{"id":10861,"date":"2024-01-20T14:18:13","date_gmt":"2024-01-20T06:18:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10861"},"modified":"2024-01-20T14:18:13","modified_gmt":"2024-01-20T06:18:13","slug":"mahasiswa-kknt-inovasi-ipb-university-menggelar-program-diapers-cycle-daur-ulang-popok-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kknt-inovasi-ipb-university-menggelar-program-diapers-cycle-daur-ulang-popok-bayi\/10861\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKNT inovasi IPB University Menggelar Program Diapers Cycle (Daur Ulang Popok Bayi)"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program Diapers Cycle (Daur Ulang Popok Bayi) di Desa Cikondang, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam mendukung kebersihan lingkungan di Desa Cikondang.<\/p>\n<p>Kegiatan Diapers Cycle dilaksanakan di keempat Posyandu yang ada di Desa Cikondang, yaitu Posyandu Srikandi (Rabu, 3\/1), Posyandu Harapan (Kamis, 4\/1), Posyandu Kartini (Selasa, 9\/1), dan Posyandu Sartika (Rabu,10\/1). Sosialisasi tersebut berupa demonstrasi pembuatan pot dan pupuk dari popok bekas dari awal hingga menjadi produk. Kegiatan Diapers Cycle bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Cikondang mengenai bahayanya membuang popok bayi di sungai.<\/p>\n<p>Bima Pramudya, Koordinator Desa Cikondang menjelaskan bahwa tujuan utama dari program kerja ini adalah untuk mengimplementasikan solusi kreatif dalam menangani masalah limbah popok bayi dengan fokus pada pengolahan dan transformasi menjadi produk bernilai tinggi.  <\/p>\n<p>\u201cMelalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat sadar akan bahayanya membuang popok bayi di sungai serta meningkatkan kreativitas masyarakat untuk mengolah limbah popok bayi dan menambah lapangan pekerjaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Ibu Kepala Desa (Virta Ponda) dan Bidan Desa (Sefty) memberikan dukungan penuh atas langkah inovasi yang diberikan oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB University karena hal tersebut merupakan kolaborasi yang dapat menjadi contoh nyata dari sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam mendukung pengolahan limbah popok bayi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10863\" aria-describedby=\"caption-attachment-10863\" style=\"width: 612px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-6.png\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"866\" class=\"size-full wp-image-10863\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-6.png 612w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-6-212x300.png 212w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-6-150x212.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-6-300x425.png 300w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10863\" class=\"wp-caption-text\">Poster Diapers Cycle yang dibuat oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB University<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain dilakukan demonstrasi secara langsung, disediakan pula poster langkah pembuatan pot dan pupuk dari limbah popok bayi untuk masyarakat serta dipasang di setiap posyandu. Pengolahan limbah popok bayi yang dilakukan di setiap masyarakat yang memiliki bayi ataupun balita menjadi langkah baik untuk mengurangi pembuangan limbah serta dapat dijadikan sumber mata pencaharian jika pot yang telah jadi diberikan warna serta hiasan. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program Diapers Cycle (Daur Ulang Popok Bayi) di Desa Cikondang, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam mendukung kebersihan lingkungan di Desa Cikondang. Kegiatan Diapers Cycle dilaksanakan di keempat Posyandu yang ada di Desa Cikondang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10861","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10861"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10861\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}