{"id":11534,"date":"2024-02-18T18:35:30","date_gmt":"2024-02-18T10:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=11534"},"modified":"2024-02-26T16:03:09","modified_gmt":"2024-02-26T08:03:09","slug":"memanfaatkan-bambu-untuk-kemajuan-lingkungan-dan-ekonomi-lokal-kisah-mahasiswa-pmm-gelombang-3-kelompok-99-umm-di-lumbung-stroberi-desa-pandanrejo-kota-batu-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/memanfaatkan-bambu-untuk-kemajuan-lingkungan-dan-ekonomi-lokal-kisah-mahasiswa-pmm-gelombang-3-kelompok-99-umm-di-lumbung-stroberi-desa-pandanrejo-kota-batu-jawa-timur\/11534\/","title":{"rendered":"Memanfaatkan Bambu untuk Kemajuan Lingkungan dan Ekonomi Lokal: Kisah Mahasiswa PMM Gelombang 3 Kelompok 99 UMM di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kota Batu, Jawa timur"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11536\" aria-describedby=\"caption-attachment-11536\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11536\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-49.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"422\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-49.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-49-300x210.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-49-150x105.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11536\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Foto Anggota kelompok bersama RT dan Perwakilan Kelompok Wanita Tani setempat<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> -&#8220;Kami, mahasiswa Program Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) Gelombang 3 Kelompok 99 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang beranggotakan 5 orang yaitu Mahran, Rifqi Aflah Naufal Firmansyah, Fenti Karina Agustin, Viola Rahmadini, dan Muhammad Zidane Ali Saddam dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Luqman Dzul Hilmi, S.E., MBA. , dengan bangga mempersembahkan cerita tentang perjalanan kami dalam mengimplementasikan program PMM kami di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Batu, Jawa Timur.&#8221;.<\/p>\n<p>Hal ini kita lakukan dengan tujuan memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik. PMM dilakukan oleh mahasiswa UMM secara perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian <a href=\"https:\/\/www.umm.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)<\/a>.<\/p>\n<p>Kota Batu, terkenal dengan keindahan alamnya, juga menghadapi masalah serius dalam pengelolaan sampah. Kami memilih untuk mengambil tindakan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, yaitu bambu, untuk menghasilkan tempat sampah yang ramah lingkungan. Kami memulai dengan pemilihan bambu berkualitas tinggi dan melakukan proses pengeringan serta pemotongan sesuai desain. Setelah itu, kami merakit dan melapisi bambu dengan bahan tahan air untuk memastikan kekuatan dan daya tahan produk.<\/p>\n<p>Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan survei dan pengumpulan bahan. Langkah berikutnya adalah proses pemotongan bambu menjadi bentuk yang sudah dikonsepkan tim agar menjadi bentuk tempat sampah. Setelah itu kita lakukan proses penghalusan menggunakan amplas sehingga tidak ada tangan yang tergores akibat serpihan bambu. Tidak lupa untuk alas sampah kita buat teknik ayaman sehingga menambahkan kesan estetika dari tempat sampah tersebut. Untuk dinding tempat sampah kita paku agar tempat sampah tersebut kokoh dan tahan untuk berbagai posisi. Untuk langkah terakhir kita lakukan finishing dengan pernis agar kesan alami dari bambu lebih menonjol.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11535\" aria-describedby=\"caption-attachment-11535\" style=\"width: 728px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11535\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39.jpg\" alt=\"\" width=\"728\" height=\"971\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39.jpg 728w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39-225x300.jpg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39-150x200.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39-300x400.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-39-696x928.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 728px) 100vw, 728px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11535\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Proses Pembuatan Tempat Sampah dari Bambu<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah selesai, kita beri tempat sampah tersebut kepada petugas lumbung stroberi, yang dimana bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan lingkungan, karena di lokasi lumbung stroberi terdapat wisatawan yang memiliki kesadaran kebersihan yang kurang, sehingga tercipta lingkungan yang tidak nyaman. Selain sebagai wadah sampah, tempat sampah ini juga menjadi alat pendidikan bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya tempat sampah dari bahan dasar bambu ini, diharapakan kesadaran wisatawan tentang kebersihan lingkungan akan meningkat dan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com -&#8220;Kami, mahasiswa Program Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) Gelombang 3 Kelompok 99 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang beranggotakan 5 orang yaitu Mahran, Rifqi Aflah Naufal Firmansyah, Fenti Karina Agustin, Viola Rahmadini, dan Muhammad Zidane Ali Saddam dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Luqman Dzul Hilmi, S.E., MBA. , dengan bangga mempersembahkan cerita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11534","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11534"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11534\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}