{"id":12476,"date":"2024-03-09T18:42:43","date_gmt":"2024-03-09T10:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12476"},"modified":"2024-03-09T18:42:43","modified_gmt":"2024-03-09T10:42:43","slug":"kisah-inspiratif-lulusan-sekolah-vokasi-ipb-university-perjalanan-karir-imam-solehudin-dalam-dunia-jurnalistik-hingga-menjadi-founder-perusahaan-x-java-com","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kisah-inspiratif-lulusan-sekolah-vokasi-ipb-university-perjalanan-karir-imam-solehudin-dalam-dunia-jurnalistik-hingga-menjadi-founder-perusahaan-x-java-com\/12476\/","title":{"rendered":"Kisah Inspiratif Lulusan Sekolah Vokasi IPB University: Perjalanan karir Imam Solehudin dalam dunia jurnalistik hingga menjadi founder Perusahaan X Java.com"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-9.jpg\" alt=\"\" width=\"495\" height=\"278\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12477\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-9.jpg 495w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-9-300x168.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Gambar1-9-150x84.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 495px) 100vw, 495px\" \/><\/p>\n<p>Penulis: <strong>Andien Putri Aliffia Saputra,<br \/>\nMahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Jurnalistik merupakan salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang. Menjadi seorang jurnalistik tentunya tidaklah mudah, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi seorang jurnalistik professional. Karena, Jurnalistik adalah praktik atau profesi yang melibatkan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian informasi atau berita kepada khalayak umum. Seperti sosok yang satu ini, beliau merupakan seorang jurnalis yang memiliki beberapa pengalaman dan memiliki perusahaan dibidang konseling serta menjadi lulusan komunikasi sekolah vokasi IPB University yakni memiliki nama lengkap Imam Solehudin. Lahir pada tahun 1990 di Purwakarta Barat. Anak ke dua dari tiga bersaudara. Memiliki seorang kaka perempuan dan adik laki-laki. Mempunyai status sudah menikah pada tahun 2018 dan dikaruniai 1 orang anak dan sudah ingin memasuki usia 5 tahun tidak menjadi sebuah penghalang dalam menempuh karirnya dibidang jurnalis hingga menjadi seirang founder dari x java.com. Dahulu hanya seorang anak SD yang bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola hingga SMP dan ingin masuk IT saat SMA. Namun, sekarang menjadi seorang jurnalis serta founder.<\/p>\n<p>Dalam membangun usaha tentunya pasti memiliki sebuah tokoh inspiratif dibaliknya. Imam Solehudin menjadikan sosok ayahanda dan almarhuma mendiam ibunda menjadi tokoh yang berpengaruh dan berperan penting dalam kehidupannya. Sejak sekolah dasar beliau selalu ditinggal oleh ayahanda bekerja jauh dari Aceh hingga Papua. Beliau melihat ayahanda nya yang selalu giat dan memiliki sebuah passion yang tadinya hanya lulusan Aliyah namun saat kerja tertarik dibidang elektrik yang bis akita simpulkan tidak seranah dengan lulusaanya. Namun, ayahanda tetap berjuang dan mau berusaha untuk mengejar apa yang diinginikan.<\/p>\n<p>Pengaruh keluarga dan adanya pasangan menjadi sangat penting dalam berproses, menurut Imam memiliki seorang pasangan yang mengerti kondisi dan profesi kita, kalau partner hidup tidak mengerti, ritme pekerjaan akan menjadi tidak sesuai. Adanya partner yang mudah memahami profesi yang dimiliki kita membantu dalam proses pekerjaan, apalagi sebagai jurnalistik yang sering kali pergi keluar kota, dan negeri untuk mencari sebuah berita. Jadi, dari sebelum menikah hingga pada akhirnya Imam memutuskan untuk menikah sudah membiasakan partnernya untuk tidak terlalu menuntut dan memahami profesi dari jurnalis yang akan selalu berulang kali pergi jauh ketempat terkecil sekalipun. Saat ini chemistry yang dimiliki sangat erat meskipun terhalang oleh jauh dan seringnya keluar.<\/p>\n<p>Dalam dunia jurnalis adapula tokoh inspiratif yang dipilih oleh Imam Solehudin yakni Johan Budi yang dahulu kala sebagai juru bicara KPK yang lulusannya dari Teknik Kimia, namun bisa menjadi seorang jurnalis hebat dan professional. Selain itu Karni Ilyas yang hanya seorang lulusan sekolah menengah akhir (SMA), tapi sekarang mampu menjadi seorang jurnalis. Imam Solehudin sudah memulai karirnya dibidang jurnalistik pada bangku kuliah tingkat dua. Beliau sudah mulai kerja pada sebuah media surat kabar harian lokal yang berada dikota Bogor, lebih spesifiknya di Pakuan Raya (Pakar). Ini adalah proses awal karir beliau sebelum menjadi founder di Perusahaan yang saat ini beliau dirikan. Alasan cukup singkat mengapa beliau memilih untuk memulai kerja saat sedang berkuliah, menurutnya ilmu yang diberikan dan fasilitas praktisi dikampus saat zaman itu kurang memadai dan efektif untuk pembelajaran. Zaman kuliah yang dialami oleh Imam Solehudin cukup sulit untuk anak generasi kita saat ini rasakan. Dimulai dari hanya menggunakan satu kamera beramai-ramai dan banyak sekali yang rasa kurang dalam praktik yang beliau dapatkan, sehingga pada akhirnya Imam Solehudin memtuskan untuk bekerja pada tingkat dua di Pakuan Raya. Pada awalnya memang iseng dan diajak, selama 2 tahun ia berkeja untuk membuat sebuah rubrik pada halaman koran khusus mahasiswa serta melakukan kegiatan peliputan yang sifatnya masih regular.<\/p>\n<p>Kemudian setelah lulus dari bangku perkuliahannya, beliau melanjutkan kembali di Radar Depok anak Perusahaan dari Radar Bogor. Beliau mendapatkan sebuah posisi menjadi junior reporter selama 3 bulan, setelah itu resmi menjadi reporter yang sesungguhnya. Selama 5 tahun lamanya destruktual redaksinya berpindah-pindah, dibidang politik pemerintahan, ekonomi bisnis,lifestyle, sampai hingga pada akhirnya olahraga. Banyak sekali yang beliau rasakan di Radar Depok, menjadi junior reporter, reporter asisten,penanggung jawab halaman, redaktur pelaksana dan wakil pimpinan redaksi sebelum ditarik ke pusat di Jawa pos media online digital yaitu Jawapos.com. <\/p>\n<p>Beliau menjadi angkatan pertama saat itu dan langsung mendapatkan posisi menjadi penanggung jawab halaman, lalu menjadi editor kanal yang berada diwebsite Jawa pos redaktur dan megang dibagian politik dan humaniora seperti Pendidikan, kesehetan dan sosial sampai 5 tahun lamanya. Meskipun menjadi seorang editor, bukan menjadi penghalang untuk beliau mengikuti sebuah kegiatan penugasan peliputan selama 4 tahun di Jawapos.com. Tentunya selama 4 tahun itu banyak sekali tantangan- tantangan yang dihadapi oleh Imam Solehudin seperti mendapatkan penugasan yang mengharus untuk pergi ke Hongkong untuk meliputi situasi Ramadhan , lalu ke Timor Leste untuk meliputi indepreset 17 tahun pasca mereka pisah dengan Indonesia, selain itu juga Thailand untu meliputi blackpink dan ivestigasi warga lokal yang memiliki kasus LGBT+Q dan negara lainnya.<\/p>\n<p>Setelah itu, beliau mengundurkan diri dari Jawapos.com di tahun 2019 dan mulai mendirikan perusahaan sendiri sambil mulai bekerja sebagai tim konsultan pilpres 2019 selama 6 bulan. Setelah 3 bulan beliau memutuskan untuk mengundurkan diri kembali. Selama itu pula beliau penuh dengan kegiatan konsultan komunikasi, konsultan digital, public relation, dan digital agency, media monitoring isu,media komunikasi krisis, handling isu dan lain sebagainya. Dari pekerjaan-pekerjaan tersebut beliau mengawal isu dikementrian pertahanan dan juga menganalisis isu pilpres 2019 dan pada akhir 2019 beliau memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri dan sekarang ditahun 2024 ini sukses mendirect sebuah film layer lebar yang berjudul \u201cDalam Cintaku\u201d.<\/p>\n<p>Pesan untuk teman-teman mahasiswa, kita sudah dipermudahkan oleh teknologi saat ini,sekaligus juga ada godaan saat menggunakannya ingat jangan lalai. Berusaha untuk keahlian dan terus mencari pembelajaran yang banyak dan merencanakan kedepannya ingin menjadi seorang ahli atau biasa saja, itu semua tergantung kemauan dari setiap individu masing-masing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Andien Putri Aliffia Saputra, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Jurnalistik merupakan salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang. Menjadi seorang jurnalistik tentunya tidaklah mudah, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi seorang jurnalistik professional. Karena, Jurnalistik adalah praktik atau profesi yang melibatkan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-12476","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12476\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}