{"id":1186,"date":"2023-06-28T00:52:04","date_gmt":"2023-06-27T16:52:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1186"},"modified":"2023-06-28T00:52:04","modified_gmt":"2023-06-27T16:52:04","slug":"tips-meningkatkan-kecerdasan-non-akademik-anak-yang-dipengaruhi-oleh-pengembangan-kreativitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tips-meningkatkan-kecerdasan-non-akademik-anak-yang-dipengaruhi-oleh-pengembangan-kreativitas\/1186\/","title":{"rendered":"TIPS MENINGKATKAN KECERDASAN NON AKADEMIK ANAK YANG DIPENGARUHI OLEH PENGEMBANGAN KREATIVITAS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Manik, Rina Ursulla<sup>1<\/sup><\/strong><br \/>\n<sup>1<\/sup>Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Sumatera Utara (penulis 1)<br \/>\nemail: rinaursullamanik10@gmail.com<\/p>\n<p><strong>I. PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nPendidikan merupakan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Begitu pula dengan Sekolah Daasar (SD) merupakan fase penting dari perkembangan anak yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa datang. Pada dasarnya, siswa SD memiliki rasa ingin tahu, tanggap terhadap permasalahan dan kompleksitasnya, dan minat untuk memahami fenomena secara bermakna. Tentu karakteristik siswa SD tersebut tidak terlepas dari dunia bermain. Ada baiknya kebiasaan bermain anak dapat menstimulus anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Melalui bermain, anak berimajinasi atas dunia bermainnya. Imajinasi-imajinasi inilah yang menstimulus anak untuk terus berfikir kreatif. <\/p>\n<p>Bila dikaitkan pada konteks pendidikan di SD kreativitas pada dasarnya berkenaan dengan upaya mengenali dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara efektif dan etis. Oleh karena itu, penekanan pada kemampuan berpikir kreatif di tingkat sekolah dasar menjadi penting agar siswa memiliki kreativitas yang tinggi. <\/p>\n<p>Kreativitas merupakan ciri keberanian manusia yang menggemakan siapa dirinya dan apa menjadi apa manusia tersebut di kemudian hari. Di dalam setiap tindakan kreativitas, individu merasakan terjalinnya hubungan yang baik antara diri sendiri dengan orang lain. Ketika moment tersebut terjadi, orang yang berfikir kreatif akan memandang dirinya sebagai individiu yang diliputi rasa senang, imajinasi yang luar biasa, dan pemberdayaan diri yang lebih baik tanpa ada rasa takut terhadap hal yang mebatasi dirinya. Sikap-sikap itulah yang membawa dirinya untuk terus membangkitkan gairah-gairah kreatif.<\/p>\n<p>Oleh karena permasalahan tersebut maka peneliti bertujuan untuk mengembangkan setiap kecerdasan yang dimiliki para siswa bukan hanya dalam bidang Pendidikan maupun bidang kreativitas seperti design, sehingga setiap siswa dapat sejak dini menemukan kelebihan yang dimiliki serta bidang pembelajaran yang diminati. <\/p>\n<p><strong>II. TINJAUAN PUSTAKA<\/strong><br \/>\nPendidikan merupakan usaha secara sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Pendidikan diwujudkan dengan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, bangsa dan Negara menurut UU No. 20 Tahun 2003. Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia (peserta didik) untuk dapat membuat manusia (peserta didik) itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia (peserta didik) lebih kritis dalam berpikir.<br \/>\nProf. Zaharai Idris: Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.<\/p>\n<p>Menurut Heidjrachman dan Husnah (1997:77) pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuaan umum seseorang termasuk di dalam peningkatan penguasaan teori dan keterampilan, memutuskan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan di dalam mencapai tujuannya, baik itu persoalan dalam dunia pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari. Sedangkan Ki Hajar Dewantara sebagai bapak Pendidikan Nasional Indonesia mengatakan pendidikan tersebut adalah merupakan tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksud dari pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak tersebut agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Kreativitas memegang peranan penting dalam kehidupan dan perkembangan manusia. Kreativitas banyak dilandasi oleh kemampuan intelektual, seperti intelegensi bakat dan kecakapan hasil belajar, tetapi juga didukung oleh faktor-faktor afektif dan psikomotor. <\/p>\n<p>Menurut David Campbell, Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menciptakan hasil yang sifatnya baru, inovatif, belum ada sebelumnya, menarik, aneh dan berguna bagi masyarakat. Kreativitas adalah kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud aktivitas imajinatif atau sentesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola bar dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang. <\/p>\n<p>Media merupakan suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Kreativitas memiliki kaitan yang erat dengan inovasi dan penemuan (invention), yaitu kreativitas merupakan faktor yang menggerakkan lahirnya inovasi (innovation) dalam penciptaan karya kreatif dengan memanfaatkan penemuan (invention) yang sudah ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa Media Kreatif adalah suatu pengantar komunikasi yang dapat meneruskan suatu informasi (pesan) antar sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan melalui penjabaran daya dan upaya yang unik dalam menciptakan solusi dari suatu permasalahan dalam ranah komunikasi visual. <\/p>\n<p><strong>III. METODE PENELITIAN<\/strong><br \/>\nMetode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah. Penelitian kualitatif berlandaskan kepada filsafat post-positivisme, sebab berguna untuk meneliti pada obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) peneliti berkontribusi sebagai instrument kunci, pengambilan sampel, sumber data dilakukan dengan purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif\/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Karena tujuan utama dalam penelitian kualitatif untuk membuat fakta\/fenomena agar mudah dipahami (understandable) dan memungkinkan sesuai modelnya dapat menghasilkan hipotesis baru. Dengan demikian, penelitian kualiatatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalan mengenai masalah-masalah manusia dan sosial, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari sebuah realitas sebagaimana dilakukan penelitian kuantitatif dengan positivismenya. Oleh karena itu dilakukan pengembangan kreativitas melalui media pembelajaran berupa membuat madding sekolah dengan para siswa SD NEGERI 064984 Medan. <\/p>\n<p><strong>IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\nKreativitas dan kecerdasan memiliki kaitan yang erat walaupun tidak mutlak. Orang yang kreatif dapat dipastikania ia orang yang cerdas pasti kreatif. Kreativitas merupakan salah satu ciri perilaku yang menunjukan perilaku intelligent (cerdas), namun kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan korelasi yang memuaskan. Sebab skor IQ (Intelligence Quotient) yang rendah memang selalu diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula, namun skor IQ yang tinggi ternyata tidak selalu dibarengi oleh tingkat kreativitas yang tinggi pula.<\/p>\n<p>Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka dilakukan pengembangan kreativitas bersama siswa SD NEGERI 064984 Medan dengan membuat MADING sekolah. Pembuatan MADING dilakukan dibawah pengwasan dan bantuan peneliti serta diberikan kesempatan kepada setiap siswa dalam membuat kreasi untuk ditempelkan pada MADING. Dalam membuat MADING tersebut dikumpulkan beberapa bahan seperti kain flanel, lem tembak dan kertas origami serta bahan pendukung lain seperti spidol warna maupun pensil warna. Penggunaan alat seperti lem tembak dilakukan oleh peneliti karena dianggap berbahaya jika digunakan oleh siswa. <\/p>\n<p>Dalam membuat MADING peneliti juga melakukan kompetisi dalam hal tersebut dan didapatkan beberapa siswa yang menjadi kategori paling baik. Hal tersebut memicu semangat para siswa sehingga menumbuhkan creative thinking serta kemampuan dalam bekerja sama dan mengapresiasikan ide ide yang memiliki inovasi yang dapat diterapkan.<br \/>\nDapat dilihat pada gambar beberapa siswa yang terpilih dalam perlombaan MADING. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cuplikan-layar-2023-06-28-004759.png\" alt=\"\" width=\"607\" height=\"412\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1187\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cuplikan-layar-2023-06-28-004759.png 607w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cuplikan-layar-2023-06-28-004759-300x204.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cuplikan-layar-2023-06-28-004759-150x102.png 150w\" sizes=\"(max-width: 607px) 100vw, 607px\" \/><\/p>\n<p>Setelah dilakukan pengembangan kreativitas maka hasil design ataupun kreativitas dari siswa maka ditempel kedalam MADING sekolah. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-13.jpg\" alt=\"\" width=\"209\" height=\"246\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1188\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-13.jpg 209w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-13-150x177.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 209px) 100vw, 209px\" \/><\/p>\n<p>Pada saat kegiatan dilakukan terlihat para siswa sangat antusias dan bersemangat serta beberapa siswa yang dianggap kurang aktif selama ini menjadi semangat dan terlihat kecerdasan yang dimiliki beberapa siswa bukan hanya pada bidang akademik maupun bidang design. Penelitian ini juga menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap para siswa yaitu menumbuhkan rasa percaya diri juga melatih emosional dan ketertarikan dalam kegiatan pengembangan kreativitas maupun belajar mengajar di sekolah. <\/p>\n<p><strong>V. KESIMPULAN DAN SARAN<\/strong><br \/>\nBerdasarkan hasil penelitian tersebut maka didapatkan kesimpulan bahwa kecerdasan bukan hanya di bidang akademik namun juga terdapat di bidang non akademik seperti kreativitas atau design. Hal tersebut juga mempengaruhi kecerdasan setiap siswa di SD NEGERI 064984 Medan. Dapat terlihat bahwa setiap siswa sangat antusias dalam melakukan kegiatan tersebut serta menumbuhkan semangat terus ingin belajar dan rasa percaya diri. Saran yang dapat diberikan oleh peniliti yaitu untuk lebih mengawasi dan memperhatikan dalam melakukan kegiatan pengembangan kreativitas serta diharapkan penelitian ini dapat terus dilanjutkan. <\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nFadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54.<br \/>\nMuqodas, I. (2015). Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 9(2).<br \/>\nAbd Rahman, B. P., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., &#038; Yumriani, Y. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1-8.<br \/>\nDestri, K., V., H. &#038; Nur\u2019aeni. ( ). Kreativitas Siswa Sekolah Dasar yang Mengalami Kesulitan Belajar Membaca di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen TA<br \/>\n2010\/2011. Jurnal Psycho Idea. Tahun 9 Februari 2011.<br \/>\nFarida, U. (2005). Mengembangkan Kreativitas Anak. Jakarta : Pustaka Al- Kautsar<br \/>\nhttp:\/\/izatul13.blogspot.com\/2017\/05\/hubungan-kreativitas-dan-kecerdasan.html<br \/>\nhttps:\/\/eprints.umm.ac.id\/41375\/3\/BAB%20II.pdf<br \/>\nhttps:\/\/spada.uns.ac.id\/mod\/assign\/view.php?id=163656#:~:text=Menurut%20David%20Campbell%2C%20Kreativitas%20adalah,untuk%20menciptakan%20sesuatu%20yang%20baru<br \/>\nhttps:\/\/frid.ittelkom-pwt.ac.id\/mkp\/ <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manik, Rina Ursulla1 1Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Sumatera Utara (penulis 1) email: rinaursullamanik10@gmail.com I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Begitu pula dengan Sekolah Daasar (SD) merupakan fase penting dari perkembangan anak yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa datang. Pada dasarnya, siswa SD memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-1186","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1186\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}