis karir sebagai seorang  MUA di sekitar Kota Solo. Pada awal mula ia merintis sebagai MUA, tentunya terdapat beberapa  tantangan dan penyesuaian. Tantangan yang ia hadapi pada awal mula merintis karirnya yaitu  sulitnya untuk mendapatkan klien. Hal tersebut tentu saja sangat umum dialami bagi siapapun  seseorang yang Tengah merintis suatu hal. Namun, ia tak pantang menyerah begitu saja, usaha  untuk mencari klien pada awal merintis pun tetap ia lakukan dengan menawarkan dan promosi  ke lingkup sosial dirinya mulai dari keluarga, kerabat, hingga teman-temannya. Sampai akhirnya  pada awal tahun 2022 ia berhasil mendapat klien pertamanya dan merasa sangat bersyukur akan  hal itu dan menjadi motivasi untuk karirnya kedepan. <\/p>\n<p>Selain mendapat tantangan awal karir dengan sulitnya mendapatkan klien, terdapat tantangan  lain yang ia hadapi. Seiring berjalannya waktu, Tantangan tersebut adalah penyesuaian terhadap jam kerja profesinya. Sebagai seorang MUA, tentunya memiliki jam kerja yang sangat fleksibel  dan tidak menentu. Seringkali ia melakukan pekerjaannya sebagai MUA dimulai pada pukul dua pagi. Hal tersebutlah yang menjadi tantangan awal yang ia lalui yaitu perlunya penyesuaian yang  ia lakukan. Namun, dengan seiring berjalannya waktu, ia sudah terbiasa dengan jam kerja yang  tak menentu. <\/p>\n<p>Setelah menjalani karirnya sebagai seorang MUA atau make up artist di kota asalnya yaitu Solo,  ia harus pindah ke Kota Bogor untuk melanjutkan pendidikannya yaitu dengan berkuliah di IPB  University setelah selama dua tahun ia memutuskan untuk gap year. Hal tersebut tentunya dirasa  cukup berat karena ia sedang ada di masa menikmati kairnya tersebut. Namun, disisi lain ia juga  paham dan sadar bahwa pendidikan itu penting. Ia pun lantas pergi merantau ke kota hujan  tersebut dan menetap disana selama masa perkuliahan. <\/p>\n<p>Meskipun ia merantau dan menetap di kota Bogor, hal tersebut tidak membuatnya berhenti untuk  melanjutkan karirnya. ia masih terus melanjutkan karirnya di kota hujan ini MUA. Namun, hal  tersebut menjadi salah satu tantangan terberatnya selama ia berkarir. Hal tersebut dikarenakan ia  harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya saat itu. Mendapati banyak  culture shock di tanah rantaunya pun harus ia lewati. <\/p>\n<p>Dari adanya segala tantangan dan halang rintang, ia tetap terus berjalan dan optimis. Beberapa  cara yang ia tempuh untuk bertahan dan melewati segala tantangan yang ia alami yaitu dengan  mengatur mindset bahwa segala tantangan dapat ia lewati dengan baik. Dari salah satu tantangan  yang ia dapati ketika awal merantau ia melewatinya dengan terus berusaha untuk cepat  beradaptasi dengan perubahan agar tetap dapat menjalani karir dan hidupnya dengan baik. Hal  yang tak kalah penting dari setiap tantangan yang menerjang yaitu ia percaya bahwa ketika kita  telah melakukan yang terbaik maka akan mendapatkan hal yang baik pula. <\/p>\n<p>Dalam menjalani kehidupan, tentunya ada kala berada pada titik jenuh. Hal tersebut pun akan  berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari yang dilewati. Untuk tetap terus menjalani karir  dan kehidupannya, ia pun tentunya harus mempunyai motivasi dalam diri untuk tetap memiliki  keyakinan untuk terus berjalan. Hal terbesar yang menjadi titik motivasi ia untuk tetap menjalani  karirnya sebagai Make Up Artist yaitu ingin memiliki penghasilan untuk dirinya sendiri. Sadar  akan kehidupan kedepan yang tidak semudah itu, menjadi keyakinan terhadap dirinya untuk  berkarir pada profesi ini. Motivasinya untuk berkarir di usia muda sambil menjalani  pendidikannya tentu tidak dijalankan secara mudah. Namun dengan tekad, kemampuan, serta  rasa optimisnya mampu terus membuatnya untuk terus membuatnya yakin melanjutkan karirnya. <\/p>\n<p>Meskipun telah memiliki karir yang bisa dikatakan cukup baik, ia tak berhenti dan merasa puas  begitu saja. Ia juga tetap memiliki tekad untuk terus berkembang dan berusaha menjadi lebih  baik dalam karirnya. Beberapa kali ia mengikuti ajang perlombaan make up dan berhasil  mendapatkan prestasinya dengan meraih juara tiga pada Make Up Artist Competition Beauty  Preneur Fest Hipmi 2024 yang dimana ia juga turut mewakili nama Sekolah Vokasi IPB  University pada ajang perlombaan tersebut. Hal itu tentunya menjadi suatu kebanggaan besar  untuk dirinya yang juga membawa nama kampus dan menjadi prestasi yang membanggakan.<\/p>\n<p>Dalam karirnya yang masih ia rintis dan terus dikembangkan ini, ia juga memiliki keinginan dan  harapan besar pada karirnya. Ia memiliki keinginan untuk suatu saat bisa membuka lapangan  pekerjaan untuk orang lain. Ia ingin membuat tim dan bekerja sama dalam dunia karirnya yang  berprofesi sebagai MUA. Ia yakin bahwa ketika kita bisa membuka pintu rezeki dan bermanfaat  baik untuk orang lain maka akan mendapat hal yang jauh lebih baik dari apa yang telah ia  berikan. <\/p>\n<p>Dimulai dari hobi yang telah digemari sejak kecil nyatanya bisa membawa pada hal yang begitu  luar biasa ketika beranjak dewasa. Seperti yang telah dilalui olehnya, yaitu Hawa Mustika yang  kini telah berada pada titik karir yang baik menjadi seorang Make Up Artist. Giatkanlah hobi  serta hal baik dalam diri agar menjadi jalan kesuksesan di masa depan. Tak pernah ada yang tahu  akan seperti apa masa depan yang akan didapatkan jika tidak dimulai dari adanya kemauan dan  motivasi dalam diri. Mulai dari pencapaian kecil dan terus berprogress menjadi Langkah baik  untuk terus maju dibanding tanpa ada langkah maju sedikitpun. Apa yang telah dicapai seorang  Hawa Mustika saat ini memang belum menjadi titik tertinggi, namun kisahnya dapat  menginspirasi untuk tetap beroptimis dan memotivasi diri untuk terus berkembang lebih baik.  Tetap mengutamakan pendidikan di atas karirnya tetap membuktikan bahwa ia mampu menjadi  seorang yang berpendidikan tinggi nantinya di masa depan bersamaan dengan langkahnya  mencapai kesuksesan yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Syabita Salma Nugrani (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University) JurnalPost.com &#8211; Hawa Mustika Galvanizahra merupakan nama lengkap seorang gadis berusia 21 tahun yang lahir 12 Mei 2002 lalu dan tumbuh besar di suatu kota yang berada di Jawa Tengah, yaitu Kota Solo. Hawa merupakan nama panggilannya. Saat ini dirinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-13132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13132\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}