{"id":12762,"date":"2024-03-12T19:09:01","date_gmt":"2024-03-12T11:09:01","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12762"},"modified":"2024-03-12T19:09:01","modified_gmt":"2024-03-12T11:09:01","slug":"kita-harus-bela-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kita-harus-bela-palestina\/12762\/","title":{"rendered":"Kita Harus Bela Palestina"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_12763\" aria-describedby=\"caption-attachment-12763\" style=\"width: 355px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-39.jpg\" alt=\"\" width=\"355\" height=\"200\" class=\"size-full wp-image-12763\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-39.jpg 355w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-39-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-39-150x85.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12763\" class=\"wp-caption-text\">Search CNBC Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh : <strong>Agnes Java Ayu Septianti<br \/>\nMahasiswa  Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media <\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Peperangan dan perdebatan memang sangat sulit untuk di hentikan, sama hal nya dengan perang yang terjadi di benua Asia bagian barat Palestina dan Israel. Zionis atau yang kita ketahui tentara dari negara Israel masih saja menggenjatkan senjatanya di tanah Palestina sampai detik ini. Pada awalnya perjanjian ini mengikat pemerintah Inggris untuk &#8220;mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina&#8221; dan memfasilitasi &#8220;pencapaian tujuan ini&#8221;. Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour.<\/p>\n<p>Diperkirakan 15.000 warga Palestina terbunuh, termasuk dalam puluhan pembantaian. Insiden ini juga membuat Gerakan Zionis menguasai 78% wilayah bersejarah Palestina. Sisanya yang sebesar 22% dibagi menjadi wilayah yang sekarang menjadi Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang terkepung. Diperkirakan 750.000 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka.<\/p>\n<p>Di beritakan bahwa Konflik Palestina-Israel kembali muncul dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh serangan Hamas Palestina terhadap Israel di wilayah selatan jalur Gaza pada Sabtu (7\/10). Serangan diperkirakan terjadi untuk membalas berbagai tekanan dan serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, korban konflik Palestina-Israel dikabarkan telah mencapai 2.300 korban jiwa dan 8.900 korban luka-luka di kedua belah pihak. Konflik ini telah menjadi ancaman yang paling serius bagi perdamaian dan keamanan dunia, khususnya di wilayah Timur Tengah.<\/p>\n<p>Sementara Kementerian Pendidikan Palestina mengatakan bahwa 4.156 siswa telah tewas dalam perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza. Setidaknya 381 sekolah juga telah dibom atau dirusak. Jumlah total warga Palestina yang terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober kini mencapai 22.185 orang. Setidaknya 57.000 orang terluka.<\/p>\n<p>Indonesia sangat mendukung keras kebebasan negara &#8211; negara yang mengalami negosida. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyinggung masalah yang terjadi di beberapa negara seperti Myanmar, Palestina hingga Afghanistan saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-78 PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (23\/9).<\/p>\n<p>&#8220;Sudah terlalu lama, kita membiarkan saudara-saudari Palestina kita menderita. Indonesia tidak akan mundur sedikitpun dalam dukungan kami untuk negara Palestina,&#8221; ucap Retno.<br \/>\nTindakan tersebut sangat di benarkan karena dari semua fakta dan juga dampak yang sudah terjadi kepada warga Palestina sangat amat memprihatinkan, apa lagi bagi anak &#8211; anak yang tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi tetapi turut menjadi korban di sini. Kecaman dan penegasan ulang memang harus di publikasikan lagi, karena jika tidak masalah ini akan di lupakan dan tidak ada perkembangan lagi. PBB seharusnya bisa lebih memberikan sanksi keras kepada Israel yang telah melanggar undang &#8211; undang dan menjalanin sidang di mahkamah Internasional.<\/p>\n<p>Lalu apasih hubungannya Indonesia dengan konflik yang tengah terjadi antara Palestina dan Israel ini ? pasti anda bertanya &#8211; tanya bukan ?<br \/>\nIndonesia merupakan negara yang besar dan berpengaruh di dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara dan komunitas Muslim global. Pada intinya, sebagai manusia, kita memiliki rasa kemanusiaan yang mengharuskan kita untuk empati terhadap penderitaan yang dialami oleh sesama kita, seperti di Palestina. Indonesia, sebagai negara Islam, merasa terhubung dengan Palestina karena keberadaannya sebagai tanah suci bagi umat Islam, terutama dengan keberadaan Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu masjid agung ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sebagai Muslim Indonesia, penting bagi kita untuk merasakan dan mendukung penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara Muslim kita di Palestina dengan memberikan dukungan moral dan materi.<\/p>\n<p>Hubungan Indonesia dan Palestina telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Palestina adalah negara Arab pertama yang secara resmi mendukung kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Indonesia, pada saat itu, mendapat dukungan politik dan moral yang signifikan dari rakyat Palestina. Bahkan, Indonesia telah mengirim pasukan Garuda sebagai pasukan perdamaian PBB ke Palestina untuk membantu menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Sebagai negara sahabat, Indonesia harus terus memperkuat hubungan yang baik dengan Palestina.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri memiliki prinsip yang kuat dalam menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung hak-hak bangsa-bangsa yang terpinggirkan. Selain itu, Indonesia aktif berpartisipasi dalam organisasi internasional seperti OKI, Gerakan Non-Blok, dan PBB. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan di tingkat global.<br \/>\nMenurut Undang-Undang Indonesia, penolakan terhadap penjajahan sangat jelas dijelaskan. Selain karena Indonesia sendiri pernah menjadi korban penjajahan, negara ini juga aktif berpartisipasi dalam upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan konflik di Timur Tengah.<\/p>\n<p>Indonesia selalu mengadvokasi kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Indonesia telah mengambil sikap yang kuat dalam menolak klaim Israel terhadap Yerusalem sebagai ibu kota eksklusifnya, karena bertentangan dengan hukum internasional yang sudah disepakati.<\/p>\n<p>Karenanya, dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan agama, tetapi juga didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, politik, hukum, moral, kebangsaan, dan prinsip-prinsip yang telah dipegang teguh oleh bangsa ini. Dengan menjadi pendukung yang kokoh bagi Palestina, Indonesia dapat memainkan peran yang aktif dalam mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan adil di Timur Tengah, terutama dalam konteks Palestina.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Agnes Java Ayu Septianti Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media JurnalPost.com &#8211; Peperangan dan perdebatan memang sangat sulit untuk di hentikan, sama hal nya dengan perang yang terjadi di benua Asia bagian barat Palestina dan Israel. Zionis atau yang kita ketahui tentara dari negara Israel masih saja menggenjatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12762","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12762\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}