{"id":12578,"date":"2024-03-12T12:14:50","date_gmt":"2024-03-12T04:14:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12578"},"modified":"2024-03-12T12:14:50","modified_gmt":"2024-03-12T04:14:50","slug":"mengukir-kisah-sukses-ellisa-agustin-content-creator-muda-dan-cantik-yang-sukses-dalam-karirnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mengukir-kisah-sukses-ellisa-agustin-content-creator-muda-dan-cantik-yang-sukses-dalam-karirnya\/12578\/","title":{"rendered":"Mengukir Kisah Sukses Ellisa Agustin, Content Creator Muda dan Cantik Yang  Sukses dalam Karirnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-2.png\" alt=\"\" width=\"248\" height=\"245\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12579\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-2.png 248w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-2-150x148.png 150w\" sizes=\"(max-width: 248px) 100vw, 248px\" \/><\/p>\n<p>Penulis: <strong>Khadijah Najma Zahirah Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media<\/p>\n<p>Awal Perjalanan<\/strong><br \/>\nSemester awal kuliahnya diwarnai oleh pandemi COVID-19, memaksa kuliahnya dilaksanakan secara online. Namun, Ellisa memanfaatkan momen ini dengan bijaksana.  Melihat tren digital marketing dan kepopuleran TikTok yang merokey pada saat itu, ia  mulai menjajaki dunia modeling sebagai freelancer. Berbeda dengan kebanyakan  mahasiswa yang mencari relasi di dalam organisasi kampus, Ellisa lebih memilih  mengejar jaringan di tempat kerja. Keputusannya itu membawanya pada kesempatan  tak terduga sebagai model untuk brand lokal. Pandai berbicara di depan umum dan latar  belakang pendidikannya yang relevan membuatnya diakui oleh seseorang yang  menawarkan posisi sebagai host Shopee. Dengan kuliah online dan pekerjaan yang  dapat dilakukan dari rumah, Ellisa mampu menjalani kedua perannya dengan lancar. <\/p>\n<p>Pada semester 3, ketika kuliahnya mulai bergeser menjadi hybrid, Ellisa tetap  bekerja sebagai host di Shopee dan mendapat tawaran pekerjaan sebagai content  creator di PT Quantum Tosan International, sebuah perusahaan spring bed berskala  internasional. Ini menjadi pengalaman pertamanya mendapatkan gaji dua digit sebagai  mahasiswa. Meskipun menghadapi jadwal yang padat, Ellisa menjalani kedua  pekerjaannya hingga semester 4, namun karena sulit mengatur waktu dengan kuliah  offline, dia memilih untuk mengundurkan diri dari PT Quantum. <\/p>\n<p>Tak lama setelah mengundurkan diri, Ellisa mendapat tawaran menarik dari  Skintific melalui LinkedInnya, yang membuatnya kembali menjalani pekerjaan ganda.  Perjalanan antara Jakarta dan Bogor untuk kuliah dan bekerja menjadi rutinitasnya.  Ellisa menghabiskan masa mudanya dengan sangat sibuk, fokus pada kuliah dan karir  tanpa banyak waktu untuk bersantai. Setelah bekerja selama dua bulan di Skintific, dia  memutuskan untuk fokus pada kuliahnya yang beranjak ke semester 6 agar dapat fokus  pada pendidikannya.<\/p>\n<p> Namun, setelah mengundurkan diri, Ellisa mendapat tawaran menarik yang kedua  kalinya sebagai Brand Ambassador untuk Rose All Day dengan gaji yang luar biasa.  Dia meninggalkan Skintific dan Shopee untuk menerima tawaran tersebut, menjadi  host dan content creator di Rose All Day. Di sana, dengan kinerjanya yang cukup baik,  ia diundang ke acara South East Asia TikTok Impact, yang semakin meningkatkan  popularitasnya di platform tersebut. Kesuksesannya di TikTok menarik perhatian  Halodoc, yang menawarkannya untuk menjadi Brand Ambassador hingga saat ini.  Dengan berbagai pengalaman yang ia dapatkan, Ellisa terus tumbuh dalam karirnya,  memanfaatkan setiap kesempatan yang datang untuk memperluas jangkauan dan  pengaruhnya. <\/p>\n<p><strong>Menghadapi Tantangan : Melatih Manajemen Waktu  <\/strong><br \/>\nNamun, perjalanan suksesnya tidak datang tanpa tantangan. Manajemen waktu  menjadi musuh utamanya. Menyisihkan waktu di antara tugas kuliah dan dua pekerjaan,  Ellisa menghadapi penurunan IPK dan seringkali dihantam kelelahan. Meskipun begitu,  semangatnya untuk mencapai keseimbangan antara kuliah dan karier tak pernah  padam. <\/p>\n<p><strong>Motivasi Ellisa <\/strong><br \/>\nMotivasi Ellisa adalah menjaga keseimbangan antara kuliah dan karier. Selama  masa kuliahnya, dia berhasil meraih berbagai prestasi sebagai MC, host, announcer,  dan lainnya, yang semakin meningkatkan jam terbangnya di dunia komunikasi. <\/p>\n<p><strong>Tips dari Ellisa: Memulai adalah Kunci <\/strong><br \/>\nEllisa berbagi tips bagi para konten kreator pemula: jangan takut untuk memulai.  Mulailah dengan mengunggah konten setiap hari, meskipun belum banyak  mendapatkan respon seperti like dan komentar. Yang terpenting adalah konsistensi. <\/p>\n<p><strong>Pesan Inspiratif <\/strong><br \/>\nEllisa menekankan pentingnya memulai. \u201cYour first, will always be bad\u201d. Semua  orang pasti melewati fase di mana hal-hal yang mereka lakukan terlihat buruk, \u201cKita  pertama kali belajar jalan pasti jalan kita masih buruk, pertama kali belajar nulis pasti  tulisan kita masih jelek, pertama kali belajar makan dan sebagainya, begitupun video  pertama kali yang akan kita upload, dan itu gapapa\u201d Tegas Ellisa. Menurutnya, itu  adalah bagian dari proses menuju perbaikan dan perkembangan, dan satu pengalaman<br \/>\nakan menjadi awal dari pengalaman lainnya. <\/p>\n<p>Melalui perjuangannya yang luar biasa, Ellisa Agustin telah membuktikan bahwa  dengan tekad dan kerja keras, segala hal yang sulit bisa diatasi. Dengan semangatnya  yang membara, ia terus menapaki jalan kesuksesan, menjadi inspirasi bagi banyak  orang yang bermimpi besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Khadijah Najma Zahirah Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media Awal Perjalanan Semester awal kuliahnya diwarnai oleh pandemi COVID-19, memaksa kuliahnya dilaksanakan secara online. Namun, Ellisa memanfaatkan momen ini dengan bijaksana. Melihat tren digital marketing dan kepopuleran TikTok yang merokey pada saat itu, ia mulai menjajaki dunia modeling sebagai freelancer. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12578","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12578\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}