{"id":10933,"date":"2024-01-21T19:29:08","date_gmt":"2024-01-21T11:29:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10933"},"modified":"2024-01-21T20:19:44","modified_gmt":"2024-01-21T12:19:44","slug":"sejarah-blue-banana-uni-eropa-belanda-rotterdam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sejarah-blue-banana-uni-eropa-belanda-rotterdam\/10933\/","title":{"rendered":"Sejarah Blue Banana Uni Eropa \u2013 Belanda ( Rotterdam)"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Uni eropa merupakan sebuah organsiasi politik serta ekonomi yang mana terdiri atas 28 negara anggota terletak di benua Eropa. Dimana, Uni eropa menghubungkan berbagai negara anggotanya melalui infrastruktur guna menghubungkan Masyarakat dengan dunia usaha yang lebih dekat, sehingga hal tersebut memberikan peluang ekonomi dan mengintegrasikan pinggiran Uni Eropa dengan inti Uni Eropa (Europa). Dalam hal ini blue banana sebagai jantung perekonomian eropa menarik perhatian para ahli geografis pada keterkaitannya terhadap perkembangan komunikasi serta interaksi di wilayah Eropa. Wilayah Blue banana merupakan ekonomi pertama di Eropa, yang mana berkat adanya jalan Sungai atau rel kereta api memberikan kemudahan berdagang satu sama lain, yang mana menghasilkan perekonomian yang lebih besar. Hasilnya blue banana secara historis menjadi pusat utama perekonomian Eropa yang berpusat di sekitar sungai Rhine yang pertama kali dipikirkan pada tahun 1990-an di London, Inggris melalui negara-negara rendah, Lembah Ruhr Baden-Wurttemberg, Swiss hingga ke Italia Utara yang mana merupakan pusat populasi terpadat di Uni Eropa serta rumah bagi pusat-pusat ekonomi dan politik utama. Pertama kali blue banana ditemukan di tahun 1990-an merupakan salah satu dari dua koridor ekonomi utara Uni Eropa.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-16.png\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"504\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10934\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-16.png 552w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-16-300x274.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-16-150x137.png 150w\" sizes=\"(max-width: 552px) 100vw, 552px\" \/><\/p>\n<p>Blue banana juga dikenal sebagai megalopolis Eropa merupakan koridor urbanisasi terputus-putus di Eropa Barat dan Tengah, dengan populasi  sekitar 100 juta jiwa (Maps, 2014). Konseptualisasi wilayah tersebut sebagai blue banana dikembangkan  pada tahun 1989 oleh kelompok ahli geografi perancis Bernama Roger Brunet. Dimana Roger Brunet mengamati adanya perbedaan antara ruang \u2018aktif\u2019 dan \u2018pasif\u2019 pada tahun tersebut dengan  mengembangkan konsep \u2018tulang punggung\u2019 Eropa barat. Menurut Brunet, wilayah blue banana di Uni Eropa sebagai bentuk sebuah koridor ekonomi yang sangat penting, dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan besarnya tingkat urbanisasi, serta sebagai pusat aktivitas ekonomi dengan sejumlah kota kota besar. Awal mula berdirinya wilayah blue banana ini berkaitan pada perkembangan sektor industri serta perdagangan di Eropa pada beberapa abad terakhir, dimana pasca revolusi industri abad ke-18, negara-negara yang ada di wilayah tersebut mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi secara cepat berkat adanya inovasi tekonologi serta perbaikan infrastruktur. Dalam hal ini kota-kota besar seperti London, Paris, Brussels, Frankfurt, serta Milan merupakan pusat ekonomi dan keuangan dalam wilayah blue banana ini telah menarik warga dari sekitar wilayah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka (Logistics, n.d.). Selain itu, wialayah tersebut juga telah mempunyai akses yang baik pada jalur perdagangan serta transportasi internasional serta Pelabuhan laut.<\/p>\n<p>Seluruh Blue Banana yang melimpah juga merupakan salah satu tempat terpadat, diwilayah ini terdapat kota metropolitan terbesar yaitu London, Prancis, Belanda, Jerman. di wilayah ini lah, Universitas pertama didirikan, pertanian dan industri dimulai serta institusi-institusi yang memungkinkan berkembangnya sistem kapitalis saat ini. Belanda merupakan negara yang terletak di wilayah Blue Banana, tepatnya wilayah barat Belanda terutama Randstad yang terdiri dari kota-kota dengan salah satu pusat utama pertumbuhan ekonomi dan pusat kegiatan bisnis di Eropa salah satunya yaitu Rotterdam (Pakguru, 2023). Rotterdam adalah kota Pelabuhan terbesar di Eropa dan salah satu pusat logistik. Wilayah tersebut mempunyai populasi yang padat, beragam industri, serta adanya akses transportasi yang baik seperti Pelabuhan Rotterdam sebagai Pelabuhan yang penting bagi perdagangan internasional dan menarik banyak investasi asing, dengan posisi geografis yang strategis di Semenanjung Eropa yang memungkinkan terhubungnya dengan negara-negara lainnya di wilayah tersebut.<br \/>\nDalam sejarah, setelah perang dunia kedua, perdamaian dan stabilitas di Eropa sangat dibutuhkan. Negara-negara Eropa memutuskan untuk bekerja sama dalam masalah ekonomi, dengan prinsip bahwa negara-negara yang bergantung satu sama lain tidak akan berperang. Pada tahun 1952 Belanda bergabung dengan Belgia, Perancis, Italia, Luksemburg dan Jerman Barat dalam mendirikan Komunitas Batubara dan Baja Eropa (ECSC). European Coal and Steel Community (ECSC) berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan memastikan lapangan kerja dan kesejahteraan yang lebih besar. Pada tahun 1957, enam negara menandatangani Perjanjian Roma, yang pertama membentuk komunitas Ekonomi Eropa dan yang kedua membentuk Komunitas Energi Atom Eropa, yang lebih dikenal sebagai Euratom. Belanda sendiri telah bergabung dengan Uni Eropa sejak tahun 1958, disaat Belanda telah bergabung pada European Economic Community (EEC) (Belanda, 2015). Belanda selalu menjadi penerima manfaat utama dari reformasi ini. Berkat UE, negara ini menjadi salah satu eksportir produk pertanian terbesar di dunia (Netherlands, n.d.).<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Andi Sintia<br \/>\nMahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta Prodi Ilmu Hubungan\u00a0Internasional<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Uni eropa merupakan sebuah organsiasi politik serta ekonomi yang mana terdiri atas 28 negara anggota terletak di benua Eropa. Dimana, Uni eropa menghubungkan berbagai negara anggotanya melalui infrastruktur guna menghubungkan Masyarakat dengan dunia usaha yang lebih dekat, sehingga hal tersebut memberikan peluang ekonomi dan mengintegrasikan pinggiran Uni Eropa dengan inti Uni Eropa (Europa). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10933","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10933"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10933\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}