{"id":11949,"date":"2024-02-26T22:02:19","date_gmt":"2024-02-26T14:02:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=11949"},"modified":"2024-02-26T22:02:19","modified_gmt":"2024-02-26T14:02:19","slug":"motivasi-yang-kuat-langkah-awal-mewujudkan-mimpi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/motivasi-yang-kuat-langkah-awal-mewujudkan-mimpi\/11949\/","title":{"rendered":"Motivasi yang Kuat : Langkah Awal Mewujudkan Mimpi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-89.jpg\" alt=\"\" width=\"601\" height=\"338\" class=\"aligncenter size-full wp-image-11950\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-89.jpg 601w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-89-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-89-150x84.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 601px) 100vw, 601px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Taqiya Muhtadiya \u2013 Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, tentunya tidak mudah bagi setiap mahasiswa untuk mengatur waktu yang padat dengan tugas yang banyak ditambah lagi harus memikirkan skripsi. Namun, berbeda halnya dengan mahasiswa satu ini yang bernama Iznadiar Azkiani. Ditengah padatnya kegiatan, Ia tetap terus mengembangkan minat dan bakatnya di bidang yang Ia tekuni.<\/p>\n<p>Iznadiar Azkiani merupakan seorang mahasiswi semester 8 yang saat ini sedang menempuh pendidikan di IPB University fakultas ekonomi dan manajemen. Ia lahir di Sukabumi, 6 Agustus 2002 (22 tahun). Jenjang pendidikan yang ditempuh juga masih berada di kawasan Sukabumi, mulai dari TK, SD, SMP, sampai SMA di daerah Sukabumi. Kemudian, melanjutkan jenjang perkuliahan di IPB University lewat jalur SNMPTN. Ia juga merupakan mojang Kabupaten Sukabumi pada tahun 2021 sampai saat ini, dan Ia juga merupakan salah satu Duta IPB University batch 8. Selain itu, Ia juga merupakan seorang content creator serta saat ini juga sedang menjalani karirnya di bidang modelling di beberapa brand, salah satunya brand hijab jilbrave.official. Ia juga tertarik dengan bidang digital marketing dan marketing communication.<\/p>\n<p>Dalam setiap hidup manusia, tentunya ada hal suka dan duka yang dialami selama hidup. Sama halnya dengan Izna sendiri yang mengalami cukup banyak hal suka maupun duka dalam hidupnya. Dalam hidup, Ia selalu menanamkan rasa syukur terhadap apa yang Ia miliki saat ini. Menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya. Namun, kekurangan yang Ia miliki tidak dijadikan hambatan, tetapi dijadikan perbaikan terhadap diri sendiri untuk meminimalisir kekurangannya tersebut. Dengan dukungan dari lingkungan keluarga dan pertemanan yang supportif, Ia sangat bersyukur. Awalnya, Ia bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun, karena berbagai pertimbangan berbagai kondisi, Ia memutuskan untuk beralih ke ranah lain, yaitu ranah sosial.<\/p>\n<p>Cara seseorang menuju keberhasilan dalam hidupnya tentu tidak ada yang mulus. Dibalik keberhasilan atau kesuksesan seseorang, ada proses yang tidak mudah untuk dilewati. Hanya orang yang gigih dan mau berusaha yang bisa melewatinya. Semasa hidupnya, Izna telah melewati masa sulit yang menurutnya karena masa itulah muncul dirinya yang sekarang. Masa sulit yang dialami Izna sendiri itu ketika awal masuk dunia perkuliahan, yaitu saat PPKU. Ia merasa bahwa dirinya tidak seberharga itu karena disaat teman-teman yang lain aktif bertanya dan berpendapat Ia tidak. Kemudian, dari pihak keluarga yang menaruh harapan padanya yang merupakan anak bungsu, sehingga itu menambah tekanan pikiran Dia, karena Ia merasa pada saat itu Ia tidak unggul di bidang apapun. Ia masuk kelas bahasa inggris yang kemampuannya sendiri terhadap bahasa inggris kurang, padahal ibunya seorang guru bahasa inggris dan kakaknya lulusan sastra inggris. Kemudian, Ia daftar berbagai organisasi tapi tidak ada satupun yang menerima, sehingga hal tersebut menambah pikirannya hingga Ia menjadi down. Mungkin, bagi orang yang tidak kuat keinginannya hanya berpasrah dan mengikuti alur saja. <\/p>\n<p>Namun, Izna menganggap suatu masalah itu bukan suatu yang harus diratapi secara mendalam. Ia yakin, setiap orang akan ada waktunya untuk bersinar. Hanya perlu sabar dalam menjalani prosesnya. Ia juga merasa melihat pencapaian orang lain yang membuatnya cukup insecure sebagai motivasi dan acuan terhadap perkembangan dirinya selama ini. Langkah awal yang dilakukan seorang Izna dalam bangkit lagi dari masa sulit dalam hidup yaitu dengan menerima dengan ikhlas keadaan dirinya. Kemudian, memberikan waktu untuk dirinya sendiri untuk meluapkan semua rasa emosionalnya. Ia melakukannya dengan journaling atau menulis di bukunya, menuangkan segala isi perasaannya dalam buku tersebut. Ia juga menuliskan langkah-langkah kecil yang Ia lakukan saat itu. Akhirnya, setelah masa-masa tersebut berlalu Ia merasa bahwa ternyata apa yang Ia rasakan sebagai masa sulit pada kejadian lalu, kini<\/p>\n<p>berubah dan terwujud. Artinya, setiap orang pasti sudah ada waktunya untuk menuju suksesnya masing-masing asalkan mau berusaha dan bangkit dari kegagalan. Dari peristiwa tersebut Ia juga belajar bahwa tidak apa-apa kita ketinggalan dari pencapaian orang lain yang terpenting jangan sampai berhenti dan stuck di tiktik terendah. Setidaknya, dalam sehari itu lakukan minimal satu langkah perubahan. Ia juga mengatakan, jika ada masalah alangkah baiknya cerita ke orang lain karena itu juga dapat membantu meluapkan masalah kita.<\/p>\n<p>Setiap manusia pasti memiliki bakat. Namun, bakat yang dimiliki harus terus diasah dan dikembangkan agar dapat menjadi kemajuan yang baik juga untuk diri kita. Izna sendiri memiliki cara bagaimana Ia mengembangkan minat dan bakatnya, yaitu dengan mencari lingkungan yang sesuai dengan minat dan bakat kita, kemudian masuk ke lingkungan yang baik sehingga ketika kita melihat orang dalam lingkungan tersebut menjadi motivasi kita untuk terus mengembangkan minat dan bakat yang kita miliki. Bisa belajar dari orang yang lebih berpengalaman, dan kalau kita memiliki ilmu yang lebih, kita bisa membagikannya ke orang lain. Serta, jangan pernah ragu untuk menekuni hal yang kita suka. Kalau kita suka dan minat jalankan dan tanpa banyak alasan untuk tidak melakukannya. Izna sendiri memiliki tokoh inspirasinya yaitu Ia ingin menjadi seperti Maudy Ayunda atau Zhafira Alya.<\/p>\n<p>Setiap keinginan yang Izna miliki masing-masing punya tujuannya tersendiri. Seperti salah satu contohnya motivasinya menjadi duta IPB University. Ia tertarik menjadi duta karena Ia melihat duta IPB itu sangat membantu anak-anak khususnya SMA yang ingin mengetahui banyak informasi-informasi tentang perkuliahan. Ia ingin menjadi bagian dari orang-orang keren tersebut. Ia berharap, dengan bergabung menjadi duta IPB University Ia dapat membantu Indonesia terkait informasi tentang universitas-universitas agar anak SMA di seluruh Indonesia lebih merata pengetahuannya terkait universitas atau perguruan tinggi negeri.<\/p>\n<p>Ternyata, ada tips dalam memanajemen waktu yang dilakukan Izna selama menjalani kesibukannya. Pertama, prioritaskan akademik karena melalui akademik akan membuka bidang karir kita kedepannya. Kemudian, harus mengetahui kapasitas diri, jangan fomo ingin ikut banyak kegiatan tapi pada saat prosesnya tidak maksimal. Dari semua kisah perjalanan Izna membangun motivasinya, hingga akhirnya Ia mewujudkan keinginannya satu persatu. Perlahan, tapi pasti.<\/p>\n<p>Melalui kisah mengenai Iznadiar Azkiani yang mana walaupun masih berstatus mahasiswa sudah memulai karirnya dengan baik. Segala minat dan bakat yang Ia miliki Ia salurkan dengan baik. Walaupun, di setiap proses menuju mencapai keinginannya banyak tantangan dan rintangan yang tentunya itu tidak mudah, perlu waktu untuk berproses. Karena, hal terpenting yang harus dilakukan adalah jangan berhenti pada satu posisi terendah. Jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi diri, jadikan pencapaian orang lain sebagai acuan kita untuk maju. Dari semangat dan motivasi Izna hingga Ia bisa mewujudkan impiannya satu persatu, yakinlah bahwa semua orang pasti akan ada waktu untuk sukses dan berhasil. Namun, proses yang dilewati setiap orang tentunya akan berbeda. Hanya saja, kegigihan dan ketekunan kita dalam meraih impian harus totalitas.<\/p>\n<p>Dengan modal motivasi dan keinginan untuk maju yang kuat, seorang Izna bisa mencapai keinginannya satu persatu. Banyak hal yang bisa membuat kita menyerah begitu saja. Namun, yang perlu diingat, hidup itu terus berjalan. \u201csetiap orang pasti akan ada waktunya untuk berhasil\u201d dan apabila gagal dalam berproses itu wajar, tetapi langkah yang diambil jangan putus asa dan menyerah begitu saja. Ingat, \u201clebih baik menyesal karena pernah mencoba daripada menyesal karena tidak pernah mencoba.\u201d Dengan menanamkan motivasi yang kuat serta usaha untuk maju, keinginan yang kita inginkan akan tercapai. \u201cTidak apa-apa tertinggal dari orang lain, yang penting jangan pernah berhenti melangkah.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Taqiya Muhtadiya \u2013 Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University JurnalPost.com &#8211; Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, tentunya tidak mudah bagi setiap mahasiswa untuk mengatur waktu yang padat dengan tugas yang banyak ditambah lagi harus memikirkan skripsi. Namun, berbeda halnya dengan mahasiswa satu ini yang bernama Iznadiar Azkiani. Ditengah padatnya kegiatan, Ia tetap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-11949","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11949\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}