{"id":12425,"date":"2024-03-07T20:56:08","date_gmt":"2024-03-07T12:56:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=12425"},"modified":"2024-03-07T21:05:11","modified_gmt":"2024-03-07T13:05:11","slug":"alinda-sasak-kirana-perjalanan-inspiratif-dari-smk-hingga-menjadi-duta-pemimpin-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/alinda-sasak-kirana-perjalanan-inspiratif-dari-smk-hingga-menjadi-duta-pemimpin-indonesia\/12425\/","title":{"rendered":"Alinda Sasak Kirana: Perjalanan Inspiratif dari SMK hingga menjadi Duta Pemimpin Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1080\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12431\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080.jpg 1080w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-696x696.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398434302_391208626665064_8464608334181664506_n_1080-1068x1068.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Siti Nur Hikmah, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University<\/p>\n<p>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Alinda Sasak Kirana, seorang perempuan muda yang lahir di Malang, Jawa Timur, telah menorehkan jejak inspiratifnya melalui perjalanan pendidikan dan prestasi. Dengan latar belakang pendidikan di SMK Farmasi Jayanegara Lawang dan kemudian melanjutkan studi di Politeknik Kesehatan Putera Indonesia Malang (POLTEKKES PIM), Alinda memiliki kisah perjuangan yang luar biasa.<\/p>\n<p><strong>Riwayat Pendidikan: Menyusuri Dunia Kesehatan Sejak SMK<\/strong><br \/>\nAlinda Sasak Kirana mengawali perjalanannya di dunia pendidikan di SMK Farmasi Jayanegara Lawang. Sejak awal, bakatnya dalam bidang farmasi dan kesehatan mulai terlihat. Alinda selalu menunjukkan dedikasinya dalam mengejar prestasi akademis dan mengembangkan keterampilan di luar kelas. SMK tersebut memberikan fondasi yang kuat untuk melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>Setelah lulus dari SMK, Alinda memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Politeknik Kesehatan Putera Indonesia Malang. Pilihan ini bukan tanpa pertimbangan, mengingat Alinda memiliki visi jelas terkait karirnya di bidang farmasi. Politeknik tersebut, dengan reputasinya yang baik dalam menghasilkan tenaga teknis kesehatan yang berkualitas, menjadi tempat yang tepat bagi Alinda untuk mengejar impian kesehatannya.<\/p>\n<p><strong>Perjuangan Memilih POLTEKKES PIM dan Jurusan Farmasi<\/strong><br \/>\nPerjuangan Alinda dalam memilih perguruan tinggi tidaklah sepopuler jalur SBMPTN atau SNMPTN. Dalam ceritanya, ia menjelaskan bahwa pilihan universitas negeri di Malang sangat terbatas, terutama untuk jurusan farmasi yang ia tekuni. Meskipun banyak teman-temannya memilih jalur tersebut, Alinda memutuskan untuk mencari alternatif yang sesuai dengan visi dan misinya.<\/p>\n<p>&#8220;Emas akan tetap menjadi emas di mana pun dia berada,&#8221; ungkap Alinda. Keputusannya untuk berkuliah di Politeknik Kesehatan Putera Indonesia Malang (POLTEKKES PIM) tidak hanya didasarkan pada keterbatasan jalur penerimaan mahasiswa, tetapi juga pada keinginannya untuk belajar di lingkungan yang fokus pada kesehatan dan farmasi. Alinda menyadari bahwa prestasi bukan hanya diukur dari universitas terkenal atau negeri, tetapi lebih pada bagaimana ia dapat berkembang dan berkontribusi di tempatnya berada. POLTEKKES PIM, sebagai salah satu perguruan tinggi farmasi bergengsi di kota Malang, memberikan platform yang ideal bagi Alinda untuk mengejar impian kesehatannya.<\/p>\n<p><strong>Menjadi Duta Lingkungan: Perjalanan Menantang Di Era Pandemi<\/strong><br \/>\nPerjalanan Alinda tidak hanya terbatas pada dunia akademis. Ia juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi sejak SMP. Ketertarikannya pada dunia pageant dan kesehatan melibatkannya dalam berbagai ajang yang mengasah soft skill-nya. Namun, tantangan sebenarnya muncul ketika ia memulai kuliah di tengah pandemi. Proses pembelajaran yang terpaksa dilakukan secara online tidak menghalangi semangatnya untuk tetap aktif dan berprestasi. Alinda bahkan mengikuti berbagai ajang duta berbasis online, meskipun beberapa di antaranya menghadirkan kegagalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kegagalan hanya sebatas awal dari kesuksesan,&#8221; ucap Alinda dengan keyakinan. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, ia menemukan passion-nya dalam dunia lingkungan. Alinda menjadi Duta GreenZinitiative, sebuah ajang nasional yang fokus pada isu-isu lingkungan.<\/p>\n<p>Dalam perjalanannya sebagai duta lingkungan, Alinda membangun lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangannya. Ia mengakui bahwa lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk dirinya. Bersama teman-temannya yang sehat dan lingkungan yang mendukung, Alinda mulai mengikuti berbagai ajang duta lainnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1080\" class=\"aligncenter size-full wp-image-12432\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080.jpg 1080w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-696x696.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Snapinsta.app_398815696_317617127667622_5967021912747897396_n_1080-1068x1068.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p><strong>Mengukir Prestasi Menjadi Ajeng Kartini Jawa Timur 2023<\/strong><br \/>\nTidak mengenal kata menyerah, Alinda terus mengasah kemampuan dan keterampilannya. Puncak dari perjuangannya datang ketika ia berhasil meraih gelar sebagai pemenang Ajeng Kartini Jawa Timur. Ajang tersebut, yang diadakan oleh Simpor Group, menjadi bukti bahwa Alinda telah mewujudkan impian menjadi perempuan inspiratif yang mencerminkan semangat Kartini di masa kini.<\/p>\n<p>Alinda Sasak Kirana membuktikan bahwa prestasi bukanlah milik semata-mata mereka yang memilih jalur populer. Dengan tekad, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia berhasil menapaki perjalanan inspiratifnya dari SMK Farmasi Jayanegara Lawang hingga menjadi duta lingkungan dan Ajeng Kartini Jawa Timur. Kisahnya mengajarkan kita untuk selalu berani mengambil keputusan, bertahan di tengah kesulitan, dan mengejar impian tanpa henti.<br \/>\n<strong><br \/>\nMotivasi di Balik Prestasi: Kegagalan Sebagai Pendorong Kebangkitan<\/strong><br \/>\nMotivasi Alinda muncul dari kegagalan. Ia percaya bahwa kegagalan adalah dorongan untuk bangkit dan berkembang. Melalui perjalanan yang tidak mudah, Alinda menemukan dorongan untuk menjadi pemenang yang menginspirasi, bukan untuk menyingkirkan orang lain, melainkan untuk memberikan inspirasi kepada anak muda Indonesia.<\/p>\n<p>Alinda bercita-cita untuk membangun karir dan mencapai cita-citanya. &#8220;Menginspirasi anak muda khususnya perempuan Indonesia&#8221; menjadi fokusnya. Dengan visi yang jelas, Alinda berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Najwa Shihab adalah role model bagi Alinda yang menginspirasi. Pesannya untuk generasi muda adalah untuk tidak hanya melihat perkuliahan sebagai ajang mengalahkan orang lain, melainkan sebagai peluang untuk menaklukkan diri sendiri. Dengan membangun relasi, mengikuti lomba, dan terus mencoba, Alinda meyakinkan rekan-rekannya agar menjadikan perkuliahan sebagai panggung untuk mengembangkan jati diri. Alinda Sasak Kirana, dengan segala perjuangan dan pencapaiannya, menjadi sosok yang tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menggapai mimpi dan menghadapi tantangan dengan penuh semangat.<\/p>\n<p>Tantangan terbesar Alinda adalah mengelola pola pikirnya sendiri. Dibesarkan dalam lingkungan tidak harmonis, menjadi satu-satunya perempuan di rumah dengan tanggung jawab besar, Alinda menghadapi tantangan besar dalam mengelola pola pikirnya. Keberhasilannya tidak hanya terletak pada keberanian menghadapi tantangan, tetapi juga pada kemampuannya untuk merubah pola pikirnya menjadi positif.<\/p>\n<p>Tips dari Alinda untuk membangun personal branding di media sosial adalah dengan konsistensi. &#8220;Konsisten dengan diri sendiri dan perbanyak relasi masyarakat dengan komunikasi yang baik,&#8221; ungkapnya. Bagi Alinda, kepercayaan publik dapat dibangun dengan konsistensi, aksi nyata, dan komunikasi yang baik.<\/p>\n<p>Ketika ditanya tentang kesan dan pesan selama perjalanan di dunia perkuliahan, Alinda dengan penuh kebahagiaan menceritakan pengalaman berharga yang telah ia raih. Ia menyatakan, &#8220;Kesannya bahagia sekali karena saya ternyata orang yang beruntung yang menikmati bangku kuliah di antara ribuan anak muda yang ingin merasakan bangku kuliah, namun tidak beruntung.&#8221; Namun, di balik kebahagiaan tersebut, Alinda juga memberikan pesan berharga bagi rekan-rekannya yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa perkuliahan bukanlah sebuah ajang untuk bersaing atau mengalahkan orang lain. Lebih dari itu, perkuliahan adalah kesempatan untuk menaklukkan diri sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Pesan untuk rekan-rekan yang sedang berkuliah adalah, perkuliahan bukanlah ajang untuk mengalahkan orang lain, namun sebenarnya perkuliahan adalah Anda mampu menaklukkan diri Anda sendiri,&#8221; ujar Alinda dengan penuh semangat. &#8220;Selalu manfaatkan dunia perkuliahanmu dengan membangun relasi, mengikuti ajang lomba, terus mencoba, dan mengikuti program pemerintah yang bergengsi. Jika kalian tak mampir melakukannya, lakukanlah dengan memenangkan jati diri Anda sendiri.&#8221; Dengan pesan ini, Alinda mengajak untuk melihat perkuliahan sebagai sebuah perjalanan pribadi yang penuh potensi dan peluang untuk pertumbuhan diri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Siti Nur Hikmah, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University JurnalPost.com &#8211; Alinda Sasak Kirana, seorang perempuan muda yang lahir di Malang, Jawa Timur, telah menorehkan jejak inspiratifnya melalui perjalanan pendidikan dan prestasi. Dengan latar belakang pendidikan di SMK Farmasi Jayanegara Lawang dan kemudian melanjutkan studi di Politeknik Kesehatan Putera Indonesia Malang (POLTEKKES PIM), Alinda memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-12425","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12425\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}