{"id":13120,"date":"2024-03-21T13:32:50","date_gmt":"2024-03-21T05:32:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=13120"},"modified":"2024-03-21T13:32:50","modified_gmt":"2024-03-21T05:32:50","slug":"pengalaman-menaiki-whoosh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pengalaman-menaiki-whoosh\/13120\/","title":{"rendered":"Pengalaman Menaiki Whoosh"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-24.jpg\" alt=\"\" width=\"499\" height=\"626\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13121\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-24.jpg 499w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-24-239x300.jpg 239w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-24-150x188.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-24-300x376.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Kerenhapukh Eunike Befalya Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk berlibur. Ntah itu sekedar pergi ke destinasi dalam kota atau pun melakukan perjalanan wisata ke luar kota. Di akhir tahun 2023 saya dan lima teman lainnya mendapatkan kesempatan yang tak terduga. Kami berenam mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Bandung menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Momen yang sangat tepat bukan, di akhir tahun yang memang identic dengan berlibur kami mendapatkan kesempatan tersebut. Namun maksud dan tujuan kami kesana bukan hanya sekedar berlibur, kami menjadi perwakilan kampus IPB University sebagai delegasi untuk Konferensi yang diselenggarakan oleh KAPPIJA 21. Konferensi yang bertajuk \u201cASEAN Golden Generation Conference\u201d berlokasi di Bandung, tepatnya di Gedung Merdeka.<\/p>\n<p>Perjalanan menuju Bandung kami dapat dikatakan agak sedikit berbeda dengan perjalanan menuju Bandung yang pernah kami lakukan sebelumnya. Karena kali ini adalah kali pertama kami mencoba transportasi Kereta Cepat Whoosh yang baru diresmikan di bulan Oktober 2023. Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan juga pertama di Asia Tenggara dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Namanya sendiri terinspirasi dari bunyi yang dihasilkan saat Whoosh tersebut beroperasi yaitu \u201cwusss\u201d.<\/p>\n<p>Saya dan lima orang teman lainnya memulai perjalanan dari Stasiun Bogor. Kami janjian di Stasiun Bogor sekitar pukul 4 sore. Kami memilih berangkat sehari lebih awal dari hari keberangkatan Kereta Cepat Whoosh karena jadwal keberangkatannya cukup pagi sehingga kami rasa tidak akan bisa jika berangkat di hari-h. Saya menjadi orang kedua yang tiba di Stasiun Bogor, dan perlu menunggu beberapa waktu untuk akhirnya kami semua berkumpul. Saat menunggu tersebut kami saling mengobrol tentang bagaimana kami begitu tidak sabar untuk mencoba Kereta Cepat Whoosh untuk pertama kalinya. Selain itu kami kembali mengecek barang bawaan kami, memastikan saldo kartu cukup, dan membeli beberapa cemilan. Singkat cerita kami pun akhirnya menaiki KRL menuju Stasiun Cawang. Selama perjalanan di KRL rasa penasaran dan tidak sabar saya untuk menaiki Whoosh semakin besar.<\/p>\n<p>Perjalanan KRL kami berhenti di Stasiun Cawang. Disini barulah terasa sedikit melelahkan karena perjalanan kami lakukan hampir seluruhnya menggunakan angkutan umum. Saya dan teman lainnya harus membawa bawaan kami yang cukup berat sendiri dan menaiki tangga khas Stasiun Cawang untuk menyambung perjalanan. Kami menaiki anak tangga dengan saling menyemangati satu sama lain dan melalui JPO menuju Stasiun LRT Cikoko. Di beberapa titik kami berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga kembali. Setelah tiba di Stasiun LRT Cikoko kami mengecek saldo kartu masing-masing sambil beristirahat sejenak. Selanjutnya kami mengikuti arahan petunjuk untuk menaiki LRT rute menuju Stasiun Halim.<\/p>\n<p>Saat di dalam LRT saya baru teringat bahwa itu juga kali pertama bagi saya menaiki LRT. Kesan pertama yang saya rasakan adalah nyaman dan bersih. Bagian dalam dari LRT terasa luas dan tetap nyaman walaupun harus berdiri. Rasa yang ditimbulkan pun berbeda dengan menaiki KRL, di LRT lebih terasa halus dan tenang. Kami tidak memerlukan waktu yang lama untuk tiba di Stasiun Halim. Saat tiba disana saya terkagum melihat interior dan penampakan dari stasiun tersebut. Stasiun Halim begitu luas, bersih, didominasi dengan warna<\/p>\n<p>putih dan kaca, namun masih ada beberapa tempat yang terkesan kosong. Setelah turun dan menyusuri stasiun kami memilih untuk beristirahat sejenak dan saya pun menunggu teman- teman yang lain menunaikan sholat. Setelah itu kami mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan berdiskusi. Kami mendiskusikan penginapan yang akan kami sewa untuk malam itu, dan setelah beberapa perdebatan kami menemukan satu yang dirasa cocok dan segera memesan layanan mobil online untuk menuju ke lokasi penginapan.<\/p>\n<p>Saya dan kelima teman yang lain saling membantu memasuki barang bawaan ke mobil yang telah kami pesan. Selama di perjalanan kami berbincang-bincang tentang banyak hal. Bapak supir yang mengantarkan kami pun ikut ke dalam perbincangan kami, hingga tidak terasa mobil melaju dan kami pun tiba di tempat penginapan. Badan yang sudah cukup terasa pegal-pegal tidak menutupi semangat kami untuk melanjutkan perjalanan. Setelah memesan kamar dan merapikan barang kami memutuskan untuk keluar penginapan untuk kuliner malam mengisi perut yang sedari tadi meminta diisi. Kami keluar dan menikmati suasana malam Jakarta yang kala itu tidak hujan dan cukup sejuk. <\/p>\n<p>Kami berjalan sambil melihat-lihat apa yang sekiranya enak sambil sesekali membuat video singkat untuk keperluan media sosial. Pilihan kami jatuh pada Warung Makan Pecel Ayam dan Pecel Lele, karena kami perlu makanan berat untuk mengganti semua energi yang dihabiskan hari ini. Saya sendiri tidak memesan menu utama dari warung makan tersebut, melainkan saya memesan Mi Tektek Kuah dan saya tidak menyesal karena porsi yang diberikan cukup besar dan rasa kuahnya yang gurih membuat saya ingin pergi kesana lagi. Malam itu kami tutup dengan sesi kuliner dan setelahnya kami kembali ke tempat penginapan dan Bersiap untuk hari esok.<\/p>\n<p>Keesokannya saya bangun pukul 3 pagi. Dengan muka dan badan yang lelah akibat kurang tidur saya memutuskan untuk mandi dan bersiap, begitu juga dengan teman-teman yang lain. Setelah kehebohan yang terjadi di pagi hari akhirnya kami selesai bersiap. Kami menuju lobby bawah untuk melakukan check-out. Di saat yang bersamaan saya kembali memesan mobil online untuk mengantarkan kami berenam menuju Stasiun KCIC Halim. Perjalanan di menuju stasiun kami mulai sekitar pukul 5 pagi, karena jadwal berkumpul di pukul 6 pagi. Sesampainya di sana kami menuruni barang bawaan dan segera menuju ke dalam stasiun. Rombongan kami termasuk yang awal datang membuat kami tidak perlu terburu-buru, namun ada satu kejadian yang membuat panik. Handphone salah satu teman saya ternyata tertinggal di mobil online yang tadi mengantarkan kami. Saya pun tidak dapat menutupi kepanikan, begitu juga dengan yang lain. Tapi kami segera berhasil menghubungi supir yang mengantarkan kami tadi dan beliau mengatakan dapat mengantarkan handphonenya saat itu juga.<\/p>\n<p>Drama handphone tertinggal berhasil terselesaikan. Kami kembali mengingatkan kembali satu sama lain untuk selalu mengecek barang bawaan. Tidak lama beberapa rombongan dari kampus lain berdatangan. Saat panitia penyelenggara konferensi melakukan penukaran tiket fisik, kami berkumpul untuk absen. Setelah pembagian tiket kami memanfaatkan sisa waktu untuk berfoto bersama. Antar kampus saling bergantian dan juga bersama-sama seluruh rombongan yang akan menuju Bandung dari Jakarta untuk konferensi tersebut.<\/p>\n<p>Waktunya pun tiba, waktu dimana kami semua sudah diperbolehkan untuk menuju ke dalam ke peron kereta. Petugas yang bertugas kala itu sangat-sangat ramah. Interior bagian dalam stasiun juga sangat artistis dengan banyak menampilkan hasil karya seniman. Mata saya terkagum saat untuk pertama kalinya melihat Kereta Cepat Whoosh secara langsung, terlihat begitu gagah dan modern. Saya dan temen-teman yang lain dibantu petugas menuju kursi sesuai dengan yang tertera pada tiket. Kesan yang menyenangkan langsung hadir saat memasuki bagian dalam Whoosh. Detail dari Whoosh sangat modern dan memberikan kesan<\/p>\n<p>kecanggihan teknologi pada setiap elemennya. Kursi dibagi menjadi sisi kanan dan kiri, dengan bantalan kursi dan senderan kepala yang nyaman. Jendelanya juga luas dan dapat mempermudah kita melihat kondisi di luar. Terdapat bagain tersendiri untuk menaruh koper atau pun tas besar di setiap gerbong. Di atas pintu pemisah antar gerbong terdapat layer yang berisi informasi tentang suhu dan juga kecepatan dari Whoosh tersebut.<\/p>\n<p>Senyum bahagia menghiasi wajah saya dan penumpang yang lain. Kami duduk dengan nyaman di kursi kami masing-masing. Pemberitahuan pun berbunyi bahwa Kereta Cepat Whoosh akan segera berangkat. Pada menit awal Whoosh masih belum melaju di kecepatan tertingginya, namun setelah beberapa saat Whoosh melaju di kecepatan maksimal yaitu 350km\/jam. Saya sibuk melihat ke arah jendela, melihat begitu cepat kereta yang sedang saya tumpangi itu melaju. Getaran dan suara yang ditimbulkan dari Whoosh benar-benar minim. Ada beberapa penumpang yang mencoba berdiri dan berjalan dan mereka bisa tetap tegak dan tidak terjatuh. Dengan Whoosh kita hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di Stasiun Padalarang.<\/p>\n<p>Akhirnya Whoosh berhenti di Stasiun Padalarang. Saya dan segenap penumpang yang lain turun dengan pikiran yang terkagum-kagum karena rasanya baru saja memulai perjalanan namun sudah sampai saja di stasiun tujuan. Kami semua berkumpul dan diarahkan untuk keluar stasiun. Ternyata di luar sudah menunggu bis yang akan mengantarkan kami ke lokasi konferensi yaitu Gedung Merdeka. Rombongan pun menaiki bis dengan tertib. Di dalam bis kami masih membicarakan sensasi yang kami masing-masing rasakan saat menaiki Whoosh tadi. Rasa lelah yang ada tergantikan dengan kegembiraan menyambut awal perjalanan di Bandung.<\/p>\n<p>Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari pengalaman perjalanan ini. Awal perjalanan dimulai tanggal 7 Desember 2023 dan tiba di Bandung pada 8 Desember 2023 dan kembali pulang pada 10 Desember 2023. Seperti yang sudah disinggung di atas, perjalanan saya ke Bandung bukan sekedar berlibur namun juga untuk keperluan pendidikan yaitu mengikuti sebuah konferensi Tingkat ASEAN. Tentu saja banyak pembelajaran dari setiap sesi pertemuan disana, namun di setiap perjalanan yang saya lalui juga memberikan banyak pembelajaran dan kenangan manis. Mulai dari pengalaman pertama kali menaiki LRT dan Whoosh, pembelajaran untuk membaca petunjuk, dan juga momen-momen kebersamaan saya dan kelima teman yang lain.<\/p>\n<p>Saya memiliki kesempatan untuk mewawancarai dua orang teman yang ikut dalam perjalanan ini. Saya menanyakan tentang bagaimana pendapat mereka melakukan perjalanan menggunakan Whoosh. <\/p>\n<p>\u201cPengalaman pertama kali saya naik woosh sangat excited, karena saya merasakan perjalanan yang tidak seperti menaiki kereta kereta pada umumnya, perjalanan yang cepat, lintasan dengan view yang indah, serta fasilitas yang baru, dan super keren\u201d ungkap Fela. <\/p>\n<p>Teman saya yang Firyal juga ikut memberikan pendapatnya, \u201cWiii rasanyaa happy dong tentunya, ini pertama kali aku naik whoosh atau kereta cepat. yang dimana biasanya aku naik kereta biasa yang ga secepat whoosh. bener bener beda. dari fasilitasnya, kereta whoosh lebih premium tentunya lebih bagus, nyaman juga tempat duduknya. nah pastinya kalo kita bawa barang besar, ada tempat sendiri untuk menyimpannya. pemandangan nya juga sangat bagus tentunya dengan view gedung gedung tinggi yang dimana aku sangat menikmati perjalanan naik whoosh\u201d<\/p>\n<p>Saya sendiri juga benar-benar merasa puas dengan perjalanan yang sudah saya lakukan. Kenyaman saat menaiki Whoosh menjadi sorotan utama pada perjalanan kali ini. Selain itu ini juga menjadi kesempatan yang cukup jarang saya dapatkan yaitu bepergian jauh sendiri tanpa orang tua, yang membuat banyak hal harus saya lakukan sendiri dan banyak belajar disini. Saya berharap akan ada lebih banyak perjalanan menyenangkan yang akan saya lakukan di kemudian hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Kerenhapukh Eunike Befalya Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk berlibur. Ntah itu sekedar pergi ke destinasi dalam kota atau pun melakukan perjalanan wisata ke luar kota. Di akhir tahun 2023 saya dan lima teman lainnya mendapatkan kesempatan yang tak terduga. Kami berenam mendapatkan kesempatan untuk melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-13120","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13120\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}