{"id":12942,"date":"2024-03-15T19:18:40","date_gmt":"2024-03-15T11:18:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12942"},"modified":"2024-03-15T19:18:40","modified_gmt":"2024-03-15T11:18:40","slug":"peran-influencer-dalam-meningkatkan-promosi-suatu-brand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/peran-influencer-dalam-meningkatkan-promosi-suatu-brand\/12942\/","title":{"rendered":"Peran Influencer Dalam Meningkatkan Promosi Suatu Brand"},"content":{"rendered":"<p>Oleh :<strong> Nora Niswatun Choirina \u2013 Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Di era digital saat ini, strategi pemasaran juga memanfaatkan teknologi digital, dengan menggunakan media sosial sebagai alat pemasarannya. Media sosial sebagai media komunikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Apa yang terjadi saat ini adalah untuk meningkatkan pemasaran media sosial, perusahaan sudah mulai menggunakan influencer sebagai strategi pemasaran. Influencer dalam bahasa Inggris berarti orang yang berpengaruh. Influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mengambil keputusan pembelian berdasarkan pengalaman masa lalu. Merek menggunakan influencer untuk mengkomunikasikan tujuan mereka kepada konsumen sasaran tertentu. Mereka yang menjadi influencer bisa saja adalah artis atau bahkan seleb Instagram yang menjadi ikon bagi para pengikutnya di media sosial.  Media sosial yang dipilih adalah Instagram, dimana Instagram merupakan platform media sosial paling aktif nomor 4 di Indonesia (Hootsuite. 2019) dan Indonesia merupakan negara pengguna Instagram terbanyak se-Asia Pasifik (Hasibuan, Lynda 2019). Instagram juga merupakan platform media sosial yang banyak digunakan untuk ajang bisnis dengan influencer sebagai daya tariknya. <\/p>\n<figure id=\"attachment_12944\" aria-describedby=\"caption-attachment-12944\" style=\"width: 319px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-60.jpg\" alt=\"\" width=\"319\" height=\"180\" class=\"size-full wp-image-12944\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-60.jpg 319w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-60-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-60-150x85.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 319px) 100vw, 319px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12944\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : We are social<\/figcaption><\/figure>\n<p>Influencer merupakan seseorang yang memiliki jumlah followers (pengikut) dengan jumlah besar dan memiliki pengaruh kuat terhadap pengikutnya seperti selebgram, public figure, youtuber,dan lainnya. Influencer sendiri dibagi menjadi tiga yaitu:<\/p>\n<p>a. Mega Influencer merupakan selebriti papan atas yang populer tidak hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya. Selebriti ini sudah memiliki personal branding yang tidak perlu dibentuk lagi oleh sebuah brand. contohnya raffi ahmad, nagita slavina, agnes monica,dll.<\/p>\n<p>b. Macro Influencer adalah kreator profesional yang memiliki hasrat untuk berbagi kehidupan mereka dengan fokus hal tertentu. <\/p>\n<p>c. Micro Influencer merupakan seseorang yang memiliki followers di antara 1000 hingga 100 ribu orang. Micro Influencer sering disebut dengan buzzer karena sering melakukan review berdasarkan pengalaman yang otentik, sehingga mendapat kepercayaan lebih dari perusahaan dan followers.<\/p>\n<p>Promosi adalah unsur dalam seluruh kegiatan pemasaran yang diberdayagunakan untuk memberitahu, membujuk, dan mengingatkan tentang produk perusahaan. Promosi merupakan sebuah kegiatan yang memerlukan strategi agar produk dapat dikenal oleh masyarakat (meningkatkan brand awareness) yang akhirnya mempengaruhi penjualan. Brand merupakan nama yang digunakan untuk memberikan identitas pada suatu barang atau jasa,  sehingga menjadi pembeda dari pesaingnya. <\/p>\n<p>Menurut (Andree, 2011) AISAS adalah formula yang dirancang untuk melakukan pendekatan secara efektif kepada target audiens dengan melihat perubahan perilaku yang terjadi khususnya terkait dengan latar belakang kemajuan teknologi internet atau sebuah model pemasaran terbaru yang memaparkan mengenai alur interaksi yang terjadi antara produk atau jasa yang kita tawarkan dengan konsumen. AISAS pertama kali digagas oleh Dentsu pada tahun 2004, merupakan singkatan dari Attention, Interest, Search, Action and Share yang ternyata berasal dari perkembangan model pemasaran AIDMA (Attention, Interest, Desire, Memory dan Action) yang sebelumnya juga perkembangan dari model pemasaran AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action).<\/p>\n<p>a. Interest<br \/>\nPada tahap ini konsumen akan tertarik terhadap suatu produk atau jasa yang diiklankan dan akan menimbulkan dua kemungkinan yaitu pertama konsumen akan merasa tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut terkait produk, kedua konsumen merasa tertarik tetapi tidak berniat untuk mengetahui lebih lanjut<\/p>\n<p>b. Search<br \/>\nSesuai konsumen merasa tertarik mereka akan mencoba untuk mencari tahu lebih dalam mengenai produk atau jasa tersebut, salah satunya melalui search engine seperti google<\/p>\n<p>c. Action<br \/>\nDirepresentasikan sebagai tindakan dari konsumen berupa pembelian produk atau jasa dimana sangat penting bagi sebuah bisnis untuk selalu menjaga komitmen untuk menyajikan pelayanan terbaik kepada konsumen<\/p>\n<p>d. Share<br \/>\nSelanjutnya sesudah menggunakan produk atau jasa kita konsumen akan membagikan pengalamannya dan memberikan penilaian berupa feedback, testimoni baik berupa kepuasan maupun kekecewaan. pemanfaatan Influencer dalam mempromosikan produk tentunya mempunyai tujuan agar pengguna Instagram khususnya tau akan produk yang sedang diperkenalkan, sehingga yang diharapkan mereka akan menerima dan lebih lagi mereka akan membeli produk yang ditawarkan. Dari para Influencer inilah yang akan mempengaruhi followernya, dengan menyebar informasi dengan memperkenalkan produk yang mungkin mereka butuhkan. Influencer yang bagus, biasanya mereka yang sering memposting hal-hal yang biasanya sering dibicarakan oleh pengguna Instagram. <\/p>\n<p>Biasanya indikasinya bisa dilihat dari jumlah like yang ada di postingan tersebut. Dan salah satu keuntungan dari penggunaan Instagram adalah ada fitur \u201chastag\u201d dan \u201cshare\u201d sehingga biasanya setelah ada follower Instagram dari Influencer tersebut akan meng-share kembali postingan Influencer tersebut yang tentunya akan dimungkinkan mereka atau si follower dari Influencer tersebut akan memperkenalkan kepada teman-temannya, maka itulah yang diharapkan oleh pemilik suatu brand.<\/p>\n<p>Pemilihan influencer bukan karena memiliki jumlah followers yang banyak namun influencer<br \/>\nsering menggunakan cara tersendiri dalam mempromosikan produk secara soft selling yang nantinya bisa menjadi testimoni untuk meningkatkan kepercayaan followersnya.  Berdasarkan survey yang dilakukan oleh (Sociabuzz, 2018) tujuan dari menggunakan influencer adalah untuk meningkatkan brand awareness (98,8%), mengedukasi target konsumen (62,7%), meningkatkan penjualan (50,6%), meningkatkan followers (39,8%) dan Search Engine Optimization\/SEO (25,3%). Sedangkan media sosial yang paling sering digunakan adalah Instagram sebesar 98,8%. Influencer dirasa menjadi strategi marketing yang efektif karena dapat membangun kepercayaan yang kuat dengan followersnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12943\" aria-describedby=\"caption-attachment-12943\" style=\"width: 154px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar2-13.jpg\" alt=\"\" width=\"154\" height=\"207\" class=\"size-full wp-image-12943\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar2-13.jpg 154w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar2-13-150x202.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 154px) 100vw, 154px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12943\" class=\"wp-caption-text\">sumber : sociabuzz<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berdasarkan alur AISAS, baik micro influencer, macro influencer, dan mega influencer mampu menghasilkan konten yang mampu menarik perhatian (attention), dan minat (interest) warganet. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah like, dan comment yang dapat menjadi salah satu parameter ketertarikan dari followers pada masing-masing akun yang menjadi influencer. Para influencer juga mampu mengkomunikasikan berbagai macam promosi dengan gaya visual dan bahasa dari personal masing-masing. Hal tersebut ditunjukkan dari pemilihan foto dan copywriting yang dapat memikat calon konsumen. Potensi pencarian produk (search), pembelian (action), dan review kembali oleh warganet yang terpengaruh pun semakin besar, sehingga dapat berdampak pada perusahaan yang mempromosikan produknya pada influencer. Maka dari itu, Influencer menjadi strategi marketing yang dirasa efektif dikarenakan influencer dapat menyajikan post untuk promosi suatu brand dengan citra dan karakteristiknya sendiri, dengan dampak yang besar terhadap konsumennya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Nora Niswatun Choirina \u2013 Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media JurnalPost.com &#8211; Di era digital saat ini, strategi pemasaran juga memanfaatkan teknologi digital, dengan menggunakan media sosial sebagai alat pemasarannya. Media sosial sebagai media komunikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Apa yang terjadi saat ini adalah untuk meningkatkan pemasaran media sosial, perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12942","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12942"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12942\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}