{"id":12452,"date":"2024-03-08T23:08:04","date_gmt":"2024-03-08T15:08:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12452"},"modified":"2024-03-08T23:08:04","modified_gmt":"2024-03-08T15:08:04","slug":"kenali-kepribadian-utamamu-melalui-big-five-personality-traits","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kenali-kepribadian-utamamu-melalui-big-five-personality-traits\/12452\/","title":{"rendered":"Kenali Kepribadian Utamamu melalui Big Five Personality Traits!"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_12453\" aria-describedby=\"caption-attachment-12453\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"575\" class=\"size-full wp-image-12453\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228-300x168.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228-768x431.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228-150x84.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/IMG_4228-696x391.jpeg 696w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12453\" class=\"wp-caption-text\">The Big Five Personality Traits via sproutsschools.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Seperti yang kita ketahui, manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks dan tak jarang sulit untuk dipahami. Manusia itu sendiri bersifat dinamis sehingga sangat memungkinkan mereka untuk dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk kepribadiannya. Kepribadian manusia sendiri sebenarnya tidak dapat digambarkan secara keseluruhan hanya dengan satu kata, namun kamu dapat mengenal lebih dalam seperti apa kepribadian yang mendominasi dalam diri kamu melalui teori kepribadian Big Five Personality.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nBig Five Personality merupakan salah satu teori pendekatan untuk melihat seperti apa kepribadian manusia melalui lima traits atau sifat dasar kepribadian yang sudah dianalisis. Menurut Mc Crae dan Costa (1997), kelima sifat dasar tersebut adalah openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism atau lebih dikenal dengan singkatan OCEAN. Melihat istilah-istilah tersebut, apa kamu sudah cukup bingung dan penasaran seperti apa Big Five Personality Traits itu? Simak penjelasan di bawah ini ya!<br \/>\n\u00a0<br \/>\n1. <strong>Openness<\/strong><br \/>\nDikenal juga dengan opennes to new experience, dimensi kepribadian ini merujuk kepada kemauan seseorang untuk mencoba hal-hal baru, termasuk kemampuan berpikir yang kreatif. Seseorang yang didominasi sifat openness akan cenderung lebih kreatif, terbuka pada hal-hal yang bersifat baru, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, intelektual, dan berpikiran luas, sedangkan mereka yang memiliki skor openness yang rendah akan cenderung takut pada hal-hal yang bersifat baru, sederhana, praktis, tidak terlalu imajinatif, dan lebih suka dengan rutinitas yang familiar.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n2. <strong>Conscientiousness<\/strong><br \/>\nConscientiousness merupakan bagaimana kemampuan seseorang mengontrol impuls yang ada dalam dirinya sebelum mengambil keputusan. Mereka yang mendapatkan skor tinggi dalam dimensi kepribadian ini cenderung lebih berhati-hati dalam melibatkan diri dan mengambil keputusan. Selain itu, mereka juga disiplin, tekun, dapat diandalkan, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, orang dengan conscientiousness yang rendah akan cenderung ceroboh, suka menunda-nunda, tidak teratur, dan impulsif sehingga akan lebih sulit untuk menjalankan kewajiban dan mencapai tujuannya.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n3. <strong>Extraversion<\/strong><br \/>\nDimensi kepribadian ini menggambarkan kecenderungan dan intensitas seseorang dalam menjalin hubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Orang yang cenderung extraversion akan lebih mudah dalam bergaul dengan lingkungan baru, suka perhatian, ramah, dan aktif. Orang dengan kepribadian ini biasanya mendapatkan energi dari berinteraksi dengan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang memiliki tingkat extraversion rendah atau biasa dikenal dengan istilah introversion cenderung lebih tenang, pendiam, dan mudah lelah dengan aktivitas sosial yang terlalu banyak.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n4. <strong>Agreeableness<\/strong><br \/>\nBerbeda dengan extraversion yang merupakan pendekatan seseorang dalam menjalin hubungan, agreeableness merujuk kepada cara seseorang memperlakukan orang lain dalam hubungan tersebut. Orang dengan skor agreeableness yang tinggi cenderung pemaaf, senang membantu, patuh, sopan, dan berempati. Sebaliknya, orang dengan tingkat agreeableness yang rendah akan cenderung susah diatur, sombong, keras kepala, sulit untuk bersimpati, dan agresif.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n5. <strong>Neuroticism<\/strong><br \/>\nDimensi kepribadian yang terakhir adalah neuroticism yang merujuk kepada kemampuan seseorang menahan tekanan atau kecenderungan seseorang mengalami sesuatu yang negatif. Pada dasarnya, dimensi kepribadian ini merupakan sisi yang negatif sehingga orang yang memiliki skor neuroticism yang tinggi akan cenderung mudah stres, cemas, tidak percaya diri, dan mudah berubah pikiran. Sisi positif dari neuroticism ini dikenal sebagai emotional stability yang merujuk kepada sikap tenang dan stabilnya emosi seseorang meskipun berada di bawah tekanan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nNah, berdasarkan penjelasan di atas, apakah kamu menemukan trait kepribadian yang relate dengan diri kamu? Atau kamu malah semakin bingung karena merasa kamu pernah memiliki semua trait kepribadian tersebut? Perlu untuk diketahui bahwa dimensi kepribadian yang dipaparkan di atas bukanlah sesuatu yang bersifat tetap atau mutlak. Misalnya, kamu mendapatkan skor yang tinggi untuk sifat extraversion, itu bukan berarti kamu adalah orang yang sepenuhnya extraversion. Kamu tetap memiliki sifat introversion dalam diri kamu, hanya saja sifat extraversion kamu lebih mendominasi sehingga bukan tidak mungkin jika kamu sesekali merasa bahwa kamu butuh waktu untuk menyendiri. Selain itu, traits kepribadian di atas juga dipengaruhi oleh gen-gen dan lingkungan di sekitar kamu.<\/p>\n<p>Penulis: <strong>Assholeha Fatimah Ferdy, Universitas Syiah Kuala<\/strong><\/p>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong>:<br \/>\n\u00a0<br \/>\nIhyaini Miftiha Nur. (2015). Pengaruh Big Five Personality terhadap Brand Image Handphone Samsung pada Remaja di SMP Negeri 5 Malang. Tersedia di: http:\/\/etheses.uin-malang.ac.id\/589\/<br \/>\n\u00a0<br \/>\nIPQI. (2016). \u201cTeori Kepribadian Model Lima Besar (Big Five Personality)\u201d. Tersedia di: https:\/\/ipqi.org\/teori-kepribadian-model-lima-besar-big-five-personality\/<br \/>\n\u00a0<br \/>\nKoblin Jonas. (2021). \u201cThe Big Five Personality Traits\u201d. Tersedia di: https:\/\/sproutsschools.com\/the-big-five-personality-traits\/<br \/>\n\u00a0<br \/>\nLim G.Y. Annabelle. (2023). \u201cBig Five Personality Traits: The 5-Factor Model Of Personality\u201d. Tersedia di: https:\/\/www.simplypsychology.org\/big-five-personality.html<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Seperti yang kita ketahui, manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks dan tak jarang sulit untuk dipahami. Manusia itu sendiri bersifat dinamis sehingga sangat memungkinkan mereka untuk dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk kepribadiannya. Kepribadian manusia sendiri sebenarnya tidak dapat digambarkan secara keseluruhan hanya dengan satu kata, namun kamu dapat mengenal lebih dalam seperti apa kepribadian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12452","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12452\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}