{"id":12520,"date":"2024-03-11T13:39:35","date_gmt":"2024-03-11T05:39:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12520"},"modified":"2024-03-11T13:39:35","modified_gmt":"2024-03-11T05:39:35","slug":"menuju-society-5-0-pemanfaatan-ai-secara-bijak-oleh-pelajar-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menuju-society-5-0-pemanfaatan-ai-secara-bijak-oleh-pelajar-di-indonesia\/12520\/","title":{"rendered":"Menuju Society 5.0: Pemanfaatan AI Secara Bijak Oleh Pelajar di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"630\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12521\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb.jpg 1080w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-300x175.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-1024x597.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-768x448.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-150x88.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-696x406.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/legit-10-feb-1068x623.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Alsakti Alamanda Tr Putra, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mentransformasi banyak aspek kehidupan kita, termasuk pendidikan. Di Indonesia, penggunaan AI dalam pendidikan merupakan langkah penting menuju Society 5.0, sebuah konsep sosial yang diusung Jepang yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. AI mempunyai potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Misalnya, sistem pembelajaran adaptif yang didukung AI dapat menyediakan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kecepatan dan gaya belajar setiap siswa. Artinya semua siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang paling efektif.<\/p>\n<p>Meskipun AI memiliki potensi besar, namun penggunaannya dapat disalahgunakan untuk kecurangan dalam pembuatan tugas. Masih marak sekali siswa dan mahasiswa di berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang memanfaatkan AI untuk menghilangkan beban tugas yang diberikan oleh pendidik\/pengajar. Untuk itu perlu adanya pemberian pemahaman dari pendidik atau ahli tentang cara menggunakan AI di dunia pendidikan secara bijak, agar tidak terjadi tindak kecurangan yang memudahkan pelajar<\/p>\n<p><strong>Dampak dan Resiko Penyalahgunaan AI Melahirkan Budaya Buruk Bagi Pelajar<\/strong><br \/>\nSalah satu contoh AI yang pemanfaatannya disalahgunakan oleh siswa\/mahasiswa adalah Chat GPT. Generative Pre-training Transformer atau yang dikenal sebagai Chat GPT merupakan sebuah sistem kecerdasan buatan AI yang memiliki fungsi untuk berhubungan atau berinteraksi dalam percakapan berbasiskan teks, pengguna dapat memberikan sebuah pertanyaan, pernyataan, maupun perintah yang nantinya Chat GPT akan merespon dengan jawaban yang relevan. Dengan hadirnya AI ini tentunya sangat membantu kemudahan dan kecepatan di dunia pendidikan. Namun terjadi banyak sekali penyalahgunaan fungsi dari AI ini, yang tujuannya sebagai pembantu kemudahan malah dijadikan penjawab pertanyaan.<\/p>\n<p>Sebenarnya tujuan dari dibuatnya AI ini adalah untuk mempermudah manusia dalam mengeksplorasi atau mencari tahu sesuatu dengan lebih mudah. Mempercepat pencarian data dengan hasil yang telah disimpulkan oleh sistem kecerdasan buatan merupakan sebuah alat yang sangat membantu manusia di era teknologi informasi yang massive saat ini. Inilah yang menjadi dampak positif dari adanya Chat GPT. Kelebihan ini tentunya harus diatur dan di Kelola oleh suatu regulasi terutama dalam penggunaannya di dunia pendidikan. Seperti sebuah kutipan \u201cwith great power comes great responsibility\u201d yang mana dengan adanya suatu kekuatan atau kelebihan perlu adanya tanggung jawab atau yang dalam kasus ini adalah regulasi.<\/p>\n<p>Penyalahgunaan AI dalam pendidikan tidak hanya melahirkan budaya culas tetapi juga dapat menimbulkan budaya buruk lainnya. Berdasarkan data dari IT Governance Indonesia, dampak dari penyalahgunaan AI ini adalah ketidaksetaraan pendidikan, pertumbuhan siswa<\/p>\n<p>yang kurang optimal, ketidakadilan dan diskriminasi, ketergantungan yang berlebihan pada teknologi, dan menurunkan integritas pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa diskriminasi menjadi budaya buruk yang lahir akibat kurangnya kebijakan dalam menggunakan teknologi AI, dimana terdapat ketidakadilan nilai yang diberikan antara siswa yang mengerjakan dengan sungguh-sungguh berpikir keras dengan siswa yang hanya meng-copy paste jawaban dari Chat GPT.<\/p>\n<p><strong>Penyebab Terjadinya Penyalahgunaan AI<\/strong><br \/>\nPada dasarnya terdapat banyak sekali faktor yang menjadi penyebab pelajar menyalahgunakan AI dalam mengerjakan tugas. Namun terdapat tiga penyebab yang paling penting dan banyak ditemui. Penyebab utama dari penyalahgunaan ini ialah kurangnya edukasi. Masyarakat Indonesia memiliki keterlambatan pengetahuan, sehingga AI menjadi suatu yang baru dan belum dipahami oleh publik. Pengetahuan yang masih awam terhadap AI memicu kebingungan akan regulasi dan pelatihan kepada masyarakat, sehingga para pelajar tidak diberitahu oleh pengajar tentang definisi, dampak, dan cara memanfaatkannya dengan bijak. Alih-alih mendapatkan itu dari guru\/dosen, mereka mengetahuinya dari media sosial dan video komersial yang berseliweran di Internet. Sehingga pelajar tidak terarahkan dalam penggunaanya di bidang pendidikan.<\/p>\n<p>Lalu faktor kedua adalah masih kurangnya etika para pelajar di Indonesia. Pembentukan karakter merupakan salah satu fokus penting di dunia pendidikan agar para pelajar memiliki sifat dan sikap yang baik. Sayangnya hal ini tidak memberikan pengaruh yang sama kepada para pelajar, masih terdapat banyak sekali yang memiliki sifat dan sikap yang kurang baik. Hal ini berkaitan dengan kurangnya rasa ragu, menyesal, atau khawatir karena akan\/telah melakukan penyalahgunaan AI dalam menjawab tugas yang diberikan. Hingga akhirnya banyak terjadi kasus kecurangan dalam pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<p>Faktor lainnya adalah kurangnya pengawasan dari lembaga dan institusi pendidikan. AI merupakan suatu teknologi yang seharusnya diberikan regulasi dalam penggunaanya. Pendidikan di Indonesia tentunya membutuhkan kemajuan teknologi informasi tersebut agar dapat meningkatkan pengetahuan pelajar. Namun kembali lagi, akibat kurangnya edukasi dalam masyarakat termasuk pemerintah\/lembaga pendidikan mengenai teknologi AI menyebabkan tidak adanya regulasi yang mengatur hal tersebut. Sehingga lembaga atau institusi pendidikan yang ada, tidak memberikan pengawasan yang lebih kepada pelajarnya dalam menggunakan AI ini.<\/p>\n<p><strong>Solusi<\/strong><br \/>\nPenting untuk diingat bahwa AI sendiri bukanlah masalah, tetapi bagaimana teknologi ini diterapkan dan diatur. Untuk mencegah dampak negatif, diperlukan regulasi yang ketat, pemahaman etika dalam penggunaan AI, dan upaya untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan sejalan dengan tujuan pendidikan yang sehat dan inklusif. Berdasarkan faktor penyebab penyalahgunaan, solusi yang ditawarkan adalah kebijakan dan regulasi yang jelas serta pelatihan dan kesadaran etika dengan ahli etika dan hukum.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nPerkembangan teknologi AI memberikan banyak manfaat dan kemudahan, sehingga harus digunakan dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak yang dapat mengancam sendi- sendi kehidupan. Termasuk di sektor pendidikan yang sangat krusial dalam menyiapkan generasi penerus. Untuk menuju society 5.0 di sektor pendidikan, masyarakat Indonesia perlu bijak dalam menggunakan teknologi informasi yang ada, serta pemerintahan dan lembaga pendidikan yang harus melek terhadap AI dengan memberikan pengawasan dan regulasi dalam memakainya. Sehingga penyalahgunaan AI di bidang pendidikan dapat ditekan jumlahnya dan budaya buruk yang lahir pada pelajar dapat dihilangkan. Seluruh pihak memiliki tanggung jawab, mulai dari lingkungan terkecil dalam keluarga untuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini berdampak positif pada proses pembelajaran dan perkembangan anak-anak kedepannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alsakti Alamanda Tr Putra, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mentransformasi banyak aspek kehidupan kita, termasuk pendidikan. Di Indonesia, penggunaan AI dalam pendidikan merupakan langkah penting menuju Society 5.0, sebuah konsep sosial yang diusung Jepang yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-12520","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12520"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12520\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}