{"id":12551,"date":"2024-03-11T18:13:14","date_gmt":"2024-03-11T10:13:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12551"},"modified":"2024-03-11T18:13:14","modified_gmt":"2024-03-11T10:13:14","slug":"kolaborasi-orang-tua-dan-guru-melalui-komunikasi-yang-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kolaborasi-orang-tua-dan-guru-melalui-komunikasi-yang-terbuka\/12551\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Orang Tua dan Guru melalui Komunikasi yang Terbuka"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12552\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru.webp\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"641\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru.webp 1080w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-300x178.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-1024x608.webp 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-768x456.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-150x89.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-696x413.webp 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Orang-Tua-dan-Guru-1068x634.webp 1068w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Oleh :<strong> Naufa Adilah (Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University) <\/strong><\/p>\n<p>JurnalPost.com &#8211; Pengertian komunikasi menurut Everett M. Rogers, seperti yang dikutip oleh Cangara adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Effendy menuliskan pendapat Harold Laswell bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media untuk menimbulkan efek.<\/p>\n<p>Interaksi antara orang tua dan guru merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak. Hubungan yang baik antara kedua pihak ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan anak, baik secara akademik maupun sosial. Orang tua dan guru memiliki peran yang tidak dapat dipandang remeh dalam membentuk karakter, nilai, dan keterampilan anak-anak.<\/p>\n<p>Di dalam dunia pendidikan, kerjasama yang erat antara orang tua dan guru sering dianggap sebagai fondasi utama dalam mendukung kesuksesan anak. Dengan berbagai perbedaan latar belakang dan pengalaman, kedua pihak tersebut memiliki peran unik dalam membentuk lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.<br \/>\nJadi bagaimana cara membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan guru?<\/p>\n<p>Membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan guru merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sukses dan berkelanjutan bagi anak. Hubungan yang baik antara kedua pihak ini tidak hanya memberikan dukungan emosional dan sosial kepada anak, tetapi juga meningkatkan prestasi akademik dan perkembangan anak secara keseluruhan. Contoh agar hubungan antara keduanya seperti berbagi cerita, tentang pengalaman mengajar di sekolah atau cerita tentang cara mendidik anak yang guru lakukan di rumah.<br \/>\nMenerapkan sistem komunikasi terbuka keduanya merupakan Salah satu kunci keberhasilan membangun hubungan baik dengan orang tua siswa adalah dengan menerapkan sistem komunikasi terbuka. Sebab penerapan sistem komunikasi terbuka membuat orang tua siswa merasa lebih nyaman dengan guru.<\/p>\n<p>Selain itu bisa juga melakukan evaluasi rutin, mengapa harus evaluasi rutin? Karena sebagus apapun. cara membangun hubungan baik dengan orang tua siswa yang guru terapkan, rasanya belum lengkap kalau guru belum melakukan evaluasi secara rutin. Saat evaluasi guru bisa menilai program dan kegiatan apa yang perlu dipertahankan serta ditiadakan.<br \/>\nMembangun hubungan baik dengan orang tua membutuhkan waktu dan komitmen yang terus-menerus. Keberhasilan jangka pendek tidak dapat dijamin, namun dengan komitmen yang kuat dan perencanaan yang baik, sekolah dapat mencapai status ini.<\/p>\n<p>Dari beberapa contoh dalam membangun hubungan erat antara keduanya memberikan dampak positif . Seperti apa dampak positifnya ?<\/p>\n<p>1. Pemahaman yang lebih baik<br \/>\nDengan komunikasi yang terbuka dan jujur, orang tua dan guru dapat berbagi informasi mengenai kebutuhan, minat, dan perkembangan anak. Hal ini membantu untuk lebih memahami karakteristik individu anak dan memungkinkan keselarasan yang lebih baik dalam memberikan dukungan dan bimbingan.<\/p>\n<p>2. <strong>Dapat mengatasi tantangan <\/strong><br \/>\nKomunikasi antara keduanya untuk bekerja sama dalam mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi anak, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan saling mendukung dan berbagi strategi, mereka dapat menciptakan solusi yang lebih efektif dalam menangani masalah seperti kesulitan belajar, masalah perilaku, atau masalah sosial.<\/p>\n<p>3. <strong>Meningkatkan perkembangan akademik <\/strong><br \/>\nKemajuan akademis seorang anak memungkinkan orang tua dan guru untuk memantau kemajuan mereka dengan lebih efektif. Hal ini memungkinkan deteksi dini masalah pembelajaran, intervensi cepat dan meningkatkan keberhasilan akademis anak.<\/p>\n<p>4. <strong>Mendapatkan Motivasi bagi anak <\/strong><br \/>\nKetika orang tua dan guru berkomunikasi secara positif, anak merasa mendapat dukungan penuh dalam pembelajarannya. Dukungan konsisten dari kedua belah pihak dapat meningkatkan motivasi belajar anak, meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi stres terkait tantangan akademik.<\/p>\n<p>5. <strong>Partisipasi Orang tua pada pendidikan anak <\/strong><br \/>\nmendapat mendorong partisipasi orang tua dalam pendidikan anak dan orang tua merasa didengar dan dihargai oleh guru, mereka cenderung lebih terlibat dalam kegiatan sekolah, seperti pertemuan orang tua-guru, acara sekolah, atau proyek pembelajaran bersama.<\/p>\n<p>Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menciptakan hubungan yang kuat antara orang tua dan guru memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan dan keberhasilan anak dalam pendidikan. Melalui komunikasi terbuka, kerjasama dan kolaborasi yang efektif kedua belah pihak, berbagai hasil positif dapat dicapai, seperti pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan anak, kemampuan menghadapi tantangan bersama, peningkatan perkembangan akademik, motivasi yang lebih besar dan partisipasi anak yang lebih besar. orang tua dalam pendidikan anak<\/p>\n<p>Dengan demikian, Kolaborasi antara orang tua dan guru memungkinkan mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi anak. Dengan saling mendukung dan berbagi strategi, mereka dapat menciptakan solusi yang lebih efektif terhadap permasalahan seperti ketidakmampuan belajar, permasalahan perilaku, atau permasalahan sosial.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Naufa Adilah (Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University) JurnalPost.com &#8211; Pengertian komunikasi menurut Everett M. Rogers, seperti yang dikutip oleh Cangara adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Effendy menuliskan pendapat Harold Laswell bahwa komunikasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12551","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12551\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}