{"id":10665,"date":"2024-01-09T18:25:09","date_gmt":"2024-01-09T10:25:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10665"},"modified":"2024-01-09T18:25:09","modified_gmt":"2024-01-09T10:25:09","slug":"bias-gender-dalam-karya-tulis-ternama-surga-yang-tak-dirindukan-1-dan-tanah-tabu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/bias-gender-dalam-karya-tulis-ternama-surga-yang-tak-dirindukan-1-dan-tanah-tabu\/10665\/","title":{"rendered":"Bias Gender dalam karya tulis ternama  &#8220;Surga yang Tak Dirindukan 1&#8221; dan &#8220;Tanah Tabu&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Disusun oleh <strong>Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Michael Pratama<br \/>\nDidampingi Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Dr. Merry Fridha Tripalupi., M.Si.<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Bias gender dalam karya tulis, seperti novel, merupakan isu yang penting untuk dibahas. Dalam artikel ini, kita akan menganalisis bias gender dalam novel populer &#8220;Surga yang Tak Dirindukan 1&#8221; karya Asma Nadia dan &#8220;Tanah Tabu&#8221; karya Okky Madasari. Selain itu, artikel ini juga akan mengulas upaya mencegah bias gender dalam karya tulis.<\/p>\n<p>1. Analisis Bias Gender dalam &#8220;Surga yang Tak Dirindukan 1&#8221;<br \/>\nDalam novel ini, terdapat contoh-contoh bias gender yang perlu diperhatikan. Hanum, tokoh utama perempuan, sering kali dianggap lemah dan dibatasi dalam peran tradisional. Hal ini mencerminkan pandangan stereotip bahwa perempuan tidak setara dengan laki-laki.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-10.png\" alt=\"\" width=\"294\" height=\"448\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10667\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-10.png 294w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-10-197x300.png 197w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-10-150x229.png 150w\" sizes=\"(max-width: 294px) 100vw, 294px\" \/><\/p>\n<p>2. Analisis Bias Gender dalam &#8220;Tanah Tabu&#8221;<br \/>\nDalam novel ini, penulis menggambarkan perempuan sebagai objek seksual dan sering kali dihukum karena melanggar norma-norma gender. Hal ini memperlihatkan adanya diskriminasi dan ketidakadilan gender dalam masyarakat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-18.jpg\" alt=\"\" width=\"316\" height=\"507\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10666\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-18.jpg 316w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-18-187x300.jpg 187w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-18-150x241.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar2-18-300x481.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 316px) 100vw, 316px\" \/><\/p>\n<p>Upaya Mencegah Bias Gender dalam Karya Tulis<br \/>\nUntuk mencegah bias gender dalam karya tulis, langkah-langkah berikut dapat diambil:<\/p>\n<p>&#8211; Meningkatkan kesadaran tentang bias gender dan memberikan pendidikan yang inklusif tentang kesetaraan gender.<br \/>\n&#8211; Mendorong representasi yang beragam dalam karya tulis, termasuk memperkenalkan karakter perempuan yang kuat dan menghindari stereotip gender.<br \/>\n&#8211; Menghadirkan perspektif yang beragam, termasuk pengalaman dan pandangan perempuan dalam karya tulis.<br \/>\n&#8211; Menghindari penggambaran atau pembahasan yang memperkuat diskriminasi gender dalam karya tulis.<\/p>\n<p>Dalam novel &#8220;Surga yang Tak Dirindukan 1&#8221; dan &#8220;Tanah Tabu&#8221;, terdapat contoh-contoh bias gender yang perlu diperhatikan. Melalui pemahaman ini, langkah-langkah dapat diambil untuk mencegah bias gender dalam karya tulis dan mempromosikan kesetaraan gender yang lebih inklusif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disusun oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Michael Pratama Didampingi Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Dr. Merry Fridha Tripalupi., M.Si. JurnalPost.com &#8211; Bias gender dalam karya tulis, seperti novel, merupakan isu yang penting untuk dibahas. Dalam artikel ini, kita akan menganalisis bias gender dalam novel populer &#8220;Surga yang Tak Dirindukan 1&#8221; karya Asma Nadia dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10665","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10665"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10665\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}