{"id":12614,"date":"2024-03-12T12:44:40","date_gmt":"2024-03-12T04:44:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12614"},"modified":"2024-03-12T12:44:40","modified_gmt":"2024-03-12T04:44:40","slug":"perjalanan-yang-tak-terlupakan-menyelami-sejarah-dan-keindahan-kota-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/perjalanan-yang-tak-terlupakan-menyelami-sejarah-dan-keindahan-kota-bandung\/12614\/","title":{"rendered":"Perjalanan yang Tak Terlupakan: Menyelami Sejarah dan Keindahan Kota Bandung"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1.gif\" alt=\"\" width=\"489\" height=\"408\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12615\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Muhammad Zakhi, Mahasiswa Komunikasi Digital &#038; Media Sekolah Vokasi IPB University<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sebuah kesempatan yang tidak bisa saya lupakan ketika saya melakukan perjalanan selama tiga hari ke Bandung. Dimulai dengan rasa senang dan gembira ketika saya mencoba untuk pertama kalinya manaiki transportasi yang baru saja diresmikan oleh pemerintah Indonesia, yaitu Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dilanjutkan dengan kunjungan ke sebuah gedung tempat Sejarah hidup Gedung Asia Afrika, atau yang biasa disebut sebagai Gedung Merdeka.<\/p>\n<p>Kunjungan ke Kota Bandung ini tentunya saya tidak dapat menghindari untuk terus memperhatikan kota yang menjadi tujuan untuk saya kunjungi. Menyaksikan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya. Bandung memiliki pesona dan juga kekayaan yang luar biasa, hal itu tentu menjadi alasan utama seseorang untuk dapat berkunjung ke kota ini. <\/p>\n<p>Mencoba untuk menggunakanan Kereta Cepat Indonesia China secara gratis dengan mengikuti program Konferensi Internasional Asean 2023, membuat saya sangat senang dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, karena saya menikmati perjalanan yang cepat dan nyaman hanya dalam waktu 40 menit. Selama perjalanan mata saya selalu disuguhkan dengan keindahan pemandangan yang dilewati di sepanjang perjalanan. Mulai dari sawah hijau di setiap menitnya, hingga pegunungan pegunungan yang memikat pandangan, setiap detik perjalanan menjadi momen yang patut untuk diabadikan.<\/p>\n<p>Sesampainya di Bandung, saya langsung berangkat untuk melakukan kunjungan ke Gedung Merdeka, untuk melihat secara langsung sebuah museum yang mengangkat isu-isu penting dalam sejarah Asia-Afrika. Menghabiskan waktu untuk mengenal lebih dalam terkait sejarah hidup di Gedung Merdeka. Bangunan dengan keindahan arsitektur kolonialnya serta bangunan yang memancarkan semangat perjuangan bangsa Asia dan Afrika untuk kemerdekaan dan persatuan. <\/p>\n<p>Keberadaan Gedung Merdeka yang berada pada pusat kota, tentunya saya tetap melanjutkan perjalanan ke Jalan Braga, sebuah jalan yang dikenal dengan sejarah dan kebudayaannya. Banyak keindahan dari berbagai macam tempat-tempat yang memiliki corak khas, namun juga memperhatikan tata kota yang sama dengan corak khas lama pada masa penjajahan Belanda. <\/p>\n<p>Melihat suasana antik di Jalan Braga, saya tertarik untuk mengunjungi cosplayer hantu yang ada disana. Bertanya serta mengajak foto sebagai ungkapan rasa kagum saya akan kerja keras warga Bandung untuk mencukupi hidupnya sehari-hari. \u201cKota bandung adalah sebuah kota yang sangat indah dan sangat bagus untuk dijadikan tempat untuk berbisnis, karena tempatnya yang ramai dan sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dalam maupun luar daerah Kota Bandung.\u201d ujar salah satu cosplayer hantu di Jalan Braga tersebut.<\/p>\n<p>Sehari yang penuh makna, saya bergegas kembali ke Asrama IPDN, dimana tempat saya untuk beristirahat selama di Kota Bandung. Banyak kegiatan yang saya lakukan bersama teman-teman seperti berbagi cerita dan pengalaman dan banya lainnya. <\/p>\n<p>Dihari selannjutnya saya melanjutkan kunjungan ke Gedung Sate, sebuah landmark ikonik di Bandung yang menampilkan arsitektur bergaya Belanda, serta ornamen enak tusuk sate yang ada di atas menara sentral. Terdapat banyak koleksi benda bersejarah yang lengkap dan menjangkau berabad-abad sejarah, yang memang menjadikan salah satu daya tarik utamanya dari museum ini. Museum ini juga menawarkan gambaran menarik tentang beragam budaya dan tradisi yang telah membentuk Kota Bandung selama bertahun-tahun, mulai dari tekstil tradisional dan kerajinan tangan hingga peninggalan kuno dan temuan arkeologi. <\/p>\n<p>Sebelum meninggalkan Kota Bandung, saya memutuskan untuk melanjutkan untuk berkunjung ke Museum Pos Indonesia. Di sana, saya dapat mempelajari sejarah perkembangan sistem pos di Indonesia melalui berbagai koleksi artefak yang menarik, sampai sampai mengunjungi lorong yang membahas perangko pertama di dunia serta perangko yang dipergunakan saat awal berdirinya kantor pos di Indonesia. Bahkan disana juga terdapat mesin timbangan beserta seragam pegawai pos dari masa ke masa hingga armada pengangkut surat pada zaman dahulu. <\/p>\n<p>Meskipun perjalanan ini menandai akhir dari kunjungan saya di kota ini, kenangan indah dan pelajaran berharga yang didapatkan di Bandung akan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan dimasa tua nanti. Kunjungan ini bukan hanya tentang menjelajahi tempat-tempat baru, tetapi juga tentang mengenal lebih akan sejarah, memperluas wawasan, dan mempererat hubungan antarmanusia. Berat ketika saya harus meninggalkan kota ini, sampai jumpa Bandung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muhammad Zakhi, Mahasiswa Komunikasi Digital &#038; Media Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Sebuah kesempatan yang tidak bisa saya lupakan ketika saya melakukan perjalanan selama tiga hari ke Bandung. Dimulai dengan rasa senang dan gembira ketika saya mencoba untuk pertama kalinya manaiki transportasi yang baru saja diresmikan oleh pemerintah Indonesia, yaitu Kereta Cepat Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12614","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12614\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}