{"id":11472,"date":"2024-02-17T20:07:18","date_gmt":"2024-02-17T12:07:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=11472"},"modified":"2024-02-18T18:39:38","modified_gmt":"2024-02-18T10:39:38","slug":"membentuk-kreativitas-melalui-batik-jumputan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/membentuk-kreativitas-melalui-batik-jumputan\/11472\/","title":{"rendered":"Membentuk Kreativitas melalui Batik Jumputan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11475\" aria-describedby=\"caption-attachment-11475\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-41.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"278\" class=\"size-full wp-image-11475\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-41.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-41-300x139.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar1-41-150x69.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11475\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Batik Jumputan Karya Ibu PKK Desa Tawangsari<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com, Malang<\/strong> &#8211; PMM UMM Bhaktiku Negeri mengajarkan suatu warisan  kebudayaan yang ada di Indonesia kepada Ibu PKK Desa Tawangsari, salah satu warisan budaya Indonesia yang terus mengukir jejaknya dalam dunia fashion dan seni rupa adalah Batik Jumputan. Seiring dengan perkembangan zaman, teknik ini tidak hanya menjadi simbol pakaian tradisional, tetapi juga sebuah karya seni yang memadukan keahlian tinggi dan keindahan motif tradisional batik.<\/p>\n<p>Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau yang sering disingkat dengan PMM ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi dari hasil penelitian  <a href=\"https:\/\/www.umm.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)<\/a>.<\/p>\n<p>Batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang memiliki corak unik dan menarik. Istilah &#8220;jumputan&#8221; sendiri berasal dari kata &#8220;jumput,&#8221; yang artinya mengambil atau menjemput. Dalam dunia batik, teknik jumputan mengacu pada cara pembuatan pola atau corak dengan cara menjemput atau menyatukan area tertentu pada kain sebelum proses pewarnaan. Dalam proses pembuatan batik jumputan, para pengrajin akan menjemput sebagian kain batik dengan tali atau karet untuk membentuk pola yang diinginkan. Setelah itu, bagian yang dijemput tersebut akan dilindungi dari pewarnaan, sehingga membentuk motif yang menarik dan berbeda. Proses ini memberikan sentuhan personal pada setiap kain batik jumputan, membuatnya menjadi karya seni yang unik.<\/p>\n<p>Dalam perkembangan zaman, batik jumputan tidak hanya dihargai sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai tren fashion yang diminati oleh banyak orang. Para desainer fashion pun semakin kreatif dalam menggabungkan batik jumputan dengan gaya modern, menciptakan pakaian yang elegan namun tetap mempertahankan nilai tradisional.<\/p>\n<p>Industri batik merupakan potensi yang patut dikembangkan untuk membuka peluang pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) mengakui pentingnya pengembangan industri batik dalam menyerap lapangan kerja dan memajukan para pelaku UMKM. Kelompok PMM UMM 2024 Desa Tawangsari berinisiatif mengajarkan ibu-ibu pkk Desa Tawangsari untuk membuat batik. Pembuatan batik ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas warga Tawangsari, yang dimana nantinya dapat berguna untuk membantu membuka peluang pasar bagi UMKM.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11474\" aria-describedby=\"caption-attachment-11474\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-32.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"360\" class=\"size-full wp-image-11474\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-32.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-32-300x179.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar2-32-150x90.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11474\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Peserta Kegiatan MembatikYang Diselenggarakan Oleh Kelompok PMM UMM 2024<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selasa, 27 januari 2024 kelompok PMM UMM 2024 Desa Tawangsari mengadakan edukasi mengenai pembuatan batik dan praktik pembuatan batik jumputan. Kegiatan ini diselenggarakan di kediaman kepala Desa Tawangsari yang dihadiri oleh 10 orang ibu PKK dan 1 perangkat desa. Kegiatan edukasi mengenai batik jumputan diawali dengan pemaparan alat dan bahan, langkah pembuatan, serta pewarnaan batik. Pemaparan mengenai edukasi membatik disampaikan oleh koordinator PMM UMM 2024 Desa Tawangsari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11473\" aria-describedby=\"caption-attachment-11473\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar3-4.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"360\" class=\"size-full wp-image-11473\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar3-4.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar3-4-300x179.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Gambar3-4-150x90.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11473\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. Praktik Pembuatan Batik Jumputan oleh Ibu PKK Desa Tawangsari<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya diadakan praktik pembuatan batik jumputan yang diikuti oleh sebagian ibu PKK Desa Tawangsari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kreativitas mengenai pembuatan batik jumputan. Peserta kegiatan membatik berjumlah 10 orang kemudian dibentuk menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 2 orang per kelompok untuk mengerjakan 2 buah kain batik jumputan. Praktik ini dipandu oleh 2 penanggung jawab program kerja membatik jumputan yaitu Ahyani Hamdilah dan Ulyasari Arditha Saputri yang juga dibantu oleh anggota kelompok. Kegiatan ini disambut hangat dan antusias oleh ibu-ibu PKK, yang mana akan mengagendakan kembali kegiatan membuat batik jumputan untuk mengisi kegiatan PKK.<\/p>\n<p>\u201ckami senang belajar membatik dengan teknik yang baru yaitu teknik jumputan, karena sebelumnya kami pernah membatik dengan teknik canting, kami juga senang mendapatkan ilmu baru yang mana lebih mudah dari sebelumnya dan bisa kami praktikan kapan saja\u201d ujar Zulfi Ayu Nabila selaku Ketua PKK Desa Tawangsari dalam kesempatan wawancara mengenai kesan pesan dengan adanya praktik pembuatan batik jumputan yang diadakan oleh kelompok PMM UMM 2024.<\/p>\n<p>OLEH : <strong>Ulyasari\u00a0Arditha\u00a0Saputri<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com, Malang &#8211; PMM UMM Bhaktiku Negeri mengajarkan suatu warisan kebudayaan yang ada di Indonesia kepada Ibu PKK Desa Tawangsari, salah satu warisan budaya Indonesia yang terus mengukir jejaknya dalam dunia fashion dan seni rupa adalah Batik Jumputan. Seiring dengan perkembangan zaman, teknik ini tidak hanya menjadi simbol pakaian tradisional, tetapi juga sebuah karya seni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11472","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11472"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11472\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}