{"id":11053,"date":"2024-01-22T18:26:47","date_gmt":"2024-01-22T10:26:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=11053"},"modified":"2024-01-22T18:26:47","modified_gmt":"2024-01-22T10:26:47","slug":"penyebab-terjadinya-ketergantungan-uzbekistan-terhadap-rusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penyebab-terjadinya-ketergantungan-uzbekistan-terhadap-rusia\/11053\/","title":{"rendered":"Penyebab Terjadinya Ketergantungan Uzbekistan Terhadap Rusia"},"content":{"rendered":"<p>1. <strong>Ikatan sejarah<\/strong><\/p>\n<p>Pada abad ke-19, Kekaisaran Rusia mulai menginvasi Asia Tengah termasuk Uzbekistan untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Rusia secara bertahap menaklukkan kota-kota penting di Uzbekistan seperti Samarkand, Bukhara, Khiva, Kokand, dan Tashkent. Pada 1876, seluruh wilayah Uzbekistan berada di bawah kendali Rusia. Rusia kemudian menjadikan Uzbekistan sebagai protektorat dan memaksakan bahasa serta budaya Rusia. Setelah Revolusi Bolshevik 1917, Uzbekistan menjadi bagian dari Uni Soviet. Di bawah Uni Soviet, Uzbekistan mengalami industrialisasi dan pembangunan infrastruktur modern oleh Rusia. Bahasa Rusia dominan di Uzbekistan. Setelah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, Uzbekistan tetap memiliki ketergantungan yang sangat kuat dengan Rusia dalam berbagai bidang.<\/p>\n<p>2. <strong>Saling ketergantungan ekonomi<\/strong><\/p>\n<p>Rusia merupakan mitra dagang utama Uzbekistan, mengimpor sekitar 30-40% ekspor Uzbekistan setiap tahunnya yang sebagian besar produk pertanian dan tekstil. Uzbekistan sangat bergantung pada impor energi seperti gas alam dan minyak dari Rusia. Ribuan pekerja Uzbekistan bekerja di Rusia dan mengirim uang ke negara asal yang signifikan bagi perekonomian Uzbekistan. Uzbekistan mengandalkan investasi dan pinjaman Rusia untuk membiayai proyek-proyek infrastrukturnya. Rusia juga menjadi mitra pariwisata terbesar Uzbekistan. Rusia memiliki pengaruh kuat dalam sektor perbankan dan keuangan Uzbekistan.<\/p>\n<p>3.<strong> Masalah keamanan<\/strong><\/p>\n<p>Uzbekistan berbatasan langsung dengan Afghanistan yang telah lama dilanda konflik dan perang saudara sejak tahun 1979. Keberadaan kelompok militan seperti Taliban dan Al Qaeda di Afghanistan telah lama menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan di perbatasan Uzbekistan. Serangan dan infiltrasi kelompok militan Afghanistan ke Uzbekistan telah terjadi beberapa kali, seperti peristiwa Mubarak 2005 dan serangan Khanabad 2011. Uzbekistan tidak memiliki kemampuan militer dan intelijen yang memadai untuk mengamankan wilayah perbatasan dengan Afghanistan secara independen. Oleh karena itu, Uzbekistan sangat bergantung pada bantuan keamanan dan kerja sama intelijen dari Rusia untuk mendeteksi dan mencegah infiltrasi kelompok militan dari Afghanistan. Rusia memiliki pangkalan militer di Tajikistan dekat perbatasan Uzbekistan dan selama ini membantu patroli perbatasan Uzbekistan-Afghanistan.<\/p>\n<p>4. <strong>Ketergantungan energi<\/strong><\/p>\n<p>Uzbekistan tidak memiliki cadangan gas alam dan minyak yang signifikan, sehingga sangat bergantung pada impor energi dari luar. Rusia merupakan pemasok utama gas alam dan minyak Uzbekistan melalui perusahaan energi Rusia Gazprom dan Lukoil. Sekitar 90% total impor gas alam dan 80% impor minyak mentah Uzbekistan berasal dari Rusia setiap tahunnya. Uzbekistan sangat bergantung pada gas alam Rusia untuk memenuhi kebutuhan listrik negaranya, karena sekitar 85% listrik dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga gas. Rusia menguasai infrastruktur pipa gas utama di Asia Tengah melalui perusahaan Gazprom, sehingga Uzbekistan tidak memiliki alternatif pemasok gas selain dari Rusia. Uzbekistan belum mampu mengembangkan energi alternatif seperti tenaga surya dan angin secara signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada gas Rusia. Kontrak jangka panjang pembelian gas antara Uzbekistan dan Rusia memperkuat ketergantungan ini.<\/p>\n<p>5. <strong>Pengaruh politik<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintahan Soviet membentuk batas negara Uzbekistan saat ini dan memengaruhi pembentukan kelompok etnis dan identitas kebangsaan Uzbekistan pasca-merdeka. Banyak elit politik dan pejabat tinggi di Uzbekistan merupakan lulusan universitas di Rusia atau terlatih di lembaga Soviet. Rusia secara aktif mendukung pemimpin otoriter Uzbekistan Islam Karimov selama 1990-an hingga 2010an demi stabilitas rezimnya. Uzbekistan bergabung dalam aliansi militer yang dipimpin Rusia seperti CSTO (Collective Security Treaty Organization) dan SCO (Shanghai Cooperation Organization). Rusia memberikan dukungan ekonomi dan investasi kepada pemimpin Uzbekistan sebagai pengaruh agar tidak menjalin hubungan dekat dengan Barat. Media Rusia seperti Sputnik dan RT masih dominan di Uzbekistan, sehingga narasi Kremlin mudah menyebar luas. Rusia menekan Uzbekistan dengan ancaman pemutusan pasokan gas alam ketika hubungan kedua negara memburuk.<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Muhammad Farhan Alfarizy<br \/>\nIlmu Hubungan Internasional<br \/>\nUniversitas Teknologi Yogyakarta<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Ikatan sejarah Pada abad ke-19, Kekaisaran Rusia mulai menginvasi Asia Tengah termasuk Uzbekistan untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Rusia secara bertahap menaklukkan kota-kota penting di Uzbekistan seperti Samarkand, Bukhara, Khiva, Kokand, dan Tashkent. Pada 1876, seluruh wilayah Uzbekistan berada di bawah kendali Rusia. Rusia kemudian menjadikan Uzbekistan sebagai protektorat dan memaksakan bahasa serta budaya Rusia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-11053","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}