{"id":12501,"date":"2024-03-11T13:03:18","date_gmt":"2024-03-11T05:03:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12501"},"modified":"2024-03-11T13:03:18","modified_gmt":"2024-03-11T05:03:18","slug":"perjalanan-menuju-129-coffee-cafe-bernuansa-alam-di-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/perjalanan-menuju-129-coffee-cafe-bernuansa-alam-di-bogor\/12501\/","title":{"rendered":"Perjalanan menuju 129 Coffee, Cafe bernuansa Alam di Bogor"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-4.jpg\" alt=\"\" width=\"434\" height=\"378\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12503\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-4.jpg 434w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-4-300x261.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Capture-4-150x131.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 434px) 100vw, 434px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>Kania Chairunnisa Dwi Artha Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pada hari senin tepat pada tanggal 04 Maret 2024, penulis melakukan aktivitas perjalanan menuju cafe yang bernuansa alam . Tempat ini berada di Wisata de Hambalang, Jalan Swadaya, Citereup, Kabupaten Bogor. Tempat ini merupakan cafe outdoor yang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah. Disini menyediakan makanan dan minuman yang lezat untuk menikmati obrolan bersama teman di cafe ini. Cafe ini terletak di belakang lapangan sepak bola yang cukup luas. Untuk biaya masuknya dikenakan harga Rp5.000,00. Cuaca disini pun sejuk sehingga pengunjung merasa nyaman berada di outdoor dengan adanya angin sepoi-sepoi. Cafe ini buka mulai pukul 10.00 &#8211; 21.00 WIB.<\/p>\n<p>Untuk menuju ke cafe tersebut, penulis mengambil rute terdekat dengan jarak tempuh 16 KM dari kosan. Penulis berangkat menggunakan kendaraan roda dua atau biasa kita sebut dengan motor bersama temannya. Jarak yang ditempuh cukup jauh menurut penulis, dikarenakan akses jalan yang cukup sempit dan sedikit berlobang.  Akses menuju tempat ini bisa ditempuh melalu 2 arah, yaitu melewati jalan arah Sentul-Cibinong dan Cimahpar. Penulis memilih untuk melewati Jalan Cimahpar, karena jalan tersebut jarak tempuhnya lebih dekat dan menghindari macet. Penulis berangkat dari kos menuju tempat tersebut pada pukul 16.00 WIB. Perjalanan penulis dari kos ke cafe tersebut memakan waktu hampir 1 jam perjalanan. <\/p>\n<p>Selama perjalanan menuju cafe tersebut, jalan yang ditempuh pun cukup ramai. Sehingga sedikit terjadi macet dikarenakan padatnya pengemudi dan akses jalan yang cukup sempit. Cuaca selama perjalanan pun cukup mendung, sehingga matahari nya tidak terlalu terik. Pemandangan sekitar selama perjalanan didominasi oleh rumah warga dan juga pepohonan. Dipinggir jalan selama perjalanan terdapat banyak rumah warga yang cukup padat. Penulis juga banyak melewati Sekolah-sekolah selama perjalanan, terutama Sekolah Dasar. Tak hanya itu, penulis pun melewati sawah yang masih terdapat orang-orangan sawah di tengahnya. Penulis merasa cukup senang, dikarenakan sudah lama tidak melihat pemandangan tersebut.  <\/p>\n<p>Setelah itu penulis mulai memasuki daerah Hambalang. Pada daerah tersebut jalanan yang ditempuh itu mendaki. Penulis merasa sedikit takut dikarenakan jalanan yang akan ditempuh cukup curam. Pemandangan sekitar selama perjalanan tersebut rata-rata adalah pepohonan yang besar dan cukup tinggi. Tidak banyak orang yang melewati jalan tersebut. Jalanan yang dilewati pun merupakan jalanan tanah dan cukup banyak lobang yang ada di jalanan tersebut. Ketika berada ditengah perjalanan penulis melihat perbaikan jalan, dan banyak truk-truk penggali tanah didepan jalan tersebut. Penulis lanjut untuk melewati jalan tersebut, tetapi jalan tersebut buntu, dikarenakan penulis salah jalan dan berujung untuk putar balik ke rute yang benar. Setelah berjalan kembali di rute tersebut, jalanan pun masih tetap mendaki. Disini akses jalannya hanya bisa dilewati oleh motor. Disekeliling jalan ini terdapat rumah-rumah penduduk daerah setempat. <\/p>\n<p>Setelah perjalanan yang cukup panjang penulis pun hampir sampai pada tempat tujuan. Penulis tidak merasa bosan ketika berada di perjalanan. Karena selama perjalanan tersebut penulis mengobrol bersama teman agar tidak bosan diperjalanan. Penulis pun mengajak temannya untuk melihat pemandangan sekitar dan hal &#8211; hal yang terjadi selama perjalanan menuju cafe. Penulis melihat peta penunjuk arah, bahwa tempat yang dituju segera sampai. Tetapi, ketika telah sampai di titik, penulis tidak menemukan cafe yang ingin dikunjungi. Terdapat satu cafe yang mirip dengan cafe yang ingin dituju penulis. Akses jalanan nya cukup mendaki dan banyak bebatuan. Jalanan tersebut hanya bisa di lewati oleh 2 motor saja. Penulis dan temannya mencoba untuk melewati jalan tersebut. Tetapi, ketika sampai tempat yang dituju berbeda. Penulis merasa bahwa tempat ini bukan cafe yang ingin ditujunya. Setelah itu penulis kembali mengecek peta untuk memastikan dimana lokasi tepat dari 129 cafe ini. Ternyata penulis salah melihat jalan, penulis dan temannya kembali menuju jalanan ke bawah untuk menemukan lokasi tepat 129 cafe. Setelah menuruni jalanan yang cukup curam penulis menemukan lapangan sepak bola yang cukup besar, dan ternyata cafe tersebut terletak persis dibelakangnya. Penulis dan temannya segera mengemudikan motor untuk segera sampai di cafe.  Tak lama penulis pun sampai di cafe tersebut. Suasana nya cukup sejuk dan pemandangan kabupaten bogor yang indah. <\/p>\n<p>Penulis memasuki cafe bersama temannya. Cafe tersebut terdapat kolam ikan yang bunyi dari percikan air tersebut menjadi pengisi suara cafe tersebut. Penulis langsung memesan makanan dan minuman yang ada di cafe tersebut. Lalu penulis cukup bingung untuk memilih tempat duduk, karena ingin mencari spot yang bagus untuk melihat pemandangannya. Penulis dan temannya mengobrol sambil menunggu makanan dan minumannya tiba. Sekeliling penulis terdapat banyak keluarga yang makan di cafe ini. Cafe ini cukup ramai ketika penulis berkunjung. Setelah pesanan tiba penulis menyantap makanan tersebut sambil menikmati cuaca yang sejuk. Penulis melihat sunset yang ada di cafe ini, karena penulis samapai di cafe tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. <\/p>\n<p>Untuk menambah pengetahuan penulis serta menjawab rasa penasaran terhadap pengunjung lainnya, penulis melakukan wawancara pada salah satu pengunjung. Penulis menanyakan bagaimana suasana dari cafe ini dan perjalanan selama menuju ke cafe ini. Pengunjung tersebut bernama Kak Akbar. Kebetulan pengunjung ini juga pergi ke 129 cafe bersama temannya. Menurutnya cafe ini sangat nyaman untuk kumpu-kumpul bersama teman maupun keluarga. Dikarenakan tempat yang sejuk dan juga luas. Rute perjalanan menuju cafe ini menurutnya cukup panjang, akibat akses jalanan yang kurang bagus sehingga memperlambat waktu tiba di cafe ini. <\/p>\n<figure id=\"attachment_12502\" aria-describedby=\"caption-attachment-12502\" style=\"width: 263px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-12.jpg\" alt=\"\" width=\"263\" height=\"320\" class=\"size-full wp-image-12502\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-12.jpg 263w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-12-247x300.jpg 247w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-12-150x183.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 263px) 100vw, 263px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12502\" class=\"wp-caption-text\">Dokumentasi Wawancara<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah melakukan wawancara, penulis bergegas untuk segera pulang dikarenakan hari yang sudah cukup gelap. Penulis pulang menuju kos sekitar pukul 18.05 WIB bersama temannya. Penulis bergegas agar tidak terlalu malam ketika sampai di kosan. Selama perjalanan pulang penulis melihat pemandangan langit yang indah, karena matahari yang sudah hampir terbenam. Rute yang diambil penulis ketika pulang pun berbeda dengan rute sebelumnya. Jalanan yang dilewati pun cukup luas dan jalanan yang mulus tidak terdapat lobang. Disekelilingnya terdapat beberapa pohon yang tinggi dan beberapa tumbuhan lainnya. Jalanan yang dilewati pun cukup banyak penduduk yang melewati. Penulis juga melewati Universitas Pertahanan ketika hendak pulang. Rute selama perjalanan tidak terlalu berbelok-belok sehingga tidak terlalu memusingkan. Jalanan yang dilewati pun hanya lurus mengikuti jalan. Penulis melewati jalanan arah Sentul-Cibinong. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam an akhirnya penulis sampai di kos pada pukul 19.15 WIB dengan hati yang gembira. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Kania Chairunnisa Dwi Artha Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Pada hari senin tepat pada tanggal 04 Maret 2024, penulis melakukan aktivitas perjalanan menuju cafe yang bernuansa alam . Tempat ini berada di Wisata de Hambalang, Jalan Swadaya, Citereup, Kabupaten Bogor. Tempat ini merupakan cafe outdoor yang menyuguhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-12501","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-travel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12501\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}